1,721,359 research outputs found
Etika Mujadalah dalam Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi
Penelitian ini mengkaji pemikiran Ahmad mustafa Al-Maraghi tentang ayat-ayat Al-Qur’an terkait etika mujadalah dengan judul lengkapnya: “Etika Mujadalah dalam Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi”. Pokok permasalahan dari penelitian ini adalah penafsiran ayat-ayat etika mujadalah menurut Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam kitabnya Tafsir Al-Maraghi.
Penelitian ini tergolong kedalam penelitian kualitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yang merupakan sebuah metode teknis analisis data dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang diambil dari data kepustakaan. Berdasarkan data yang digunakan dalam penelitian ini, maka sumber datanya terdiri dari dua sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan etika mujadalah dalam kitab Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi. Sedangkan sumber data sekundernya adalah buku-buku, jurnal-jurnal, dan literatur-literatur yang relevan dengan pembahasan skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi mengenai ayat-ayat Etika Mujadalah bahwa nilai-nilai etika mujadalah dapat dihasilkan, melalui metode yang baik dan benar. Kemudian diimplementasikan melalui dua sikap. pertama, penuturan bahasa, bahasa yang digunakan menjadi tolak ukur sejauh mana kandidat memegang adab, dan nilai-nilai kesantunan. Kesantunan pun dipengaruhi oleh kesanggupan menggunakan gaya bahasa. Dari gaya bahasa yang digunakan dapat tergambar bagaimana kemampuan orang dalam berbahasa untuk meyakinkan, memengaruhi, baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Kedua, penuturan argumentasi yang kuat. Argumentasi tersebut kemudian disampaikan dengan cara yang benar dan kuat, dalam artian dilandasi ilmu dan bukti. Tanpa ilmu pengetahuan, suatu pendapat tidak akan diakui bahkan ditolak
Pemikiran Politik Ahmad Mustafa al-Maragi dalam Tafsir al- Maragi
Ahmad Mustafa al-Maragi adalah salah seorang mufassir kontemporer yang
monumental. Pikiran-pikiran yang tajam dan kritis sudah tersebar dalam berbagai
karyanya termasuk Tafsir al- al-Maragi yang menjadi rujukan berbagai para sarjana,
gerakan Islam, dalam pemikiran politiknya, beliau ingin membangkitkan umat
dengan cara merubah cara berfikir umat melalui karya-karyanya.
Pemikirannya tentang politik yang menekankan pada esensi dan prinsip
politik yang tidak boleh berubah itu adalah nilai Islam, bukan sistem dan bentuknya.
Latar belakang, kondisi sosial-politik, pendidikan, dan termasuk guru beliau
Muhammad Abduh, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pemikirannya.
Inti dari pemikiran politik Ahmad Mustafa al-Maragi adalah menekankan
pentingnya masalah politik, dengan mengamalkan esensi dan prinsip politik yang
ada dalam ajaran Islam akan tercipta sebuah negara yang adil dan sejahtera
METODE DAN CORAK PENAFSIRAN AHMAD MUSTAFA AL - MARAGHI (Kajian Terhadap Tafsir Al - Maraghi )
Skripsi
ini
berjudul“
METODE
DAN CORAK
PENAFSIRAN AHMAD
MUSTAFA AL
-
MARAGHI ( KAJIAN TERHADAP
TAFSIR AL
-
MARAGHI
).
Di
dalamnya
menjelaskan
mengenai
permasalahan yang m
elatar
belakangi
penilitian
ini, yaitu
bagaimana
metode
dan
corak yang
digunakan Ahmad Mustafa
Al
-
Maraghi
dalam
menafsirkan Al
-
Qur’an
serta
apakah
keistimewaan
dan
kekurangan yang dimiliki
tafsir
ini
jika
d
ibandingkan
dengan
tafsir
lainny
a.
Sedangkan
tujuan
dari
penelitian
ini
adalah
untuk
mengetahui
metode
dan
corak
yang
digunakan
o
leh Ahmad Mustafa Al
-
Maraghi
dalam
tafsir Al
-
Maraghi, serta
untuk
mengetahui
Keistimewaan
dan
kekurangan
tafsir
tersebut.
Penelitian
ini
adalah
penelitian
kepustakaan yang meruj
uk
pada
literatur
-
literatur
buku, maka
sebagai data primer
nya
penulis
mengambil
kitab
Tafsir Al
-
Maraghi
karya Ahmad Mustafa al
-
Maraghi, sedangkan data sekundernya
diambil
dari
buku
-
buku yang ada
kaitannya
dengan
masalah
tafsir
atau
objek
kajian
dalam
penelit
ian
ini.
