1,723,770 research outputs found
Peranan Khalifah Utsman Bin Affan Dalam Mengembangkan Agama Islam (23-36 H/644-656 M)
Pasca Nabi Muhammad wafat, misi dalam siar ajaran Agama Islam
dilanjutkan oleh khalifah Abu Bakar As Shidiq dan dilanjutkan oleh khalifah
Umar bin Khattab. Dalam masanya untuk menegakan pilar-pilar ajaran agama
Islam, bahwa kedua khalifah tersebut telah berhasil dalam mengembangkan ajaran
agama Islam. Pasca kedua khalifah ini telah wafat, misi dalam siar ajaran agama
Islam telah dilanjutkan oleh khalifah ketiga, khalifah Utsman bin Affan. Pasca
terpilihnya Utsman bin Affan sebagai khalifah, bahwa beliau telah memberikan
kontribusi yang besar terhadap perkembangan Agama Islam. Salah satu
prestasinya dalam memajukan perkembangan ajaran Agama Islam adalah, dalam
sistem pembukuan Al-Qur’an (kodifikasi Al-Qur’an) yang menjadikan sebuah
mahakaryanya yang sangat fenomenal. Selain prestasinya dalam hal sistem
pembukuan Al-Qur’an, khalifah Utsman bin Affan juga telah menunjukan
prestasinya yang lain dalam safari dakwah Agama Islam.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana latar belakang
pengangkatan Utsman bin Affan sebagai khalifah; (2) bagaimana usaha khalifah
Utsman bin Affan pada tahun dalam mengembangkan ajaran agama Islam 644-
656 M; (3) bagaimana tindakan khalifah Utsman bin Affan dalam penyebaran
agama Islam pada tahun 644-656 M. Tujuan dalam penelitian ini adalah, untuk
menganalisis tentang proses pengangkatan Utsman bin Affan sebagai khalifah;
menganalisis usaha khalifah Utsman bin Affan dalam mengembangkan ajaranajaran
agama Islam; serta menganalisis tindakan khalifah Utsman bin Affan dalam
penyebaran agama Islam.
Manfaat dari penelitian ini adalah bagi almamater sebagai upaya untuk
pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bagi peneliti untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan dan meningkatkan penguasaan keilmuanya, terutama berkaitan
dengan masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan dalam bidang agama
Islam; bagi mahasiswa untuk meningkatkan penguasaan dan kemampuan
keilmuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
sejarah. Langkah-langkah dalam penelitian sejarah terdiri dari empat metode,
Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Penulis menggunakan pendekatan
sosiologi agama serta menggunkan teori peran.
Pada tahap ini, peneliti melakukan penulisan secara kronologis, logis, dan
sistematis dengan cara merangkai fakta-fakta sejarah sebagai hasil penafsiran atas
fakta-fakta tersebut sehingga terjadi suatu kisah sejarah ilmiah. Kesimpulan dari
penelitian menunjukan bahwa: (1) latar belakang pengangkatan Utsman bin Affan
sebagai khalifah tidak lepas dari cerminan akhlak Utsman bin Affan, bersahabat
dengan nabi Muhammad SAW, serta pandangan masyarakat terhadap sosok
Utsman bin Affan; (2) Usaha khalifah Utsman bin Affan dalam mengembangkan
ajaran-ajaran agama Islam juga didasarkan pada ajaran Rasulullah; (3) Tindakan
khalifah Utsman bin Affan dalam penyebaran agama Islam merupakan suatu
prestasi emas dalam memajukan peradaban Islam
Kemelut di masa Utsman : membongkar fakta sejarah pemberontakan dan pembunuhan Utsman bin Affan ra
Kekacauan menyebar di mana-mana. sejumlah kalangan menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan Utsman bin Affan ra. pemperontakan pun terjadi, dan akhirnya menantu Rasulallah saw itu terbunuh. Sebuah masa kelam yang menyelimuti kehidupan umat Islam saat itu.207 hlm.; 21 c
AZ Empire Waitress / Affan Zakwan Samsul
AZ Empire Waitress is a business that provides a services that are done with passion. We named it after the person behind all these which is me Affan Zakwan. This business structure is a sole proprietorship that started on 23 March 2018.
This business provides various types services such as exclusive wedding package and normal wedding package. All the services come with experience waitress and worth the price. Our target could be a couple who wants to marry, business company or a event organizer.
AZ Empire uses Facebook as a social media platform to promote all the services. Facebook is the most popular social media site among others that allows us to upload pictures and videos and post information of our business. It can be an effective way to communicate with our potential customers and create brand awareness as we want customers to connect with our brand.
