99 research outputs found

    KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT PASCA PERUBAHAN UUD 1945 DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PERSPEKTIF TRIAS POLITICA

    No full text
    ABSTRAK Majelis Permusyawaratan Rakyat merupakan salah satu lembaga tinggi negara di Indonesia. Pasca amandemen UUD 1945 tersebut, MPR mengalami perubahan terhadap kewenangan, pengaturan, dan struktur kelembagaan. Amandemen UUD 1945 juga menjadikan pemisahan kekuasaan di Indonesia sebagaimana teori trias politica. Meskipun sudah dilakukan amandemen, terjadi dilema terhadap MPR mengingat MPR masih belum jelas karena kekuasaan untuk membuat peraturan perundang-undangan tidak lagi dimiliki oleh lembaga tinggi negara tersebut. Oleh sebab itu timbul pertanyaan apakah kewenangan MPR pasca perubahan telah sesuai dengan trias politica. Perumusan permasalahan dalam skripsi ini adalah: 1) bagaimana dinamika pengaturan terkait kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat pra dan pasca perubahan UUD 1945 di Indonesia? 2) bagaimana kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat pasca perubahan UUD 1945 dalam sistem ketatanegaraan Indonesia perspektif Trias politica? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Bahan hukum penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini sebelum amandemen, MPR memiliki kewenangan untuk menetapkan UUD dan GBHN, memilih dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Setelah amandemen, MPR masih tetap berada dalam lingkup lembaga legislatif tetapi kewenangannya terbatas sebagai pengubah dan penetap UUD NRI 1945. Kewenangan MPR pasca amandemen menjadikan MPR bukan lagi lembaga negara tertinggi dan mewujudkan pemisahan kekuasaan sebagaimana teori trias politica. Kata kunci: Amandemen, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Trias Politica

    ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS DI PERMUKIMAN PADAT KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Analisis Karakteristik Lalu Lintas Di Permukiman Padat Kecamatan Sukajadi Kota Bandung”. Jalan lingkungan merupakan jalan penghubung antar pemukiman warga. Berdasarkan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum yang dikeluarkan oleh Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001, seharusnya lebar jalan minimal pada lingkungan permukiman yaitu 2 meter, sehingga kecepatan rata-rata kendaraan dapat mencapai 5-10 km/jam, akan tetapi masih banyak jalan lingkungan di Kecamatan Sukajadi yang memiliki lebar kurang dari 2 meter. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui karakteristik lalu lintas berdasarkan lebar jalan di Kecamatan Sukajadi dan bagaimana penilaian masyarakat mengenai kondisi jalan sebagai akses mobilitas penduduk di Kecamatan Sukajadi. Terdapat 3 variabel utama yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik arus lalu lintas, yaitu volume kendaraan, kecepatan kendaraan, dan kepadatan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel jalan pada penelitian ini yaitu Jl. Cipedes Tengah (Gang H. Gojali), Jl. Karang Tineung Dalam, dan Jl. Lembah Sukaresmi. Sampel penduduk pada penelitian ini yaitu pengguna jalan di Kecamatan Sukajadi yang terdiri dari pejalan kaki, pengendara kendaraan roda dua, dan pengendara kendaraan roda empat. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dianalisis dengan cara menghitung karakteristik lalu lintas pada tiga ruas jalan yang dijadikan sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) pada jalan dengan lebar kurang dari 1 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 47,65 kendaraan/jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 3,9 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 12,22 kendaraan/km (2) pada jalan dengan lebar 1-2 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 101 kendaraan/ jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 4,7 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 21,5 kendaraan/km (3) pada jalan dengan lebar lebih dari 2 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 155,75 kendaraan/jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 10,7 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 14,5 kendaraan/km. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik jalan lingkungan pada permukiman padat di Kecamatan Sukajadi ditandai dengan volume kendaraan yang rendah, dengan kecepatan rata-rata rendah, dan kepadatan yang rendah juga, sehingga tidak menimbulkan terjadinya kemacetan. Akan tetapi, ruas jalan yang berukuran sempit menyebabkan jalan tidak dapat dilalui oleh moda transportasi tertentu, selain itu sempitnya jalan juga menyebabkan waktu yang harus ditempuh pengguna jalan untuk melalui jalan tersebut menjadi lebih lama. Artinya, semakin lebar jalan, maka semakin mudah juga jalan tersebut untuk dijadikan sebagai akses mobilitas penduduk. Kata Kunci : Volume, kecepatan, kepadatan, lebar jala

