1,720,993 research outputs found

    ANALYZING THE STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMNET THROUGH COOPERATIVE GROUP DISCUSSION

    Full text link
    The goal of this study was to make students able to communicate fluently using English in everyday life, using cooperative group discussion strategies to make students more active in interacting with others. To collect the data for this research, the writer used interview and questionnaire with the eighth grade students at junior high school 2 of Palembang. Each student will be given a paper like a questionnaire. The author discussed the results of the research that has been done, namely using the cooperative group discussion technique in learning speaking skills of students in the eighth grade. From the results of the questionnaire data processing, it can be concluded that cooperative group discussion techniques can improve students ''speaking skills". Most of the students (50%) of the 16 respondents answered fully agree, while the rest chose 8 (50%) of the 16 respondents answered agree. Then the dominant result is balanced. The overall results of the study showed that cooperative group discussions can effectively improve students' speaking skills, they actively conduct cooperative discussions with their friends. Allow them to have an opinion and help each other, without mocking or laughing at each other

    Karakteristik Gerak Gerak Tari Topeng Ngreni di Pusat Olah Seni Retno Aji Mataram

    No full text
    Ragam gerak tari Topeng Ngreni dianalisi yang berupa kalimat sebagai penjabaran dari proses menganalisis ragam gerak tari

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 8 PALEMBANG

    Full text link
    The reality on the ground shows that most students often feel bored, lazy, sleepy, and bored with history lessons. Therefore, this study aims to determine the Effect of Mind Mapping Learning Model on Student Learning Outcomes in Historical Subjects at SMA Negeri 8 Palembang ". The method used in this research is quantitative research. Based on the results of research and analysis of data output "Test Statistics" known Asymp.Sig. (2-tailed) worth 0,000. Because the value of 0,000 <0.05, it can be concluded that "Ha is accepted". This means that there is a difference between pretest and posttest learning outcomes, so it can be concluded also that "There is an Effect of Mind Mapping Learning Models on Student Learning Outcomes in Historical Subjects at SMA Negeri 8 Palembang".Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik sering kali merasa jenuh, malas, mengantuk, dan bosen terhadap pelajaran sejarah. Oleh sebab itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 8 Palembang”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisas data output “Test Statistic” diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil belajar pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 8 Palembang”

    ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. A UMUR 29 TAHUN G1P0AB0 DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA KEHAMILAN DI PMB MEGA DWINIRY

    Full text link
    Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi prioritas program kesehatan di Indonesia.1 Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015 menunjukkan AKI 305 per 100.000 KH. Sedangkan, AKB di Indonesia adalah 24 per 1000 KH pada tahun 2019.2 Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi maka diperlukan asuhan kebidanan berbasis Continuity of Care (COC) mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Bidan memberikan asuhan komprehensif, mandiri dan bertanggung jawab terhadap asuhanan yang berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan perempuan Kunjungan ANC menunjukkan bahwa pada kehamilan TM I yaitu LiLA 21 cm dan pada TM III ini 23 cm, sudah mengalami peningkatan akan tetapi masih tergolong KEK karena LiLA <23,5. Pada tanggal 22 Januari 2024 ibu bersalin di PMB Mega Dwiniry secara spontan, normal. Selama masa nifas, tidak terjadi komplikasi. Bayi lahir Spontan, Normal, pukul 19.10 WIB, jenis kelamin perempuan, BBL 2.700 gram, PB 49 cm, LK 31 cm, LD 31 cm, tidak mengalami komplikasi. Ibu memutuskan memakai KB suntik 3 bulan yang di anggap paling efektif dan nyaman oleh ibu. Ibu juga berkomitmen memberikan ASI secara ekslusif. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronis dan ibu mengalami kecemasan pada kehamilan trimester III. Pada persalinan terjadi secara spontan tanpa komplikasi, bayi di lahirkan secara spontan, sehat. Saran untuk bidan agar dapat meningkatkan asuhan berksinambungan dengan cara memantau secara ketat ibu dan janin sehingga ketika ditemukan komplikasi dapat dilakukan tindakan tepat sesuai prosedur, semakin meningkatnya rasa kepercayaan pasien terhadap bidan untuk meningkatkan cakupan persalinan normal

    Sistem Penyimpanan Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai Di Puskesmas Waigete Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka

