Iktisyaf - Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Not a member yet
41 research outputs found
Sort by
Media Sosial dalam Menumbuhkan Literasi Media
Masa dari tahun ke tahun akan semakin berkembang dan meningkat. Tidak hanya dari satu aspek saja, tapi dariberbagai aspek lainnya, seperti teknologi, pola pikir dan lain sebagainya. Manusia sebagai pelaku masa pun akanmengikuti perkembangan yang sedang terjadi di kehidupannya, kecuali mereka yang memang tidak inginikut andil dalam perkembangan yang ada.
Pada zaman industri 4.0 kali ini, sangat banyak manusiayang sudah ketergantungan dengan sebuah sistemdigitalisasi, bermula dari yang tua, muda, seorang pekerja, mahasiswa dan bahkan siswa sekolah dasar pun semuasudah menjarah menggunakan teknologi canggih. Bermuladari surat menyurat, media cetak dalam bentuk selembaran, saat ini sudah sangat berkembang menjadi sebuah media sosial yang efektif, dengan artian dapat melakukanhubungan jarak jauh dengan lebih cepat, menghubungkansesama pengguna dengan sangat mudah serta menyebarkanberita dapat memuat wilayah yang sangat luas tanpabatasan ruang dan waktu.
 
Self-Regulation in Building Motivation
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan berperan dalam kehidupan manusia. Salah satu kegiatan Pendidikan yang nampak adalah bersekolah, individu yang bersekolah akan melewati beberapa tingkatan dimana dalam melewati tingkatan-tingkatan tersebut akan banyak menghadapi hambatan-hambatan baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Namun kondisi pandemi mengharuskan pendidikan dan sekolah dilakukan secara daring yang mengakibatkan siswa belajar di rumah secara daring dan tidak bertatap muka. Belajar daring mempengaruhi motivasi belajar siswa. Hal tersebutlah yang melatar belakangi dalam penulisan artikel ini. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui konsep regulasi diri dalam membangun motivasi. Regulasi diri merupakan hal penting dalam membangun motivasi individu, dimana regulasi diri lebih menekankan pada kognisi agar dapat menangkal dan mengubah pengaruh negatif dari lingkungan sosia
Moderasi Beragama Perspektif Tarekat
Ajaran tarekat perlu dijalankan secara benar dan juga tepat, sikap pengamal yang berlebih-lebihan dalam mengungkapkan amalan tentu akan menghasilkan dampak yang kurang tepai, baik untuk dirinya, lingkungan bahkan untuk tarekat itu sendiri. Oleh karnanya Moderasi beragama erat kaitanya dengan rasa toleransi, keseimbangan dan juga keadilan dapat memberikan gambaran dan ruang yang jelas terhadap koridor-koridor kemanusiaan dan ke-ilahian. Sikap pengamal tarekat adalah dengan menjalankan ajaran sesuai dengan tuntunan syeikh mursyid abah aos yang mengacu kepada tanbih syeikh abdulloh mubarok bin nur muhammad QS.Moderasi Beragama
 
Bimbingan Tahfidz Al-Qur'an dalam membentuk Karakter Islami Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus masih mengalami diskriminasi dan pandangan negatif dari masyarakat. Kekurangan anak berkebutuhan khusus sering dijadikan kesempatan oleh orang-orang jahat untuk melakukan penyimpangan sosial. Proses pembentukan karakter harus dilakukan secara khusus dan terus menerus. bukanlah manusia yang hanya memiliki kekurangan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat serta hasil bimbingan Tahfidz Al-Qur’an dalam pembentukan karakter islami Pendekatan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dikarenakan masalah yang diteliti perlu dijelaskan secara sistematis dan faktual dengan menggambarkan fenomena atau keadaan tempat penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah Ada beberapa bimbingan tahfidz Al-Qur’an yaitu: 1) Bimbingan belajar dan menghafal Al-Qur’an, 2) Bimbingan setoran hafalan, 3) Bimbingan pengulangan hafalan dan 4) Bimbingan motivasi menghafal dan pembentukan karakter; Ada beberapa faktor pendukung dan Penghambat kelancaran berjalannya program bimbingan Tahfidz Al-Qur’an baik dari anak, keluarga, pembimbing maupun fasilitas. Dibutuhkan kerjasama dan dukungan penuh dari semua faktor agar anak mendapatkan hasil yang optimal; hasil dari pelaksanaan bimbingan Tahfidz Al-Qur’an yaitu menghasilkan nilai-nilai karakter islam yaitu nilai ilahiyah (aqidah, ubudiyah dan muamalah) dan nilai insaniyah (etika, sosial dan estetika).
