338 research outputs found
KETIDAKLANGSUNGAN EKSPRESI DALAM PUISI “TEBESAYA, GADIS BERPUTIH-KEBAYA” KARYA ASLAN ABIDIN (KAJIAN RIFFATERRE)
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk ketidaklangsungan ekspresi yang meliputi penggantian arti, penyimpangan arti, serta penciptaan arti dalam puisi yang berjudul “Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya” karya Aslan Abidin. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun objek data yang digunakan dalam penelitian ini adalah salah satu puisi yang berjudul “Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya”. Subjek yang digunakan peneliti adalah teori semiotika Michael Riffaterre. Teknik yang digunakan berupa pustaka, simak, dan catat. Setelah dianalisis, dapat diketahui bahwa dalam puisi karya Aslan Abidin ini memiliki bentuk ketidaklangsungan ekspresi. Dalam penggantian arti dalam puisi ini, peneliti menemukan adanya tiga bentuk kiasan yang digunakan penulis puisi, yaitu personifikasi, metafora, dan antitesis. Jika dilihat dari penyimpangan arti, dari ketiga penyebab adanya penyimpangan arti tersebut, peneliti hanya menemukan dua di antaranya, yaitu ambiguitas dan kontradiksi saja. Dalam puisi ini juga terdapat penciptaan arti, yaitu terdapat rima, enjambemen, dan tipografi. Kata Kunci: Puisi, Semiotika, Riffaterre ABSTRACTThis research was conducted to find out the form of non-continuity of expression which includes replacement of meaning, deviation of meaning, and creation of meaning in the poem entitled "Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya" by Aslan Abidin. In conducting this research, the researcher used descriptive qualitative method. The data object used in this research is one of the poems entitled "Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya". The subject used by researchers is Michael Riffaterre's semiotic theory. The techniques used are library, listening, and recording. After analyzing, it can be seen that this poem by Aslan Abidin has a form of non-continuity of expression. In the replacement of meaning in this poem, researchers found three forms of figures of speech used by the author of the poem, namely personification, metaphor, and antithesis. When viewed from the deviation of meaning, of the three causes of deviation of meaning, the researcher only found two of them, namely ambiguity and contradiction. In this poem there is also a creation of meaning, namely rhyme, enjambment, and typography. Keywords: Poetry, Semiotics, Riffaterr
Analisis Metafor Puisi dalam Kumpulan Sajak Bahaya Laten Malam Pengantin Karya Aslan Abidin (Tinjauan Metafor George Lakoff dan Mark Johnson)
ABSTRAK
Nasirah. 2014. “Analisis Metafor Puisi dalam Kumpulan Sajak Bahaya Laten Malam Pengantin Karya Aslan Abidin (Tinjauan Metafor George Lakoff dan Mark Johnson)”. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, (dibimbing oleh Prof. Dr. Muhammad Rapi Tang, M.S. dan Asia M., S.S., M.Pd.).
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metafor orientasi, metafor personifikasi dan metonimi berdasarkan teori metafor George Lakoff dan Mark Johnson pada kumpulan sajak Bahaya Laten Malam Pengantin karya Aslan Abidin.
Data penelitian ini adalah teks berupa kata-kata, frase, klausa, atau kalimat yang ada dalam kumpulan sajak Bahaya Laten Malam Pengantin karya Aslan Abidin diterbitkan oleh Ininnawa. Makassar pada tahun 2008 (cetakan pertama). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca, mencatat dan mewawancarai. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori metafor George Lakoff dan Mark Johnson.
Hasil penelitian ini berhasil menemukan bahwa dalam kumpulan sajak Bahaya Laten Malam pengantin banyak memiliki metafor orientasi, metafor personifikasi dan metonimi. Metafor orientasi adalah konsep yang tidak membentuk struktur konsep berdasarkan hubungannya dengan konsep lain, dan metafor ini banyak ditemukan khususnya dalam sajak Tragika Dada Rita dan Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi. Metafor personifikasi adalah metafor yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan, metafor ini terdapat dalam sajak Puncak, Agustus 2002 dan Tak Ada Yang Mencintaimu Setulus Kematian. Metonimi adalah fungsi referensial yang memungkinkan kita menggunakan satu entitas mewakili entitas lain, dan metonimi banyak ditemukan dalam sajak Rajah di Antara Kedua Buah dada dan Phallusentris.