Adapun
metode yang penulis
gunakan
dalam
penelitia
n
ini
adalah
metode
deduktif
, yaitu
mengkaji
tafsir Al
-
Maraghi
secara
umum
sebelum
menentukan
secara
khusus.
Selanjutnya
menggambarkan data
-
data yang telah
terkumpul
secara
terperinci.
Setelah
meneliti
kajian
ini
maka
penulis
menyatakan
bahwa
tafsir
Al
-
Maraghi
menggunakan
metode
Ijmali,
dan
Tahlili
.
Sedangkan
corak
penafsiran
yang mendominasi
dalam
tafsir
ini
adalah
Adab al
-
Ijtima’
WASATIAH DALAM MODERASI BERAGAMA MENURUT PENAFSIRAN AHMAD MUSTAFA AL-MARAGHI PADA SURAT AL-BAQARAH AYAT 142-143
This article discusses the understanding of wasatiah in the interpretation of Ahmad Mustafa Al-Maraghi in Surah Al-Baqarah verses 142-143. Using qualitative methods with a literature study approach. Basically, wasatiah is a way of thinking that is not excessive, on the other hand making a good decision does not corner between two opposite sides. Ahmad Mustafa Al-Maraghi explained that the person who applies the wasatiah is the one who promotes justice with a neutral nature. The opposite of wasatiah is sufaha, that is, people who have minimal insight so as to cause extreme and radical thoughts. This study aims to gain an understanding of the meaning of wasatiah comprehensively, explaining verse by verse according to the topic of the verse discussed in the interpretation of Ahmad Mustafa Al-Maraghi in surah Al-Baqarah verses 142-143
Purple / Mimi Sofiah Ahmad Mustafa
A compilation of poems from interested 118 lecturers and academicians from UiTM and other higher learning institutions
Menangis Menurut Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi
The main problem in this paper is to see the many verses of the Qur'an talking about crying, making it difficult for people to distinguish where crying is recommended and crying is forbidden by the Prophet Muhammad Saw. The purpose of this study is: (1) to describe and analyze the prohibited form of crying, (2) To describe and analyze the recommended form of crying and (3) To describe and analyze the benefits of crying. The type of research that the author uses is library research with the thematic interpretation or Maudhu'i analysis method. The primary source of data in this study is Ahmad Mustafa al-Maraghi's Tafsir al-Maraghi, especially verses from the Qur'an and history related to crying. From the research that the author conducted, it can be concluded that the prohibited form of crying is pretending. Meanwhile, the recommended forms of crying are: (1) crying with emotion for the truth of the Qur'an, (2) crying, (3) crying for sincerity and, (4) crying regret for mistakes made (related to crying on the day of judgment). Then the benefits of crying are: (1) it can increase the solemnity, and (2) it is promised enjoyment by Allah Swt
metode pembentukan kepribadian anak, kajian surat al-kahfi ayat 60-82dalam tafsir al-maraghi karya ahmad mustafa al-maraghi
Uswatun Khasanah Alkhudoriah.2019, Metode Pembentukan Kepribadian Anak, Kajian Al- Quran Surat Al- Kahfi Ayat 60-82 dalam Tafsir Al- Maraghi Karya Ahmad Mustafa AL- Maraghi.skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing: Ahmad Nukman Hakiem., M. Ag
Kata Kunci: Metode, Pembentukan, Kepribadian anak
Al-Quran merupakan sumber sekaligus pedoman dari segala ilmu pengetahuan, didalam al-quran banyak sekali dijelaskan tentang pentingnya pendidikan, setiap ayat dari Al-Quran memiliki makna yang berarti yang bisa diambil sebagai pedoman dalam pendidikan, dan nilai yang terkandung dalam al- quran merupakan pembelajran bagi siapapun yang mempelajarinya salah satunya yang terdapat dalam surat Al- Kahfi ayat 60-82 yang disitu menjelaskan tentang pentingnya metode pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang terkandung dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 untuk membentuk kepribadian anak, yang mana melihat fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali terjadi penurunan sikap peserta didik. Yang diaharapkan dengan penelitian ini dapat diimplementasikan dalam proses pendidikan.
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana pembentukan kepribadian anak dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 dalam tafsir al-maraghi karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi, (2) Apa metode yang terdapat dalam suarat Al-Kahfi ayat 60-82 dealam tafsir Al-maraghi karya Ahmad Mustafa al-maraghi, (3) Apa hikmah yag terdapat surat Al-Kahfi ayat 60-82 dalam tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-maraghi .
