118 research outputs found
Peran dakwah Ustadz Asep Setiadi dalam membekali jamaah membentuk karakter anak : Studi kasus perilaku anak di lingkungan Masjid Qurrota A’yun
Ustadz Asep mengadakan kajian yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan mereka. Kajian ini tidak hanya membahas masalah keagamaan, tetapi juga masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak sehari-hari. Dengan gaya penyampaian yang akrab dan bahasa yang mudah dimengerti, beliau berhasil menarik perhatian para jamaah di lingkungannya untuk aktif mengikuti kajian dan membekali pengetahuan untuk membentuk karakter anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk dakwah yang dilakukan sehingga tercipta perubahan perilaku anak di Lingkungan Masjid Qurrota A’yun (2) faktor pendukung dan penghambat dalam peran dakwah pada perubahan perilaku anak di Lingkungan Masjid Qurrota A’yun (3) solusi menyelesaikan hambatan dalam perubahan perilaku anak yang dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga. Berdasarkan tujuan tersebut, maka teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik serta Teori proses dan tahapan dakwah. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang menghasilkan temuan dari pengalaman subjek penelitian. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk perubahan perilaku anak, hal ini karena anak menjadi instrument utama untuk menggambakan realitas simbolik menjadi deskriptif. Hasil pembahasan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan dakwah yang fleksibel, interaktif, dan disesuaikan dengan usia jamaah berhasil menciptakan perubahan perilaku positif, terutama di kalangan anak-anak. Ustaz Asep menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode dakwah terhadap preferensi jamaah yang beragam, terutama anak-anak dengan selera pengajian yang berbeda-beda. Ustaz Asep Setiadi menggunakan beberapa solusi untuk mengatasi hambatan dalam perubahan perilaku anak, terutama yang dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga Penyesuaian metode dakwah ini meliputi doktrin sederhana untuk anak-anak, pendekatan dialogis untuk remaja, serta monolog ilmiah untuk orang dewasa. Hasilnya, anak-anak menjadi lebih tertarik dan disiplin dalam mengikuti kegiatan keagamaan, sementara remaja dan orang dewasa mampu menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILL THROUGH THE GENRE-BASED APPROACH IN GRADE XI/S3 OF SMAN 1 PLERET
This research was aimed at improving the students’ writing skills through the genre-based approach in grade XI/S3 of SMAN 1 Pleret in the academic year of 2012/2013.
The study was action research that consisted of two cycles and was done in collaboration with the English teacher, the students and researcher’s colleague as colaborators. The research was carried out in May 2013. The subjects of the study were class XI/S3 students of SMAN 1 Pleret Bantul in the academic year of 2012/2013. The data were collected through observation, interviews, and test on the students’ performance using instruments of interview guideline, observation sheet and writing rubric. The data from the observation and interviews were analyzed qualitatively and the students’ test scores were analyzed using descriptive statistics. The validity used were democratic validity, outcome validity, process validity, catalytic validity and dialogic validity. The reliability used were time triangulation and investigator triangulation. The steps of the research were reconnaissance, planning, action and observation, and reflection.
The results of the research demonstrate that the implementation of the genre-based approach was able to improve students’ writing skills. Students’ problems in writing can be diminished by implementing the stages in the genre-based approach. The building knowledge of the field and the modeling and deconstructing of the text stages improved the students’ vocabulary and knowledge on the topic and context of the text, and their knowledge and ability on the text type including the text structure and language features. The joint construction and the independent construction of the text stages improved the students’ ability in exploring ideas and developing them into a good text. Scores of the students’ performance also indicate improvement in the students’ writing skill. The students’ mean scores gradually increased from 55.53 in the pre-conditional test to 58.68 in Cycle I and to 61.53 in Cycle II
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPETENSI APARATUR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat pengaruh kepemimpinan dan kompetensi aparatur terhadap kualitas pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: Kepemimpinan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh sedang terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik kepemimpinan maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar; Kompetensi aparatur berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Kompetensi aparatur berpengaruh sedang terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik Kompetensi aparatur maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar; Kepemimpinan dan kompetensi aparatur berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan dan kompetensi aparatur berpengaruh sangat baik terhadap kualitas pelayanan public. Semakin baik Kepemimpinan dan kompetensi aparatur maka akan semakin baik kualitas pelayanan publik pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar
Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)
Penelitian ini berjudul “Analisis Kontrastif Klausa Verbal Pasif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Tinjauan Sintaksis)”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif, data penelitian ini berupa klausa yang mengandung verba pasif baik dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik sadap dan tenik catat. Penelitian ini menggunakan metode struktural dan agih sebagai metode analisis data.
Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Persamaan konstruksi klausa verbaa pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (16 data) dan (20 data). Kemudian, perbedaan konstruksi klausa verba pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, klausa (14 data) yang diperbandingkan dengan terjemahan bahasanya.
Bentuk persamaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dengan pembagian prefiks di- dengan di-, konfiks di-kan (BI) dengan di-keun (BS), konfiks di-i (BI) dengan di-an (BS) dan bentuk pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks ter- (BI) dengan ti- (BS), prefiks ter- (BI) dengan ka- (BS), dan konfiks ter-i (BI) dengan ka-an (BS). Bentuk perbedaan konstruksi klausa verbal pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dapat terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk pasif kanonis dan pasif bentuk lainnya dengan pembagian prefiks di- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an dan di-+-keun (BS), prefiks diper- (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), prefiks di- (BI) sepadan dengan konfiks di-+-i (BS), prefiks ter- (BI) sepadan dengan konfiks ka-+-i (BS), kombinasi afiks dikan (BI) sepadan dengan prefiks di- (BS), kombinasi afiks ter-i (BI) sepadan dengan prefiks ka- (BS), kombinasi afiks di-i (BI) sepadan dengan kombinasi afiks di-+-an (BS), kombinasi afiks dengan pola berbeda diper-kan (BI) dengan di-+-keun (BS), dan prefiks ter- (BI) sepadan dengan sufiks –eun (BS)
STUDI PEMAHAMAN DAN PENERAPAN CONSTRUCTABILITY OLEH KONTRAKTOR
Perkembangan industri konstruksi semakin menunjukkan prestasi,
walaupun kondisi perekonomian tidak menentu. Seperti terlihat banyak gedunggedung
maupun perumahan tumbuh pesat seakan kebutuhan akan hal itu tidak
akan habis. Untuk dapat mewujudkan bangunan fungsional yang sesuai keinginan
dan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, maka diperlukan
perencanaan yang baik serta pemilihan terhadap pihak-pihak yang akan
melaksanakannya.
Constructability sebagai program pengelolaan proyek konstruksi masih
belum populer di Indonesia, padalah program ini telah mendapat pengakuan
sebagai aspek unik yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi.
Constructability didefinisikan sebagai pemanfaatan secara optimum pengetahuan
dan pengalaman konstruksi pada proses perencanaan, perancangan, pengadaan
dan pelaksanaan konstruksi untuk mencapai tujuan proyek. Constructability
sebagai program pengelolaan proyek konstruksi masih belum populer di
Indonesia, padahal program ini telah mendapat pengakuan sebagai aspek unik
yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner ke
perusahaan-perusahaan kontraktor di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, yang
seluruhnya berjumlah 30 responden. Hasil jawaban responden diolah dengan
metode analisis deskriptif yaitu mencari nilai mean dan metode persentase.
Penelitian ini dilakukan pada lima belas kontraktor golongan menengah ke
atas di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta dengan menilai pemahaman dan
penerapan constructability melalui empat komponen pemahaman dan empat
komponen penerapan. Komponen pemaahaman terdiri atas: (1) definisi, (2)
manfaat, (3) konsep dan perkembangan constructability, serta (4) hubungan
constructability dengan value engineering dan total quality management.
Sementara itu, komponen penerapan terdiri atas: (1) aturan perusahaan, (2)
personil, (3) implementasi, dan (4) dokumentasi yang dipadukan dengan dua belas
prinsip-prinsip constructability.
