190 research outputs found
PERGESERAN MAKNA TRADISI HAJAT BUMI KRAMAT GANCENG DI PONDOK RANGGON, KECAMATAN CIPAYUNG, JAKARTA TIMUR
ABSTRAK
Dwi Putri Aprilia, PERGESERAN MAKNA TRADISI HAJAT BUMI KRAMAT GANCENG PADA MASYARAKAT PONDOK RANGGON, KECAMATAN CIPAYUNG, JAKARTA TIMUR). Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran makna tradisi Hajat Bumi Kramat Ganceng di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Hajat Bumi ini melekat pada masyarakat agraris di wilayah pedasaan Jawa. Uniknya, budaya tersebut tampil pada masyarakat kota Jakarta yang khas dengan masyarakat industry dengan budaya modern, rasionalistis, individualis, dan matrealistis. Penelitian ini penting dilakukan guna menggali budaya lokal yang dimiliki masyarakat Jakarta dalam rangka mengetahui pergeseran yang terjadi didalamnya, walaupun terjadi pergeseran namun tradisi tersebut masih bisa bertahan sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Pondok Ranggon yang terdiri dari Ahliwaris budaya dan keluarganya, tokoh masyarakat, panitia acara, dan karang taruna. Lokasi penelitian di Pondok Ranggon. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) Makna Tradisi Hajat Bumi Kramat ganceng atau selamatan kampug saat ini bukan hanya sebagai ucapan rasa syukur terhadap hasil bumi yang diperoleh melainkan sebatas hiburan semata yang bisa membuat masyarakat gembira akan adanya tradisi tersebut dan tidak sedikit masyarakat yang tidak tau apa makna dari tradisi tersebut (2) Pergeseran makna Tradisi Hajat Bumi Kramat ganceng dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal pergeseran makna yang pertama disebabkan oleh bertambah atau berkurangnya penduduk, munculnya ide-ide baru dari masyarakat, perbedaan cara pandang. Faktor eksternalnya yang pertama adalah perubahan lingkungan fisik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Faktor yang menyebabkan orang masih melakukan tradisi yaitu untuk melestarikan budaya leluhur yaitu, untuk melestarikan budaya leluhur, menjalin silaturahmi agar tetap terjaga, dan mempererat solidariras masyarakat Pondok Ranggon.
Kata Kunci: pergeseran makna, Tradisi Hajat Bumi Kramat Ganceng.
ABSTRACT
Dwi Putri Aprilia, A SHIFT IN THE MEANING OF THE HAJAT BUMI KRAMAT GANCENG TRADISION IN THE PONDOK RANGGON COMMUNITY, CIPAYUNG DISTRICTS, EAST JAKARTA). Thesis, Social Science Education Study Program, Faculty Of Social Sciences, Jakarta State University, 2021.
This study aims to describe the shift in the meaning of the traditional Hajat Bumi Kramat Ganceng in Pondok Ranggon, East Jakarta. Hajat Bumi is attached to the agrarian society in the rural areas of Java. Uniquely, this culture appears in a typical Jakarta city society with an industrial society with modern, rationalistic, individualistic, and materialistic cultures. This research is important to do in order to explore the local culture owned by the people of Jakarta in order to find out the shifts that occur in it even though there is a shift, but these traditions masıh can last until now. This study used a qualitative approach with a case study method. The subjects of this study were the Pondok Ranggon community consisting of cultural experts and their families, community leaders, event committee, and youth organizations. Research location in Pondok Ranggon. Data collection techniques use primary data and secondary data. The results of this study conclude (1) The meaning of the Hajat Bumi Kramat Ganceng tradition or village salvation today is not only a thanksgiving for the produce obtained but merely entertainment that can make people happy with the tradition. and not a few people do not know what the meaning of this tradition is (2) The shift in the meaning of the Hajat Bumi Kramat Tradition ganceng is influenced by internal and external factors. The first internal factor of meaning shift is caused by increasing or decreasing population. the emergence of new ideas from society, different perspectives. The first external factors are changes in the physical environment, the development of science and technology. (3) The factors that cause people to still practice the yvaitu tradition to preserve their ancestral culture, namely, to preserve their ancestral culture, to maintain friendship to keep it awake, and to strengthen the solidarity of the Pondok Ranggon community.