Penelitian ini penelitian pustaka, penulis berusaha meneliti dengan mengikuti cara dan alur tokoh serta menjelaskan inti, hakikat dan hikmah yang terdapat dalam teks. Selain itu juga menggunakan tafsir maudhu’I yaitu pembahasan berdasarkan tema-tema tertentu yang terdapat dalam al-quran.Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi yaitu mencari data mengenahi hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan.
Hasil dari penelitian ini bahwa metode yang terkandung dalam surat Al- Kahfi ayat 60-82 untuk membentuk kepribadian anak dalam tafsir al-maraghi adalah metode uswah hasanah, metode nasihat, metode discovery inquiry, dan metode hukuma
Studi komparasi tentang makna jihad dalam tafsir fi Zilal al Quran karya Sayyid Qutb dan tafsir al Maraghiy karya Ahmad Mustafa al Maraghiy
Jihad merupakan isu yang sering diperdebatkan dalam tahun terakhir terlebih setelah munculnya beberapa kelompok Islam radikal. Konsep jihad sering dikaitkan dengan munculnya paham radikal. Jihad juga merupakan konsep dalam Islam yang sering disalahpahami baik dalam sebagian kalangan umat Islam sendiri terlebih lagi oleh para ahli. Oleh karena itu, penulis ingin menjelaskan makna jihad menurut Sayyid Qutb dan Ahmad Mustafa al-Maraghiy dengan pendekatan kualitatif analisis, kemudian dikomparasikan sehingga dapat diketahui secara jelas perbedaan dan persamaannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana makna jihad dalam al-Qur’an menurut Sayyid Qutb dalam tafsir fi Zilal al-Qur’an dengan Ahmad Mustafa al-Maraghiy dalam tafsir al-Maraghiy? Bagaimana perbedaan dan persamaan Sayyid Qutb dan Ahmad Mustafa al-Maraghiy dalam menafsirkan makna jihad dalam al-Qur’an?. Sayyid Qutb dan Ahmad Mustafa al-Maraghiy memaknai jihad dengan arti perang, baik perang melawan musuh ataupun perang melawan hawa nafsu, perang dengan harta dan jiwa, dan besungguh-sungguh dalam melakukan perang tersebut. Dalam perang melawan musuh adakalanya denga kekerasan ada kalanya dengan lisan atau ucapan, baik kepada orang kafir maupun munafik. Sedangkan perang melawan hawa nafsu dengan menjaga diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan menegakkan kewajiaban yang di perintah Allah. Serta tidak bakhil dalam melakukan jihad dengan harta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan jihad di jalan Allah, karena hal tersebut bukanlah Allah yang mendapatkan hasil dari perbuatan jihadnya akan tetapi mujahidlah yang merasakan nikmatnya
Artificial intelligence in administrative decision making / Mimi Sofiah Ahmad Mustafa
Administrators in Malaysia are a class of people who are responsible to carry out the executive function to complement the legislative function (Parliament) and the judiciary function (courts). Administrators or executives play the role of implementing the laws passed by the Parliament in their day-to-day activities. UiTM, as an example, has its own power to do things that are allowed by the legislation to execute necessary duties and responsibilities to function as a higher learning institution. Other examples include immigration, the police, or the tax department which have their own tasks according to the respective laws. Decision making has always been an important task for an administrator. This power is conferred upon them through legislation so that they can solve issues relating to their daily internal functions according to the suitability of their organization. Hence, we can see from reports that one decision of an administrator could be different from another on the same issue. In internal inquiry involving staff disciplinary matters, for example, different interpretations could be made of how a decision could be reached. Where the law is concerned, the court will look at whether the administrators have followed the required procedure in reaching any decision. If it is not observed, then the court will likely rule that the administrator concerned has violated the law
TAFSIR KONTEMPORER ADAB AL-IJTIMAIY (Studi Kitab Karya Ahmad Mustafa Al-Maraghy 1881-1945 M)
Tulisan ini mengkaji pemikiran Syaikh Ahmad Mustafa Al-Maraghy. Ia adalah mufassir yang kupasan tafsirnya menggunakan pendekatan adab al-ijtima’iy (budaya, sosial kemasyarakatan). Pemikirannya dipengaruhi oleh para pendahulunya seperti M. Abduh, M. Rasyid Ridha dan M. Mustafa al-Maraghy. Tafsir ini memiliki corak mederen dengan memandang bahwa al-Qur’an adalah bagian dari bukti kekuasaan dan tanda kebesaran Allah SWT. Membedah pintu tajdid secara luas dengan meninggalkan taklid buta. Kupasan kajiannya menembus lapisan bawah - atas sampai pejabatat tinggi. Pesan utamanya adalah kembali memurnikan ajaran al-Qur’an dengan meninggalkan bid’ah, takhayul dan khurafat.</jats:p
- …
