1,721,061 research outputs found
Aturan Percakapan Aa Gym dalam Dakwah
Sekian banyak ustadz yang berdakwah, Aa Gym adalah salah satu ustadz yang menarik untuk diteliti, lantaran perkataan nya banyak membuat orang tafakur dan sadar diri, sehingga banyak para jamaah yang bertergantungan untuk hadir secara rutin ke pengajian nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aturan percakapan Aa Gym dalam dakwah nya, yang meliputi : bagaimana perkataan kuantitasnya, perkataan berkualitasnya, perkataan relevannya, dan perkataan berprilakunya. Sehingga menarik untuk dibahas. Adapun metode yang digunakan adalah Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimaksudkan agar mempermudah mendeskripsikan suatu kasus yang lebih spesifik. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dakwah Aa Gym memenuhi standart teori aturan percakapan yang ditemukan oleh Paul Grice yang mana percakapan Aa Gym dengan jamaah nya menggunakan perkataan berkuantitas (quantity maxim), perkataan berkualitas (quality maxim), perkataan relevan (relevancy maxim) maupun perkataan berprilaku (manner maxim). Adapun penelitian ini memperkaya kajian komunikasi islam dalam kajian khitobah atau tabligh dalam memanfaatkan teori komunikasi dari Paul Grice
Kearifan spiritual dari Hamka ke Aa Gym
Buku ini membahas hal-hal yan gbelum terungkap dari dua sosok ulama beda generasi, yaitu Hamka dan AA Gym dari segi kearifan spiritual keduanya. Hamka dengan Tasawuf Modern-nya dan Aa Gym dengan Manajemen Qolbu-nya, keduanya berusaha disinergikan denga nmemuat analisis-analisis untuk mencari titik temu pandangan dan sikap spiritualitas dari kedua tokoh ulama tersebu
Manajemen Qolbu Aa Gym dalam tinjauan kesehatan mental
ABSTRAK
Skripsi dengan judul: Manajemen Qoibu Aa Gym Dalam Tinjauan Kesehatan Mental ini membahas tentang konsep Manajemen Qolbu Aa Gym dalam sudut pandang kesehatan mental.
Konsep Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan suatu kajian yang baru saja muncul ditengah-tengah masyarakat, namun sudah mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat, Disamping itu model kajiannya yang bisa berpengaruh positif dalam kehidupan menjadikannya sangat menarik untuk diteliti. Banyak kasus yang tampak dan terbagi dalam dua hal, yaitu pertama berdasarkan telaah pustaka terhadap buku-buku Manajemen Qolbu Aa gym semuanya membahas tentang mengelola hati sebagai pusat segala aktifitas manusia agar selalu dalam keadaan bersih sehingga diperoleh kondisi pribadi yang unggul dan berpotensi. Kedua dari pengamatan yang peneliti lakukan terhadap teman-teman peneliti yang menerapkan Manajemen Qolbu Aa Gym dapat diketahui bahwa kebanyakan dari mereka bisa menjadi mantab dan matang dalam melangkah dan bisa menjadi pribadi yang unggul. Kemudian timbul suatu temuan awal bahwa dengan menerapkan Manajemen Qolbu Aa Gym secara baik akan diperoleh pribadi yang mantab dan unggul dalam hidupnya. Bukankah hal ini merupakan ciri kesehatan mental?
Dengan dilatar belakangi hal tersebut maka dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: (1). Bagaimana konsep manajemen Qolbu Aa Gym? (2). Bagaimana Manajemen Qolbu Aa Gym dalam perspektif Kesehatan Mental?
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui konsep Manajemen Qolbu Aa Gym dan menganalisanya dalam perspektif Kesehatan Mental. Secara lebih spesifik hal ini dilakukan dengan dua tujuan, yaitu: (1) Untuk mengetahui konsep Manajemen Qolbu Aa Gym. (2). Untuk menjadikan konsep Manajemen Qolbu Aa Gym sebagai solusi altematif dalam pembentukan mental yang sehat.
Penelitian ini merupakan penelitian literer kepustakaan yang menggunakan media kepustakaan sebagai obyek penelitian. Prosedur penelitiannya ialah Deskriptif Kulitatif. Sumber data primernya semua literatur yang membahas Manajemen Qolbu Aa Gym, sedangkan data sekundernya semua literatur yang berkaitan terhadap tema ini.
