1,963 research outputs found
ANALISIS PEHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI TERHADAP HARGA JUAL PADA CV WARNA INDAH
ANALYSIS OF THE CALCULATION OF THE COST OF PRODUCTION TO THE SELLING PRICE IN CV WARNA INDAH
Putri Apriani, 2015(xiv + 42 pages)
Email: [email protected]
The final report entitled " Analysis Calculation of The Cost of The Production and To The Selling Price in CV Warna Indah". At this Final Report, the object under study form printing company. The company is located at Jl. Patra III Block I 3 5 Sako Palembang. In the data collection company, the writer uses the method of direct observation, interviews, and documentation. From the data obtained, the authors found several problems. Such as they have not done the calculation of cost of production and the resulting classification of costs which have not been right so that the effect on the sale price. To overcome the problems that exist in the company, the author tries to give a proposal that might be useful to the company, the company should calculate the cost of classication so that the company is more appropriate and a good selling price
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PELAKU USAHA MIKRO KECIL
MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN GUGUAK
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Oleh :
DINI APRIANI PUTRI
NIM. 11970120061
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengetahuan dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Guguak, baik secara parsial maupun simultan.
Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengn menggunakan anlisis regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 pelaku UMKM dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada responden. Data penelitian di analisis menggunakan program SPSS Versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sedangkan secara simultan pengetahuan dan pengalaman kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Adapun besar pengaruh pengetahuan dan pengalaman kerja terhadap kinerja pelaku UMKM sebesar 47% , dan sisanya sebesar 53% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Pengetahuan , Pengalaman Kerja, Kinerj
STUDI LITERATUR PERILAKU PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI SEKOTA MATARAM
Pada saat menstruasi masalah yang dialami banyak wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat.Hal ini biasa disebut dismenore. Dismenore merupakan masalah ginekologis yang paling umum dialami wanita baik wanita dewasa maupun wanita usia remaja.
Tujuan penelitian ini yaitu Meninjau literatur review berdasarkan kategori pengetahuan, usia, dan penanganan. Meninjau literatur review mengenai perilaku penanganan dismenore pada remaja.
Hasil yang di dapatkan dari beberapa jurnal menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang cukup signifikan terhadap perilaku penanganan Dismenore pada Remaja putri. Dengan memberika kompres hangat,antibiotik,Terapi non Farmakologi dan Terapi farmakologi yang di anggap sebagai penanganan paling efektif dan cepat. Dengan mengandalkan sikap yang ditunjukan Remaja putri serta pengetahuan tentang Dismenore. Kesimpulan Remaja yang mengalami dismenore setelah diberikan kompres hangat,antibiotik dan Terapi merasakan berkurangnya rasa nyeri. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan materi pembelajaran agar mahasiswa dapat lebih memahami lagi tentang perilaku penangan Dismenore pada remaja putri
PENGARUH iPENGGUNAAN iAROMA iTERAPI iTERHADAPi iKEJADIAN iMUAL iMUNTAH iPADA iPASCA i iSECTIO iCAESARIA iDENGAN iSPINAL iANESTESI iDI iRS iURIP iSUMOHARJO iLAMPUNG
PENGARUH iPENGGUNAAN iAROMA iTERAPI iTERHADAPi iKEJADIAN
iMUAL iMUNTAH iPADA iPASCA i iSECTIO iCAESARIA iDENGAN iSPINAL
iANESTESI iDI iRS iURIP iSUMOHARJO iLAMPUNG
Dwi Apriani Putri
Jurusan Keperawatan Anestesiologi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl.
