Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
Migrasi Dini Remaja Pedesaan Sebagai Strategi Rasional Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi: Studi di Kabupaten Jombang
Migrasi dini remaja dari pedesaan ke kota besar menjadi fenomena yang kian marak terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi keluarga. Keputusan yang mereka ambil juga bukan berarti tidak memiliki resiko tetapi dianggap paling masuk akal untuk mendapatkan pendapatan, membantu keluarga, serta memungkinkan membuka mobilitas sosial. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk memahami migrasi remaja pedesaan di Kabupaten Jombang sebagai strategi rasional keluarga dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali makna dan pengalaman subjektif remaja yang memutuskan untuk bekerja di kota besar setelah atau bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan ekonomi keluarga menjadi faktor utama pendorong migrasi untuk strategi bertahan hidup yang rasional, namun tetap memiliki konsekuensi sosial dan emosional yang kompleks
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1. Perilaku konsumtif mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo. 2. Faktor apa yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan metode Kualitatif pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo berperilaku konsumtif seperti kecenderungan berbelanja yang sedang tren, membeli barang karena kemasan atau iklan yang menarik, membeli barang karena diskon atau promosi, kebiasaan belanja secara berlebihan, menggunakan lebih dari dua produk serupa (dengan merek yang berbeda) dan melakukan pengelolaan keuangan dan pengeluaran; 2. Faktor yang yang mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor motivasi, faktor gaya hidup dan faktor FOMO. Adapun faktor eksternal meliputi faktor teman sebaya, faktor uang saku dan faktor media sosial
Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani dalam Mengadopsi Combine Harvester: Studi Kasus Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember
Combine harvester merupakan alat panen yang dapat meningkatkan efisiensi peroses panen, mengurangi biaya tenaga kerja, dan mengoptimalkan produktivitas pertanian. Namun, keputusan petani dalam mengadopsi mesin combine harvester dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang paling mempengaruhi minat petani dalam mengadopsi combine harvester diantara faktor usia, pendidikan, tingkat luas lahan, pengalaman usahatani, dan jumlah produksi di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan model regresi logistik biner untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi minat petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi secara nyata dan signifikan terhadap minat petani adalah luas lahan dan jumlah produksi. Sedangkan variabel lain seperti usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat petani dalam memutuskan menggunakan mesin combine harvester sebagai alat panen. Kesimpulanya luas lahan dan jumlah produksi tinggi merupakan variabel yang menentukan keputusan petani dalam menggunakan mesin combine harveste
Panca Jiwa Pondok Modern Ditinjau dari Konsep Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al Attas
Indonesia sebagai negara Islam yang besar sudah semestinya concern pada solusi Pendidikan di Indonesia berbasis agama dan akhlak. Yang mana, salah satu lembaga yang strategis dan memiliki peran yang besar dalam hal ini adalah pesantren-pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam mengonsep seluruh kegiatan dalam pondok pesantren, kyai beserta pembantu kyai menyusun sebuah falsafah yang menjadi landasan, yaitu Panca Jiwa Pondok Modern. Syed Muhammad Naquib Al Attas, seorang pemikir Pendidikan Islam mengemukaan satu istilah yang dikenal dengan ta’dib. Ta’dib menurut beliau lebih tepat disematkan untuk makna Pendidikan Islam sebab mengandung keseluruhan makna tarbiyah dan ta’lim. Ta’dib menekankan pada Pendidikan akhlak sebagai jalan dari pengoptimalan keseluruhan aspek Pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang ingin menemukan benang merah antara Pendidikan Pondok Modern dengan implementasi Panca Jiwa, dengan Konsep ta’dib Syed Muhammad Naquib Al Attas. Sumber data akan didapatkan dari perpustakaan baik berbentuk buku, jurnal ilmiah dan hasil penelitian. Data yang didapat akan dianalisis menggunakan pendekatan pedagogis kemudian dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa antara Panca Jiwa Pondok Modern dan konsep ta’dib Al Attas memiliki satu tujuan utama yaitu membentuk insan kamil, yakni manusia yang seimbang antara iman, ilmu dan akhlaknya, melalui pendidikan akhlak dan character building. Sehingga tujuan utama diciptakannya manusia terpenuhi, yaitu menjadi abdullah dan khalifah di atas muka bumi
