37 research outputs found

    Muatan Nilai Nasionalisme Etnis Dalam Tembang Dolanan Anak Jawa (1861-1939)

    No full text
    Tembang dolanan lebih dikenal sebagai lagu yang biasa digunakan sebagai media bermain, khususnya bagi anak-anak di Pulau Jawa. Tembang dolanan bagi anak Jawa tak serta merta hanya difungsikan sebagai media bermain, tetapi lebih dari itu tembang dolanan memiliki muatan edukatif yang juga berfungsi sebagai identitas dan penanda bagi kebangkitan dan eksistensi budaya Jawa. Tembang dolanan sebagai salah satu bagian dari tradisi lisan masyarakat Jawa, semakin menguat fungsi dan perannya pada awal abad ke XX sebagai media pendidikan sekaligus sebagai media kritik terhadap realitas sosial yang terjadi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis muatan pendidikan nasionalisme yang terdapat dalam tembang dolanan anak Jawa, khususnya yang memuat realitas  historis pada kisaran awal abad ke XX. Penelitian ini terfokus ke dalam dua rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana kondisi sosial budaya masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X, dan 2) Bagaimana muatan nilai nasionalisme dalam tembang dolanan anak Jawa yang berkembang pada awal abad ke-20. Sistematika dalam penulisan penelitian ini mengacu pada suplemen penulisan skripsi bidang Ilmu Sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik (intern dan ekstern), interpretasi dan historiografi. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi serta melalui kajian kepustakaan beberapa serat. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kritik dan perbandingan data dengan sumber data lain yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan; (1) Analisis mengenai kehidupan sosial masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X yang tengah mendapat penetrasi politik pemerintah kolonial. Di kelas atas, penetrasi politik pemerintah Belanda berpengaruh terhadap gaya hidup para priyayi Jawa dan di kelas wong cilik, hilangnya pengaruh kekuasaan raja dan penguasa lokal di bidang politik menjadikan rakyat mencari alternatif patron lain. Pengayoman raja tidak dapat diharapkan lagi, sehingga rakyat lari kepada mitologi. (2) Analisis terhadap bentuk dan fungsi dari tembang dolanan anak Jawa beserta nilai nasionalisme etnis yang terkandung di dalamnya. Pada akhirnya didapat suatu kesimpulan bahwa muatan pendidikan nasionalisme yang terdapat dalam tembang dolanan anak Jawa lebih berorientasi pada konsep nasionalisme etnis dengan tujuan utama mengembalikan eksistensi nilai dan budaya Jawa yang kian luntur akibat interaksi dan penetrasi Belanda terhadap kraton dan turut berpengaruh kepada masyarakat yang menjadi naungannya

    Mengelola Keterlibatan Penonton Dengan Breaking The Fourth Wall Pada Penyutradaraan Film “Untitled (Working Title)”

    Full text link
    Konsep penciptaan karya ini menekankan pada interaksi antara penonton dan tokoh di dalam film. Tokoh utama sebagai penggerak cerita akan mencoba berinteraksi kepada penonton dengan cara tokoh utama akan memandang lensa kamera secara sengaja. Kamera sebagai perwakilan mata penonton merupakan jembatan antara tokoh di dalam dengan penonton untuk saling bertemu.Dengan interaksi yang diciptakan penonton diharapkan dapat mengenal dan memahami karakter tokoh utama hingga menangkap keseluruhan naratif film. Breaking the fourth wall merupakan metode alternatif dalam memperlakukan penonton. Penonton bisa saja dikejutkan dengan metode ini. Metode ini meperbolehkan tokoh di dalam cerita untuk melihat kamera tanpa kesalahan ataupun ketidaksengajaan. Breaking the fourth wall digunakan untuk berbagai macam tujuan seperti,Namun yang pasti breaking the fourth wall dapat digunakan untuk penguatan dramatik cerita atau menimbulkan efek komedi, namau pada film “Untitled (working title)” breaking the fourth wall digunakan guna mendekatkan penonton dan mengajak penonton berpartisipasi ke dalam cerita film. Film “Untitled (working title)” berkisah tentang Fajar, yang sedang bermimpi menjadi seorang seniman. Mimpi menjadi tempat bertemunya keinginan dan harapan Fajar yang tidak pernah terwujud. Selama proses mimpi Fajar berulang kali mencoba berinteraksi kepada penonton tentang gagasan, ide, dan konsep diri yag dipegang teguh olehnya selama ini

