149 research outputs found

    Determinan Sosial “Quality of Life†Orang dengan HIV dan Aids (Odha)

    No full text
    Kualitas hidup sangat erat kaitannya dengan kehidupan setiap orang terutama orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stigma, depresi, dukungan sosial, status sosial ekonomi dan kepatuhan minum obat ARV terhadap kualitas hidup orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Maluku Utara tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan “potong lintangâ€. Populasi penelitian adalah seluruh ODHA yang ada dalam wilayah Propinsi Maluku Utara. Sampel penelitian sebanyak 206 responden yang diambil dan ditentukan dengan tehnik purposif. Data dianalisis dengan uji chi-scuare dan regresi logistik melalui bantuan computer program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stigma (p Value=0,002), depresi (p Value=0,001), Dukungan sosial (p Value=0,002), Kepatuhan terapi ARV (p Value=0,024) artinya, keempat factor tersebut berpengaruh terhadap kualitas hidup ODHA. Stigma merupakan variabel yang paling kuat pengaruhnya terhadap kualitas hidup ODHA

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadi Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus di Diabetes Center Kota Ternate

    No full text
    Kejadian ulkus diabetik terjadi 90% hingga 95% pada penderita dengan obesitas, dimana salah satu penyebab melonjaknya kejadian diabetes melitus tipe II  yang tidak tergantung insulin yang terjadi akibat penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin, dan diabetes melitus sangat terkait dengan obesitas, karena makin banyak jaringan lemak,  jaringan tubuh dan otot akan makin resisten terhadap kerja insulin, terutama pada daerah yang mengalami penekanan dan terbentuknya keratin keras yang memudahkan terjadinya ulkus diabetik. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus perlu adanya pengendalian yang baik. Data dari Rekam Medik (RM) Diabetes Center Kota Ternate jumlah penderita Diabetes Melitus (DM)  Tipe II dimana pada tahun 2015 yang rawat jalan  sebanyak 134 kasus dan rawat jalan sebanyak 172 kasus, pada tahun 2016 yang rawat jalan sebanyak 151 kasus  dan tahun 2017 yang rawat jalan 119 kasus, dari semua kasus Diabetes Melitus (DM) dengan angka kejadian ulkus diabetik pada tahun 2018 sebanyak 30 kasus dan kematian sebanyak 2 orang. Hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya angka kesakitan dan komplikasi dari penyakit Diabetes Melitus (DM) Tipe II di Diabetes Center Kota Ternate. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadi Ulkus Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Di Diabetes Center Kota Ternat

    PERBANDINGAN DAYA BUNUH DAUN PALA (Myristica fragrans) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP LARVA Aedes aegypti INSTAR III DI KOTA TERNATE

    No full text
    Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab Demam Berdarah Dengue. Salah satu cara pengendalian vektor adalah pada jentik atau larva. Selama ini pengendalian vektor yang masih sering digunakan dengan cara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya bunuh perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dan daun sirih (Piper betle L) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimental sederhana dengan rancangan post test only group control design. Besar sampel yang digunakan adalah 700 ekor larva    Aedes aegypti  instar III. Kosentrasi yang digunakan adalah 10%, 15%, dan 20%. Setiap kosentrasi diisi 25 ekor larva Aedes aegypti, larva diamati setiap 6 jam selama 24 jam dengan 4 kali percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata kematian larva pada kosentrasi 10% perasan daun pala sebanyak 52% sedangkan perasan daun sirih yaitu 72%, untuk kosentrasi 15% yaitu pada perasan daun pala 68% dan perasan daun sirih 92% dan pada kosentrasi 20% yaitu pada perasan daun pala adalah 92% sedangkan perasan daun sirih mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perasan daun sirih lebih efektif sebagai larvasida dibandingkan perasan daun pala.Â

    Perbandingan Efektifitas Perasan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Dan Daun Sirih (Piper Betle) Sebagai Larvasida Pada Larva Aedes Aegypti Instar III

    No full text
    Nyamuk Aedes aegypti merupakan suatu ancaman bagi manusia karena merupakan vektor utama penyebab Deman Berdarah Dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas perasan daun Kemangi (ocimum sanctum)dan daun sirih (piper betle L) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti instar III. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimental sederhana. Besar sampel yang digunakan adalah 700 ekor larva Aedes aegypti instar III. Tempat penelitian dilakukan dilaboratorium vektor Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Ternate .Kosentrasi yang digunakan adalah 1%, 3%, 5%. Setiap konsentrasi diisi 25 ekor larva Aedes aegypti, larva diamati setiap 1 jam selama 6 jam dengan 4 kali percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata kematian dengan menggunakan perasan daun sirih pada konsentrasi 1%  sebanyak 16%, konsentrasi 3% sebanyak 28%, untuk konsentrasi 5% sebanyak 40%. Sedangkan untuk perasan daun kemangi pada konsentrasi 1% sebanyak 12%, kosentrassi 3% sebanyak 12%, untuk kosentrasi 5% sebanyak 24%. Kesimpulan Pada  penelitian ini telah didapatkan hasil bahwa perasan daun sirih lebih efektif daripada daun kemangi. Disaran Untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perasan daun kemangi yang berperan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti dan melakukan pengukuran suhu ruangan, pH larutan serta kelembaban ruang.Â