Our mission is to be the first choice when it comes to waiter services. Our services are curated with care as we only allow experience waiter to work on your wedding. These packages are a quality services which we will provide on your memorable events. The quality of the services and customers’ satisfaction are our priority for this business. Therefore, the price for our packagers is RM100-RM200 per waiter and the services that we offer are worth the price
Usman bin Affan Radhiallahu'Anhu: Syakhshiyyatuhu wa áshrihi
Buku ini membahas sejarah hidup Usman bin Affan ketika di Mekkah dan Madinah; Kepribadian Usman bin Affan; Perekonomian di masa Usman bin Affan; fitnah kematian Usman bin Affan
PENGELOLAAN TABUNGAN HAJI DI KOPERASI IBNU AFFAN (IBNU AFFAN COOPERATIVE Ltd) CABANG YALA SELATAN THAILAND
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengelolaan Tabungan Haji di Koperasi Ibnu Affan (Ibnu Affan Cooperative Ltd) Cabang Yala Selatan Thailand” ini ditulis oleh Tuwaeasma Witae, NIM: 2823133176, Jurusan Pebankan Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (Iain) Tulungagung. Dibawah Bimbingan Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag.
Antusiasme masyarakat Patani dalam menyempurnakan rukun Islam yang ke-5 yaitu melaksanakan ibadah haji sangatlah besar. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya bermunculan produk yang ditawarkan oleh Koperasi Ibnu Affan tentang tabungan haji, seperti halnya yang dilakukan oleh Koperasi Ibnu Affan. Hal ini juga yang mendasari penulis untuk mengangkat judul skripsi tentang Pengelolaan Tabungan Haji di Koperasi Ibnu Affan (Ibnu Affan Cooperative Ltd) Cabang Yala Selatan Thailand.
Pembahasan masalah dalam penelitian ini hanya pada pengelolaan manajemen tabungan haji di koperasi Ibnu Affan. Sedangkan rumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini penulis merumuskan tentang Bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan tabungan haji di Koperasi Ibnu Affan cabang Yala (Selatan Thailand) dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh Koperasi Ibnu Affan dalam pengelolaan tabungan haji dan bagaimana upaya penyelesaiannya.
Tujuan diadakan penelitian ini untuk memberikan jawaban terhadap pokok masalah penelitian. Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengelolaan tabungan Haji di Koperasi Ibnu Affan cabang Yala (Selatan Thailand) dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh Koperasi Ibnu Affan dalam pengelolaan tabungan haji dan cara penyelesaiannya.
Untuk penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan hasil penyajian dalam bentuk deskriptif. Penulisan skripsi ini diharapkan nantinya dapat berguna baik secara teoritis maupun secara praktis.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka penulis merumuskan kesimpulan mengenai pengelolaan tabungan haji yang berdasarkan kepada 4 fungsi manajemen pada umumnya yaitu; planning, organizing, actuatingdan controlling. Dari fungsi-fungsi tersebu tmanajemen Koperasi Ibnu Affan sudah melaksanakan dengan efektif dan efisien.
Kata Kunci : Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengawasa
KONTROVERSI ISU NEPOTISME KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
AbstractUtsman bin Affan was famous as fair chalif and had many achievements during his tenure as chalif. Howefer, all the virtues and achievements during his caliphate seemed to disappear because of his controversial policies. The circulating issues, especially the issue of nepotism caused a rebellion that ended in the death of caliph Utsman bin Affan. Ironically, orientalist historians and some Muslim historians in their writings later branded Utsman bin Affan as the first person to practice nepotism in the history of Islamic civilization. This study aims to explore Utsman bin Affan’s policies were the root of the isu nepotism in his time. This study uses library research to provide and overview of the nepotism controversy during the caliphate of Utsman bi Affan. At the time of caliph Utsman, the issue of nepotism was blowing hard when the rebels accused Utsman bin Affan of firing a number of officials and replacing them with relatives who did not have the ability and capacity to lead the Muslims. As for giving positions to relatives accompanied by considerations of competence, professionalism and trustworthiness, it is not prohibited in Islam. AbstrakUtsman bin Affan dikenal sebagai khalifah yang adil dan banyak memiliki prestasi selama menduduki kursi khalifah. Namun, semua keutamaan dan prestasi selama masa kekhalifahannya seakan sirna karena kebijakannya yang dianggap kontroversial. Isu-isu yang beredar terutama isu nepotisme menyebabkan terjadinya pemberontakan yang berakhir dengan kematian Khalifah Utsman bin Affan. Ironisnya para sejarawan orientalis dan beberapa sejarawan muslim dalam tulisannya kemudian mencap Utsman bin Affan sebagai orang pertama yang melakukan praktik nepotisme dalam sejarah peradaban islam. Penelitian ini bertujuan mengupas lebih dalam kebijakan-kebijakan Utsman bin Affan yang menjadi akar isu nepotisme di masanya. Penelitian ini menggunakan library research untuk memberikan gambaran umum tentang kontroversi nepotisme pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Di masa Khalifah Utsman isu nepotisme ini berhembus kencang ketika para pemberontak menuduh Utsman bin Affan memecat sejumlah pejabat dan menggantinya dengan kerabat yang tidak mempunyai kemampuan dan kapasitas untuk memimpin kaum muslimin. Adapun memberikan jabatan kepada kerabat yang disertai dengan pertimbangan kompetensi, profesionalisme dan sifat amanah, maka tidak dilarang dalam Islam.
