348 research outputs found

    PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB

    No full text
    Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus. Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital. Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC

    Tanya jawab dasar-dasar penerangan/ Amir (dan Amri)

    No full text
    viii, 105 hal.: 21 cm

    Tanya jawab dasar-dasar penerangan/ Amir (dan Amri)

    No full text
    viii, 105 hal.: 21 cm

    Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) / Amirul Amri Amir

    No full text
    The semester six student of Human Resource Management from Universiti Teknologi Mara Kampus Bandaraya Melaka must experience the Industrial Training Program which is part of the academic credit hour to gain a degree. Therefore, I am compulsory to undergo industrial training for 24 weeks starting from 1 March 2023 until 15 August 2023 to meet the requirement that set by Universiti Teknologi Mara Kampus Bandaraya Melaka in order to be qualified to receive and finish my degree in course that I have registered which is Human Resource Management. I have been accepted for industrial training at Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). At Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), I was placed in the Administration Department at Faculty of Electric and Electronic Engineering. The purpose of the internship is to allow me to apply all my knowledge, skills and abilities that I gained during my study into the real world of work. Internship is obviously not only obligation to complete the degree and graduate from the university but the internship has helped me to increase my knowledge and understand the implementation of a job. This report is written to meet the requirements as this report carries 30% of the marks for the Industrial Training Program. I have followed the guidelines that have been given to complete this report. The information in this report is based on my experience and observations throughout my industrial training at UTHM. After that, I also get more information from related websites as references. This report has the student profile which is my latest resume, and further contains the company profile in addition, I was also asked to write training’s reflection during my six months of industrial training. The next part of this report is about SWOT Analysis. I have chosen to analyze SWOT about the Faculty of Electrical and Electronics Engineering, followed by discussion, recommendation and it ends with a conclusion

    Ulil Amri dan Ketaatan Kepada-Nya

    No full text
    Secara derajat “ulil amri” merupakan derajat ketiga dalam penyebutan yaitu setelah Allah SWT dan Rosululloh Saw. Dengan demikian bukan sesuatu yang berlebihan apabila ulil amri diberi derajat yang tinggi karena memang telah disebut dalam derajat yang demikian.Ulil amri secara etimologi berarti pemimpin dalam suatu negara. Istilah ini terdapat dalam pembahasan tafsir dan fiqh siyasah (politik). Para ulama tafsir dan fiqh siyasi mengemukakan empat definisi ulil amri yaitu: (1) raja dan kepala pemerintahan yang patuh dan taat kepada Allah SWT dan rasululloh Saw; (2) raja dan ulama; (3) amir di zaman Rosululloh Saw setelah Rosululloh wafat, jabatan itu berpindah kepada kadi (hakim), komandan militer, an mereka yang meminta anggota masyarakat untuk taat atas dasar kebenaran, dan; (4) para mujtahid atau yang dikenal dengan sebutan ahl al-hall wa al-‘aqad (yang memiliki otoritas dalam menetapkan hukum). Secara umum dalam wacana Islam dikenal beberapa sebutan untuk kepala pemerintahan yaitu : Kholifah, Imam, Sultan dan amir. Indonesia secara konstitusional bukan negara Islam tetapi mayoritas penduduknya beragama Islam, dipimpin oleh seorang muslimat tetapi parlemen tidak dikuasai kekuatan politik Islam.Disarankan perlu adanya kesiapan kita untuk memulai membuka wacana yang lebih luas tentang pemaknaan ulil amri sehingga tidak terjebak dalam pengertian yang sempit yang menyebabkan kita hidup dalam alam cemerlang tetapi dalam kezumudan