Keywords: the shift in meaning, the tradision of Hajat Bumi Kramat Ganceng
Implementasi Metode Tasmi' Bagi Santriwati Penghafal Al-Qur'an Guna Meningkatkan Kualitas Hafalan (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyah Durisawo Ponorogo)
ABSTRAK
Dwi, Nanda Aprilia, 2023. Implementasi Metode Tasmī’ Bagi Santriwati Penghafal Al-Qur’an Guna Meningkatkan Kualitas Hafalan (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyah Durisawo Ponorogo). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Intitut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Faiq Ainurrofiq, M.A
Kata kunci: Implementasi, Metode Tasmī’, Kualitas Hafalan Al-Qur’an
Tahapan yang paling penting bagi seseorang dalam menghafalkan Al-Qur’an adalah proses yang ditempuh untuk menjaga hafalan tersebut agar tertancap dalam hati dan pikiran sang penghafal. Proses menghafal Al-Qur’an sendiri merupakan aktivitas dengan membutuhkan pikiran yang fokus, dan yang paling utama adalah strategi atau metode yang tepat untuk meningkatkan kualitas hafalan seseorang. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menguatkan atau menjaga hafalan Al-Qur’an diantaranya yaitu dengan murajaah, talaqi, tasmī’ ataupun mengikuti musabaqoh. Metode tasmī’ merupakan metode yang efektif untuk menjaga kualitas hafalan seseorang. Di mana metode tasmī’ ini merupakan metode dengan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an kepada orang lain sebagai penyimak.
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan tujuan implementasi metode tasmī’ yang diterapkan. 2) Mendeskripsikan implementasi metode tasmī’ dalam proses pelaksanaan tahfidzul Qur’an. 3) Mendeskripsikan dampak dari implementasi metode tasmī’ bagi para santri. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, interview atau dokumentasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Tujuan implementasi metode tasmī’ di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyah adalah untuk membantu dan memudahkan para santri dalam menjaga hafalan mereka, serta mampu memperbaiki letak kesalahan yang terdapat dalam hafalan Qur’annya. Selain itu juga menjadikan para santri lebih sering muraja’ah hafalan. 2) Implementasi metode tasmī’ di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyah terdiri dari lima program kegiatan, yaitu sema’an Hari Ahad dan Hari Jum’at, tasmī’ uji public, ujian tasmī’ 5 juz, ujian tasmī’ 10 juz sampai dengan 20 juz, dan ujian tasmī’ 30 juz atau yang biasa disebut dengan majelisan 30 juz. 3) Dampak yang diperoleh dengan diterapkannya metode tasmī’ di Pondok Pesantren Al-Munjiyah yaitu santri menjadi termotivasi untuk lebih giat menghafal, menghilangkan rasa gugup saat membaca Al-Qur’an, memelihara hafalan supaya tetap terjaga, melatih para santri agar tidak tergesa-gesa dalam membaca Al-Qur’an, cepat menguasai bacaan Al-Qur’an dengan benar, dan mendorong hilangnya rasa malas. Dengan diterapkannya metode tasmī’ di Pondok Pesantren Putri Al-Munjiyah mampu meningkatkan kualitas hafalan para santri. Terbukti dengan setelah santri mengikuti ujian tasmī’, terdapat peningkatan dalam pengucapan tajwid dan penguasaan makharijul huruf serta kelancaran hafalan mereka
Development of Mathematics Learning Media Based on Discovery Learning Integrated with Inderapura Culture to Improve Mathematical Problem Solving Ability for Junior High School Student of Grade VIII
Based on the preliminary analysis conducted at SMP Negeri 2 Pancung , the students' mathematical problem solving ability was still low. The low ability of students to solve mathematical problems caused by (1) teachers do not use worksheet in the learning process, (2) The learning process that has not facilitated students to construct their own knowledge. Based on this problem, researchers developed mathematical learning media based on discovery learning integrated with Inderapura culture to improve students' mathematical problem solving abilities.This research was a development research conducted with the Plomp development model. This model was carried out in 3 stages. In the first stage was the preliminary research phase and it was needs analysis, curriculum analysis, student analysis and concept analysis. In the second stage was the development or prototype