1,721,834 research outputs found

    Aspek Sosiologis dalam Novel "Kugapai Cintamu" Karya Ashadi Siregar

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel "Kugapai Cintamu" karya Ashadi Siregar membicarakan aspek sosiologis yaitu struktur sosial, proses sosial, perubahan sosial, problem sosial. Kesimpulan yang diperoleh menjelaskan bahwa : (1) struktur sosial dalam novel "Kugapai Cintamu" karya Ashadi Siregar banyak menampilkan pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan unsur-unsur sosial; (2) proses sosial dalam novel "Kugapai Cintamu" karya Ashadi Siregar cenderung menampilkan suatu konflik dalam masyarakat ; (3) perubahan sosial dalam novel "Kugapai Cintamu" karya Ashadi Siregar, dan (4) problem sosial dalam novel "Kugapai Cintamu" karya Ashadi

    Analisis Unsur Budaya pada Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “Analisis Unsur Budaya Pada Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar”. Rumusan Masalah yang terdapat pada skripsi ini adalah (1) Bagaimana deskripsi tokoh dan latar terkait unsur budaya pada novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar? (2) Bagaimanakah analisis unsur budaya pada novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar? Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui tokoh dan latar terkait unsur budaya pada novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. (2) Menganalisis unsur budaya pada novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dengan data berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar yang mengandung muatan antropologi sastra. Teknik penelitian ini ada tiga tahap yaitu (1) Membaca secara intensif novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. (2) Mengumpulkan dan mencatat data yang memiliki unsur-unsur budaya terdapat dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar baik dari tokoh dan latar. (3) Mengklasifikasikan data berdasarkan rumusan masalah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompleksitas hasil budaya novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dapat dilihat dari deskripsi tokoh dan latar yang terkait dengan unsur budaya. Selanjutnya kompleksitas hasil budaya novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dapat dibagi dalam beberapa jenis, yakni kompleksitas hasil budaya berbentuk (1) Bahasa atau sistem perlambangan manusia, (2) Sistem Pengetahuan, (3) Organisasi Sosial, (4) Teknologi, (5) Alat Produksi Mata Pencarian, (6) Religi, (7) Kesenian

    Audiobooks for Assisting EFL Students in Reading Independently

    Full text link
    Scholars and practitioners have done much research in developing EFL students' reading skill so that they can recall the main points of a text, answer literal and/or inferential questions, and even complete the actual reading of the text. Yet, those mainly have to involve the presence of a teacher or tutor for monitoring whereas students should be trained to be independent in reading. By reviewing related literature, this article is suggesting to use ‘Audiobook' to assist EFL students in reading independently. This article describes how the teaching of reading for EFL students, and how audiobooks can contribute to it. This all finally come with a conclusion that audiobook definitely can assist EFL in students in reading independently that later will supportively develop their reading skill and language competence besides their listening skill itself

    Aspek kekuasaan tokoh dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar

    Full text link
    Penelitian membahas aspek kekuasaan dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Adapun tujuan penelitian ini untuk; mendeskripsikan aspek dan mendeskripsikan penyebab terjadinya kekuasaan yang terjadi dalam Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Aspek kekusaan yang terdapat dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dapat dilihat dari sumber kekuasaan. Pertama, sumber kekuasaan kekayaan. Adanya kekuasaan yang dimiliki oleh orang yang memiliki harta benda, pendidikan, dan derajat. Kedua, sumber status. Kekuasaan dilakukan oleh orang yang memiliki status tertentu dan dapat mempengaruhi pihak lain untuk memaksa melakukan  kehendak sesuai yang diinginkan. Ketiga, sumber wewenang legal. Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang berdasarkan peraturan-peraturan formal (hukum). Keempat, sumber kepercayan. Sumber kepercayaan (tradisional) adalah kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan pada tradisi, kesucian, atau dasar adat istiadat masyarakat. Kelima, sumber kharisma (wibawa) yaitu, kekuasaan seseorang dapat didasarkan atas pemilikan beberapa sifat pribadi, seperti kecerdasan, atau kharisma dengan sikap pribadi yang melekat pada seseorang tersebut untuk memerintah

    Analisis Sosiologi Sastra Novel Sunyi Nirmala Karya Ashadi Siregar dan Hubungannya dengan Pembelajaran Di SMA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan dan mendeskripsikan masalah sosial yang terdapat dalam novel Sunyi Nirmala Karya Ashadi Siregar, (2) mengetahui hubungan analisis sastra dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari novel Sunyi Nirmala Karya Ashadi Siregar. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini bukan berupa angka, tetapi berupa kata-kata dalam bentuk kutipan-kutipan. Hasil dalam penelitian ini adalah ditemukan berbagai masalah sosial yang ada dalam novel Sunyi Nirmala Karya Ashadi Siregar antara lain masalah kemiskinan, masalah kejahatan, masalah disorganisasi keluarga, masalah lingkungan hidup, dan masalah kekerasan. Selain berbagai masalah sosial, pada penelitian ini juga ditemukan hubungan hasil penelitian dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA pada kurikulum 2013