Hasil dari penelitian ini ialah diketahuinya dua hal sebagai berikut (1). Konsep Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan salah satu metode untuk memperoleh mental yang sehat. (2). Dalam perpektif kesehatan mental, cara memperoleh kesehatan mental dengan Manajemen Qolbu bisa dilakukan dengan tiga cara berikut, (a). Mengelola hati secara lebih baik sehingga diperoleh hati yang bersih, (b). Menanamkan nilai-nilai spiritual berupa Iman, Taqwa dan Tawakal pada Allah dalam kehidupan, (c). Memperoleh hasil dari Manajemen Qolbu berupa kondisi pribadi yang unggul dan berpotensi dengan mengutamakan dzikir, fikir dan ikhtiar. Pribadi seperti ini mampu menjadi diri sendiri (qanaah\ mampu beradaptasi dengan lingkungannya serta mampu mempersembahkan sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya sehingga diperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Kondisi pribadi seperti ini berarti telah memperoleh mental yang sehat
Aa Gym dan fenomena Daarut Tauhiid : memperbaiki diri lewat manajemen qalbu
Buka ini dibuka oleh tulisan Deden Ridwan (Editor) yang memetakan Aa Gym dan pesantrennya yang terus berkembang. Selanjutnya dicantumkan hasil wawancara media massa dengan Aa Gym dimana Aa Gym secara spontan menjawab sekaligus memecahkan pelbagai persoalan yang mengitarinya. Bagian selanjutnya adalah contoh beberapa tulisan Aa Gym. Buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama membahas tentang Aa gym dan fenomena Daarut Tauhiid. Bagian kedua membahas tentang hati adalah raja (wawancara media massa dengan Aa Gym). Bagian ketiga adalah seni menata hati (tulisan-tulisan lepas Aa Gym). Bagian keempat membahas tentang cara-cara membersihkan hati. Bagian terakhir adalah membahas tentang memahami isi hati Aa Gym
Cyber Da’wa of “Aa Gym Daily Vlog” as Moslem Moderate Preaching Medium
New media plays a big role in virtual da’wa for society in a disruption era. "Aa Gym Daily Vlog" which released on July 29, 2020, is one of the digital media video blog platforms that received 6.44K subscribers within only one week of releasing its first teaser vlog. The vlog video content is posted each Monday and Thursday every week. The research purpose is to describe the virtual da’wa message packaging by using an Islamic preacher personal blog. The writer used a qualitative method with a discourse analysis approach. Data collection was done through observing 17 scenes of "Aa Gym Daily Vlog" premiere vlog content. This virtual da’wa of "Aa Gym Daily Vlog" is packaged in a concise and brief based on Aa Gym daily activities who carried out manners, morals, and the science of tauhid in accordance with the guidance of Rasulullah saw. The use of virtual da’wa "Aa Gym Daily Vlog" offers easy access to mad’u (da’wa recipients) directly in real action. The da’wa messages in "Aa Gym Daily Vlog" content are made very applicable, starting from the daily activities of Aa Gym about waking up and the traditions of the prophet Muhammad saw in social daily life. Virtual da’wa of Aa Gym's is made seriously and professionally as an effort to encourage the digital community in developing themselves based on Islamic guidance
KONSEP MANAJEMEN QOLBU K.H. ABDULLAH GYMN'ASTIAR (Aa GYM) SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN MORAL BANGSA INDONESIA (1990-2003)
Kehadiran K.H. Abdullah Gymnastiar menjadi bagian sejarah yang penting. Melalui Manajemen Qolbu yang dibawanya Aa Gym menebarkan nilai-nilai agung dan universal Islam kepada seluruh umat. Kehadiran Aa Gym juga telah membantah disertasi Zamakhsyari Dhofier yang mengatakan bahwa ulama dilahirkan dari kalangan ulama pula. Aa Gym tidak pemah dididik secara khusus di pesantren, dan bukan datang dari kalangan ulama.
Munculnya konsep Manajemen Qolbu dilatarbelakangi oleh keprihatinan Aa Gym terhadap keterpurukan moral yang melanda bangsa Indonesia. Sikap dan perilaku manusia bersumber dari qalb (hati), maka dakwah hams dimulai dari persoalan-persoalan hati. Hati bisa berperan sebagai pemandu sekaligus pengontrol bagi semua tingkahlaku manusia. Aa Gym berupaya menyajikan ceramahnya melalui tema-tema yang terkait dengan hati. Materi dakwahnya berkaitan dengan tema-tema tasawuf yang menitiktekankan pada persoalan jiwa dan hati.