phase which was designed in accordance with the integrated learning discovery model of Inderapura culture. In the third stage was the assessment phase which aimed to see the effectiveness of learning media by conducting large group field tests. The subjects of this study were the eighth grade students of SMPN 2 Pancung Soal. Data collected by documentation, observation, interviews, questionnaires, and tests. Data from observations, questionnaires and tests were analyzed quantitatively and strengthened by the results of the documentation analyzed descriptive qualitative.The results showed that mathematics learning media in the form of lesson plan andworksheet based on discovery learning integrated with Inderapura culture for grade VIII in the second semester of Junior High School were produced by fulfilling valid, practical and effective categories. Validity was tested in terms of content, usage, language and graphics. Applicable in terms of application, time, ease of use and effective in terms of potential impacts on students' mathematical problem solving abilities. The conclusion was mathematics learning mediawas feasible to be used as reference material in mathematics learning, especially materials for constructing flat side spaces in gradeVIII of SMP N 2 Pancung
ANALISIS PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM DALAM JUAL BELI PADA PEDAGANGDI SIMPUR CENTER BANDAR LAMPUNG
Abstract
Trading or buying and selling are some of the business
activities that cause transactions between sellers and buyers for certain
goods. Islam as the perfect religion teaches how to transact correctly,
this principle is known as Islamic business ethics. Although Islam
regulates the ethics of doing business with fellow humans, it is
undeniable that many people who are Muslim often dismiss it.
This research is based on a problem that is related to buying
and selling transactions carried out by traders. Several factors possibly
be the cause of the community not implementing the buying and
selling mechanism. According to Islamic law, the factor indicators in
trading and the principles of Islamic business ethics such as the
principle of tawhid, balance, free will, responsibility, and ihsan.
Therefore, it is important to study further the buying and selling
mechanism carried out by the community. According to this study, the
author aims to analyze the application of Islamic business ethics in
buying and selling to traders at the Simpur Center in Bandar
Lampung, considering that a market is a place for sellers and buyers
who are directly involved in the transaction.
This study using a qualitative research method from the field
research locations, namely descriptive qualitative in nature in purpose
to obtain a complete picture of the study. The data collection
techniques used were observation, interview, and documentation. The
result shows traders and buyers at Simpur Center Bandar Lampung is
not all traders have applied Islamic business ethics in buying and
selling well because there are still some traders who violate business
ethics in transactions, some traders only emphasize high profits,
ignore the quality of the retail, and ignore correct ethics. This is
contrary to the rules of Islamic business ethics according to the
Shari‟a.
Keywords: Islamic Business Ethics, Traders, Buying and Selling
iii
ABSTRAK
Perdagangan atau jual beli merupakan salah satu kegiatan
bisnis yang menyebabkan terjadinya transaksi antara penjual dan
pembeli mengenai suatu barang tertentu. Islam sebagai agama yang
sempurna mengajarkan bagaimana cara bertransaksi yang benar,
aturan tersebut dikenal dengan etika bisnis Islam. Walaupun Islam
mengatur etika berbisnis antar sesama manusia, namun tidak
dipungkiri banyak masyarakat yang notabene beragama islampun
sering mengabaikan.
Penelitian ini di latar belakangi oleh suatu permasalahan yaitu
berkaitan dengan transaksi jual beli yang dilakukan oleh pedagang.
Ada beberapa faktor yang menurut penulis menjadi penyebab
masyarakat tidak melaksanakan mekanisme jual beli sesuai dengan
syariat Islam. Berdasarkan hukum Islam, factor indicator dalam
berdagang dan prinsip-prinsip etika bisnis islam yaitu prinsip
tauhid,keseimbangan, kehendak bebas,tanggung jawab dan ihsan.