Mangkuyudan MJ 3/304 Yogyakarta
Email: @gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada
tahun 2018 angka kejadian persalinan sectio caesarea di Indonesia adalah sebesar
17,6%, Angka persalinan sectio caesarea di provinsi lampung tahun 2018 menurut
hasil RISKESDAS sekitar 13,18%, Umumnya pada tindakan sectio caesarea
dilakukan teknik Anestesi spinal, dan klien sering mengeluh mual pasca section
caesarea, penatalaksanaan mual dapat dilakukan dengan Terapi nonfarmakologi
salah satunya aromaterapi,
Tujuan Penelitian: Untuk imengetahui ipengaruh ipenggunaan iaroma iterapi
iterhadap ikejadian imual imuntah ipasca sectio icaesaria idengan ispinal ianestesi idi iRS
iUrip iSumoharjo iLampung
Metode Penelitian: Metode penelitian ini Kuantitatif dengan Rancangan yang
digunakan adalah quasi eksperimen, Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Aromaterapi Esense Oil (Minyak Kayu putih Berbau Jenis peppermint),
dan lembar observasi mual muntah, isampel iminimal idalam ipenelitian iini iadalah
isebesar i36 iorang i iresponden yang akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 18
responden kelompok Intervensi dan 18 Responden kelompok Kontrol, Penelitian
ini dilakukan bulan Mei 2022, dan Tempat penelitiannya di iRS iUrip iSumoharjo
iLampung, Analisis data menggunakan uji t (t-test).
Hasil Penelitian: Diketahui pada kelompok kontrol Mual muntah sebelum
dilakukan pemberian Aroma terapi pada kelompok kontrol diperoleh hasil ratarata 4,83, dan sesudah dilakukan pemberian Aroma terapi pada kelompok kontrol
diperoleh hasil rata-rata 4,06. Pada Kelompok Intervensi Mual muntah sebelum
dilakukan pemberian Aroma terapi pada kelompok intervensi diperoleh hasil ratarata 6,78 dan Mual muntah sesudah dilakukan pemberian Aroma terapi pada
kelompok intervensi diperoleh hasil rata-rata 2,61, Berdasarkan uji Independent
T-test Diperoleh nilai p-value 0,000.
Kesimpulan: Ada Pengaruh Pemberian aroma terapi Terhadap Penuruan Mual
muntah Pada Kelompok Intervensi dan Kontrol , setelah Diberikan dosis Minyak
kayu putih 1 ml ke kapas dan pasien menghirup dengan jarak 3 cmn selama 5
menit)
Kata Kunci: Mual Muntah, Anastesi Spinal, Sectio Caesarea, Aromaterap
PENGARUH FAKTOR BUDAYA, KELAS SOSIAL DAN RELIGIUSITAS TERHADAP MINAT MENABUNG ANGGOTA BAITUL MAAL WA TAMWIL ISTIQOMAH KARANGREJO TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Faktor Budaya, Kelas Sosial dan
Religiusitas terhadap Minat Menabung Anggota Baitul Maal wa Tamwil Istiqomah
Karangrejo Tulungagung” ini ditulis oleh Putri Nur Apriani, 17401153031, di
bimbing oleh Bu Dr. Hj. Nur Aini Latifah, S.E.,MM.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh faktor budaya, kelas sosial, dan
religiusitas terhadap minat menabung anggota baitul maal wa tamwil Istiqomah
Karangrejo Tulungagung. Faktor budaya dan kelas sosial merupakan faktor ekstern
dan religiusitas merupakan faktor intern dari dalam diri konsumen. Yang berkaitan
erat dengan tingkah laku keyakinan, gaya hidup dan nilai pembeli. Karena banyak
karakteristik ini memiliki dampak yang sangat langsung pada perilaku konsumen
yang akan mempengaruhi tindakan maupun minat dalam menabung.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) adanya pengaruh faktor
budaya terhadap minat menabung anggota BMT Istiqomah Karangrejo
Tulungagung (2) adanya pengaruh kelas sosial terhadap minat menabung anggota
BMT Istiqomah Karangrejo Tulungagung (3) Adanya pengaruh religiusitas
terhadap minat menabung anggota BMT Istiqomah Karangrejo Tulungagung (4)
Adanya pengaruh secara bersama-sama antara faktor budaya, kelas sosial dan
religiusitas terhadap minat menabung anggota BMT Istiqomah Karangrejo
Tulungagung (5) adanya faktor yang paling berpengaruh terhadap minat menabung
anggota BMT Istiqomah Karangrejo Tulungagung
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan teknik penyebaran angket. Subyek
penelitian menggunakan sampel sebanyak 98 responden. Data yang terkumpul
dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan menggunakan
metode validitas dan reabilitas, normalitas, asumsi klasik, koefisien determinasi, uji
t dan uji F.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif
dan signifikan secara statistik antara faktor budaya. (2) pada variabel kelas sosial
menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan secara statistik. (3) pada
variabel religiusitas terdapat pengaruh positif dan signifikan secara statistik (4)
serta juga dengan pengaruh faktor budaya, kelas sosial dan religiusitas secara
bersama-sama berpengaruh signifikan statistik terhadap minat menabung anggota.