Manajemen Qolbu (MQ) yang disampaikan oleh Aa Gym adalah merupakan methode yang mengajak jamaahnya untuk menselaraskan olah fikir, olah hati dan olah tindakan. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati. Manajemen Qolbu (MQ) sangat relevan untuk diterapkan pada masa sekarang ini dalam rangka pembentukan muslim yang ideal yang dapat membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan 1i1 alamin). Dimana pada masa sekarang ini masyarakat muslim khususnya di Indonesia banyak dilanda krisis akhlak atau moral sehingga membawa bencana bagi kehidupan masyarakat. Hal itu tidak lain disebabkan karena hatinya kotor dan banyak penyakit hati yang berjangkit. Oleh karena itu Manajemen Qolbu hadir dengan format yang sederhana
Pemaknaan Hadis-Hadis tentang Zuhud di Media Sosial: Studi Kasus Akun Instagram Aa Gym
In the digital era, social media plays a crucial role as a platform for disseminating various interpretations, including interpretations of hadiths about asceticism (zuhud). This study aims to analyze how hadiths on asceticism are constructed on social media, specifically through the Instagram account of Aa Gym. The methodology employed is qualitative research with a content analysis approach, where data were collected from posts on Aa Gym's Instagram account. Through the process of determining objects, creating categories, and analysis units, this study found that Aa Gym constructs interpretations of hadiths about asceticism by emphasizing the aspect of spirituality in drawing closer to Allah SWT, adopting a life stance that is not attached to worldly matters, and leading a simple and unexaggerated life. Furthermore, the research reveals that such interpretations are conveyed in a simple, easy-to-understand language that resonates emotionally with the audience, as evidenced by the number of positive comments on social media.
Abstrak: Dalam era digital, media sosial berperan penting sebagai platform untuk menyebarkan berbagai pemaknaan, termasuk pemaknaan hadis tentang zuhud. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hadis-hadis tentang zuhud dikonstruksi dalam media sosial, khususnya melalui akun Instagram Aa Gym. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi, dimana data diambil dari postingan akun Instagram Aa Gym. Melalui proses menentukan objek, pembuatan kategori, dan unit analisis, studi ini menemukan bahwa Aa Gym mengonstruksi pemaknaan hadis tentang zuhud dengan menekankan pada aspek spiritualitas dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, sikap hidup yang tidak terpaut pada duniawi, dan kehidupan yang sederhana serta tidak berlebihan. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa konstruksi pemaknaan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan mampu menyentuh hati audiens, seperti terlihat dari jumlah komentar positif di media sosial
PESAN DAKWAH AA GYM PADA PROGRAM LENTERA HATI RADIO VIS FM 101.5 BANYUWANGI
This article describes Aa Gym\u27s preaching message on the Lentera Hati program on VIS FM Banyuwangi radio. Islam is a religion of message and preaching for all mankind. Da\u27wah as a Muslim is a non-negotiable obligation, da\u27wah can be done individually or in groups according to one\u27s abilities. Da\u27wah messages delivered through electronic media are very effective because in today\u27s modern era, people use media for many of their activities. Researchers chose to deliver da\u27wah messages through radio because radio is easy to carry everywhere and can also be listened to while doing other tasks. The purpose of this research is to determine what the da\u27wah messages through the lectures delivered by Aa Gym with the theme of living peacefully in all circumstances and problems. This study uses a qualitative content analysis research method. While the data sources obtained by observation, and documentation in the form of recordings of Aa Gym\u27s lectures obtained from Radio VIS FM 101.5 Banyuwangi. The results of this study indicate that there are 3 categories of da\u27wah messages contained in Aa Gym\u27s lectures living peacefully with all circumstances and situations, namely the message of da\u27wah aqidah includes: increasing faith and good deeds, and having good thoughts towards Allah. The message of sharia da\u27wah includes: living peacefully with all circumstances, increasing faith, doing many good deeds, remembering Allah a lot and getting closer to Allah, improving intentions, being a responsible leader, being sincere in doing good deeds, and looking for a partner who is devout in worship. While the message of da\u27wah akhlak is to speak well
Dakwah melalui Instagram (studi analisis materi dakwah dalam Instagram Yusuf Mansur, Felix Siauw, Aa Gym, Arifin Ilham)
dilatar belakangi dengan adanya kemunculan media sosial baru yakni Instagram yang banyak digunakan oleh berbagai golongan masyarakat untuk exsistence diri atau life syle, namun beberapa dai seperti Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Aa Gym, Ustadz Arifin Ilham. yang telah menggunakan Instagram untuk menyebarluaskan dakwah. Dari latar belakang diatas munculah satu rumusan permasalahan yaitu: Apa saja isi materi dakwah yang ada dalam Instagram ke empat da’i tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja isi materi dakwah yang berada di Instagram para da’i tersebut.
