1,720,983 research outputs found
KONSEP PENDIDIKAN PESANTREN MENURUT K.H ABDULLAH SYUKRI ZARKASYI DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
ABSTRACT
Imam Qodari, 2023. The Concept of Islamic Boarding School Education According to K.H Abdullah Syukri Zarkasyi and its Relevance for the Development of Islamic Education in Indonesia. Muhammadiyah University of Ponorogo Postgraduate thesis. Advisor (1) Dr. Happy Susanto, MA, Supervisor (2) D. Muh. Tajab, M. Pd.I.
The aims of this thesis is to analyze the concept of Islamic boarding school education according to K.H Abdullah Syukri Zarkasyi and its relevance for the development of Islamic education in Indonesia.
This research uses Library Research. The data in the study were taken from written materials in the form of books, journals or others related to the discussion. In this research, the data source comes from the work of K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi and other sources related to research will be examined. Sources of data in library research consisting of primary data and secondary data will be collected. As for the data collection technique, the author uses documentary techniques in data collection. To classify the data, it begins with collecting various references related to K.H Adullah Syukri Zarkasyi in the form of books, texts, manuscripts, documentation, journals and so on. The author will take the writing data source through several stages, namely, First, the author reads. Second, the author reads and analyzes. And level third the writer enters the stage of data reduction, data classification so that the writer can formulate a research direction map to describe and draw conclusions. Then in analyzing the data the authors use descriptive analysis techniques, comparative analysis, hermeneutical analysis, historical analysis and Content Analysis.
The research results show thateducation initiated by K.H Abdullah Syukri Zarkasyi is based on the values and philosophy of life at Pondok Modern Darussalam Gontor which are summarized in the Five Souls. The Five Souls are the five things that become the philosophy of life for PMDG members in carrying out education and teaching. The Five Souls consist of Sincerity, Simplicity, Independence, Ukhuwah Islamiyah, and Freedom. According to K.H Abdullah Syukri Zarkasyi, Education is everything that we see, hear, and feel. The meaning is that everything we do in Islamic boarding schools has educational value.
As for its relevance to Islamic education in Indonesia, thatK.H Abdullah Syukri Zarkasyi's educational concept has an important influence on the development of Islamic education in Indonesia. The development of the pesantren institution led by him into a rapidly growing Islamic boarding school is proof that the concept and system of Islamic boarding school education brought by him can be accepted and well regarded by the people of Indonesia..
Keywords: Education, Boarding School, Boarding School Renewal
Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011)
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Tujuan pelaksanaan pendidikan nasional (1985-2011), (2) Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011), (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan.Penelitian menggunakan metode penulisan sejarah Kuntowijoyo dengan lima tahapan: (1) Pemilihan topik penelitian, yang didasari dua aspek yaitu kedekatan, emosional intelektual. (2) Heuristik. Sumber yang penulis gunakan adalah karya tulis dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, baik buku maupun artikel yang diterbitkan di majalah Gontor. (3) Verifikasi atau kritik sumber terdiri dari dua bagian meliputi kritik ekstern dan intern. (4) Interpretasi, yaitu menafsirkan sumber-sumber yang telah diverifikasi menjadi satu kesatuan. (5) Historiografi atau penulisan sejarah.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tujuan pendidikan nasional masa Orde Baru sesuai UU No. 2 tahun 1989 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Adapun tujuan pendidikan masa Reformasi sesuai UU No. 20 tahun 2003 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. (2) Dasar filosofis K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah totalitas kehidupan dalam dunia pendidikan, pendidikan integral yang dipengaruhi konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, tri pusat pendidikan yang dipengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi konsep K.H. Imam Zarkasyi. (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Pengaruh eksternalnya adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat. Kata Kunci: pendidikan, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, PMDG
Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011)
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Tujuan dari pelaksanaan pendidikan nasional (1985-2011), (2) Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011), (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan.
Peneliti menggunakan metode penelitian sejarah dari Kuntowijoyo yang memiliki lima tahapan, yaitu: (1) Pemilihan topik penelitian, yang didasari dua aspek yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (2) Heuristik atau pengumpulan sumber. Sumber yang peneliti gunakan adalah karya tulis dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, baik buku maupun artikel yang diterbitkan di majalah Gontor. Sebagian besar sumber peneliti dapatkan di kantor majalah Gontor dan perpustakaan PMDG, (3) Verifikasi atau kritik sumber terdiri dari dua bagian meliputi kritik ekstern dan intern. Peneliti melakukan kritik dengan membandingkan pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dengan pemikiran tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia (4) Interpretasi, yaitu menafsirkan sumber-sumber yang telah diverifikasi menjadi satu kesatuan menurut kaedah yang telah ditentukan, (5) Historiografi, tahapan terakhir penelitian dengan menyajikan fakta dalam bentuk tulisan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tujuan pendidikan nasional pada masa Orde Baru sesuai UU No. 2 tahun 1989 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Adapun tujuan pendidikan pada masa reformasi sesuai UU No. 20 tahun 2003 adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Sentralitas dan desentralitas menjadi perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi dalam melaksanakan pendidikan nasional. (2) Dasar filosofis K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah, pendidikan integral yang dipengaruhi oleh konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, konsep tri pusat pendidikan yang dipengaruhi oleh pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi oleh konsep dari K.H. Imam Zarkasyi. Pemikiran khas dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi sendiri adalah totalitas kehidupan dalam dunia pesantren. (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Adapun pengaruh eksternal adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat.