(5) variabel religiusitas adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap minat
menabung anggota BMT Istiqomah Karangrejo Tulungagung.
Kata Kunci : Faktor Budaya, Kelas Sosial dan Minat Menabun
KONSTRUKSI SOSIAL PENGGUNAAN PRODUK SINCARE REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 15 JAKARTA
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui alasan remaja putri menggunakan produk skincare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, serta teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) tertutup dan wawancara terbuka. Sampel dari penelitian ini berjumlah 52 responden yang merupakan remaja putri mengkonsumsi produk skincare berdasarkan kontruksi sosial. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden yaitu remaja putri di SMK Negeri 15 Jakarta. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa penggunaan skincare oleh remaja putri adalah hasil dari konstruksi sosial yang kompleks, melibatkan proses eksternalisasi, objektivitas, dan internalitasi. Penggunaan skincare oleh remaja putri merupakan hasil dari konstruksi sosial yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor pengaruh sosial, faktor budaya, faktor media sosial, dan faktor ekonomi. Pengaruh sosial budaya ini berasal dari pengaruh media sosial, teman sebaya, dan keluarga. Sehingga penggunaan skincare oleh remaja putri di SMK Negeri 15 Jakarta tidak lagi dianggap sebagai pilihan individu semata, tetapi menjadi bagian dari norma sosial yang diterima.
*****
This studyaims to find out the reasons whyadolescent girls use skincare products. This study uses quantitativedescriptivemethods, aswellasdatacollectiontechniquesusingclosedquestionnaires and open interviews. The sample from this study is 52 respondents who are adolescent women consuming skincare products based on social construction. The sampling technique uses purposive sampling with the respondent criteria, namely adolescent girls at SMK Negeri 15 Jakarta. The results of this study show that the use of skincare by adolescent girls is the result of complex social constructions, involving the process of externalization, objectivity, and internalization. The use of skincare by adolescent girls is the result of a complex social construction that is influenced by social influencing factors, cultural factors, social media factors, and economic factors. This socio-cultural influence comes from the influence of social media, peers, and family. So that the use of skincare by young women at SMK Negeri 15 Jakarta is no longerconsideredasanindividualchoicealone,butbecomespartoftheacceptedsocialnorm
SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK SAAT PUBERTAS
Perubahan fisik pubertas pada remaja putri dimulai sekitar umur 10-11 tahun. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja, sementara itu perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya sehingga mereka merisaukan bentuk tubuhnya yang kurang proporsional tersebut. Apabila mereka belum dipersiapkan sejak dini dan kurang mendapatkan informasi tentang perubahan tersebut maka akan timbul kecemasan dan reaksi negatif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sumber informasi terhadap sikap remaja putri dalam menghadapi perubahan fisik saat pubertas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 41 responden, dimana pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan remaja putri (p-value=0,033), sumber informasi (p-value=0,025) terhadap sikap dalam menghadapi perubahan fisik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan sumber informasi dengan sikap remaja dalam menghadapi perubahan fisik saat pubertas