Strategi Pengembangan Usaha Pada UMKM Batik Di Ke-lurahan Bakungan
Batik merupakan kerajinan bernilai seni tinggi dan bagian dari budaya Indonesia. Batik Banyuwangi mencerminkan nilai estetika ragam hias khas Banyuwangi. Namun, proses pemasaran batik Banyuwangi masih terbatas, seperti hanya dijual melalui pameran, sehingga diperlukan strategi pengembangan usaha. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bakungan, tempat warganya memiliki UMKM Batik, dengan tujuan mengidentifikasi strategi pengembangan bisnis menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang diintegrasikan dengan analisis SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil analisis matriks internal-eksternal menunjukkan nilai skor kekuatan (S) 3,3, kelemahan (W) 3,5, peluang (O) 3,8, dan ancaman (T) 2,72. Koordinat analisis internal pada sumbu X adalah -0,2, sedangkan koordinat analisis eksternal pada sumbu Y adalah 1,08. Data ini menjadi dasar untuk menyusun strategi pengembangan yang efektif guna mendukung keberlanjutan UMKM Batik Banyuwangi di Kelurahan Bakunga
Optimalisasi Peran Amil Zakat Swakarsa Masyarakat Melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat
Salah satu aspek penting yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat adalah penguatan peran amil zakat, baik yang berada di bawah naungan lembaga resmi (Badan Amil Zakat Nasional/Baznas) maupun amil zakat swakarsa (masyarakat). Kemiskinan, ketidakmerataan ekonomi dan kesejahteraan menunjukkan peran zakat belum tercapai secara maksimal. Faktornya adalah minimnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat pemerintah sehingga masyarakat memilih menyalurkan zakat melalui amil zakat swakarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran amil zakat swakarsa masyarakat dalam mengelola zakat sehingga diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemangku kebijakan atau badan yang memiliki wewenang dalam membentuk peraturan yang dapat mengoptimalkan peran amil zakat swakarsa. Jenis penelitian ini adalah peneltian yuridis normatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang mempelajari masalah masalah pengelolaan zakat yang terjadi di tengah masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran amil zakat swakarsa dapat dioptimalkan melalui UU tentang pengelolaan zakat dengan menjadikannya sebagai mitra pemungut zakat yang disertifikasi oleh pemerinta
Peran Kepemimpinan Spiritual Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi
Kepemimpinan spiritual merupakan bentuk kepemimpinan yang mengarahkan orientasi dari aspek duniawi menuju ranah spiritual. Kepemimpinan spiritual dimaknai sebagai bentuk kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika religius. Model ini menitikberatkan pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan inspirasi, menumbuhkan motivasi, memengaruhi, serta menggerakkan individu melalui keteladanan, pelayanan yang ikhlas, kepedulian, dan penerapan nilai-nilai serta karakter ilahiah dalam setiap aspek tujuan, proses, budaya, maupun perilaku kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai spiritual apa saja yang ditanamkan oleh pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, dan bagaimana praktik kepemimpinan spiritual di lingkungan tersebut. Masalah difokuskan pada nilai-nilai spiritual yang ditanamkan oleh kepala kantor meliputi: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Implementasi kepemimpinan spiritual dalam bentuk pembiasaan di Kantor Kementerian Agama Lumajang. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa Pelaksanaan kepemimpinan spiritual di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang telah berjalan secara efektif. Hal ini tercermin dari implementasi lima indikator utama kepemimpinan spiritual yang telah diterapkan dengan baik, yaitu: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Hasil penelitian ini Adalah strategi kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat dimensi spiritual para pegawai. Implementasi strategi tersebut tampak nyata melalui kegiatan seperti pemberian motivasi dan arahan dalam forum silaturahmi. Visi kepemimpinan yang diemban juga berkontribusi positif dalam menumbuhkan harapan, memperdalam keimanan, serta memupuk kasih sayang dan kepedulian antarindividu, yang pada gilirannya membangun rasa panggilan dan solidaritas yang erat antara pimpinan dan bawaha