Hasil penelitian menunjukkan interpretasi nilai rata-rata pemahaman
constructability 73,98% atau "pemahaman kuat", sedangkan penerapan
constructability berada pada angka 74,65% atau "penerapan kuat". Komponen
pemahaman yang paling kuat adalah "manfaat", sedangkan komponen penerapan
yang paling kuat adalah "dokumentasi"
TRANSFORMASI KESENIAN BELUK DI KAMPUNG ADAT CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG DARI RITUAL MENJADI PERTUNJUKAN TAHUN 1940-2021
Skripsi ini yang berjudul “Transformasi Kesenian Beluk Di Kampung Adat Cikondang Kabupaten Bandung Dari Ritual Menjadi Pertunjukan Tahun 1940-2021”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penulis ingin memahami transformasi fungsi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri sejarah kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi kesenian beluk, Proses terjadinya kesenian beluk dan respon dari seniman beluk dan masyarakat Cikondang terhadap transformasi kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung. Metode penelitian menggunakan metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah penelitian seperti heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini ialah Pertama, Kesenian beluk Cikondang mulai berkembang pada tahun 1940-an dengan berdirinya kelompok kesenian beluk Mitra Saluyu, pada tahun 1980-an kesenian beluk Cikondang hampir punah, kesenian beluk Cikondang aktif kembali ditandai berdirinya kelompok kesenian beluk Wargi Saluyu pada tahun 1940. Kedua, Transformasi kesenian beluk Cikondang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal, faktor eksternal merupakan faktor dari luar seniman kesenian beluk dan faktor internal merupakan faktor dari dalam seniman kesenian beluk yang mendorong melakukan transformasi sebagai upaya strategi pelestarian kesenian beluk Cikondang. Ketiga, proses transformasi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang, fungsi awalnya sebagai ritual menjadi pertunjukan ditandai dengan kesenian beluk Cikondang yang tampil di acara Wisuda Universitas Padjadjaran tahun 1940 dan setelah tampil di acara-acara pertunjukan lainnya. Keempat, transformasi fungsi kesenian beluk Cikondang ini direspon dengan baik oleh seniman beluk Cikondang dan masyarakat Cikondang.
Kata Kunci: Kesenian Beluk Cikondang, Kampung Adat Cikondang, Transformasi
ABSTRACT
This thesis is entitled "The Transformation of Beluk Art in Indigenous Village Cikondang Bandung Regency from Ritual to Performance 1940-2021". This research was motivated by the author wanting to understand the transformation of the function of beluk art in Cikondang Traditional Village. The purpose of this study is to trace the history of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency, analyze the factors that caused the transformation of beluk art, the process of beluk art and the response of beluk artists and the Cikondang community to the transformation of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency. The research method uses the historical method by using research steps such as heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study are First, Cikondang beluk art began to develop in the 1940s with the establishment of the Mitra Saluyu beluk art group, in the 1980s the art of Cikondang beluk was almost extinct, the Cikondang beluk art was active again marked by the establishment of the Wargi Saluyu beluk art group in 1940. Second, the transformation of the art of beluk Cikondang is influenced by two factors, namely external factors and internal factors, external factors are factors from outside the beluk art artist and internal factors are factors from within the beluk art artist that encourage transformation as an effort to preserve the art of beluk Cikondang. Third, the transformation process of beluk art in Cikondang Traditional Village, its initial function as a ritual into a performance was marked by the Cikondang beluk art which performed at the Padjadjaran University Graduation ceremony in 1940 and after performing at other performance events. Fourth, the transformation of the Cikondang beluk art function was responded well by the Cikondang beluk artists and the Cikondang community.
Keywords: Beluk Cikondang Art, Cikondang Traditional Village, Transformatio
PENGARUH SISTEM ANGGARAN TERHADAP KINERJA AWAK KAPAL DI PT. DIAN BAHARI SEJATI
Ahmad Zaki Very Setiadi, 51145493 K, 2018 "Influence Of Budget System
About Performance Of Crew Ship In PT.Dian Bahari South
Jakarta " Diploma IV Program, study program of Port and
Shiping, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Supervisor I:
Nita Styaningsih, S .Pd, M. Hum, mentor II: Capt. Firdaus Sitepu
S.ST, M.Si.
The operation of the ship is quite dense requires the procurement and
regular maintenance so that ship operations are not hampered and problematic.