    OLAH GERAK KAPAL MT.ANGGRAINI EXCELLENT PADA SAAT MEMASUKI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI SUNGAI KAPUAS

    No full text
    Desi Permatasari, 2017, 49124348. N, "Manouver Of Vessel MT.Anggraini Exccelent When Entering Narrow Channel in Kapuas River" Diploma Program IV of Nautical Department, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Supervisor Material (I): Capt. H. S. Sumardi., SH., MM., MMar, Supervisor Methodology and Writing (II): Drs. Edy Warsopurnomo., MM., MMarE In movement to entering the narrow shipping line or river needed specific skill and more attention than sailing in opean sea. Moreover IMO in Colreg’s rules give specific attention which included in Rule 9 of the narrow shipping channel. Beside the problem of wide line and depth of river, like collision and ran aground In writing this essay, the author describe the theory of realization manouver entering Kapuas river line in production of observation reprt and as based to solve the problem. This observation using qualitative method which proceed descriptive data such as written words from observed object, in this case collect data like doing interview to experienced sources, through data that relate to manouver entering Kapuas river in MT.Anggraini Excellent. The author will identificated the caused by knowing the characteristic of Kapuas river, the characteristic of manouver MT.Anggraini Excellent which can obstacie the movement when entering the narrow line in Kapuas river, and identification part non-physically system include the procedure and the rules. After identificated the limited caused movement vessel when entering Kapuas river line, the next is can be doing an observation to know the factors that caused limited of movement. By doing this observation, so that every crew will be more carefull doing every act and doing every decision to move in safety condition, effectively and efficiently, knowing the things that can not be tolerance so that can doing risk mitigation, to decrease or losing all risk that can be happen along movement process. So the goal of navigation by safety, faster and exactly right can be realized. Keyword : Movement of vessel , groundin

    HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA Oleh Cut Ma’rifa Nanda Permatasari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan parental attachment dengan perilaku prososial pada remaja. Perilaku prososial merupakan tindakan sukarela yang dilakukan individu untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Empati dan parental attachment dipandang sebagai dua faktor penting yang dapat memengaruhi kecenderungan remaja dalam berperilaku prososial. Populasi dalam penelitian ini adalah Remaja dengan Rentang Usia 15 – 17 tahun, sampel yang digunakan sebanyak 150 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi berganda yaitu suatu metode analisis data untuk menguji hipotesis dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat dengan bantuan software JASP 0.18.1 Hasil penelitian menunukan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara Empati dan Parental Attachment dengan Perilaku Prososial pada remaja. Nilai koefisien kolerasi (R) sebesar 0,880 dengan F hitung sebesar 252.092 dan taraf siginifikasi sebesar 0,001 (p<.001) dengan nilai (R2) 0,774 artinya variabel empati dan parental attachment memberikan sumbangan efektif sebesar 77,4% terhadap variabel perilaku prososial. Kata Kunci : Perilaku Prososial, Empati, Kelekatan Orangtua ii ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN EMPATHY AND PARENTAL ATTACHMENT WITH PROSOCIAL BEHAVIOR IN ADOLESCENTS Author Cut Ma’rifa Nanda Permatasari This study aims to determine the relationship between empathy and parental attachment with prosocial behavior in adolescents. Prosocial behavior is a voluntary action taken by individuals to help others without expecting anything in return. Empathy and parental attachment are seen as two important factors that can influence adolescents' tendencies to behave prosocially. The population in this study were adolescents aged 15-17 years, the sample used was 150 respondents and the sampling technique used was simple random sampling. This study used multiple regression data analysis techniques, namely a data analysis method to test the hypothesis of two or more independent variables with one dependent variable with the help of JASP 0.18.1 software. The results of the study showed that there was a significant relationship between Empathy and Parental Attachment with Prosocial Behavior in adolescents. The correlation coefficient (R) value is 0.880 with a calculated F of 252,092 and a significance level of 0.001 (p<.001) with a value (R2) of 0.774, meaning that the empathy and parental attachment variables provide an effective contribution of 77.4% to the prosocial behavior variable. Keywords: Prosocial Behavior, Empathy, Parental Attachmen

    Pendugaan Produktivitas Primer Perairan Tambak Bandeng Menggunakan Metode Klorofil- a Di UPT Budidaya Air Laut Dan Air Payau Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur

    No full text
    Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting untuk ditinjau salah satunya yaitu pemanfaatan sumberdaya wilayah pesisir dengan memperhatikan kondisi ekosistem yang tetap stabil. Peluang pemanfaatan wilayah pesisir dalam bidang perikanan yaitu berupa kegiatan penangkapan ataupun usaha budidaya ikan khususnya kegiatan budidaya tambak. Tambak yang berada di wilayah pesisir ini perlu dilakukan pemantauan ekosistem baik secara biotik maupun abiotik, karena adanya masukan pencemaran dari aktivitas manusia (industri, pelabuhan dan kegiatan rumah tangga) akan mengganggu kehidupan ekosistem di dalam perairan tambak seperti terjadinya perubahan kualitas air yang secara tidak langsung akan mempengaruhi produktivitas primer perairan tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas primer perairan tambak bandeng dengan menggunakan metode klorofil-a. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu kegiatan pengumpulan, analisis dan interpretasi data yang bertujuan untuk membuat deskripsi keadaan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan di tambak bandeng UPT Budidaya Air Laut dan Air Payau Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur dan penelitian kualitas air dilakukan di Laboratorium Lingkungan dan Bioteknologi Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai April 2017 yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air, jenis fitoplankton dan nilai produktivitas primer perairan tambak bandeng dengan menggunakan metode klorofil-a di UPT Budidaya Air Laut dan Air Payau Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur serta hubungan kualitas air dengan produktivitas primer perairan. Hasil kualitas air pada 2 stasiun selama 3 minggu didapatkan antara lain: suhu berkisar 28,5 34 oC, kecerahan berkisar 31,25 45,9 cm, pH berkisar 8, salinitas 14 -27 ppt, DO berkisar 5,55 8,68 mg/l, nitrat berkisar 3,8 11,9 ppm dan ortofosfat berkisar 0,1 1 ppm. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada perairan ekosistem tambak yaitu 4 filum meliputi Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta dan Dinophyta. Dan nilai produktivitas primer perairan ekosistem tambak dengan menggunakan metode klorofil-a yaitu berkisar 113,9 677,9 mg C/m3/hari. Kondisi kualitas air pada perairan tambak bandeng termasuk kurang baik untuk budidaya dengan tingkat kesuburan yang tinggi atau eutrofik. Jenis fitoplankton yang didapatkan mengindikasikan perairan tambak sesuai dengan jenis makanan yang disukai oleh ikan bandeng. Hasil produktivitas primer menunjukkan bahwa stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk perairan mesotrofik (sedang) sampai dengan eutrofik (tinggi). Sedangkan hubungan kualitas air dengan produktivitas primer perairan menunjukkan bahwa parameter suhu, kecerahan, nitrat dan orthofosfat berhubungan sangat kuat terhadap produktivitas primer perairan sebesar 92,4%. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu dilakukannya pengukuran alkalinitas karena pH air tambak bersifat basa. Selain itu perlu adanya kontrol dari pihak pengelola agar kondisi perairan tambak tetap terjaga sehingga masukan nutrient ke perairan tambak tidak berlebihan dan dapat mendukung pertumbuhan budidaya ikan bandeng

    PEMAKNAAN DARI SIMBOL-SIMBOL ALAM DALAMHAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN SHI KARYA KANAI CHOKU (SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA) KANAI CHOKUが書いたとMATSUO BASHOが書いた俳句における自然のシンボルの意味化

    No full text
    ABSTRACT Permatasari, Suci Dyah, 2015. “The Meaning of Natural Symbols In Haiku By Matsuo Basho And Shi By Kanai Choku”, Thesis, Japanese Literature, Diponegoro University, Semarang. The first advisor NurHastuti, S.S, M. Hum. The second advisor Fajria Noviana, S.S, M. Hum. Poetry is a literary work that has existed since long time ago. There are many types of poetry in Japanese Literature, namely, tanka, haiku, shi, kashi, and another. In this thesis, the type of Japanese poem, haiku and shi have similarity. Both of them have similarity in using natural symbols, but they have different meanings. The purpose of this thesis are to determine the meaning of haiku and shi, and alsothe meaning of the natural symbols in those poems. The methods that are used to analyze the meaning of the natural symbols in the poem are structural method and semiotic method. Structural method is used to analyze the structure of the physical poem and inner structure poem. Analysis of the physical structure consists of diction, imagery, concrete word, and the figure of speech. Analysis of the inner structure consists of theme, tone, atmosphere, feel, and message. This structural method is used to determine the meaning of the whole poem. Semiotic method is used to determine the meaning of the natural symbols in poem. Natural symbols consist of phenomenon of plant, animal phenomenon, phenomenon of water, air phenomenon, phenomenon of soil and other natural symbols. Results of this thesis explain that haiku describes the implicit meaning of the circumstances at the time of the Edo period. Shi explains the feelings of the author. In addition, there are twenty natural symbols that contain in haiku and shi. There are six symbols of the plant phenomena, five animal phenomena, three water phenomena, an air phenomenon, two soil phenomena, and three another natural phenomena. All symbols have different meanings. Keywords: natural symbol, physical structure, inner structure, haiku, sh

