203 research outputs found
Khazanah naskah desa ketangga kecamatan suela kabupaten lombok timur provinsi NTB
Tulisan ini merupakan tulisan perdana mengenai pemaskahan
yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang kini menjadi Kantor Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional. Penelitian Naskah-naskah Kuna di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dilakukan oleh Ahmad
Cholid Sodrie, M.Hum, Mujib, Tubagus Najib dan Hedi Surahman. Di dalamnya diuraikan berbagai persoalan berkaitan dengan naskah, yaitu ragam tinggalan naskah; teks dan kodeks, serta interpretasi berkaitan dengan naskah-naskah kuna di Ketangga, baik yang berkaitan dengan informasi agama, kebudayaan, fungsi Ketangga dalam penyebaran Islam, kedudukan Ketangga . dalam sistem Kerajaan Selaparang, serta Kegunaan naskah pada masa lalu dan sekarang
Mind the gap? Local practices and institutional reforms for water allocation in Afghanistan's Panj-Amu river basin
Vincent Thomas; Mujib Ahmad Azizi; Wamiqullah Mumta
Water rights and conflict resolution processes in Afghanistan : the case of the Sar-i-Pul sub-basin
Vincent Thomas with Mujib Ahmad Azizi and Ihsanullah Ghafoor
STRATEGI BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA PADA MUJIB KACA DAN ALUMINIUM JOMBANG
Skripsi dengan judul “Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Pada Mujib Kaca Dan Aluminium Jombang” di tulis oleh Ahmad Hafid Firmansyah, Nim 126405211023, Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Deny Yudiantoro, M.M
Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Marketing Mix 7P, Strategi Pemasaran, Pendapatan Usaha, UMKM
Penelitian ini dilatar belakangi dalam era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk terus berinovasi dalam strategi pemasarannya agar dapat bertahan dan berkembang. Salah satu pendekatan yang digunakan secara luas adalah strategi bauran pemasaran atau marketing mix. Konsep bauran pemasaran telah berkembang dari 4P (Product, Price, Place, Promotion) menjadi 7P, dengan penambahan People, Process, dan Physical Evidence, untuk menjawab kompleksitas kebutuhan pasar. Mujib Kaca dan Aluminium merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa dan penjualan produk kaca serta aluminium untuk kebutuhan konstruksi dan renovasi bangunan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini menghadapi tantangan dalam menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah meningkatnya persaingan, perubahan preferensi konsumen, serta kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks.
Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu a. Bagaimana strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) 7P yang di terapkan pada Mujib Kaca dan Aluminium. b. Bagaimana dampak penerapan strategi bauran pemasaran dalam meningkatkan pendapatan usaha penjualan produk Mujib Kaca dan Aluminium. c. Apa kendala dan solusi dalam penerapan strategi bauran pemasaran Marketing Mix 7P dalam meningkatkan pendapatan usaha Mujib Kaca dan Aluminium
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi bauran pemasaran (marketing mix 7P), yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), dan bukti fisik (physical evidence), dalam upaya meningkatkan pendapatan usaha pada Mujib Kaca dan Aluminium.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi 7P secara terpadu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan usaha. Faktor produk dan kualitas layanan menjadi elemen paling dominan, diikuti oleh strategi harga yang kompetitif dan promosi yang efektif melalui media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi seluruh elemen bauran pemasaran dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan pendapatan usaha kecil menengah seperti Mujib Kaca dan Aluminium
Health self-assessment rule-based expert system / Wan Ahmad Mujib Wan Hamdy
In Malaysia, the level of health conscious is can be considered quite low and usually
when diagnostician a health problem is usually done by the doctors. There is also
other ways to do a self-diagnosis by reading a books, magazine or from Internet.
Therefore new tools of diagnose is needed to solve the problem. The title for this
project is Health Self-Assessment Rule-Based Expert System. The system is a Webbased
system that can provide an online diagnosis through questionnaire for the
users where much faster and easier than reading books or magazines. The system is
not to replace the expertise of the doctors but it will be a new way of diagnosis.
