1,720,962 research outputs found
Metode bimbingan dalam pembinaan keagamaan masyarakat Kelurahaan Pohjentrek Kec.Purworejo-Pasuruan-Jatim
Meningkatkan kesiapan prakerin melalui layanan bimbingan kelompok teknik live model pada siswa kelas xi perbankan syariah smk tamansiswa kudus
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan penerapan layanan bimbingan kelompok teknik modeling dalam meningkatkan kesiapan Prakerin pada siswa kelas XI Perbankan Syariah SMK Tamansiswa Kudus tahun pelajaran 2017/2018. 2. Mendeskripsikan peningkatan kesiapan Prakerin pada siswa Kelas XI Perbankan Syariah SMK Tamansiswa Kudus tahun pelajaran 2017/2018 setelah penerapan layanan bimbingan kelompok teknik modeling.
Kesiapan siswa dalam Prakerin ditandai dengan siswa tidak merasa cemas dan panik dalam melaksanakan kegiatan prakerin. Selalu siap dalam menghadapi tantangan dan permasalahan di Prakerin, mampu menyelesaikan masalah yang muncul di tempat Prakerin. Tidak mudah menyerah ketika menjumpai permasalahan di tempat Prakerin. Untuk meningkatkan kesiapan dalam Prakerin peneliti menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik modeling. Layanan bimbingan kelompok teknik modeling dilakukan dalam empat tahapan; Pembentukan, Peralihan, Kegiatan, Pengakhiran.
Jenis penelitian adalah penelitian tindakan bimbingan konseling. Subjek yang diteliti sebanyak 7 siswa kelas XI Perbankan Syariah SMK Tamansiswa Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik mixedmethod dengan menggabungkan analisis data kuantitatif dengan diperkuat dengan data kualitatif agar diperoleh simpulan penelitian yang lebih kuat.
Hasil penelitian diawali dengan periode pra siklus, hasil pengamatan pada pra siklus diketahui kesiapan Prakerin siswa sebesar 9,57 (38%) kategori (Kurang). Pada siklus I kesiapan Prakein diketahui pada pertemuan pertama sebesar 11,15 (46%) kategori (Kurang), pertemuan kedua sebesar 13,29 (53%) kategori (Cukup), pertemuan ketiga sebesar 14,86 (59%) kategori (Cukup). Siklus II pertemuan pertama kesiapan Prakerin sebesar 16,229 (65%) kategori (Cukup), pertemuan kedua sebesar 17,43 (70%) kategori (Baik), pertemuan ketiga sebesar 19,29 (77%) kategori (Baik).
Dari hasil uraian hasil penelitian dan pembahasan peneliti menyimpulkan pelaksanaan penelitian ini sebagai berikut. 1. Kemampuan peneliti dalam menerapkan layanan bimbingan kelompok teknik live model untuk meningkatkan kesiapan Prakerin pada siswa kelas XI Perbankan Syariah SMK Tamansiswa Kudus mengalami peningkatan. Pada siklus I peneliti memperoleh skor 54 (54%) kategori (Cukup), di siklus II kemampuan peneliti meningkat dan memperoleh skor 74 (74%) kategori (Baik). 2. Kesiapan Prakerin pada siswa kelas XI Perbankan Syariah SMK Tamansiswa Kudus diketahui meningkat. Pada siklus I diketahui kesiapan Prakerin mendapatkan skor rerata 14,86 (59%) kategori (Cukup). Pada siklus II meningkat sehingga memperoleh skor rerata 19,29 (77%) kategori (Baik). Saran yang disampaikan peneliti dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah: Kepala sekolah hendaknya membekali ilmu-ilmu dasar yang banyak diaplikasikan di dunia industri melalui kegiatan belajar dan mengajar yang efektif sehingga pada saat siswa melaksanakan kegiatan prakerin, siswa tidak banyak menghadapi kendala yang berhubungan dengan materi akademis dan memperbanyak frekuensi bimbingan dan konseling untuk membantu mempersiapkan mental siswa sebelum terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri. 2. Guru Bimbingan dan Konseling: Guru bimbingan dan konseling hendaknya ikut andil dalam kegiatan matrikulasi atau pembekalan kepada siswa sebelum terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri. Sehingga siswa memiliki kesiapan yang baik. 3. Kepala Kompetensi Keahlian Perbankan Syariah: Kepala kompetensi keahlian perbankan syariah hendaknya memberikan program pelatihan keterampilan kepada siswa melalui kegiatan PBM sesuai dengan bidang keahliannya dan tuntutan dunia kerja. 4. Siswa: Siswa hendaknya mencari dan memiliki informasi tempat Prakerin yang akan dituju dan memiliki informasi pekerjaan yang akan dilakukan di tempat kerja melalui kegiatan diskusi dengan panitia Prakerin dan kakak kelas. 5. Penelitian Selanjutnya: Penelitian selanjutnya hendaknya memperhatikan jenis layanan yang dapat digunakan pada lingkup subjek yang lebih luas, seperti layanan klasikal ataupun lintas kelas. Sehingga efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk mempersiapkan siswa menghadapi prakerin dapat dirasakan oleh semua sisw