    Detection of Fungal Gene of Candida spp. from Throat Swab of Tuberculosis Patient with Polymerase Chain Reaction Method

    No full text
    Tuberculosis paru merupakan penyebab utama kematian yang dikaitkan dengan kompleks Mycobacterium tuberculosis secara global. Angka kejadian tuberkulosis dihitung sebagai membagi jumlah kasus penyakit baru dalam setahun dalam seratus ribu populasi. Banyak faktor resiko terkait dengan TB yaitu koinfeksi dengan jamur Candida spp. Koeksistensi antara patogen jamur dan TB paru adalah suatu kondisi klinis yang umumnya terjadi pada pasien imunosupresif. Maka diperlukan adanya skrining pada penderita pasien tuberculosis yang berkoinfeksi dengan Candida spp, terutama dalam kasus pasien dengan respons yang tidak adekuat terhadap terapi OAT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gen candida spp pada swab tenggorok pasien penderita TB di Puskesmas Kalumata. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Adapun gen yang digunakan yaitu C. albicans (665 bp), C. parasilopsis I (837 bp), C. parasilopsis II (310 bp), C. guilliermondii (205 bp) dan C. lusitaniae (799 bp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel ditemukan 7 sampel (23,3%) Spesies Candida albicans, Candida parasilopsis II sebanyak 8 sampel (26,7%) dan 15 sampel negatif (50%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari 30 sampel terdeteksi 15 sampel yang mempunyai gen Candida spp.Pulmonary tuberculosis is the leading cause of death associated with the Mycobacterium tuberculosis complex globally. The incidence of tuberculosis is calculated as dividing the number of new cases of the disease in a year in one hundred thousand population. Many risk factors associated with TB are coinfection with the fungus Candida spp. Coexistence between fungal pathogens and pulmonary TB is a common clinical condition in immunosuppressed patients. Thus, there is a need for screening in patients with tuberculosis co-infected with Candida spp, especially in cases of patients with inadequate response to OAT therapy. The purpose of this study was to determine the candida spp gene in throat swabs of TB patients at the Kalumata Health Center. The method used is descriptive analytic with a cross sectional design. The genes used were C. albicans (665 bp), C. Parasilopsis I (837 bp), C. Parasilopsis II (310 bp), C. guilliermondii (205 bp) and C. lusitaniae (799 bp). The results showed that from 30 samples found 7 sampels (23,3%) Candida albicans species, Candida parasilopsis II as many as 8 samples (26.7%) and 15 samples were negative (50%). The conclusion of this study is that from 30 samples, 15 samples were detected that had the Candida spp gene

    Development of a computer program for shaft design / Basri Ibrahim and Nang Jamilah Nik Omar

    No full text
    In this report, a computer program was written in order to determine the size of a shaft to be used for power transmission. The uniform or stepped solid shaft under consideration is supported on two bearings and to be made from any material with known properties. S.I. Units are used throughout the design. The program consists of main program and nine subprograms to facilitate the computation at which is based on ASME Code (formula that establish by the American Society Of Mechanical Engineers in 1927) using the FORTRAN POWERSTATION VERSION 4.0 where The Microsoft Developer Studio is an integrated development environment for Fortran applications. This will enable the Personal Computer to be used to run the program. Then the program been tested and the results obtained were compared with the manual calculation validation. The author hope that this program will be useful for educational purpose and hopefully will help to certain extent the Mechanical Engineering Student who are studying about the shaft design

    THE AUTHOR'S STRUGGLING VALUES IN CULTURAL REPRODUCTION NOVEL BIOGRAPHICAL NOVEL 49 HARI KISAH PENANTANG GELOMBANG BY NURIL BASRI

    No full text
    The development of the era and the development of literary science make novels not only fictional. The novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang by Nuril Basri is written based on the reality that occurs in the real world, so it can be called a biographical novel. Starting from human existence in facing a series of extreme problems that arise in real life, then reproduced by the author into a biographical novel. The purpose of this study is to describe the author’s struggling value in writing the novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang. To reveal these values, the theory on the aspect of struggle values will be utilized. The research method used is descriptive qualitative, with Abrams' expressive criticism approach to the sociology of the author. The data collection technique used is documentation study. While the data analysis technique is qualitative data analysis. The results of the study show the values of struggle: persistence, patience, never giving up, and the responsibility of a novelist in conducting research to reproduce true stories into literary works in the biographical novel genre