Oleh kerenanya penting kiranya untuk mengkaji lebih jauh tentang
mekanisme jual beli yang dilakukan oleh masyarakat. Berkaitan
dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa lebih dalam
mengenai penerapan etika bisnis islam dalam jual beli pada pedagang
di Simpur Center Bandar Lampung, mengingat pasar merupakan
tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung yang
didalamnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif digunakan dengan
cara menggali data yang bersumber dari lokasi penelitian lapangan.
Penelitian ini bersifat deskripstif kualitatif yaitu penelitian yang
bersifat memaparkan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran yang
lengkap tentang sesuatu yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian analisis melalui wawancara, dokumentasi dan
observasi dengan para pedagang dan pembeli di Simpur Center
Bandar Lampung menyatakan bahwa para pedagang belum semua nya
menerapkan etika bisnis islam dalam jual beli karena masih ada
beberapa pedagang yang melanggar etika bisnis dalam bertransaksi,
beberapa pedagang hanya mementingkan profit yang tinggi dan
mengabaikan manfaat dari barang yang dijual serta mengabaikan etika
yang benar. Hal ini bertolak belakang dengan aturan etika bisnis islam
yang sesuai dengan syariat.
Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Pedagang, Jual Bel
Karanantara
Pada kesempatan kali ini penata membuat karya tari berjudul KARANANTARA. Karya ini mendiskripsikan tentang konflik batin yang dirasakan Roro Jonggrang antara cinta dan dendam hingga akhirnya ia menjadi sebuah arca candi yang berujung penyesalan. Berawal dari peperangan dua kerajaan yang mengakibatkan Prabu Boko ayahanda Roro Jonggrang meninggal, lalu Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahnya ingin memperistri Roro Jonggrang. Roro Jonggrang yang saat itu merasa kehilangan seorang ayah dan merasa kerajaannya diambil alih oleh Bandung Bondowoso, namun di sisi lain ia juga mencintai Bandung Bondowoso. Dendam yang dirasakannya lebih kuat daripada rasa cintanya, oleh karena itu kemudian mempunyai cara yang ia pikir dapat menolak lamaran dan merebut kembali kerajaannya dari tangan Bandung Bondowoso. Akan tetapi rencana tersebutlah yang pada akhirnya membuat ia menjadi patung yang saat ini berada di Candi Prambanan. Karya tari ini dipentaskan dengan jumlah enam penari putri merupakan cerminan dari Roro Jonggrang dan dua penari putera sebagai Bandung Bondowoso dan Raja Boko. Karya ini merupakan tipe tari dramatik yang memiliki beberapa adegan. Adegan yang pertama menggambarkan kecantikan Roro Jonggrang dan keagungannya, adegan kedua menggambarkan konflik batin Roro Jonggrang yang bimbang memilih antara dendam atau cintanya. Adegan ketiga yaitu rekadaya Roro Jonggrang yang ingin membalas dendam dan mengambil kembali kerajaannya dengan cara mengelabuhi Bandung Bondowoso yang pada akhirnya membuat dirinya menjadi Arca. Bagian akhir menggambarkan penyesalan Roro Jonggrang, dengan perbuatannya sendiri akhirnya ia menjadi Arca. Lewat karya ini penata ingin menyampaikan pesan bahwa sebuah dendam, kelicikan dan kemurkaan dengan dasar apapun merupakan hal yang nantinya akan merugikan diri sendiri
Proses Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Gay dalam Keluarga di Kota Medan
This study titled Process Self Disclosure of Gay with Family in the City of Medan . This study aims to determine how the process of self-disclosure gays with family and the environment, any obstacles encountered when interacting with his family and the environment, and to investigate the strategy and used with negotiation and accept. The theory is considered relevant by the researchers for this study are: Queer Theory to discuss about of negotiation identity in family. The method used in this study is a case study, in which researchers understand an object as a case and study integrative