    Pertahanan Diri Tokoh Ashadi dan Katya dalam Novel Sentimental Reasons Karya Cecillia Wangsadinata Pada Aplikasi Wattpad

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengangkat novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya saat menghadapi konflik dan kecemasan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan melibatkan analisis teks yang dikaji menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) kemunculan konflik internal yang melibatkan antara id, ego, dan superego sedangkan konflik eksternal melibatkan pertengkaran yang di alami tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, Karina, dan lingkungan sekitarnya, (2) kemunculan kecemasan yang meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral, dan (3) kemunculan pertahanan diri tokoh Ashadi dan Katya dalam novel Sentimental Reasons. Kata kunci: konflik, kecemasan, pertahanan diri     ABSTRACT This study raised the novel Sentimental Reasons Wangsadinata Cecilia works as objects of research. Using the study of psychoanalysis Sigmund Freud, this research analyzes the self-defense done by Katya in the face of conflict and anxiety.   This research was qualitative research with classified involves analysis of the text is examined using the approaches of psychoanalysis Sigmund Freud. Specifically, the results of this research indicate two things, namely (1) the emergence of internal conflicts involving between id, ego, and superego while external conflict involves the contention that in the natural character of Katya with Ashadi, Alle, Karina, and the surrounding environment, (2) the emergence of neurotic anxiety include anxiety, anxiety, anxiety and moral reality, and (3) the emergence of the self defense figures Ashadi and Katya in the novel Sentimental Reasons. Keywords: conflict, anxiety, self defens

    KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR(TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)

    Full text link
    ABSTRAK Yoga Prawita Ningsih S “KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)” SKRIPSI, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, 2019. Pembimbing 1. Dra. Hj. Armini Arbain, M.Hum. dan Pembimbing 2. Ronidin, S.S. M.A. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan sosial yang ditemukan dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Permasalahan sosial yang diangkat berlatar dari kehidupan masyarakat Sumatra (Khususnya masyarakat Batak, Sumatra Utara) pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1950-an. Banyaknya masalah sosial menimbulkan peluang yang besar terjadinya konflik sosial dalam novel tersebut. Penelitian ini membahas apa saja konflik sosial yang terdapat dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar, serta apa saja konflik sosial dalam novel yang merepresentasikan fakta kehidupan sosial saat itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan konflik sosial yang terdapat dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dan menjelaskan apa saja konflik sosial dalam novel yang merepresentasikan kenyataan sosial saat itu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam penganalisisan ini ialah teori mimesis bahwa sastra adalah cerminan dari masyarakat. Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada konflik sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dan penyajian hasil analisis berbentuk teks ilmiah skripsi. Penelitian ini menghasilkan sejumlah konflik sosial seperti, 1) Konflik Antar Individu (Perseteruan akibat perselingkuhan dan Penelantaran anak). 2) Konflik Destruktif (Pemerkosaan serta kekerasan verbal dan fisik terhadap perempuan). 3) Konflik Vertikal (Perang Militer Antara Tentara PRRI dan Pemerintah Pusat tahun 1958 di Tapanuli). Konflik sosial yang merepresentasikan realita adalah konflik vertikal yang terjadi antara tentara PRRI dan Pemerintah Pusat. Kata Kunci: Novel Menolak Ayah, Sosiologi Sastra, Konflik Sosial, PRRI

    BUDAYA LOKAL MASYARAKAT BATAK DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA CLYDE KLUCKHOHN)