There are three objectives in the research to be fulfilled. The first objective is to do
research and analyze facts on the health problems in Malaysia. The second objective
is to produce set of rules based on the facts that been researched and analyzed. The
last objective is to develop rule-based expert system where the system can perform
forward chaining technique that can accept the input and produce the output for
users. The main components of the rule-based which are the inference engine and
the knowledge base are able to function and produce output. The rules that been
created had been combine with scoring model called weighted average. The function
of the scoring model is to calculate the percentage for the output. Even-though the
expert system manage to meet the setting objectives, there are still limitation that
can be found affect the system. The solution to overcome the limitation is by
expanding the ability of the system. As suggested, the future expansion is to add up
three components which are the developer interface, conflict resolution and
uncertainty management
Evaluasi Sarana dan Prasarana Bengkel Bangunan pada Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar.
ABSTRAK Mujib, Ahmad. 2013. Evaluasi Sarana dan Prasarana Bengkel Bangunan pada Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. (II) Drs. Priyono, M.Pd. Kata kunci: Sarana dan Prasarana Bengkel Sarana dan prasarana bengkel adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran, yang mencakup bangunan dan perabotan dan peralatan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 40 tahun 2008 tentang kelayaskan sarana dan prasarana. Sedangkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 tahun 2009 mengatur tentang Standar Kompetensi Kejuruan sehinga analisis Standar Kompetensi dilakukan untuk mengetahui peralatan penunjang Standar Kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sarana dan prasarana bengkel bangunan pada program keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton yang kemudian di bandingkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 40 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2009 sebagai pedoman peralatan bengkel. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang mencakup sarana dan prasarana bengkel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tabel yang mengacu pada standar. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Blitar pada Departemen Bangunan dengan Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sebagian besar kelayakan sarana menunjukan sarana pada 6 ruang dalam kriteria Sangat Layak sedangkan sarana pada 1 ruang dalam kriteria Cukup Layak dan sarana pada 2 ruang dalam kriteria Kurang Layak. (2) Kelayakan prasarana menunjukkan prasaran pada 4 ruang dalam kriteria Sangat Layak, prasarana pada 3 ruang dalam kriteria Cukup Layak, dan prasarana pada 1 ruang dalam kriteria Kurang Layak. (3) Kelengkapan sarana yang dimiliki sekolah menunjukkan bahwa Bengkel Kerja Kayu yang memiliki standar kompetensi “Melaksanakan Pekerjaan Finising Konstruksi Kayu” namun 5 jenis peralatan tidak tersedia untuk penunjang pembelajaran mata pelajaran praktek. Bengkel Kerja Batu dengan Standar Kompetensi “Melaksanakan Pekerjaan Finising Bangunan” namun 3 jenis peralatan tidak tersedia untuk penunjang pembelajaran mata pelajaran praktek. Pada Bengkel Kerja Plambing semua peralatan yang disyaratkan oleh Kurikulum mengenai analisa Standar Kompetensi telah dimiliki Sekolah. Sedangkan pada Bengkel Kerja Survei Pemetaan dengan Setandar Kompetensi “Melaksanakan Fotogrameter” namun 3 jenis peralatan tidak tersedia untuk penunjang setandar kompetensi tersebut
Critics of Hadith Website (Review and Analysis of the E-Proceeding Khadher Ahmad, Ishak Hj. Suliaman, Faisal Ahmad Shah and Ibrahim Adham with the Title of Main Criteria in Hadith Website Development: One Analysis and Reserves)