    MUATAN PENDIDIKAN NASIONALISME DALAM TEMBANG DOLANAN ANAK JAWA PADA AWAL ABAD XX

    No full text
    Ringkasan Tembang dolanan sebagai salah satu bagian dari tradisi lisan masyarakat Jawa, semakin menguat fungsi dan perannya pada awal abad ke XX sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai media kritik terhadap realitas sosial yang terjadi. Oleh sebab itu, maka yang menjadi fokus bahasan dalam artikel ini adalah bagaimana kondisi sosial masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X serta bagaimana muatan yang terkandung dalam tembang dolanan anak Jawa pada awal abad ke XX. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan ilmu dukung semiotik yang menghasilkan hasil penelitian berupa analisis mengenai kehidupan sosial masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X ditengah penetrasi politik pemerintah kolonial dan analisis terhadap bentuk dan fungsi dari tembang dolanan anak Jawa beserta nilai nasionalisme yang terkandung di dalamnya.   Kata Kunci: Nasionalisme, Tembang Dolanan, Awal Abad X

    EKUITAS MEREK DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Tentang Korelasi Ekuitas Merek Rokok LA Lights Terhadap Keputusan Pembelian di Kalangan Mahasiswa Perokok S1 Komunikasi Transfer Fisip UNS Angkatan 2008 dan 2009)

    Full text link
    This thesis begins with an interesting problem from a product output PT DJARUM KUDUS, which is the producer of LA Lights. Every few periods LA Lights change from the form image on packaging and packaging that accompanies color. It is also associated with brand equity (brand equity) that accompany the LA Lights. The purpose of this study is to determine whether there is a significant relationship between the elements of brand equity (brand equity), (including brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty) with purchasing decisions made by Student Transfer Communication S1 Fisip UNS Angkatan 2008 and 2009. This research is explanatory research, which seeks to explain the causal relationship between variables by testing the hypothesis and is a survey that was taking samples from a population and used a questionnaire to collect basic data. This study used two variables: the variable brand equity as independent variables, and variable purchasing decisions as the dependent variable. To determine the relationship between variables, this study uses statistical analysis Spearman Correlation Level Governance for twin data. The results obtained are all elements of brand equity have a significant relationship to the purchasing decision of respondents ie brand awareness, brand association, perceiced quality and brand loyalty. However, among these four elements of brand equity, brand loyalty was to have a significant relationship of the most powerful in purchasing decisions made by students. Because of loyalty to a product will make the respondents to purchase it again for the same product

    Representasi Pesan Moral Pantang Menyerah Dalam Anime One Piece Arc Wano

    Full text link
    Arc Wano dalam One Piece menggambarkan perjuangan karakter utama,Monkey D. Luffy, dan teman-temannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang menguji ketahanan dan semangat juang mereka. Penelitian ini berfokus pada bagaimana karakter-karakter dalam arc ini menunjukkan sikap pantang menyerah meskipun dalam situasi yang sangat sulit

    The Effect Of The Development Of Electricity, Sanitation, Health, And Education Infrastructure On District/City Poverty In Lampung Province

    Full text link
    This study aims to analyze how infrastructure, which consists of electricity, sanitation, health and education, affects the poverty rate in 15 regencies/cities in Lampung Province. This study uses quantitative methods in the form of multiple regression analysis with panel data. The type of data used is secondary data from 15 districts / cities in Lampung Province for the period 2018-2022 obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) which includes: percentage of poor people, percentage of households that have access to PLN electricity, percentage of households that have access to proper sanitation, average years of schooling, and life expectancy. The results of the analysis using the selected fixed effect model approach show that sanitation, health, and education have a significant negative effect on the poverty rate. This means that an increase in each infrastructure has an impact on decreasing the percentage of poor people in districts/municipalities in Lampung Province. Meanwhile, the electricity variable has a positive and insignificant effect on poverty. This means that an increase in the electricity variable has no impact on reducing poverty in districts/municipalities in Lampung Province