    No full text
    Gudang obat Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang perlu diperhatikan dalam upaya penyimpanan obat untuk menjamin mutu obat.Agar obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) tetap terjamin mutu dan khasiatnya maka sisetm penyimpanannya harus mengikuti standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan sistem penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Gudang Puskesmas Waigete,berdasarkan Indikator keadaan fisik gudang,cara penyimpanan obat,pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian di analisis secara deskriptif.Hasil penilaian terhadap sistem penyimpanan obat dan barang medis habis pakai di gudang obat Puskesmas Waigete berdasarkan pengaturan tata ruang sebesar (61,5%) termasuk kategori cukup,sedangkan cara penyimpanan sebesar (80%) termasuk kategori baik,pencatatan kartu stok sebesar (75%) termasuk kategori baik dan pengamatan mutu sebesar (100%) termasuk kategori baik.Secara keseluruhan sistem penyimpanan obat dan BMHP di gudang Puskesmas Waigete sebesar 79,13% termasuk dalam kategori bai

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TENTANG PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI KONJUNGTIVITIS DI DINAS KESEHATAN KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2016

    Full text link
    Penyakit konjungtivitis dapat mengenai semua kalangan tanpa memandang ras, usia, jenis kelamin dan strata sosial serta dapat dijumpai diseluruh dunia. Konjungtivitis dapat menular dengan mudah. Penderita konjungtivitis meningkat setiap tahunnya, di Indonesia pada tahun 2015 terdapat 1.528 kasus dan pada tahun 2016 yaitu 1.769 kunjungan ke poli mata dengan kasus konjungtivitis. Dengan banyaknya kasus konjungtivitis diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik pada pasien tentang pencegahan secara mandiri (penatalaksanaan non farmakologi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien tentang penatalaksanaan non farmakologi konjungtivitis di RSAL Tanjungpinang, RSUD Tanjung Pinang dan RSUP Tanjungpinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Deskriptif. Waktu penelitian dimulai pada bulan April 2016 sampai dengan Januari 2017 dengan menggunakan kuesioner. Populasi berjumlah 128 orang dengan sampel 97 orang yang diambil secara Propotionate Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur responden yaitu umur 26-35 (49,2%), memiliki jenis kelamin perempuan yaitu 73 orang (75,3%), memiliki pendidikan SMP yaitu 48 orang (49.5%), dan 37 orang responden (38,1%) bekerja sebagai buruh. Lebih dari separuh (51,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penatalaksanaan non farmakologi konjungtivitisdan sebagian besar 75 orang (77,3%) responden memiliki sikap yang negatif tentang penatalaksanaan non farmakologi konjungtivitis. Oleh karena itu diharapkan Rumah Sakit dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien tentang penatalaksanaan non farmakologi konjungtivitis dan membagikan leaflet terkait penyakit konjungtivitis dan penatalaksanaannya. Kata kunci : Konjungtivitis, Pengetahuan, Sika

    PEMBUATAN SOFTWARE PENCATAT PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN BARCODE DAN MYSQL BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0

    Full text link
    The library visitors counter system using barcode and MySQL based with Borland Delphi 7.0 has been done for ease in counting the visitors in a library and data to be displayed more accurate and comprehensive. Bar code which printed on visitors card is aimed at barcode scanner to read the code of the identity of visitors who will enter the library. At Borland Delphi 7.0 uses the pascal programming language that is integrated with the input of barcode and database MySQL able to display the time visitors enter the library. From this research it was found that Borland Delphi 7.0 software can read the records in the MySQL database and display properly on a monitor in accordance with the data stored on the visitors database

    Childfree Dalam Pernikahan Menurut Perspektif Al-Qur’an: Analisis Penafsiran Ibnu Katsir dan Wahbah Al-Zuhailī

    Full text link
    Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salah-satu tujuan disyari’atkannya pernikahan adalah untuk berketurunan demi menjaga kelestarian dan eksistensi manusia dimuka bumi. Jika dilihat dari penafsiran Q.S Ar-Rūm/30: 21, Q.S. An-Nisā’/4: 1, An-Nahl/16: 72, Q.S. Asy-Syūrā/42: 11, 49, dan 50 yang berkaitan dengan keberpasangan, menunjukkan bahwa kedua mufassir memiliki penafsiran yang sejalan antara satu dengan yang lain. Namun ketika menjelaskan kedudukan anak dalam pernikahan memiliki penempatan yang berbeda serta menjelaskan bahwa adanya anak keturunan merupakan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka berdasarkan alasan yang diambil dari Al-Qur’an, terlihat bahwa kehadiran anak memiliki peran penting dalam rumah tangga. Sehingga ketika pilihan chidfree sudah menjadi sebuah prinsip hidup, maka hal ini dianggap bertentangan dengan fitrah manusia dan syari’at Islam yang menganjurkan adanya keturunan