    Modelling the hidden magnetic field of low-mass stars

    No full text
    PL acknowledges support from a Science and Technology Facilities Council studentship. JM, AAV and RF acknowledge support from fellowships of the Alexander von Humboldt foundation, the Royal Astronomical Society and Science and Technology Facilities Council, respectively.Zeeman-Doppler imaging is a spectropolarimetric technique that is used to map the large-scale surface magnetic fields of stars. These maps in turn are used to study the structure of the stars' coronae and winds. This method, however, misses any small-scale magnetic flux whose polarization signatures cancel out. Measurements of Zeeman broadening show that a large percentage of the surface magnetic flux may be neglected in this way. In this paper we assess the impact of this 'missing flux' on the predicted coronal structure and the possible rates of spin-down due to the stellar wind. To do this we create a model for the small-scale field and add this to the Zeeman-Doppler maps of the magnetic fields of a sample of 12 M dwarfs. We extrapolate this combined field and determine the structure of a hydrostatic, isothermal corona. The addition of small-scale surface field produces a carpet of low-lying magnetic loops that covers most of the surface, including the stellar equivalent of solar 'coronal holes' where the large-scale field is opened up by the stellar wind and hence would be X-ray dark. We show that the trend of the X-ray emission measure with rotation rate (the so-called 'activity-rotation relation') is unaffected by the addition of small-scale field, when scaled with respect to the large-scale field of each star. The addition of small-scale field increases the surface flux; however, the large-scale open flux that governs the loss of mass and angular momentum in the wind remains unaffected. We conclude that spin-down times and mass-loss rates calculated from surface magnetograms are unlikely to be significantly influenced by the neglect of small-scale field.Peer reviewe

    Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Dari Minyak Jelantah Dengan Pemanfaatan Daun Sirih Sebagai Essence Bagi Ibu PKK di Kelurahan Kalumata dan Ubo-Ubo

    No full text
    Cooking oil is one of the basic human needs as a means of processing food ingredients. Cooking oil as a frying medium is very important and the need is increasing. Cooking oil is included in one of the foodstuffs that are needed by the community in order to fulfill their daily needs. Many housewives use cooking oil over and over again. They purposely use the used cooking oil with reasons to save money and the assumption that if you fry something with used cooking oil, the resulting taste is more delicious. In the process of repeated use will leave high saturated fat, high saturated fatty acids can cause the formation of cholesterol. Given the many adverse effects on health due to used cooking oil, a new breakthrough is needed. Efforts to process used cooking oil in the context of saving, but not endangering health and easy to do, are needed. In everyday life, soap has become a basic need for most people, both for bathing, washing clothes, washing utensils, and so on. This community service activity aims to provide knowledge and skills for mothers in making soap. The methods used in this community service are pre test, lecture, question and answer, practicum (demonstration) and post test. The results of this community service resulted in a leaflet, a module, soap and an increase in community knowledge in the Jambula and Ubo-Ubo villages in making hand washing soap from used cooking oil by using betel leaf as an essence.Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai alat pengolah bahan – bahan makanan. Minyak goreng sebagai media penggoreng sangat penting dan kebutuhannya semakin meningkat. Minyak goreng termasuk dalam salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ibu rumah tangga banyak yang menggunakan minyak goreng berulang-ulang. Mereka sengaja menggunakan minyak goreng bekas tersebut dengan alasan untuk berhemat dan adanya anggapan jika menggoreng sesuatu dengan minyak jelantah rasa yang dihasilkan lebih gurih. Pada proses pemakaian yang berulang kali akan menyisakan lemak jenuh yang tinggi, asam lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kolesterol. Mengingat banyaknya efek buruk terhadap kesehatan akibat minyak goreng bekas, diperlukan adanya suatu terobosan baru. Upaya untuk mengolah minyak goreng bekas dalam rangka penghematan, namun tidak membahayakan kesehatan serta mudah dilakukan sangat diperlukan. Dalam kehidupan sehari-hari, sabun telah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat baik untuk keperluan mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan, dan sebagainya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi ibu-ibu dalam membuat sabun. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Pre test, ceramah, Tanya jawab, praktikum (Demonstrasi) dan Post test. Hasil pengabdian Masayarakat ini menghasilkan sebuah leaflet, sebuah modul, sabun serta terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat di kelurahan Jambula dan Ubo-Ubo dalam membuat Sabun Cuci tangan Dari Minyak Jelantah Dengan Pemanfaatan Daun Sirih Sebagai Essenc
    corecore