and comprehensive manner in order to obtained a thorough understanding of the individual and his problems with the aim of the problem can be solved and obtain a good self development . Information and data can be obtained by researchers through observation and in-depth interviews to five informants appropriate for this study. Through this study it was found that the process of self-disclosure or gay to his family’s not easy and requires a long process . Based on this study also found that the greatest obstacle gays encountered when communicating with family and the environment and also get rejected from the environment.. Their feelings of fear, ostracized and shunned.Penelitian ini berjudul Proses Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Gay Dalam Keluarga Di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengungkapan diri kaum gay dengan keluarganya serta lingkungan sekitarnya, hambatan-hambatan apa saja yang ditemui saat berinteraksi dalam pengungkapan diri, serta untuk mengetahui strategi-strategi yang di gunakan mencakupi negosiasi dan menerima. Teori yang dianggap relevan oleh peneliti untuk penelitian ini adalah teori queer yang membahas tentang negosiasi identitas dalam keluarga. Metode yang di gunakan peneliti dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana peneliti memahami suatu objek sebagai sebuah kasus dan mempelajarinya secara integratif dan komprehensif agar di peroleh pemahaman yang mendalam tentang individu tersebut serta masalah yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat diselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik. Informasi dan data dapat diperoleh peneliti melalui observasi dan wawancara secara mendalam terhadap lima orang informan yang sesuai untuk penelitian ini. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa proses pengungkapan diri gay dalam keluarganya sangat tidak mudah dan memerlukan proses yang panjang. Berdasarkan penelitian ini juga ditemukan bahwa hambatan terbesar kaum gay ditemui saat terbuka dengan keluarga, lingkungan serta banyaknya penolakan dari masyarakat. Adanya perasaaan takut, dikucilkan dan dijauhi.Skripsi Sarjan
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) PADA MUATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SDN 1 KADIPIRO KABUPATEN BANTUL
Penelitian ini bertujuan 1) untuk mendeskripsikan penerapan metode learning start with a question (LSQ) dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada muatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IVB SDN 1 Kadipiro dan 2) untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman melalui metode learning start with a question (LSQ) pada muatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IVB SDN 1 Kadipiro.
Jenis penelitian yang penulis gunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan sebanyak dua siklus. Desain penelitian ini menggunakan model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas IVB yang berjumlah 31 siswa sedangkan, objek pada penelitian ini yaitu keterampilan membaca pemahaman. Metode pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman dilihat dari peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. 1) Perolehan indikator observasi aktivitas siswa pada siklus I memiliki persentase keberhasilan 72,01% dan pada siklus II, didapatkan persentase keberhasilan 90,57%. Hasil proses
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode learning start with a question (LSQ) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IVB SD Negeri 1 Kadipiro dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. 2) Hal tersebut terlihat dari peningkatan hasil tes kognitif siswa yaitu peningkatan
keterampilan membaca pemahaman pada kondisi awal diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,6 kemudian pada siklus I meningkat menjadi 65,45 dan pada siklus II meningkat kembali menjadi 76,2.