    Asimilasi Kultural Arab-Melayu Palembang

    Full text link
    Palembang is a very plularis population, inhabited by various ethnic groups. The city is crossed by the Musi river channel which is one of its supporters. The diversity of the population has resulted in assimilation or assimilation between migrants and local residents. In this study examines Palembang Arabic-Malay Assimilation. The process of assimilation of Arabs and Malays in Palembang occurred at the time of the arrival of the Hadramaut colony to the archipelago, especially Palembang in the mid-16-17 century, most of them were men so it was not surprising that the Sayids needed women to fulfill their inner needs. Furthermore on the other hand the thing that is beneficial is that they are regarded as descendants and successors of the Prophet. Therefore, they get a high social position so they can easily marry noble women. With this marriage, that\u27s when they can adopt the lifestyle, language and daily life of the Malay community. Palembang\u27s Arabic-Malay kutural assimilation process in terms of the use of Malay, home architecture, food, clothing, ritual / ceremonial. The factors that influence the cultural assimilation of the Arab-Malay community in Palembang, namely supporting factors include: economic, religious, political, ethnicity and cultural factors. The inhibiting factors include: historical-political, economic, ideological and socio-cultural factors

    Faktor Ekonomi dan Agama Sebagai Salah Satu Faktor Pendorong Asimilasi Arab-Melayu Palembang

    No full text
    The importance of the position of Arabs in the process of Islamization and trade in Palembang had a positive impact on the existence of Arabs in Palembang and allowed assimilation between Arabs and the Malay population of Palembang to occur without experiencing obstacles. This assimilation process that has been going on for so long has finally produced a distinctive culture. In the assimilation process, there are factors that support the assimilation process so that the assimilation process goes without a hitch. In this study, the issue of economic and religious factors is the supporter of the formation of the Palembang Malay-Arab assimilation. This research includes descriptive qualitative research, data collection is done through interviews, participant observation and documentation related to the research. After the data is collected then it is analyzed through the process of data reduction, data display and drawing conclusions (verification). The results of this study reveal that economic factors are one of the driving factors for the process of cultural assimilation of the Arabs and Malays of Palembang, because ethnically, the economic conditions of the Palembang people seem balanced so that the assimilation process can run smoothly without obstacles. Furthermore, the religious factor is also one of the factors in supporting the process of assimilation of the Arab-Malay Palembang. Religion is one of the structural parameters in Palembang society that can facilitate the process of assimilation of Arab-Malay people. Through religious similarity, it can facilitate the creation of Arab-Malay assimilation in Palemban because all Arabs are Muslim and the majority of Palembang people are Muslim. Here the structure of Islam as the majority religion has a unifying function so that it has allowed the process of assimilation of cultural people in a wide-degree (large-degree) frequency.Begitu pentingnya kedudukan orang Arab dalam proses islamisasi dan perdagangan di Palembang berdampak positif terhadap keberadaan orang-orang Arab di Palembang dan memungkinkan terjadinya asimilasi antara orang Arab dengan penduduk Melayu Palembang terjadi tanpa mengalami hambatan. Proses asimilasi yang berjalan begitu lama ini pada akhirnya telah menghasilkan kebudayaan khas. Dalam proses terbentuknya asimilasi terdapat faktor yang medukung hingga proses asimilasi tersebut berjalan tanpa hambatan. Adapun dalam penelitian ini peneliti akan mengangkat mengenai masalah faktor ekonomi dan agama merupakan pendukung terbentuknya asimilasi Arab-Melayu Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipan dan dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan penelitian. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor pendorong terhadap proses terjadinya asimilasi kultural orang Arab dan Melayu Palembang faktor pendorong karena secara etnis kondisi ekonomi masyarakat Palembang yang tampak berimbang sehingga proses asmiliasi dapat berjalan mulus tanpa hambatan. Selanjutnya tak kalah pentingnya faktor agama juga merupakan salah satu dalam medukung proses asimiasi Arab-Melayu Palembang. Agama merupakan salah satu parameter struktural pada masyarakat Palembang yang dapat memfasilitasi proses terjadinya asimilasi orang Arab-Melayu. Melalui kesamaan agama dapat mepermudah terciptanya asimilasi Arab-Melayu di Palemban karena semua orang Arab beragama Islam dan masyarakat Palembang mayoritas beragama Islam. Di sini struktur agama Islam sebagai agama mayoritas memiliki fungsi mempersatukan sehingga telah memungkinkan proses terjadinya asimilasi orang kultural dalam frekuensi yang luas (large-degree). &nbsp
    corecore