MENCERMATI ISU NEPOTISME KEPEMIMPINAN UTSMAN BIN ‘‘AFFAN
Abstrak Apabila benar Muhammad seorang nabi makshum, bicaranya wahyu dan prediksinya merupakan nubuwat maka apakah masih ada ruang bagi kita untuk menilai kebenaran isi sabdanya? ‘Utsman bin ‘‘Affan ra.adalah salah satu sosok sahabat yang sangat dekat dengan baginda, dua putri mulia bagindapun menjadi pendamping hidupnya. ‘Utsman bin ‘‘Affan terkenal sebagai sosok sahabat yang hartawan lagi dermawan, tingkah lakunya selalu dihiasi dengan sifat malu dan penuh kesopanan dalam ketegasan. Namun, semua keutaman diatas seakan sirna dan tidak meninggalkan bekas pada saat para pemerhati sejarah menilai karakter kepemimpinannya selama menjadi khalifah. Ia acapkali disebut sebagai pemimpin Islam yang sarat dengan nepotisme dan mendahukan kepentingan kerabat dekatnya. Benar, tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan apalagi seorang penguasa, tapi apakah semua lebel dan isu yang beredar di sekitar kepemimpinan Usman bin ‘‘Affan itu benar adanya? Makalah ini mencoba melihat sosok ‘Utsman bin ‘‘Affan dari sudut pandang lain. Kata Kunci: Nepotisme, Pemerintahan Utsman
KEPEMIMPINAN USMAN BIN AFFAN (Kebijakan dan Tantangan)
Usman bin Affan adalah salah satu tokoh terkemuka umat Islam yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan peradaban Islam. Pelaksanaan kepemerintahan khalifah Usman bin Affan menuai hasil yang sangat banyak diantaranya perluasan wilayah dengan menguasai Kabul, Gaznah, balk, dan Turkistan bagian timur, selanjutnya sebagian wilayah Hurasan, Asia kecil ke Tripoli dan Afrika Utara, dan paling utama adalah pengumpulan al Quran dalam bentuk mushaf yang masih terjaga sampai saat ini. Bentuk tantangan atau perlawanan yang dihadapi Usman bin Affan adalah tuduhan nepotisme diseparuh perjalanan kekhilafaannya dengan membagi harta zakat kepada keluarga lebih besar dari rakyatnya yang lain, mengangkat lima gubernur dari keluarga Utsman sendiri, tuduhan ketidakadilan atas kedzaliman yang dilakukan keluarganya sebagaimana yang dilakukan Abdullan bin Abi Sarah kepada rakyat Mesir yang menjadi titik balik pemberontakan hingga pembunuhan Usman bin Affan ra
KONFLIK POLITIK PADA MASA KHALIFAH USTMAN BIN AFFAN
The problem of political conflict began to occur during the reign of Caliph Ustman bin Affan. Because before this third caliphate political problems were fine because the previous caliphs had extraordinary achievements in the development of Islam. Both in terms of economy, culture, regional expansion, social, religious and other things that we cannot mention one by one. Then the question arises. Is this all the work of Ustman bin Affan. In fact, Uthman bin Affan was a very generous, shy, and even humble person, because behind this he was used by his relatives to occupy all government positions during his caliphate. The political conflict that occurred because Uthman bin Affan gave crucial positions to his relatives. Therefore, there was a rebellion from friends. After the death of Ustman bin Affan, a greater upheaval began. Because the relatives of Uthman bin Affan wanted the next caliph to try Uthman's killer. It should be noted for all that the political conflicts that occurred during the caliphate of Uthman bin Affan were not due to Uthman's favoritism towards his brothers. But the greed of relatives who want to control all lines of government
- …