Keterampilan Sulam Tumpar Terhadap Konsentrasi Belajar Remaja Putri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi pada remaja putri setelah diberikan pelatihan teknik menyulam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Medote pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala konsentrasi yang diadaptasi dari skala konsentrasi yang dikembangkan oleh Amalia Cahya Setiani pada tahun 2014. Tes ini terdiri dari 45 aitem yang mengukur konsetrasi. Jawaban tes ini terdiri dari 5 pilihan yang disusun dalam bentuk skala Likert dan subjek diminta untuk menilai pada tingkat manakah mereka mengalami setiap kondisi yang disebutkan tersebut dalam satu minggu terakhir. Sample penelitian ini adalah remaja putri yang berkisar antara 14 sampai 15 tahun yang jumlah 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yaitu T-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan sulam tumpar dapat meningkatkan konsentrasi belajar, didapat nilai t = -0,191 dan nilai sig = 0,086
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Kosmetik Pemutih Wajah pada Siswi di SMA Pasundan 1 Bandung
ABSTRACT Facial whitening cosmetics are a mixture of chemicals or other ingredients that can whiten the skin. Facial whitening cosmetics are often used by young women to achieve instant beauty. Many face whitening cosmetics are dangerous that can pose risks to young women such as: irritation, acne, and black spots on the face. was to identify the factors that influence the use of facial whitening cosmetics in female students. The factors raised by the researchers were knowledge, attitudes, beauty clinics, beauty salons, shopping centers, affordability of purchasing cosmetics, peer support, and mass media support. used in this research is quantitative analytic using a cross sectional approach and the sampling technique is using proportional stratified random sampling with a total of 36 respondents. showed that as many as 24 people (66.7%) used facial whitening cosmetics and a small portion of 12 people (33.3%) did not use facial whitening cosmetics. The relationship between knowledge factors, peer support, and mass media support with the use of facial whitening cosmetics was found to be v-palue 0.05 Ha was rejected, and the determinant factor in the use of facial whitening cosmetics was knowledge. It is hoped that this research can be information and input for SMA Pasundan 1 Bandung so that it can increase knowledge in terms of the use of facial whitening cosmetics. Keywords: Facial Whitening Cosmetics, Young Women ABSTRAK Kosmetik pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia atau bahan lainnya yang mampu memutihkan kulit. Kosmetik pemutih wajah sering digunakan oleh remaja putri untuk mencapai kecantikan secara instan. Banyak kosmetik pemutih wajah berbahaya yang dapat memberikan risiko bagi remaja putri seperti : Iritasi, jerawat, dan flek hitam pada wajah. untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kosmetik pemutih wajah pada siswi. adapun faktor yang diangkat oleh peneliti adalah faktor pengetahuan, sikap, klinik kecantikan, salon kecantikan, pusat perbelanjaan, keterjangkauan pembelian kosmetik, dukungan teman sebaya, dan dukungan media massa. yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random sampling dengan jumlah 36 responden. menunjukan bahwa sebanyak 24 orang (66,7%) menggunakan kosmetik pemutih wajah dan sebagian kecil 12 orang (33,3%) tidak menggunakan kosmetik pemutih wajah . Hubungan faktor pengetahuan, dukungan teman sebaya, dan dukungan media massa dengan penggunaan kosmetik pemutih wajah didapatkan v-palue 0,05 Ha ditolak, dan faktor determinan dalam penggunaan kosmetik pemutih wajah adalah pengetahuan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi dan masukan bagi pihak SMA Pasundan 1 Bandung sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dalam hal penggunaan kosmetik pemutih wajah. Kata Kunci: Kosmetik Pemutih Wajah, Remaja Putr
FUNGSI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUHSIN PUTRI METRO UTARA KOTA METRO
ABSTRAK
Upaya pengawasan kepada santri putri di pondok pesantren Al Muhsin
putri sesuai dengan peraturan serta pemberian sanksi dalam
meningkatkan kedisiplinan belum maksimal . Hal ini dilihat dari bentuk
permasalahan menyangkut berbagai bidang dari pengurus pondok
pesantren Al Muhsin dan santri pondok pesantren Al Muhsin putri .