Penulis mengharapkan kepada pembaca dapat memahami kritik, gagasan, dan ide Aslan Abidin sebagai penyair melalui sajak-sajak yang ditampilkan pada kumpulan sajak Bahaya Laten Malam Pengantin karya Aslan Abidin. Penulis juga menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar mencari konsep dasar teori metafor secara meluas dan mengembangkannya
Semiotika pada Cerpen Kabut Otak Karya Aslan Abidin
Penelitian ini membahas tentang makna-makna tersembunyi yang ada dalam cerpen Kabut Otak karya Aslan Abidin melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini didasari oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap karya sastra dan pentingnya pemahaman pembaca terhadap makna yang tersirat dalam bahasa sastra yang berbeda dengan bahasa sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotika, khususnya konsep penanda (signifier) dan petanda (signified). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna yang terdapat dalam cerpen Kabut Otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Kabut Otak mengandung berbagai tanda yang merepresentasikan situasi pandemi Covid-19, seperti ketidakadilan, ketakutan, keadaan saat pandemi Covid-19, keterasingan sosial, hingga kondisi fisik penderita
EROTIKA DALAM ANTOLOGI PUISI BAHAYA LATEN MALAM PENGANTIN KARYA ASLAN ABIDIN (KRITIK WACANA MICHEL FOUCAULT)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur puisi pembangun wacana erotis dan mendeskripsikan wujud wacana erotis dalam antologi puisi Bahaya Laten Malam Pengantin karya Aslan Abidin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah antologi puisi Bahaya Laten Malam Pengantin karya Aslan Abidin. Penelitian ini difokuskan pada unsur-unsur puisi pembangun wacana erotis dan wujud wacana erotis yang terdapat dalam antologi puisi tersebut. Teknik yang digunakan dalam penyampelan data subjek antologi puisi adalah teknik penyampelan purposif (purposive sampling). Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantis (semantic validity) dan reliabilitas intrarater. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, unsur-unsur puisi pembangun wacana erotis dalam antologi puisi Bahaya Laten Malam Pengantin meliputi diksi, citraan, bahasa kias, dan sarana retoris. Kedua, wujud wacana erotis dalam antologi tersebut meliputi wacana seksualitas, wacana kekuasaan, wacana sejarah, dan wacana agama. Wacana seksualitas berupa wanita sebagai objek dalam puisi erotis, penggambaran tubuh perempuan dalam puisi erotis, dan pandangan masyarakat terhadap pedagogi seksualitas. Wacana kekuasaan, meliputi kekuasaan aparatur, polisi, guru, dan pamong desa dan kekuasaan relasimeliputi kuasa relasi tubuh dan kuasa relasi nafsu. Wacana sejarah meliputi sejarah besar seperti sejarah tokoh dunia dan sejarah kecil meliputi sejarah wanitakorban PKI, sejarah gempa Yogyakarta, dan sejarah Marsinah, dan wacana agamaberupa penggambaran wacana agama seperti kisah Adam dan Hawa, danpembalikan wacana agama seperti kisah hubungan Habil dan Khabil yangdigambarkan berciuman
Makrokosmos Kehidupan Dalam Faktor Pembangun Cerita Pendek “Kabut Otak” Karya Aslan Abidin Prespektif Psikologi Sastra Erich Fromm
Hasil penelitian ini bertujuan untuk menggali hal mackrokosmos kehidupan antaranya biofilia dan nekrofilia dengan dikaitkan ada faktor pembangun pada suatu cerpen. Munculnya banyak sastrawan yang menghasilkan karya sastra beragam pada jenis-jenisnya, mengakibatkan eksistensi karya sastra menjadi meninggkat pada peminat karya sastra. Jenis karya sastra yang memiliki banyak peminatnya yaitu cerpen atau cerita pendek, alasan pastinya cerpen dapat dinikmati secara praktis karena ceritanya cenderung sedikit dan tidak terlalu banyak bagiannya, sehingga tidak membuat penikmat cerpen bosan dengan ceritanya. Pada penelitian kali ini membahas tentang makrokosmos kehidupan erich fromm yang terdapat dalam cerita pendek “KABUT OTAK” Karya ASLAN ABIDIN yang menceritakan kehidupan semua orang pada masa pandemik. Seperti yang diketahui masa pandemik Covid-19 banyak sekali hal yang terjadi karena perubahan besar yang terjadi oleh aktivitas semua orang didunia. Menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif yang mengumpulkan beberapa sampel penelitian sebagai rujukan hasil dari penelitian