Mengatasi Rasa Kecemburuan Dengan Psikoterapi Dalam Kajian Tasawuf Di Era Globalisasi
Dalam kehidupan globalisasi hanya perlu menekankan aspek eksternal yang mengarah pada kehidupan manusia. Psikoterapi adalah proses dimana seorang supervisor/klien menjalani psikoterapi, terapi spesifik, proses penyembuhan Nuansa psikologis adalah masalah sosial, emosional. Salah satunya adalah kecemburuan. Dalam Al isra ayat 82 menjelaskan bahwa Allah swt menjamin adanya kesembuhan di dalam Al-Qur'an, Tasawuf atau biasa disebut sufisme adalah ajaran tentang bagaimana menyucikan jiwa, menyucikan akhlak, mengembangkan batin, dan mencapai kebahagiaan abadi.
 
Konsep Neo Sufisme dalam Pengembangan Moderasi Beragama di Indonesia
Neo-Sufisme merupakan salah satu tema utama dalam diskursus Islam di era kontemporer. Wacana ini sering dihubungkan dengan upaya untuk menjadikan ajaran Islam agar lebih menyesuaikan dengan tantangan zaman. Penelitian ini ingin memberikan gambaran deskriptif tentang Neo-Sufisme dalam upaya pengembangan pemahaman moderasi beragama di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan menganalisa data baik dari kajian literartur maupun lapangan. Dengan menjadikan Neo-Sufisme sebagai bentuk dari diskurisif tradisi Islam penelitian ini ingin memberikan gambaran tentang relasi konsep Neo-Sufisme dan moderasi beragama di Indonesia, di mana kesalehan spiritual setiap muslim tidak hanya berorientasi pada pencapaian kesalehan individual tetapi juga kesalehan sosial yang mampu beradaptasi dengan beragaman pemahaman agama namun tetap berjalan secara harmonis. Dengan demikian neo-sufisme dapat memiliki peran inklusif dalam praktek keberagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Berdasrkan hal tersebut maka perkembangan ajaran Neo-Sufisme selayaknya menjadi salah satu kajian pendukung dalam upaya optimalisasi pembangunan nasional
Strategi Dakwah Mubaligh Dalam Mengembangkan Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Suryalaya
Tarekat qadiriyah naqsabandiyah pondok pesantren suryalaya sirnarasa adalah sebuah ajaran yang memberikan nilai islam yang kaffah oleh karena itu para mubaligh didalam tarekat itu sendiri memiliki kewajiban untuk mengamalkan mengamankan dan melestarikan tarekat ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas bagaimana strategi dakwah para mubalig dalam mengembangkan tarekat ini dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat para mubaligh dalam mengembangkan tarekat ini. Adapun jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti sendiri yaitu penelitian kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi, sehingga informasi yang didapat sangat obyektif. Berdasarkan hasil penelitian maka strategi dakwah yang digunakan oleh para mubaligh adalah strategi dakwah, sentimental (emosional), strategi rasional (akal&pikiran), strategi ilmiah (hasil penelitian), dan strategi tazkiyah (menyucikan jiwa). Sedangkan faktor pendukung dalam mengembangkan dakwah tarekat qadiriyah naqsabandiyah pondok pesantren suryalaya sirnarasa yaitu memiliki niat yang tulus ikhlas, menguatkan amaliyah agar diri kita suci dari akhlaq akhlaq tercela dan memiliki sosok figur yang sangat superior yaitu pangersa abah aos. Sedangkan faktor penghambatnya adalah masih banyak orang yang menolak begitu saja saat seorang mubaligh memberikan ceramah tentang tarekat qadiriyah naqsabandiyah pondok pesantren suryalaya sirnarasa dan kemalasan dari dalam diri kita semuanya
Dakwah Virtual: Strategi Revitalisasi Kandungan Al-Qur’an Di Era Digital