The obligation of the company as the owner of the vessel shall provide spare parts
and ship equipment that support the maintenance of the vessel. The Company
forms part of its organizational structure responsible for the maintenance of all
shipments, namely purchasing logistics
In this study the authors explain the role of purchasing logistics in
supporting the operational activities of PT.Dian Bahari Sejati south Jakarta and
the constraints faced and the efforts made by purchasing logistics in the provision
of spare parts and ship equipment. The method used in the writing of this thesis is
descriptive qualitative method. The data collected by the authors are sourced
from people who are related to the problem of purchasing logistics and data
results of author observation.
The results of research conducted during the implementation of the author
Land Practices in PT. Dian Bahari Sejati South Jakarta, purchasing logistics acts
as a provider of spare parts and ship equipment to carry out ship maintenance in
order to ship operations smoothly. Constraints faced by purchasing logistics in
support of operasiaonal activities such as company policies that do not make
goods, approval of supervisors who are too long distant supplier location,
payment to vendors.
Keywords: purchasing logistics, budgetin
The effects of competition on market segment selection
In this research, we investigate the dynamics of firms' segment selection, in which segments a firm decides to enter and compete, and in which segments a firm decides to exit, from a competitive perspective. Specifically, we examine how firms make segment selection by simultaneously considering seemingly contradictory effects: the segment competitive condition predicts that firms avoid competition and imitation effects that influence firms to imitate each other and to cluster together. To investigate this, we observed positional moves of firms operating in the U.S. automobile industry between 1950 and 1993 (annual panel data) with around 11,000 items of complete observations with an unbalanced time series cross sectional panel. The data recorded 723 segment entries and 627 segment exits. A discrete time event history analysis with time-varying independent variables was employed to estimate the effects of the independent variables on the probability of a company conducting segment entry or exit in a specific segment. The results suggest that although firms tend to avoid their competitors, the fear of losing market opportunity makes firms follow and imitate each other, and thus mitigate their effort to reduce the competition.Ph.D.Includes bibliographical referencesby Setiadi Uma
UPAYA MENEKAN PENYUSUTAN MUATAN BAHAN BAKAR MINYAK DI KAPAL MT. BUMI INDONESIA
ABSTRACT
Nanda Setiadi Darmawan . 49124393 N “Upaya Menekan Penyusuatan Muatan Bahan Bakar Minyak di Kapal MT. Bumi Indonesia”, Mini Thesis, Merchant Marine Polytechnic Semarang
Losess is a problem that always arises in the process of loading, unloading and transporting. With these efforts should be made and constraints faced to suppress the depreciation charge. This is because the implementation and supervision of loading and unloading unfavorable, inaccuracy in the measurement and calculation as well as measuring tools used not standard
The theoretical basis that the author used in writing this essay describes the efforts to suppress the depreciation charge of fuel oil at the port of loading and unloading as well as to identify and overcome in MT. Bumi Indonesia This thesis also describes the terms of shrinkage, measurement, measurement systems, the intent and purpose of measurement, calculation of the ship, the calculation of the amount of oil that has been published, as well as the procedures for calculation of oil onboard.
The method used writer is a descriptive qualitative research method, so that the author tried to explain the results of all the studies and research on an object obtained.
From the results of the study authors found shrinkage can not be minimized because they have not implemented procedures for implementing and monitoring the activities of dismantling and loading, as well as less rigorous in measuring and calculating the amount of the charge and not standard measuring tool used so that shrinkage occurs frequently. In order to suppress the depreciation charge of the implementation of the loading and unloading procedures performed well and improve supervision of loading and unloading. Efforts to overcome the obstacles encountered in efforts to suppress the shrinkage is more rigorous in measuring and calculating the amount of the charge, and should be standard measurement tools used during the measurement of the charge.
The conclusions of this thesis is the contraction still occurs in MT. Bumi Indonesia due to the implementation of the dismantling and loading are not implemented properly and the lack of supervision at the time of loading and unloading, as well as the constraints faced was less thorough in measuring and calculation. Suggestions author, with good implementation and monitoring and to overcome the obstacles encountered to be more careful in the measurement and calculation and measurement tools are standard
- …