Serum paraoxonase-1 enzyme activities and oxidative stress levels in patients with esophageal squamous cell carcinoma
Objectives: Oxidative stress is well recognized to play a role in the pathogenesis of many diseases, including cancers. Paraoxonase-1 (PON1) is implicated in the elimination of carcinogenic lipid-soluble radicals produced by lipid peroxidation. Reports on PON1 activities in patients with cancer are conflicting. The aim of this study was to investigate serum antioxidant enzyme activities and oxidative stress levels in patients with esophageal squamous cell carcinoma (ESCC)
Ta'wil Terhadap Ayat Al-qur'an Menurut Al-tustari
The article that is written by Umar Abidin discusses al-Tustari's theory of ta'wīl and his interpretation of certain verses, which can be called ta'wīl. According al-Tustari, every word of the Qur'an has four kinds of meaning: zahir (exoteric meaning), batin (essoteric/hidden meaning), hadd (legal meaning) and matla‘ (deepest meaning). An attempt to grasp the hidden and deepest meaning is called ta'wīl . In order to elaborate al-Tustari's ta'wīl, the author of this article also discusses his interpretation of Surat al-Nur: 35. In conclusion, Abidin says that al-Tustari had made a significant contribution to the sufistic interpretation of the Qur'an
Gunawan Tjahjono & Josef Prijotomo: Postcolonial Traditionality
This small booklet contains the inaugural speeches of Gunawan Tjahjono and Josef Prijotomo on their appointments as professors at the University of Indonesiaand Surabaya Institute of Technology, 10 November. The texts provide novel insights into their respective approaches to Indonesian architecture, and appear here for the first time in English. An analytical reflection on their work by the architectural historian Abidin Kusno introduces them.History, Form & Aesthetic
Sabri onurunun kurbanı
Taha Toros Arşivi, Dosya No: 91-Abidin Paşa, Abidin Dino, Dinolar, Dino Ailes
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Information and Communications Technology untuk Meningkatkan Kreatifitas Belajar (Studi Kasus pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMP Islam Al Abidin Surakarta Tahun Pelajaran 2019/2020)
The development of science and advances in ICT technology (information and communication technology) have created new traditions and cultures in human civilization. Along with progress in the field of communication and information technology, many ICT (information and communication technology) schools have been developed. In line with the development of science and technology, technology is advancing in society. In teaching and learning it is necessary to have educational media, because with the educational media students are able to develop their creativity. This research has a problem formulation, namely How to Implement Information and Communication Technology-Based Learning Models to Increase Learning Creativity (Case Study on Islamic Religious Education Subjects in Class VII of Al Abidin Islamic Junior High School, Surakarta, 2019/2020 Academic Year)? with the aim of describing the implementation of a learning model based on information and communication technology to increase learning creativity (a case study on the subject of Islamic religious education in Class VII of SMP Islam Al Abidin Surakarta for the 2019/2020 academic year). The research that the author did was included in field research using qualitative methods, with data in the form of interviews, observations, and documentation that could support research studies at Al Abidin Islamic Junior High School, Surakarta. The results of the study indicate that to implement a learning model based on Information and Communication Technology, the process of implementing Islamic Education learning has been going well. The teacher uses a learning model based on Information and Communication Technology. It is in accordance with the procedure. By using a learning model based on Information and Communication Technology, it can help students to learn independently, find new ideas, learn to solve problems, create learning experiences, and provide satisfaction
- …