Kata kunci: keterampilan membaca pemahaman, metode LSQ, pembelajaran
bahasa Indonesi
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN WEBSITE SETARA KEMENDIKBUD MASA PANDEMI COVID-19 DI PKBM AL-FATTAH MANONJAYA
ABSTRAKPembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan tidak langsung, tetapi menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilaksankan menggunakan internet meskipun jarak jauh. Setara Kemendikbud menjadi solusi kegiatan pembelajaran yang disediakan oleh pemerintah untuk pendidikan kesetaraan pada masa pandemi covid-19 saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran daring di PKBM Al-Fattah Manonjaya, dan efektivitas pembelajaran daring menggunakan website Setara Kemendikbud di PKBM Al-Fattah Manonjaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode purposive sampling dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, 4 tutor dan 20 warga belajar kelas XII IPS 1. Hasil capaian siswa selama satu semester terakhir menggunakan Setara Kemendikbud meningkat atau bisa dikatakan pembelajaran menggunakan website Setara Kemendikbud cukup efektif atau berhasil.Kata Kunci : Proses Pembelajaran Daring, Efektivitas Pembelajaran, Website Setara Kemendikbud
Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara (Simas) Dalam Pemutakhiran Data Kepegawaian (Studi Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Malang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Efektivitas penggunaan sistem informasi manajemen ASN (SIMAS) dalam pemutakiran data kepegawaian di BKPSDM Kota Malang, (2) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pada pemutakhiran data kepegawaian melalui SIMAS.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata terkait apa yang terjadi di lapangan secara menyeluruh, kemudian mengungkapkan secara deskriptif tentang penggunaan SIMAS dalam pemutakhiran data di BKPSDM Kota Malang. Teknik analisa data yang digunakan yaitu menurut milles huberman yang meliputi, pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini berfokus pada tiga indikator efektivitas program menurut Duncan dalam Steers (1985) yang meliputi aspek pencapaian tujuan, aspek integrasi, dan aspek adaptasi. Kemudian faktor pendukung dan penghambat dari efektifitas penggunaan Sistem Informasi Manajemen Apratur Sipil Negara (SIMAS) dalam pemutakhiran data kepegawaian itu sendiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Efektifitas penggunaan Sistem Informasi Manajemen Apratur Sipil Negara (SIMAS) dalam pemutakhiran data kepegawaian di BKPSDM Kota Malang dalam proses pencapaian tujuan, serta integrasi secara umum sudah berjalan dengan baik, namun dalam proses adaptasi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pegawai kurang efektif. Hal tersebut dikarenakan beragamnya pengguna SIMAS yaitu pengguna personal, pengguna admin OPD, dan pengguna admin BKPSDM yang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang berbeda-beda. (2) Faktor pendukungnya yaitu diterbitkannya peraturan Walikota Malang terkait SIMAS, adanya dukungan teknis serta tim pengembang khusus yang dibentuk untuk mengelola Sistem Informasi Manajemen ASN (SIMAS) di BKPSDM Kota Malang, sedangkan faktor penghambat yang menjadi kendala dalam penggunaan SIMAS diantaranya: proses pemutakhiran data belum sepenuhnya dilakukan secara digital, kurang meratanya pemahaman pegawai dalam penggunaan SIMAS, serta kurangnya kesadaran pegawai dalam melakukan pemutakhiran data pribadinya.
Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan Publik, Sistem Informasi Manejeme
PROSES KOMUNIKASI PESAN VISUAL DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA PALEMBANG DALAM KAMPANYE COVID-19
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang intens dalam
memberikan sosialisasi terkait pencegahan persebaran virus Covid-19
melalui instagram berupa flyer yang ditujukan kepada masyarakat kota
Palembang, untuk memutus mata rantai Covid-19 yang kian merajalela
serta menekan jumlah angka kasus positif dan angka kematian karena
virus tersebut. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang
memiliki batasan untuk dibahas dan dirangkup karena peneitian ini
hanya fokus pada proses komunikasi pesan visual Dinas Komunikasi dan
Informatika Kota Palembang dalam Kampanye Covid-19 di Media sosial
Instagram @kominfokotapalembang. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan model teori Harlod D. Laswell, dengan
menjawab pertanyaan who (merujuk pada komunikator), says what
(merujuk pada isi pesan yang disampaikan), in which channel (merujuk
pada media yang digunakan), to whom (merujuk pada penerima pesan),
with what effect (merujuk pada upan balik media yang
didapatkan).Dengan hasil yang sesuai diharapkan oleh Dinas
Komunikasi dan Informatika Kota Palembang yaitu; Dapat memberikan
informasi terkait Covid-19 secara cepat dengan sumber terpercaya
melalui media sosial instagram, sehingga yang awalnya dianggap cukup
parah namun masih dapat diatasi,serta masyarakat Kota Palembang
sadar akan penerapan protokol kesehatan yang harus diterapkan dan
teredukasi dengan baik tentang bahayanya Covid.
Kata kunci : Proses, Visual, Komunikas
- …