Kata Kunci: pendidikan, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, PMDG
Implementasi komunikasi interpersonal KH Abdullah Syukri Zarkasyi dalam membentuk karakter santri sebagai kader dakwah
Kyai sebagai pimpinan pesantren dalam membimbing para santri atau masyarakat sekitarnya menggunakan pendekatan komunikasi situasional. Setiap kyai memiliki gaya komunikasi interpersonal tersendiri saat menerapkan dalam lembaga pesantren masing-masing Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi komunikasi interpersonal yang diapilkasikan oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi dalam menciptakan ruang komunikasi yang tersistem di pesantren, juga menggali strategi komunikasi yang digunakan dalam membentuk karakter santri sebagai kader dakwah, sekaligus meneliti bagaimana KH Abdullah Syukri menjaga tradisi komunikasi yang baik di pesantren
Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah merujuk kepada teori Fundamental interpersonal relationship orientation theory –William Schutz yang berpendapat bahwa orang termotivasi untuk memenuhi tiga kebutuhan yaitu inklusi (kebutuhan merasa dimiliki), kontrol (kebutuhan untuk membentuk interaksi dengan orang lain), dan afeksi (kebutuhan untuk disukai dan menjalin hubungan) hal ini berhubungan erat dengan strategi komunikasi seorang kyai sebagai pimpinan dalam satu lembaga.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, data yang diperoleh mencakup transkip wawancara, buku, makalah, diktat, catatan lapangan, foto, dokumen dan rekaman lainnya yang berkaitan dengan KH Abdullah Syukri Zarkasyi, adapun penelitian ini menggunakan pendekatan studi tokoh dengan metode penelitian deskriptif naratif yang memaparkan tentang pengalaman dan sepak terjang KH Abdullah Syukri Zarkasyi dalam menerapkan komunikasi interpersonal di lingkungan pesantren yang dipimpin. Objek dari penelitian ini adalah KH Abdullah Syukri Zarkasyi, seorang Kyai, ulama juga motivator dan aktivis pendidikan yang bertempat tinggal di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Langkah pengumpulan data dimulai dari orientasi dan interview, eksplorasi dan observasi, diakhiri dengan studi dan dokumenetasi.
Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan: KH Abdullah Syukri menciptakan ruang komunikasi relasional, berada pada rangkaian yang terorganisir, melibatkan pesan verbal dan non verbal, berlangsung dalam berbagai aktivitas. Adapun strategi komunikasi yang digunakan diaplikasikan langsung dalam bentuk Pengarahan, Pelatihan, Penugasan, Pembiasaan, Pengawalan dan Uswatun Hasanah. Sedangkan peran beliau dalam menjaga tradisi komunikasi tersistem di pesantren adalah dengan melakukan tiga pendekatan komunikasi yaitu Pendekatan Manusiawi, Pendekatan Program dan Pendekatan Idealisme
Totalitas Kehidupan Pesantren: Tinjauan Historis Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011)
Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: Konsep pendidikan ideal yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) dan pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan. Penelitian menggunakan metode penulisan sejarah Kuntowijoyo dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder yaitu arsip, dokumen, rekaman pidato, foto, majalah, wawancara, dan buku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar filosofis pendidikan yang dikembangkan oleh K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah totalitas kehidupan dalam dunia pendidikan, pendidikan integral yang dipengaruhi konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, tri pusat pendidikan yang dipengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi konsep K.H. Imam Zarkasyi. Adapun pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Pengaruh eksternalnya adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN MENURUT K. H ABDULLAH SYUKRI ZARKASYI DALAM BUKU BEKAL UNTUK PEMIMPIN
Sebagai wujud kesempurnaan, manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai
makhluk terbaik dimuka bumi ini, manusia pada dasarnya memiliki dua tugas dan
tanggung jawab besar. Yaitu untuk beribadah dan menjadi khalifah (pemimpin).
Seorang pemimpin harus menjalankan kepemimpinannya berdasarkan nilai-nilai
yang benar menurut ajaran Islam. Pemimpin yang tepat merupakan harapan dalam
mensejahterakan masyarakat yang adil dan makmur sebagai salah satu tujuan
terbentuknya Negara. K.H Abdullah Syukri Adalah sosok Ulama dan pendidik yang
memperhatikan tentang pendidikan kepemimpinan, yaitu dalam mencetak kader
pemimpin yang sesuai dengan nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui nilai-nilai pendidikan kepemimpinan menurut K.H Abdullah Syukri
Zarkasyi dalam buku Bekal Untuk Pemimpin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber
utama dalam penelitian ini adalah buku K.H Abdullah Syukri Zarkasyi dengan
judul Bekal Untuk Pemimpin. Teknik analisis data menggunakan analisis isi
(content analysis).