    Full text link
    Abstrak Budaya lokal masyarakat Batak menarik untuk diteliti karena masih terjaganya adat-istiadat di daerah tersebut. Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dipilih sebagai sumber data karena merepresentasikan budaya lokal masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra konsep unsur kebudayaan Clyde Kluckhohn. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unsur kebudayaan dan nilai budaya masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan mimetik, sumber data yaitu novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar, data berupa kalimat, paragraf, kutipan dan tuturan tokoh yang memuat unsur kebudayaan masyarakat batak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian meliputi unsur kebudayaan masyarakat Batak yang memuat tujuh unsur kebudayaan: (a) bahasa, terdiri atas penggunaan bahasa Batak dalam kehidupan sehari-hari, bentuk komunikasi khas masyarakat Batak, perbedaan logat masyarakat Batak, (b) sistem pengetahuan, terdiri atas pengetahuan mengenai jenis flora dan fauna, fenomena alam, dan pengobatan, (c) organisasi sosial, tersiri atas kekerabatan, marga, dan perkawinan, (d) sistem peralatan hidup dan teknologi, terdiri atas alat-alat produksi, wadah, senjata, makanan, dan rumah, (e) sistem mata pencaharian hidup, terdiri atas berburu, berladang, dan mencari ikan, (f) sitem religi, terdiri atas kepercayaan, upacara keagamaan, ilmu gaib, jiwa dan roh, (g) kesenian, terdiri atas seni rupa dan seni musik, (2) nilai budaya yang terdapat dalam unsur kebudayaan masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar yang memuat lima nilai budaya yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan alam, (c) hubungan manusia dengan masyarakat, (d) hubungan manusia dengan orang lain, (e) hubungan manusia dengan diri sendiri. Kata Kunci: budaya lokal, unsur kebudayaan, nilai budaya, masyarakat Batak. Abstract The local culture of the Batak people is interesting to study because there are still preserved customs in the area. The novel Rejecting Father by Ashadi Siregar was chosen as a source of data because it represented the local culture of the Batak people. This study uses the study of the literary anthropology of the cultural elements of Clyde Kluckhohn. The purpose of this research is to describe the cultural elements and cultural values ​​of the Batak people in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar. This research is a qualitative research with a mimetic approach, the source of data is the novel Menolak Ayah by Ashadi Siregar, data in the form of sentences, paragraphs, quotations and utterances that contain elements of Batak society culture. Data collection techniques using library techniques. Data analysis techniques using content analysis techniques (content analysis). The results of the study include elements of the culture of the Batak community which contains seven elements of culture: (a) language, consisting of the use of Batak language in daily life, forms of communication typical of the Batak community, differences in the Batak dialect, (b) knowledge system, consisting of knowledge of types of flora and fauna, natural phenomena, and treatment, (c) social organization, consisting of kinship, clan, and marriage, (d) living equipment and technology systems, consisting of means of production, containers, weapons, food, and housing , (e) the livelihood system of life, consisting of hunting, farming and fishing, (f) religious systems, consisting of beliefs, religious ceremonies, occult sciences, souls and spirits, (g) arts, consisting of fine arts and arts music, (2) cultural values ​​contained in the elements of Batak culture in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar which contains five cultural values, namely: (a) human relationship with God, (b) human relationship with nature, (c) human relations with society, (d) human relations with others, (e) human relations with oneself. Keywords: Local culture, cultural elements, cultural values, Batak societ

    Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Kugapai Cintamu Karya Ashadi Siregar

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana analisis satuan isi cerita yang ditunjukkan pada sekuen. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis, dengan mendeskripsikan fakta-fakta cerita dalam novel kemudian dilanjutkan dengan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme yang berfokus pada satuan isi cerita (sekuen) yang menghasilkan hubungan logis dan kronologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar terdapat hubungan kronologis yang terdiri dari 296 sekuen yang berada pada saat penceritaan, 17 sekuen terdapat pada sorot balik tahap pertama (169.1-169.2, 197.1-197.2, 205.1, 212.1-212.3, 222.1-222.2, 262.1-262.3, dan 263.1-263.3), serta adanya 20 sekuen deskripsi (3.1-3.2, 5.1-5.2, 24.1-24.2, 39.1, 57.1-57.2, 84.1-84.2, 134.1-134.3, 209.1-209.2, dan 242.1-242.4). Jadi secara keseluruhan berjumlah 333 sekuen. Adapun hubungan logis novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar mempunyai 42 fungsi utama. Fungsi utama tersebut membentuk kerangka cerita yang di dalamnya memiliki 8 komponen warna yang berbeda. Setiap fungsi dan komponen warna tersebut saling berkaitan satu sama lain. Hubungan logis ditampilkan menggunakan tanda panah yang menghasilkan hubungan sebab-akibat serta membentuk alur yang digambarkan melalui diagram pohon

    Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar: Transformasi dari Novel Ke Film (Analisis Ekranisasi)

    Full text link
    Skripsi ini berjudul Cintaku di Kampus Biru Karya Ashadi Siregar: Transformasi dari novel ke film (Analisis Ekranisasi); yang meneliti tentang perubahan bentuk dari sebuah novel ke bentuk film. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh, dan latar, baik dalam bentuk kategorisasi aspek penciutan, penambahan, maupun perubahan bervariasi dalam ekranisasi novel ke bentuk film Cintaku di Kampus Biru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah novel Cintaku di Kampus Biru karya Ashadi Siregar dan film Cintaku di Kampus Biru yang disutradarai Ami Prijono. Fokus penelitian berupa proses ekranisasi alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dengan teknik membaca, teknik menonton, dan teknik mencatat. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 127 data novel, terjadi 61 penciutan, 61 penambahan, dan 27 perubahan bervariasi sebagai hasil proses ekranisasi dari transformasi novel ke filmnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses transformasi dari novel ke dalam film terjadi karena adanya perubahan bentuk dari bentuk verbal menjadi bentuk gambar bergerak yang berdampak pada perubahan aspek-aspek novelnya. Untuk membuat cerita yang berkesinambungan dan tidak rancu karena adanya penciutan, diperlukan adanya penambahan pada proses ekranisasi. Hasil-hasil dari proses ekranisasi antara lain berupa penghilangan tokoh, perubahan alur, dan perbedaan latar. Dengan demikian, kecenderungan mengadaptasi novel ke dalam sinema mengalami peningkatan intensitas. Namun kecenderungan membuat film yang berdasarkan novel tersebut hanya berdasar pada permintaan pasar semata sehingga tidak memperhatikan kualitas
    corecore