Kegalauan dan ketidakpuasan terhadap kehidupan menjadikan sebagian besar masyarakat muslim mengharapkan dan mendambakan terjadinya perubahan yang berarti ke arah ketenangan, kebaikan, dan kesejahteraan dalam kehidupan. Hal ini dijadikan sebagai sebuah kesempatan para muballigh untuk dapat mempengaruhi mereka memahami kandungan Al-Qur’an yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan mereka, melalui dakwahnya yang disiarkan di berbagai media. Selain dapat mengatasi permasalahan tersebut, keberadaan dakwah virtual (dakwah melalui media teknologi informasi) menjadi alternatif revitalisasi keislaman generasi society 5.0, dalam upaya menjadikan generasi muslim yang baik
Nilai-Nilai Akhlak Tasawuf Dalam Film “99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1”
Perfilman di Indonesia yang berunsur kekerasan, pornografi, porno aksi, asusila, kurang tercerminnya kehidupan sosial yang baik dan hal tersebut ditonton oleh masyarakat. Penonton akan menirukan apa yang ada dalam film tersebut karena film menjadi cerminan bagi setiap penonton. Bukan hanya untuk hiburan, tetapi film dituntut untuk memberikan kontribusi yang baik bagi penonton. Penelitian ini memfokuskan pada karakteristik penokohan dan nilai-nilai Akhlak Tasawuf dalam film “99 Cahaya Di Langit Eropa I”. Peneliti mengambil dari unsur tasawuf karena sudah banyak penelitian mengenai film tersebut tetapi belum ada yang menyentuh dari aspek nilai-nilai Akhlak Tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik penokohan “99 Cahaya Di Langit Eropa I” 2) nilai-nilai akhlak tasawuf dalam film “99 Cahaya Di Langit Eropa I”. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian konten analisis yaitu menganalisis dialog atau percakapan dalam film tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari beberapa scene atau adegan yang terdapat dalam film “99 Cahaya Di Langit Eropa I” adalah: 1) karakterisitik penokohan: (a) Protagonis (b) Antagonis (c) Deutragonis (d) Raisounner (e) Utility 2) terdapat nilai-nilai Akhlak Tasawuf. Nial-nilai Akhlak Tasawuf tersebut adalah: (a) Wara’ (b) dzikir (c) Zuhud (d) tawakal (e) sabar (f) ar-Rida (g) Ikhlas (h) Pemurah. Nilai-nilai Akhlak Tasawuf ini bisa menjadi pembelajaran setiap orang bagaimana harus bersikap sosial yang baik atau bersifat yang mencerminkan Akhlak Tasawuf. Tanda-tanda yang menggambarkan nilai Akhlak Tasawuf yaitu terdapat dalam adegan dari pemeran ataupun dialog dalam film “99 Cahaya Di Langit Eropa I
Aturan Percakapan Aa Gym dalam Dakwah
Sekian banyak ustadz yang berdakwah, Aa Gym adalah salah satu ustadz yang menarik untuk diteliti, lantaran perkataan nya banyak membuat orang tafakur dan sadar diri, sehingga banyak para jamaah yang bertergantungan untuk hadir secara rutin ke pengajian nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aturan percakapan Aa Gym dalam dakwah nya, yang meliputi : bagaimana perkataan kuantitasnya, perkataan berkualitasnya, perkataan relevannya, dan perkataan berprilakunya. Sehingga menarik untuk dibahas. Adapun metode yang digunakan adalah Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimaksudkan agar mempermudah mendeskripsikan suatu kasus yang lebih spesifik. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dakwah Aa Gym memenuhi standart teori aturan percakapan yang ditemukan oleh Paul Grice yang mana percakapan Aa Gym dengan jamaah nya menggunakan perkataan berkuantitas (quantity maxim), perkataan berkualitas (quality maxim), perkataan relevan (relevancy maxim) maupun perkataan berprilaku (manner maxim). Adapun penelitian ini memperkaya kajian komunikasi islam dalam kajian khitobah atau tabligh dalam memanfaatkan teori komunikasi dari Paul Grice