Hasil penelitian ini terdapat enam nlai-nilai pendidikan kepemimpinan menurut
K.H Abdullah Syukri dalam buku bekal untuk Pemimpian, pertama nilai
Keikhlasan melalui metode pengarahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan,
pengawalan dan pendekatan. Kedua nilai kejujuran dengan berbagai pelatihan,
menekuni dan menyelesaikan tugas dengan baik, mempunyai prestasi, menjaga
amanah dan selalu berskap dan berkata jujur. Ketiga nilai Pengorbanan yaitu
berkorban fikiran, tenaga, harta dan perasaan. Keempat nilai Ukhuwah Islamiyah
yaitu baiknya hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesame manusia. Kelima
nilai keteladanan yang didorong oleh daya juang, daya tahan, daya suai dan daya
dorong. Keenam nilai Optimis yang mana seorang pemimpin harus mempunyai
nyali yang tinggi dan tidak takut resiko dengan menguasai masalah, mempunyai
kemauan yang kuat sehingga akan menjadi watak dan karakter bergerak
menggerakkan berjuang dan memperjuangkan, hidup dan menghidupkan
Gontor dan pembaharuan pendidikan pesantren tahun 2005
Buku yang ditulis oleh k.h. abdullah syukri zarkasyi, m.a., dengan judul gontor dan pembaharuan pendidikan pesantren merupakan sebuah upaya yang sangat baik untuk menuliskan dan menjabarkan pola pendidikan pondok modern darussalam gontor yang sudah berumur 80 tahun dan menjadi acuan dalam pendidikan, terutama pendidikan pondok pesantren.xviii, 206 hlm, 20,6 x 13,5 c
Gontor dan pembaharuan pendidikan pesantren tahun 2005
Buku yang ditulis oleh k.h. abdullah syukri zarkasyi, m.a., dengan judul gontor dan pembaharuan pendidikan pesantren merupakan sebuah upaya yang sangat baik untuk menuliskan dan menjabarkan pola pendidikan pondok modern darussalam gontor yang sudah berumur 80 tahun dan menjadi acuan dalam pendidikan, terutama pendidikan pondok pesantren.xviii, 206 hlm, 20,6 x 13,5 c
Implementasi Komunikasi Interpersonal KH Abdullah Syukri Zarkasyi Dalam Membentuk Karakter Santri Sebagai Kader Dakwah
Each Islamic scholar (kyai) employs a unique interpersonal communication style when applying their leadership in their respective pesantren (Islamic boarding schools). This study aims to explore how KH Abdullah Syukri Zarkasyi implements interpersonal communication to create a systematic communication space within the pesantren, uncover the communication strategies used to shape the character of students (santri) as future Islamic propagators (dai), and examine how he preserves the tradition of effective communication in the pesantren setting. The theoretical framework employed in this research is the Fundamental Interpersonal Relationship Orientation (FIRO) Theory. This study adopts a constructivist paradigm and employs a qualitative descriptive research methodology. The subject of the research is KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Data collection techniques involve a series of steps, including orientation and interviews, exploration and observation, and concluding with document analysis and review. KH Abdullah Syukri Zarkasyi establishes a relational communication space characterized by organized interactions that incorporate both verbal and non-verbal messages, conducted across various activities. The communication strategies employed are directly implemented through Guidance, Training, Task Assignment, Habit Formation, Supervision, and Exemplary Leadership (Uswatun Hasanah).This research contributes to understanding the role of interpersonal communication in Islamic education and leadership, highlighting its impact on fostering character development and maintaining a cohesive and effective pesantren cultur
The Concept of Ideal Islamic Boarding School Leadership Perspective KH Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2020)
This study aims to determine the Concept of Ideal Islamic Boarding School Leadership today from the point of view of KH Abdullah Syukri Zarkasyi who has experience in developing the Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School from 1985-2020. This Research used a qualitative methodology with a phenomenological approach, with a field of exploration and a theoretical orientation or theoretical perspective, namely the researcher understood, described and analyzed the Concept of Ideal Islamic Boarding School Leadership. The results showed that the idea of Islamic boarding school leadership from the perspective of KH Abdullah Syukri Zarkasyi was considered the most appropriate and ideal to be developed in organizational culture and modern Islamic boarding schools, because the ideal type of Islamic boarding school leadership must be based on the principles of leadership values that must be owned by a leader, including: 1). The values of sincerity, 2). Honesty, 3). Sacrifice, 4). Moslem brotherhood, 5). Exemplary values, 6) Optimis
- …