Integrasi Kecerdasan Buatan Dalam Penegakan Hukum: Peluang Inovasi Dan Tantangan Keadilan Prosedural Di Indonesia
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam sistem penegakan hukum pidana di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, namun belum diimbangi dengan regulasi dan kerangka etika yang komprehensif. Belum adanya pengaturan yang tegas, mekanisme akuntabilitas, serta sistem pengawasan yang transparan menimbulkan potensi pelanggaran terhadap asas legalitas, keadilan prosedural, dan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan risiko penerapan AI dalam dinamika sistem hukum pidana modern, serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan landasan normatif yang mendukung penerapan teknologi secara adil dan bertanggung jawab. Metode kualitatif digunakan melalui studi pustaka, analisis normatif, evaluasi ke-bijakan, dan wawancara dengan pemangku kepentingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya bias al-goritmik, ketimpangan akses, dan minimnya akuntabilitas dalam sistem seperti ETLE, e-Court, dan predictive po-licing. Rekomendasi meliputi revisi RKUHAP, pembentukan lembaga pengawas AI, dan peningkatan literasi teknologi hoku
Implementasi Hak Aksesibilitas bagi Penyandang Disa-bilitas Tuna Daksa Dalam Fasilitas Bioskop: Studi atas Kepatuhan Cinepolis Jember Terhadap Perda No. 7 Tahun 2016
Hak akses penyandang disabilitas dalam menggunakan fasilitas umum merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh setiap penyedia layanan publik, sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi nasional dan daerah. Salah satu instrumen hukum yang mengatur hal tersebut adalah Pasal 18 Peraturan Daerah Kabupaten Jember No. 7 Tahun 2016, yang mewajibkan penyelenggara fasilitas umum untuk menyediakan aksesibilitas yang layak bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan Bioskop Cinepolis Jember dalam memenuhi ketentuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan serta observasi dan wawancara terhadap pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Cinepolis Jember telah menyediakan beberapa fasilitas aksesibilitas seperti jalur landai, toilet khusus, dan area kursi roda, namun implementasinya belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan dalam regulasi. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kurangnya sosialisasi peraturan, keterbatasan infrastruktur yang memadai, serta minimnya pengawasan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pengelola bioskop, penegakan regulasi yang lebih ketat, serta sinergi antara pemerintah, penyedia fasilitas umum, dan organisasi penyandang disabilitas guna memastikan hak akses bagi penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara optima
Bencana Hidrometeorologi: Strategi dan Tantangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Membentuk Kesiapsiagaan Masyarakat
Bencana Hidrometeorologi pada tahun 2024 di Indonesia tercatat 1560 kejadian. Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang berisiko tinggi terjadi becana Hidrometeorologi. Tercatat kejadian bencana Hidrometeorologi pada akhir akhir tahun 2024 di Kabupaten Jember terjadi berupa banjir dan angin puting beliung. Masyarakat yang berada di daerah yang rawan bencana diharapkan untuk siaga akan terjadinya becana. Dalam mewujudkan kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kabupaten Jember memiliki strategi dan tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi upaya yang akan atau telah dilakukan BPBD Kabupaten Jember dan tantangan dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana Hidrometeorologi. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif riset dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah anggota/petugas BPBD Kabupaten Jember. Pengambilan data dilakukan dengan focus grup diskusi (FGD), Analisa data yang digunakan adalah transkip thematic analyse. Hasil dalam penelitian ini terkait strategi BPBD Kabupaten Jember dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat adalah; 1) pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), 2) edukasi kesiapsiagaan bencana, 3) latian gabungan kesiapsiagaan bencana, 4) penguatan mandiri dengan cara Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada siswa sekolah, 5) pemasangan rambu-rambu untuk kesiapsiagaan bencana. Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat: 1) kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut dalam kegiatan kebencanaan di desa, 2) ketersediaan waktu yang dimiliki oleh masyarakat untuk mengikuti kegiatan kebencanaa