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan subjek penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari postingan Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Aa Gym dan Ustadz Arifin Ilham di instagram mengenai materi akidah, akhlak, sosial dan amar ma’ruf.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Aa Gym dan Ustadz Arifin Ilham di dalamnya mengandung materi dakwah dan nilai-nilai keagamaan. Materi dakwah yang terkandung dalam Instagram ke empat dai tersebut mengenai akidah, akhlak, sosial dan amar ma’ruf. Dalam Instagram da’i tersebut mengandung pesan-pesan kearifan dalam pencitraan dakwah. seperti dalam Instagram Ustadz Yusuf Mansur mengenai ketuhanan, ikhtiar,tolong menolong, membaca Al Qur’an. Ustadz Felix Siauw mengenai hari kiamat, istigfar, persaudaraan, dan berdakwah. Sedangkan Ustadz Aa Gym mengenai hari kiamat, sopan santun, pemaaf, tawakal, tolong menolong, dan membaca Al Qur’an. dan Ustadz Arifin Ilham mengenai taqwa, istiqomah, shodaqoh, dan berwudhu. Dalam keempat Instagram para da’i diatas, Instagram Aa Gym yang banyak mencitrakan materi dakwahnya melalui Instagram dan lebih menarik dan mempunyai pesan yang lebih kuat
Tasawuf Aa Gym: Studi Pesan Dakwah KH. Abdullah Gymnastiar
The rise of Sufism shows a new existence in Indonesia. Sufism is not only understood as Sufi teachings and traditional institutions (tarekat). A new passion in Sufism in Indonesia has been seen in cities and among the middle classes. Howell’s research shows the rise of Sufism promoted in two ways (1) ‘Ulamas who come from traditional Islamic education and taught their followers in formal education classes and (2) Television preachers who create their programs and regulate and dramatize it in for the television viewers. New nuances by grounding Sufistic values are also carried out by the KH. Abdullah Gymnastiar who connects his spiritual experience with the world of Sufism, including preaching messages that refer to the teachings of Sufism. This research is a qualitative-field research. The primary source in this study is the da’wah message of KH. Abdullah Gymnastiar. Secondary sources refer to religious studies written in Abdullah Gymnastiar’s social media, book literature, journals/articles, or previous studies. This study uses descriptive analysis to read the da’wah message KH. Abdullah Gymnastiar in his lectures and studies. If placed in the development of the history of Sufism, seen from the character of its religious assembly, Aa Gym is included in the category of contemporary Sufism. However, when viewed from the contents of the principal teachings of moral values, related to the material of da’wah, the message expresed by Aa Gym is the teachings of moral science (ilmu Akhlaq). Broadly speaking, the message of da’wah is not classified as Sufism but religious spirituality which is moral because it contains moral teachings as a reform of morality that synergizes the values of physical and spiritual potential.[The rise of Sufism shows a new existence in Indonesia. Sufism is not only understood as Sufi teachings and traditional institutions (tarekat). A new passion in Sufism in Indonesia has been seen in cities and among the middle classes. Howell’s research shows the rise of Sufism promoted in two ways (1) ‘Ulamas who come from traditional Islamic education and taught their followers in formal education classes and (2) Television preachers who create their programs and regulate and dramatize it in for the television viewers. New nuances by grounding Sufistic values are also carried out by the KH. Abdullah Gymnastiar who connects his spiritual experience with the world of Sufism, including preaching messages that refer to the teachings of Sufism. This research is a qualitative-field research. The primary source in this study is the da’wah message of KH. Abdullah Gymnastiar. Secondary sources refer to religious studies written in Abdullah Gymnastiar’s social media, book literature, journals/articles, or previous studies. This study uses descriptive analysis to read the da’wah message KH. Abdullah Gymnastiar in his lectures and studies. If placed in the development of the history of Sufism, seen from the character of its religious assembly, Aa Gym is included in the category of contemporary Sufism. However, when viewed from the contents of the principal teachings of moral values, related to the material of da’wah, the message expresed by Aa Gym is the teachings of moral science (ilmu Akhlaq). Broadly speaking, the message of da’wah is not classified as Sufism but religious spirituality which is moral because it contains moral teachings as a reform of morality that synergizes the values of physical and spiritual potential.
- …