TRUST AND NETWORKS IN CLIMATE CHANGE ADAPTATION STRETEGIES: EXPERIENCE OF ACEH AND YOGYAKARTA IN EARTHQUAKE INTERVENTION
AbstractIndonesia is one of the most disaster-prone countries where 1,782 disasters occurred between 2002 and 2007. The devastating impacts of the disasters, particularly the earthquake in Aceh and Yogyakarta, attracted public participation from various institutions. The high participation of the institutions to some extent caused program ineffectiveness as many of those institutions have overlapping roles and fight over funding and beneficiaries. This paper will critically examine why networking is important in climate change adaptation based on the lessons learnt of disaster response in Aceh and Yogyakarta earthquake. This paper argues that the participation of stakeholders needs an effective networking. Networks are certainly becoming necessary in disaster intervention to avoid overlapping roles and conflict of interest between institutions involved in disaster response. Networks in community levels also become social capital that increases community’s resilience upon disaster. Keywords: disaster, intervention, social capita
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS (Studi Kasus di Polres Kudus)
Penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa merupakan suatu usaha
untuk menanggulangi kejahatan secara rasional yang memenuhi rasa keadilan guna
menindak segala perbuatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan
yang dimiliki oknum aparatur perangkat desa untuk menguntungkan dirinya atau
pihak-pihak lain serta merugikan keuangan maupun perekonomian negara maupun
desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku
tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus, mengungkap faktor penyebab
terjadinya tindak pidana korupsi dana desa, serta mengetahui hambatan dalam
penegakan hukum terhadap korupsi dana desa di Kabupaten Kudus.
Metode yang digunakan dalam penelitian Penulisan Karya Ilmiah ini adalah
metode pendekatan yuridis sosiologis. Dan spesifikasi penelitian ini adalah
deskriptif analisis, Adapun jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data
primer yang diperoleh dari studi lapangan wawancara dengan penyidik di Polres
Kudus. Dan data sekunder di peroleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis secara
kualitatif menggunaan teori kepastian hukum.
Hasil dari penelitian ini adalah penegakan hukum terhadap pelaku tindak
pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus mengutamakan prinsip-prinsip
kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Penegakan hukum dilakukan melalui
dua pendekatan yaitu preventif dan represif. Penyebab terjadinya tindak pidana
korupsi dana desa disebabkan oleh tiga faktor antara lain: faktor regulasi
kewenangan pembangunaan desa, faktor kepala desa, faktor masyarakat. Hambatan
dan solusinya dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi tindak pidana korupsi
dana desa di Kabupaten Kudus terdiri dari faktor internal dan faktor ekternal,
seperti: tersangka tidak kooperatif (tidak mau bekerja sama) dan keterbatasan
sumber dana atau anggaran untuk penanganan perkara selama proses penyidikan,.
Solusi untuk mengatasi tindak pidana korupsi dana desa adalah melakukan upaya
pencegahan melalui penguatan fungsi pengawasan baik formal maupun non formal,
melakukan langkah penindakan dan pemberian efek jera, Pemerintah perlu
melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terkait penyaluran dan pengelolaan
dana desa.