Salah satu permasalahan sering timbul dari kurang optimal
ustadz/ustadzah dalam menyikapi perilaku pelanggaran santri pondok
pesantren Al Muhsin putri. Penegasan dalam melaksanakan aturan
haruslah di upayakan sebaik-baik mungkin agar bisa mencapai tujuan
peraturan dan memberikan efek jera kepada santri pondok pesantren Al
Muhsin putri untuk menaati peraturan yang sudah di rancang
sebagaimana mestinya. Karna tujuan dari peraturan dan sanksi ialah
untuk meningkatkan kedisiplinan santri pondok pesantren Al Muhsin
putri. Pelaksanaan peraturan serta sanksi untuk santri pondok pesantren
Al Muhsin putri yang melanggar sangat penting untuk bisa menjaga dan
menciptakan lingkungan sosial warga pondok pesantren Al Muhsin
putri.
Berdasarkan latar belakang masalah dapat di atas dapat di ambil
rumusan masalah tentang bagaimana Fungi Pengawasan dalam
Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri
Metro Utara Kota Metro. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan
Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara
Kota Metro sedangkan untuk metode penelitian penulis menggunakan
metode observasi,metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang penulis dapat disimpulkan bahwasannya Bentuk
perilaku tidak disiplin santri di Pondok Pesantren Al Muhsin Putri
didasari dengan berbagai bentuk dan pengaruh dan dalam
menanggapinya pengurus pondok harus memberikan ketegasan sanksi
sebagai bentuk pendisiplinan santri agar segala bentuk kualifikasi
pelanggaran tidak dilakukan maupun di ulangi oleh santri guna
memberikan pelajaran kepada santri yang lain sebagai himbauan agar
tidak melanggar aturan jika tidak ingin termendapatkan sanksi sesuai
dengan kualifikasi bobot pelanggarannya. Sesuai dengan manajerial
bagian kedisiplinan santri dari ibadah, pembelajaran,rukhtar atau
hafalan, kebersihan , kesehatan dan perizinan harus lebih teliti dan
bertanggung jawab guna akan mempengaruhi kedisipliann santri dalam
menaati peraturan di pondok pesantren Al Muhsin putri.
Kata Kunci : Pengawasan, disiplin, santri, pondok pesantren. ABSTRACT
Supervision efforts for female students at the Al Muhsin female Islamic
boarding school in accordance with regulations and the imposition of
sanctions to improve discipline have not been maximized. This can be
seen from the form of problems concerning various fields from the
management of the Al Muhsin Islamic boarding school and students of
the Al Muhsin female Islamic boarding school. One of the problems
often arises from the less than optimal ustadz / ustadzah in responding
to the behavior of violations by students of the Al Muhsin female
Islamic boarding school. Affirmation in implementing the rules must be
attempted as well as possible in order to achieve the objectives of the
regulations and provide a deterrent effect on students of the Al Muhsin
female Islamic boarding school to obey the regulations that have been
designed properly. Because the purpose of the regulations and sanctions
is to improve the discipline of students of the Al Muhsin female Islamic
boarding school. Implementation of regulations and sanctions for
students of the Al Muhsin female Islamic boarding school who violate
is very important to be able to maintain and create a social environment
for residents of the Al Muhsin female Islamic boarding school.
Based on the background of the problem above, the formulation of the
problem can be taken about how the Supervisory Function in Improving
the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding
School, North Metro, Metro City. The purpose of this study is to
determine how the Supervisory Function in Improving the Discipline
of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City, while for the research method the author uses the
observation method, interview method and documentation method.
The results of the study that the author can conclude are that the form
of undisciplined behavior of students at the Al Muhsin Putri Islamic
Boarding School is based on various forms and influences and in
responding to it, the boarding school administrators must provide firm
sanctions as a form of student discipline so that all forms of violation
qualifications are not carried out or repeated by students in order to
provide lessons to other students as an appeal not to violate the rules if
they do not want to be subject to sanctions according to the qualification
of the weight of the violation. In accordance with the management of
the discipline of students from worship, learning, rukhtar or
memorization, cleanliness, health and permits must be more careful and
responsible in order to influence the discipline of students in obeying
the rules at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School.
Keywords: Supervision, discipline, students, Islamic boarding school
- …
