1,720,986 research outputs found

    Analisis Semiotika Dalam Novel Lebih Senyap Dari Bisikan Karya Andina Dwifatma

    No full text
    Literary works appear as a form of reflection of people's lives and the feelings expressed by interacting with life. The language used by the author has a certain meaning. Language in the form of signs is interesting to study semiotically. Semiotics is the science that studies signs which have three aspects, namely the icon, index and symbol aspects. The novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma tells the story of Amara and the baron having a child. The problems of this research are (1) What is the semiotic aspect of the icon contained in the Novel More Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma?, (2) What is the semiotic aspect of the index contained in the Novel More Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma?, (3) What is the symbolic aspect contained in the novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma?. The aim of this research is to describe, analyze and conclude data on icons, indexes and symbols in the Novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma. This research uses a qualitative approach. The research method uses descriptive methods. The data collection technique used is the hermeneutic technique. The data analysis technique uses content study. The data validity technique uses triangulation techniques. The theory used is Pradopo's theory (2017). The results of this research are that the icon for the entire Novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma is 37 data, the index for the entire Novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma is 14 data. There are 33 symbols for the entire novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma. The results of this research are that the author found the existence of icons, indexes and symbols. The most dominant aspect in this novel is symbols. The reason this aspect is more dominant is because symbols are related to culture

    Feminism Critical of Semusim Dan Semusim Lagi Novel by Andina Dwifatma

    Get PDF
    The study is intended to describe a feminist critique of the novel Semusim, dan Semusim Lagi by Andina Dwifatma. This type of research is qualitative with a social feminist approach. The main source of data in this study is the novel Semusim, dan Semusim Lagi by Andina Dwifatma. Technique of collecting data used literary techniques. Technique of data analysis used analytic descriptions. Novel Semusim, dan Semusim Lagi by Andina Dwifatma is the revealing of the wide variety of women's issues in society. Uncovering the construction built by the public against women. It also implied teaching and displaying attitudes of life and ideology to women. The weakness/criticism of the Semusim, dan Semusim Lagi by Andina Dwifatma is that of the writer,  which directs the female struggle toward liberal feminists, such as the freedom of women to be free from children. Deconstructing the social view of women done by authors is sketchy

    ASPEK SOSIAL DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA

    Get PDF
    Sosiologi sastra adalah penelitian yang mengkaji hubungan karya sastra dengan manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah sosiologi sastra aspek interaksi sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (2) bagaimanakah sosiologi sastra aspek kelompok sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (3) bagaimanakah sosiologi sastra aspek masalah sosisal dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi dan mengumpulkan data tentang  sosiologi sastra dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma aspek sosial. Teori utama yang digunakan ialah Sikana (1986), Soekanto (2015), serta teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalausa, kalimat, paragraf dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, mencari  fakta dengan interpretasi yang valid dalam menganalisis data dengan baik. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik hermeneutik. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma pada data interaksi sosial terlihat dari para tokoh berinteraksi, adapun interaksi yang muncul ialah interaksi yang kurang baik yang tergambar dalam isi novel. Pada aspek kelompok sosial pengarang lebih banyak memperlihatkan gambaran perbuatan, perilaku kelompok sosial yang memiliki sebab-akibat yang dialami oleh tokoh Amara. Pada aspek masalah sosial dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma lebih banyak memperlihatkan permasalahan yang timbul akibat pergesaran antara adat istiadat/ kebudayaan dengan norma- norma agama yang berlaku di masyarakat

    Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma

    Get PDF
    Konflik struktur kepribadian dapat menimbulkan gangguan kepribadian apabila tidak diatasi dengan baik. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Rumusan masalah yang terdapat pada skripsi ini adalah: (1) Bagaimana deskripsi tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma? (2) Bagaimana struktur kepribadian, kecemasan, dan mekanisme pertahanan ego pada tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tokoh utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, serta mendeskripsikan struktur kepribadian, kecemasan dan mekanisme pertahanan ego pada tokoh utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka dengan empat tahap, yaitu (1) Membaca. (2) Mencatat. (3) Mengidentifikasi kemudian mengklasifikasikan data sesuai dengan masalah penelitian. (4) Mereduksi data atau penyederhanaan data yang dianggap tidak relevan. Hasil penelitian ini ditemukan tiga peristiwa yang menggambarkan konflik struktur kepribadian tokoh utama. Konflik struktur kepribadian tersebut mengakibatkan munculnya kecemasan yang diikuti dengan respon mekanisme pertahanan ego sebagai upaya untuk meredam kecemasan. Mekanisme pertahanan ego dapat meredam kecemasan untuk sementara waktu, namun kecemasan yang sebenarnya terjadi tidak dapat diselesaikan secara optimal hanya dengan mekanisme pertahanan ego. Oleh sebab itu, dibutuhkan tenaga ahli psikologi untuk membantu mengatasi konflik kepribadian dan kecemasan

    Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra tokoh perempuan yang ada didalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data murni yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian dalam citra tokoh perempuan yang ada didalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma citra perempuan yang paling dominan digambarkan kepada Amara sebagai tokoh utama. Citra perempuan yang terdapat didalam novel berjumlah 49 data. Dengan pembagian tokoh Amara sebanyak 41 data. Tokoh Mami Amara sebanyak 1 data. Tokoh Yani sebanyak 1 data. Tokoh Suster April tidak ditemukan adanya data. Tokoh Rita sebanyak 1 data. Tokoh Macan sebanyak 3 data. Tokoh Ibu Betawi sebanyak 1 data. Tokoh Dewi sebanyak 1 data

    EKSISTENSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA: KAJIAN PSIKOLOGI EKSISTENSIAL ROLLO MAY

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini berfokus pada psikologi eksistensial Rollo May yang dikaji dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi eksistensial Rollo May yang terdapat 1) Kecemasan yang ada pada tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, 2) Rasa bersalah yang ada pada tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, 3) Bentuk cinta yang ada dalam novel Lebih Senyap dari Bisikankarya Andina Dwifatma. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikotekstual. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Dalam menganalisis data menggunakan tiga teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Ditemukannya kecemasan normal dan kecemasan neurotik yang terjadi pada Amara. 2) Dari ketiga bentuk rasa bersalah yaitu umwelt, mitwelt, dan eigenwelt, tidak ditemukannya bentuk rasa bersalah berupa umwelt dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. 3) Dari keempat bentuk cinta yaitu seks, eros, philia, dan agape, tidak ditemukannya bentuk cinta berupa agape dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Kata Kunci: Psikologi Eksistensial Rollo May, Kecemasan, Rasa Bersalah, Bentuk Cin

    DISKRIMINASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “LEBIH SENYAP DARI BISIKAN” KARYA ANDINA DWIFATMA: KAJIAN FEMINISME LIBERAL DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “Diskriminasi Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma: Kajian Feminisme Liberal dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra” ini ditulis oleh Fatima Tuz Zahro, NIM 12210193025, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dian Risdiawati, M.Pd. Kata kunci: novel, diskriminasi, tokoh utama, feminisme liberal Novel adalah karangan yang berisikan tentang ide pengarang. Dalam penulisan novel pengarang dapat menggunakan permasalahan yang sedang/marak terjadi, termasuk persoalan diskriminasi. Diskriminasi gender adalah perlakuan tidak menyenangkan yang dialami oleh perempuan. Diskriminasi mengakibatkan kerugian bagi kaum yang mengalami. Novel Lebih Senyap dari Bisikan menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku menghadapi permasalahan terkait momongan. Setelah memiliki momongan sepasang suami istri ini mengalami permasalahan rumah tangga mengenai pekerjaan domestik, sifat keegoisan suami yang selalu memgang penuh atas istrinya, dan pembagian pekerjaan. Serta diceritakan suami yang menghilang begitu saja meninggalkan istri dan anaknya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk diskriminasi tokoh utama pada novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, (2) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab diskriminasi tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, dan (3) mendeskripsikan relevansi novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian sastra mimetik. Data dalam penelitian ini berupa monolog, dialog, dan narasi yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, yaitu dengan membaca novel secara berulang, memberi kode pada teks sesuai instrumen, dan melakukan klasifikasi data sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa tokoh utama Amara dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma mengalami bentuk diskriminasi gender yakni marginalisasi berupa anggapan bahwa Amara adalah makhluk sensitif yang tidak bisa mengambil keputusan untuk dirinya dan reproduksi Amara menghalanginya memeroleh pekerjaan, pandangan stereotip berupa pelabelan yang dilayangkan kepada Amara bahwa pekerjaan domestik rumah tangga dan merawat anak adalah tugas Amara bahkan Amara dinilai menjadi perempuan yang emosional dan irasional. Kekerasan berupa kekerasan fisik maupun kekerasan batin/psikis, dan beban ganda berlebih berupa pekerjaan rumah, merawat Yuki, dan bekerja adalah kewajiban Amara saat Baron suaminya mengalami kebangkrutan dan tidak punya pekerjaan. Selain itu terdapat adanya faktorfaktor yang menyebabkan diskriminasi tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma yakni faktor sosial budaya, faktor reproduksi, dan faktor ekonomi

    Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma: Kajian Psikologi Sastra

    No full text
    Karya sastra adalah hasil karya kreatif seorang pengarang yang diambil dari pengalaman hidupnya sendiri atau orang lain. Karya satra seringkali mencerminkan kehidupan manusia, selalu berinteraksi dengan sesama, alam dan Tuhan. Karya sastra memiliki banyak jenis, termasuk fiksi. Novel adalah karya sastra berbentuk novel prosa panjang yang menceriitakan konflik-konflik dalam kehidupan manusia yang dapat mengubah nasib para tokohnya. Novel ini mengungkapkan fkonflik kehidupan karakter dengan cara yang lebih dalam dan lebih halus. Selain tokoh, rangkaian peristiwa dan laatr ditampilkan secara terstuktur, sehingga bentuknya lebih panjang dibandingkan prosa fiksi lainnya. Penelitian ini mengkaji tentang kepribadian tokoh utama serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan Kajian Psikologi Sastra dengan teori kepribadian Heymans. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah kepribadian tokoh utama, serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan metode pengumpulan data berupa kata-kata serta bentuk kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Setelah peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, peneliti dapat menyimpulkan bahwa: (1) kepribadian tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma memiliki 10 jenis kepribadian yaitu, mudah marah, tenang, ingatan baik, kecewa, tidak teliti, merasa bersalah, tidak tenang, lekas putus asa, riang gembira, dan pantang menyerah. Setelah menganalisis, peneliti menemukan jenis tipe kepribadian tokoh utama, yaitu: gepasioner, sentimental, choleris dan nerveus. (2) faktor-ffaktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, ditinjau dari psikologi sastra terdiri dari 2 faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Faktor internal biasanya faktor genetis atau bawaan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang brasal dari luar orang tersebut, seperti lingkungan keluarga, social budaya dan lainnya68 halamanSkripsi Sarjan

    KONSEP MORAL DALAM NOVEL “LEBIH SENYAP DARI BISIKAN” KARYA ANDINA DWIFATMA

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah untuk menganalisis konflik moral yang dikonstruksi oleh pengarang melalui karakter dan alur cerita. Kajian selanjutnya aalah menafsirkan pesan moral dalam novel ini berdasarkan perspektif psikologi sastra David Krech. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan representasi konsep moral yang terdapat dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma; (2) Mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; (3) Mendeskripsikan konteks klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech. Semua data yang ada digunakan sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi konsep moral dalam novel serta merepresentasikan proses internalisasi nilai-nilai moral dalam diri tokoh-tokohnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana moralitas dikonstruksi dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dengan memanfaatkan teori klasifikasi emosi David Krech. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2015. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh  dengan teknik triangulasi data yang diperoleh dari novel dan teori yang diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi konsep moral yang terdapat dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan; 6 tanggung jawab, 2 kejujuran, 2 kesabaran, 3 cinta dan kasih saying. 3 empati, 3 keberanian, 5 penerimaan, 4 kebahagiaan. Klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; 3 konsep rasa bersalah, 2 rasa bersalah yang dipendam, 3 menghukum diri sendiri, 2 rasa malu, 5 kesedihan, 2 kebencian, dan 4 cinta. Konteks klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; 8 klasifikasi emosi dasar, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan orang lain

    Psikologi Sastra dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan fisiologi (2) kebutuhan keamanan (3) kebutuhan dicintai dan dimiliki dan (4) pendidikan karakter yang terkandung dalam novel lebih senyap dari bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan objek novel lebih senyap dari bisikan. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat temuan-temuan. Kemudian teknik analisis data menggunakan analisis isi. Dan teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi teori. Penelitian ini berpedoman pada pandangan Abraham Maslow mengenai konsep hirarki kebutuhan yang diungkapkan Maslow bahwa kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus tepenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di level lebih tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan banyaknya kebutuhan yang terkandung dalam novel lebih senyap dari bisikan karya Andina Dwifatma. Terdapat juga nilai pendidikan karakter religius, mandiri, disiplin, peduli sosial, kerja keras, rasa ingin tahu serta demokratis
    corecore