    IDENTIFIKASI KERETAKAN CRANKSHAFT DIESEL GENERATOR DI KAPAL MT.HARMONY SEVEN

    Full text link
    ABSTRAK Tommi Fajar Prakoso, 51145456. T, 2019, “Identifikasi keretakan crankshaft diesel generator di kapal MT.Harmony Seven” skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Amad Narto, M.Mar.E, M.Pd Pembimbing II: Febria Surjaman, M.T. Crankshaft adalah sebuah bagian pada mesin yang mengubah gerak vertical atau horizontal dari piston menjadi gerak rotasi (putaran). Untuk mengubahnya, sebuah poros engkol membutuhkan pena engkol (crankpin), sebuah bearing tambahan yang diletakkan di ujung batang penggerak pada setiap silndernya.Ruang engkol (crankcase) akan dihubungkan ke roda gila (flywheel). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keretakan crankshaft pada diesel generator, dampak apa saja yang akan terjadiapabila adanya keretakan crankshaf, dan upaya yang di lakukan untuk mengatasi penyebab terjadinya keretakan pada crankshaft. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif (apabila ditinjau dari segi tingkat penyajian) dan juga kualitatif (apabila ditinjau dari cara pengolahan data), kemudian di analisis dengan metode SHEL dan USG. Metode SHEL digunakan untuk menentukan kemungkinan faktor masalah berdasarkan software, hardware, environment, lifeware, dan kemudian diidentifikasi menggunakan teknik analisis USG (urgency, seriusness, growth) untuk menentukan faktor masalah yang menjadi prioritas utama. Dalam hal ini teknik pengumpulan data berupa pendekatan terhadap obyek melalui obsercasi, wawancara serta studi pustaka menggunakan dokumen dan data-data yang berhubungan dengan crankshaft pada diesel generator. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa keretakan crankshaft pada diesel generator disebabkan oleh tidak berjalanya plan maintenance system (PMS), turunya tekanan minyak lumas, kotornya air laut di sekitar kapal, kurangnya kesadaran crew dalam perawatan diesel generator. Untuk mengatasi faktor-faktor tersebut dapat di lakukan dengan melakukan perawatan sesuai dengan jadwal maintenance plan, melakukan pembersihan filter minyak lumas ataupun sea chest, dan perawatan sesuai manual book, serta memberikan training dan ujian atau familiarisasi kepada engineer tentang diesel generator di atas kapal. ABSTRACT Tommi Fajar Prakoso, 51145456. T, 2019 “Identification of cracks of crankshaft diesel generators on MT. Harmony Seven ships”, Engine program, Diploma IV program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, the 1st Supervisor: H. Amad Narto, M.Mar.E, M.Pd and the 2nd Supervisor : Febria Surjaman, M.T.. Crankshaft is a main part of the engine that changes the vertical or horizontal motion of the piston to into rotational motion (rotation). To change it, a crankshaft requires a crank pen (crankpin), an additional bearing that is placed at the end of the drive rod in each cylinder. The crankcase will be connected to a flywheel. The purpose of this study was to find out the factors that caused the crankshaft cracking in diesel generators, what impact would occur if there was a crankshaft crack, and what efforts were made to overcome the causes of cracks in the crankshaft. The method used in this study descriptive (if viewed from the method of processing data) and also qualitative (if viewed from the method of processing data), then analyzedbby the method of SHEL and USG. The SHEL method is used to datermine the possible problem factors based on software, hardware, environment, lifeware, and then identified using USG analysis techniques (urgency, seriusness, growth) to determine the problem factors that are the top priority. In this case the data collection technique is in the from of an approach to objects through observation, interviews and literature study using documents and data relating to the crankshaft on diesel generators Based on the results of the research conducted by the author, it can be concluded that crankshaft cracks in diesel generators are caused by no plan maintenance system (PMS), declining oil pressure, dirty sea water around the ship, lack of crew awareness in diesel generator maintenance. To overcome these factors can be done be doing maintenance according to the maintenance plan schedule, cleaning up oil filters or sea chest, and maintenance according to the manual book, and providing training and examinations or familiarizing to the engineer about the diesel generator on board

    TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH UTAMA DANIEL EYSETTE DALAM NOVEL LE PETIT CHOSE KARYA ALPHONSE DAUDET PADA ABAD KE--19

    Full text link
    Skripsi yang berupa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk�bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat pada novel Le Petit Chose karya Alphonse Daudet. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teknik analisis data oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat pada novel tersebut, digunakan 5 jenis tindak tutur yang digagas oleh Searle. Adapun 5 jenis tindak tutur ilokusi tersebut adalah assertif, direktif, promissif, ekspresif dan deklaratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi yang paling banyak ditemukan pada novel Le Petit Chose adalah tindak tutur direktif sebanyak 26 tuturan dari 51, disertai juga oleh 6 tuturan ekspresif dan 4 tuturan komisif yang terdapat dalam novel tersebut. Dari hasil penelitian ini, diharapkan agar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis dapat mengetahui dan memahami jenis-jenis tindak tutur ilokusi dalam suatu percakapan serta dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam khususnya kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis yang mengikuti mata kuliah Réception Orale, Production Orale, Réception Écrite, Production Écrite dan Linguistique. This thesis aims to determine the forms of illocutionary speech act contained in the novel Le Petit Chose by Alphonse Daudet. The type of research used in this thesis is qualitative-descriptive research using the data analysis techniques by Miles and Huberman, ranging from data reduction, data presentation, and conclusion. To determine the forms of illocutionary speech act contained in the novel, the author used 5 types of speech acts initiated by Searle. Those 5 types of speech acts are assertive, directive, promissive, expressive, and declarative. The results of this study indicate that the most illocutionary speech act found in the novel Le Petit Chose is the directive speech act. The author has found 26 directive speeches from the total of 51 findings, accompanied also by 6 expressive speech, and 4 commisive speech contained in the novel. From the results of this study, it is expected that the students from The Department of French Language able to understand the types of speech act illocutionary in a conversation, and also to provide deeper insight, especially to the students who take the Listening Comprehension, Speaking Comprehension, Reading Comprehension, Writing Comprehension, and Linguistics courses

    PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PT SURYA SAKTI UTAMA SURABAYA DENGAN METODE RATING SCALE

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected] atau [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 202

    Penggunaan Media Digital dalam Komunikasi Organisasi pada Kepanduan: Peluang dan Tantangan

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital telah membawa  perubahan signifikan pada banyak aspek kehidupan,  termasuk  cara organisasi berkomunikasi dan  berinteraksi dengan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital dalam komunikasi organisasi pada Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Timur serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen internal. Penelitian difokuskan pada Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Timur, dengan perhatian khusus pada bagaimana teknologi digital diintegrasikan dalam operasional dan kegiatan kepanduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital telah meningkatkan efisiensi komunikasi dan memperluas akses informasi di antara anggota, termasuk di daerah terpencil. Selain itu, media digital mendukung dokumentasi yang lebih baik dan memperkuat keterlibatan anggota melalui platform online. Namun, tantangan utama yang diidentifikasi meliputi ketergantungan pada teknologi, kesenjangan akses di antara anggota, serta risiko terkait keamanan data dan privasi. Dengan demikian penggunaan media digital dalam komunikasi organisasi pada kepanduan Hizbul Wathan dapat menghadirkan peluang besar, untuk kemajuan organisasi. Selai itu juga perlu pelatihan literasi digital bagi anggota dan pengembangan infrastruktur teknologi agar media digital dapat dioptimalkan dalam kegiatan kepandua
    corecore