    DEWAN DIREKSI ASING, DEWAN KOMISARIS ASING, DAN KINERJA PERUSAHAAN

    No full text
    Penelitian ini menguji pengaruh keberadaan dewan direksi asing dan dewan komisaris asing terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan-perusahaan non keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi linear berganda, dan data yang diperoleh berasal dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada tahun 2012-2015. Variabel independen pada penelitian ini adalah keberadaan dewan direksi asing dan keberadaan dewan komisaris asing, yang bernilai 1 jika terdapat direksi dan komisaris asing, dan bernilai 0 jika tidak terdapat direksi dan komisaris asing. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kinerja perusahaan yang diukur menggunakan proxy ROA dan proxy Tobin’s Q. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan dewan direksi asing dan keberadaan dewan komisaris asing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan baik yang diukur menggunakan proxy ROA maupun proxy Tobin’s Q

    Hubungan antara Prokrastinasi Kerja dengan Stres Kerja pada PNS

    No full text
    One of human resources which is quite important to be observed for operations of Government wheels are civil servants or commonly called PNS, but when the performance of PNS is interrupted due to work stress then need to be searched the cause it. One of the factors that affect the work stress is procrastination at work. Aim to this research is to know the relationship between the procrastination at work with job stress, so the authors propose the hypothesis "there is a positive relationship between the work procrastination with job stress". Subjects in this study were PNS of Wonogiri Setda, which totaling 163 subjects. The sampling technique is a quota non random sampling namely sampling techniques, namely determine a certain amount as target that must filled within taking the sample of the population. The measure instrument which is used to reveal research variables there are 2 kinds of measure instrument, namely: (1) the scale of work procrastination, and (2) job stress scale. Data analysis in this study is uses of product- moment correlation. Based on the analysis results, so that obtained correlation between work procrastination with job stress of (r) amount of 0.507 with p = 0.000 where p hypothetic mean that illustrates that generally the PNS of Wonogiri Setda has a low work procrastination. Further the empirical mean of work stress variables is amount of 52.08 and hypothetic mean is amount of 60. It shows that empirical mean > hypothetic mean that illustrates that generally the PNS of Wonogiri Setda also has low work stress. The role of the work procrastination toward job stress (SE) is amount of 25.7%, that means there is still 74.3% that affect job stress, for example: environmental factors, and social factors

    Pengaruh Penggunaan Media Big Book Writing terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia Siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Pilangbango Madiun

    No full text
    Keterampilan Menulis adalah salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Menumbuhkembangkan untuk berani mengekspresikan gagasan atau gagasan siswa dalam bentuk tertulis dapat dikembangkan melalui pendidikan. Namun,  sayangnya  habituasi  ini  tidak  ditanggapi  secara  serius  dalam  sistem pendidikan, sehingga budaya penulisan pada siswa tetap rendah dan masih banyak siswa yang merasa kesulitan untuk melakukan penulisan cerita. Tujuan menulis keterampilan di sekolah adalah agar siswa dapat berbicara bahasa Indonesia untuk mengembangkan ide atau gagasan secara tertulis melalui esai yang mereka buat. Salah satu media yang dapat meningkatkan media pembelajaran menulis adalah Big Book Writing. Media Big Book Writing adalah salah satu media yang dapat merangsang siswa untuk menulis. Big Book Writing adalah buku bacaan dengan ukuran, teks, dan grafis yang hebat

    Optimasi Novel Austempering Terhadap Sifat Mekanis pada Ferro Casting Ductile untuk Pembuatan Crankshaft