This paper aims to criticize, E-Proceeding Khadher Ahmad, Ishak Hj. Suliaman, Faisal Ahmad Shah and Ibrahim Adham with the Title of Main Criteria in Hadith Website Development: One Analysis and Reserves. The method used in this paper is descriptive analysis by reviewing and analyzing (1) the content of the hadith text which is in full line; (2) translation of the hadith that has been examined; (3) hadith sources and takhrij; (4) brief hadith understanding; (5) the organization or panel is responsible and has eligibility; (6) user friendly interface; (7) attachment of history al-asanid (mapping sanad hadith); (8) laying out the hadith group theme; (9) distribution of hadiths based on the book of jawi; and (10) providing alternative hadiths to false hadiths. Of the ten criteria for website development, in our opinion, not all of them can be recommended
Mind the gap? Local practices and institutional reforms for water allocation in Afghanistan's Panj-Amu river basin / Vincent Thomas; Mujib Ahmad Azizi; Wamiqullah Mumtaz
PENERAPAN HAD ZINA PADA PERKOSAAN (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT ASY-SYAFI'I DAN AHMAD IBNU' HAMBAL)
Fenomena hukum yang ada saat ini masih banyak yang belum begitu jelas dan masih ada juga banyak perbedaan pendapat mengenai penerapannya. Tidak menutup kemungkinan perbedaan pemikiran dan penerapan hukum antara imam mazhab. Hal ini terbukti adanya perbedaan penerapan hukum zina pada perkosaan antara al-imam asy-Syafi'i sebagai pencetus sekaligus pemimpin mazhab Syafi'iyah dengan al-imam Ahmad ibn Hambal sebagai pencetus dan pelopor
mazhab Hambaliyah yang sampai sekarang masih berkembang pesat di dunia ini dan tidak menutup kemingkinan negara Indonesia.
Dalam penelitian tentang Penerapan Had az-Zina Pada Perkosaan (Studi Komparasi Antara Pendapat al-imam asy-Syafi'i dan Ahmad ibn Hambal) ini diperlukan kejelasan yang mendasar mengenai beberapa perbedaan konsep penerapan hukumnya secara deskriptif Sedangkan dalam mendiskripsikan pemikiran kedua tokoh mazhab tersebut diperlukan adanya penelitian dan
penelaahan terhadap karya-karya kedua imam mazhab tersebut dan karya-karya tokoh-tokoh pendukung dari pendapatnya. Dalam hal ini akan mencoba melaui pendekatan yang biasa para sarjana hukum Islam pergunakan yaitu melaui pendekatan usul fiqhnya diperlukan mencari obyektifitas penelitian selain itu untuk mengkaji relevansi pemikiran keduanya agar dapat diketahui secara tegas mengenai letak persamaan dan perbedaan antara keduanya, dengan begitu penulis menggunakan metode komparasi (perbandingan).
Setelah dilakukan penelitian oleh penulis, dapat disimpulkan bahwasanya al-imam asy-Syafi'i dan al-imam Ahmad Ibn Hambal dalam menerapkan hokum pada delik perkosaan ini lebih merujuk pada al-Qur'an dan al-Hadis, walaupun dalam rnenyikapi permasalaha perkosaan ini lebih cenderung menggunakan dasar hadis hasan. Mereka sama-sama berpendapat bahwasanya seorang pemerkosa akan mendapatkan hukuman seperti halnya seorang pelaku zina dengan
dikondisikan pada kondisi mereka, dan juga bagi korban perkosaan perempuan terlepas dari jeratan hukuman dengan konsekwensi adanya pemaksaan yang dianggap membahayakan korban. Meskipun keduanya sependapat dalam hal ini, tetapi tidak menutup kernungkinan adanya perbedaan pemikiran yang mendominasi keduanya sehingga efeknya tertanam pada perbedaan penerapan hukurn pada korban perkosaan pihak laki-laki, tetapi hal ini dilakukan dengan tidak terlepas dari tatanan hukum pada masanya dan juga ditujukan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan konsep maqosidus Syari 'ah
Water rights and conflict resolution processes in Afghanistan : the case of the Sar-i-Pul sub-basin / Vincent Thomas with Mujib Ahmad Azizi and Ihsanullah Ghafoori
- …