Kata kunci: Penegakan Hukum, Korupsi Dana Desa, Penyalahgunaan
kewenanga
Efektivitas cognitive behaviour therapy dalam meningkatkan self-regulated learning santri kelas isti’dad ulya B (kelas persiapan) di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya
Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya menyediakan kelas isti’dad sebagai jenjang kelas persiapan untuk masuk ke jenjang kelas satu Madrasah Aliyah. Kelas ini dibentuk untuk mempersiapkan para santri yang secara standar kemampuan masih kurang untuk masuk di kelas satu madrasah aliyah. Tolak ukur yang dijadikan pedoman adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dan kemampuan baca kitab kuning. Faktanya, ditemukan beberapa permasalahan dari para santri dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dari kelas isti’dad yang berhubungan dengan proses kemandirian belajar mereka selama di kelas isti’dad. Permasalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan, diantaranya minimnya motivasi, kesalahan persepsi, dan kemampuan diri dalam mengatur diri. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti terpanggil untuk melakukan suatu tindakan nyata untuk berkonstribusi dalam membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan diri santri kelas isti’dad kaitannya dengan proses kemandirian belajar (self-regulated learning) mereka di kelas dan di pesantren. Fokus permasalahan yang diteliti dalam penelitian skripsi ini ada dua, yaitu bagaimana proses Cognitive Behaviour Therapy dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning Santri Kelas Isti’dad di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, serta bagaimana Efektivitas Cognitive Behaviour Therapy dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning Santri Kelas Isti’dad di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah Surabaya. Untuk menjawab permasalahan proses dan efektivitas tersebut, peneliti menggunakan Treatment dan tahapan bimbingan dan konseling secara umum. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis pre-experiment dengan desain one group pre-test post-test. Adapun pengumpulan data yang dipilih oleh peneliti adalah berupa observasi, wawancara dan pemberian quosioner. Pasca pengujian T-Tes dilakukan taraf signifikan 5%, hasil menunjukan bahwa Cognitive Behaviour Therapy Memiliki Efektivitas dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning Santri Kelas Isti’dad di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitra
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS (Studi Kasus di Polres Kudus)
Penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa merupakan suatu usaha untuk menanggulangi kejahatan secara rasional yang memenuhi rasa keadilan guna menindak segala perbuatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan yang dimiliki oknum aparatur perangkat desa untuk menguntungkan dirinya atau pihak-pihak lain serta merugikan keuangan maupun perekonomian negara maupun desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus, mengungkap faktor penyebab terjadinya tindak pidana korupsi dana desa, serta mengetahui hambatan dalam penegakan hukum terhadap korupsi dana desa di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian Penulisan Karya Ilmiah ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis. Dan spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analisis, Adapun jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari studi lapangan wawancara dengan penyidik di Polres Kudus. Dan data sekunder di peroleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif menggunaan teori kepastian hukum. Hasil dari penelitian ini adalah penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus mengutamakan prinsip-prinsip kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Penegakan hukum dilakukan melalui dua pendekatan yaitu preventif dan represif. Penyebab terjadinya tindak pidana korupsi dana desa disebabkan oleh tiga faktor antara lain: faktor regulasi kewenangan pembangunaan desa, faktor kepala desa, faktor masyarakat. Hambatan dan solusinya dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi tindak pidana korupsi dana desa di Kabupaten Kudus terdiri dari faktor internal dan faktor ekternal, seperti: tersangka tidak kooperatif (tidak mau bekerja sama) dan keterbatasan sumber dana atau anggaran untuk penanganan perkara selama proses penyidikan. Solusi untuk mengatasi tindak pidana korupsi dana desa adalah melakukan upaya pencegahan melalui penguatan fungsi pengawasan baik formal maupun non formal, melakukan langkah penindakan dan pemberian efek jera, Pemerintah perlu melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terkait penyaluran dan pengelolaan dana desa. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Korupsi Dana Desa, Penyalahgunaan kewenanga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