    No full text
    ABSTRAK &nbsp; Permatasari, Karina. 2013. Optimasi Novel Austempering Terhadap Sifat Mekanis Pada Ferro Casting Ductile Untuk Pembuatan Crankshaft. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Drs. Paryono, S.T., M.T. &nbsp; Kata Kunci: besi cor nodular, sifat mekanis, kekuatan tarik, kekerasan, heat treatment, conventional heat treatment, novel heat treatment &nbsp; Kemajuan teknologi industri otomotif di Indonesia sangat pesat. Besi cor nodular secara umum semakin dibutuhkan di industri otomotif dalam penggunaannya sebagai bahan baku komponen-komponen otomotif. Lingkup penggunaan besi cor nodular ini khususnya dalam bidang otomotif sangatlah luas karena sifat mekanik besi cor nodular menyerupai sifat mekanik baja, tetapi besi cor nodular tetap memiliki kekurangan dibanding baja. Oleh sebab itu perlu diadakan penelitian untuk meningkatkan sifat mekanik khususnya kekuatan tarik besi cor nodular. Penelitian ini bertujuan untuk mencari optimasi kekuatan tarik maksimum besi cor nodular dan nilai kekerasan yang melalui proses conventional dan novel heat treatment dan pada suhu berapa kekuatan tarik tertinggi tersebut dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variabel bebas suhu austempering, dan variasi holding time sedangkan variabel terikatnya adalah kekuatan tarik dan nilai kekerasan. Ada 3 spesimen uji tarik dan 1 spesimen uji kekerasan yang disiapkan untuk raw material, yaitu spesimen yang tidak diberi perlakuan panas sebagai data pembanding. Lalu masing-masing 3 buah spesimen uji tarik dan 1 buah spesimen untuk uji kekerasan untuk setiap perlakuan panas. Perlakuan panas yang diberikan ialah conventional heat treatment dengan holding time austempering selama 60 menit dan 120 menit, dan novel heat treatment dengan holding time austempering selama 60 menit dan 120 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Untuk besi cor nodular yang melalui proses conventional heat treatment terbesar pada suhu austenit 900OC dan suhu austemper 280OC dengan holding time 120 menit yaitu YS = 595,656MPa, UTS = 927,718MPa, ∆L= 13,607%. Untuk besi cor nodular yang melalui proses novel heat treatment terbesar pada suhu austenit 900OC,suhu austemper 1 260OC, dan suhu austemper 2 280OC dengan holding time 60 menit yaitu YS = 630,425MPa, UTS = 1.030,097 MPa, ∆L= 11,667%. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu adanya tindak lanjut penelitian dengan berbagai variasi temperatur austempering yang penulis belum lakukan. Serta perlu diadakan pengujian lain untuk mengetahui sifat mekanik bahan melalui pengujian impact, dan struktur mikro dan analisis patahan tarik dan impact. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; ABSTRACT &nbsp; Permatasari, Karina. 2013. Optimization of Novel Austempering to Mechanical Properties At Ferro Casting Ductile for Producing Crankshaft. Thesis (undergraduate), Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Drs. Paryono, S.T., M.T. &nbsp; Keywords: nodular cast iron, mechanical properties, tensile strength, hardness, heat treatment, conventional heat treatment, novel heat treatment &nbsp; Technological advances in the Indonesian automotive industry is very rapid. Nodular cast iron in general are increasingly required in the automotive industry in its use as raw material for automotive components. The scope of the use of this nodular cast iron, especially in the automotive sector is very broad due to the mechanical properties of nodular cast iron resembles the mechanical properties of steel, but still has a nodular cast iron deficiency than steel. Therefore there should be a study to improve the mechanical properties especially tensile strength nodular cast iron. This study aimed to explore the optimization of the maximum tensile strength nodular cast iron and hardness values through conventional and novel heat treatment and at what temperature ultimate tensile strength is achieved. This study was an experimental study with independent variables austempering temperature and holding time variation while the dependent variable is the tensile strength and hardness values. There are 3 tensile test specimens and 1 specimen hardness tests are prepared for raw materials, the specimens were not heat-treated as comparable data. Then each of the 3 pieces of tensile test specimens and 1 specimen for hardness test for each heat treatment. Heat treatment is given with conventional heat treatment holding time austempering for 60 minutes and 120 minutes, and with a novel heat treatment holding time austempering for 60 minutes and 120 minutes. Based on the research that has been done shows the following results. For nodular cast iron by conventional heat treatment process at a temperature of austenite biggest 900o C and 280oC with austemper temperature holding time of 120 minutes is YS = 595.656 MPa, UTS = 927.718 MPa, &Delta;L = 13.607%. For nodular cast iron through a novel heat treatment process at a temperature of austenite biggest 900o C, austemper 1 260oC temperature, and temperature of 280oC austemper 2 with holding time of 60 minutes is YS = 630.425 MPa, UTS = 1030.097 MPa, &Delta;L = 11.667%. Suggestions for future research is the need for follow-up studies with austempering temperature variations that the author has done. As well as other tests need to be conducted to determine the mechanical properties of the material through impact testing, and the microstructure and tensile and impact fracture analysis. &nbsp
    corecore