    KONSEP ULIL AMRI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH

    No full text
    ABSTRAK KONSEP ULIL AMRI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH Oleh Fitriani Dalam skripsi ini berbicara tentang konsep ulil amri dalam perspektif Tafsir Al-Mishbah , yaitu membahas ayat-ayat yang berkaitan dengan ulil amri yang tertera dalam Qs. An-Nisa‟ ayat 59 dan ayat 83. Ulil amri terdiri dari dua kata yaitu u>li> dan al-amr dari segi bahasa u>li> jama‟ dari kata waliy> yang bermakna pemilik atau yang mengurus serta yang menguasai, sedangkan kata al-amr bermakna perintah atau urusan. Penelitian ini bertujuan menggali makna kata ulil amri dalam Qs. An-nisa ayat 59 dan 83. Untuk mempermudah penelitain ini maka peneliti memberikan pokok permasalahan yang dibahas yakni bagaimana konsep ulil amri menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah dan bagaimana relevansi konsep ulil amri dalam konteks di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), sedangkan sifatnya penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analisis, dalam penelitian ini menggunakan metode tahlili yakni mengumpulkan ayat-ayat yang membahas tentang ulil amri dan kemudian dijelaskan maksud yang terkandung didalamnya dalam menafsirkan sesuai dengan urutan al-Qur‟an. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, sumber data primer berasal dari kitab tafsir al-Mishbah karya M.Quraish Shihab, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku atau karya ilmiah yang mempunyai hubungan dengan masalah yang diteliti. Sedangkan dalam pendekatan peneliti menggunakan pendekatan dokumentasi, kemudian analisis data peneliti menggunakan teknik deskriptif interpretatif sehingga dapat memperjelas gambaran tentang pendapat Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah tentang ulil amri. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa kesimpulan bahwa ulil amri dalam Qs. An-Nisa‟ ayat 59 dan 83 mempunyai makna yang luas seperti seseorang yang mempunyai wewenang, yang berkuasa, amir, ulama, umara‟, ahlul h{alli wal aqdi, panglima perang, para sahabat Nabi saw, hakim, dan seorang pemimpin yang menjadi tempat kembalinya manusia dalam kemaslahatn umum. Menurut Quraish Shihab diartikan sebagai seseorang yang mempunyai wewenang mengatur segala urusan kaum muslim. Ulil amri tidak mutlak dipahami sebagai suatu lembaga yang beranggotakan banyaknya orang, tetapi bisa terdiri dari orang-perorangan yang ia mempunyai hak dan wewenang sah dalam memerintahkan dalam setiap profesinya. Sedangkan relevansi ulil amri dalam konteks di Indonesia ini ulil amri lebih di sebut sebagai seseorang yang menjadi rujukan umat dalam kebutuhan sosial, contohnya seperti pemimpin Negara, ahlul h{alli wal aqdi> atau MPR, para Ulama, dan Orang yang menjadi rujukan atau tempat kembalinya manusia dalam kemaslahatan umum dari setiap profesinya seperti gubernur, wali kota, bupati, serta jabatan lainnya yang mempunyi hak dan wewenang dalam segala profesi yang ia pegang

    Bunga rampai hukum kesehatan/ Amir

    No full text
    xii, 127 hal.: oll.; 22 cm

    IMPLEMENTASI HUBUNGAN ULAMA DAN ULIL AMRI DALAM AL-QUR’AN (Study Analisis Kebijakan Pada Pandemi COVID-19 Di Indonesia)

    No full text
    Skripsi ini berjudul: “Implementasi Hubungan Ulama Dan Ulil Amri Dalam Al-Qur’ana (Study Analisis Kebijakan Pada Pandemi COVID-19. Di Indonesia”. Ulama bentuk tunggal dari kata alim (عالم) yang berarti orang yang ahli dalam pengetahuan beragama Islam, Sedangkan Ulil amri berkenaan dengan kehidupan bernegara, dapat diartikan sebagai pemimpin, amir, presiden atau raja. Kata ulil amri yang terdapat pada Qs. An-Nisa ayat 59, ayat tersebut menyandingkan ulama dengan ulil amri dalam bentuk ketaatan, dan perlunya kerjasama antara keduanya dalam menyelesaikan permasalahan umat. Impelementasi ayat-ayat tentang ulama dan ulil amri, tergambar pada masa COVID-19. Pengimplementasi-an ayat-ayat ulama dan ulil amri adanya kebijakan dalam menangani COVID-19, seperti penyelengaraan ibadah, penyelenggaraan vaksin, dan penyelenggaraan majelis taklim, tidak bisa terlaksana kegiatan tersebut tanpa ketentuan dari peraturan yang disahkan pemerintah dan ulama di Indonesia. Adapun rumusan masalah skripsi ini adalah, 1. Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang Ulama dan Ulil amri? 2. Bagaimana Implementasi hubungan Ulama dan Ulil amri pada masa COVID-19 di Indonesia? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah dalam rangka untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat tentang Ulama dan Ulil amri dan untuk mengetahui Implementasi Ulama dan Ulil amri pada masa COVID-19 di Indonesia. Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Kemudian metode yang digunakan ialah metode deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini, pertama. Ulama pada surah Fhatir ayat 28 adalah mereka yang memilki rasa takut hanya kepada Allah, yang proses dalam meperoleh rasa takut ini dengan mengenal, mendalami sifat-sifat Allah, dan asmaNya. Sedangkan Ulil amri, pada surah an-Nisa ayat 59, bahwa ayat ini perintah untuk mentaati Allah, dan Rasulullah (ulama), dan mentaati Ulil amri yaitu mereka para peminpin, penguasa, yang tidak zholim. Kedua, Adapun implementasi dari ulama dan ulil amri pada masa COVID-19 adalah pada penyelenggaraan ibadah, penyelenggaran vaksin dan penyelenggaran majelis taklim bahwa setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyaki

    A Grammar of Amri Karbi

    No full text
    This dissertation describes Amri Karbi, a language that has not received much attention in the past among linguists. This grammar is the first comprehensive and holistic description of the Amri Karbi language, which is a crucial step for the language community and their self-identity. Amri Karbi, also known as a variety of Karbi or Mikir is a Trans-Himalayan/Tibeto-Burman language spoken in scattered villages in the states of Assam and Meghalaya of North Eastern India. The Amri Karbis are agriculturalists, but at the same time some community members also practice hunter-gathering. Some Amri Karbi villages, especially those that are near or inside Guwahati, the capital of Assam, have shifted to Assamese, the state language of Assam. The vitality of Amri Karbi becomes gradually stronger as one moves away from Guwahati and further into the hills. The majority of the population in those areas are bilingual or multilingual; but other languages, like Assamese, English and Hindi are usually acquired through education. This grammar description is based mainly on data collected by the author during the fieldwork. There were three field trips in total, one was a two-year long stay in the area from 2013-2015, followed by two short trips in 2016 and 2017. Besides that, the main language consultant for the grammar visited Helsinki twice to work on the grammar. The theoretical approach for writing this grammar has been framework free but it has been guided and inspired by typological literature. The Amri Karbi phoneme inventory includes 23 consonants and 5 full vowels and two marginal vowels. Amri Karbi is a tonal language, with three tones, low, medium and high, which exhibit low functional load. Amri Karbi is a verb final and agglutinative language with more suffixes than prefixes. Verbs especially may be stacked with numerous suffixes, but a verb stem with a negative suffix may alone function as a predicate. The most frequently occurring morphemes are the general possessive prefix a- and the nominalizer ki-. These prefixes have a wide range of functions that include nominal modification and clause subordination. What is peculiar to Amri Karbi is that the personal names carry gender suffixes -po/-pe. Amri Karbi also has definiteness markers that intersect with gender, evaluative and plural meanings. Most of the adjectival functions are covered by adjectival verbs that convey property or state. As modifiers these verbs are nominalized and then often marked with the possessive prefix a-. Amri Karbi uses numeral classifiers in order to count nouns. The counting system is based on both ten and twenty. Like many related languages, Amri Karbi makes a clusivity distinction in first person plural pronouns.Tämä väitöskirja kuvaa amri karbia, kieltä, jota kielitieteilijät eivät ole aiemmin juurikaan huomioineet. Tämä kielioppi on ensimmäinen kattava ja kokonaisvaltainen kuvaus amri karbi -kielestä, mikä on tärkeä askel kieliyhteisölle ja heidän identiteetilleen. Amri Karbi, joka tunnetaan myös nimellä karbi tai mikir, on transhimalajalainen/tiibetiläis-burmalainen kieli, jota puhutaan hajallaan kylissä Assamin ja Meghalayan osavaltioissa Koillis-Intiassa. Amri karbit ovat maanviljelijöitä, mutta samalla jotkut yhteisön jäsenet harjoittavat myös metsästystä ja keräilyä. Jotkut amri karbin kylät, varsinkin Assamin osavaltion pääkaupungin Guwahatin lähellä tai sisällä, ovat siirtyneet käyttämään assamia, Assamin osavaltion kieltä. Amri karbin elinvoima vahvistuu vähitellen, kun siirrytään kauemmaksi Guwahatista ja edelleen kukkuloille. Suurin osa näiden alueiden väestöstä on kaksikielisiä tai monikielisiä, mutta muut kielet, kuten assami, englanti ja hindi, opitaan yleensä koulutuksen kautta. Tämä kieliopin kuvaus perustuu lähinnä tekijän kenttätyössä keräämään aineistoon. Kenttämatkoja oli yhteensä kolme: kahden vuoden pituinen oleskelu alueella vuosina 2013-2015, jota seurasi kaksi lyhyttä matkaa vuosina 2016 ja 2017. Tämän lisäksi kieliopin pääkonsultti vieraili kahdesti Helsingissä työstämässä kielioppia. Lähestymistapa tämän kieliopin kirjoittamiseen on ollut teorianeutraali, mutta sitä on ohjannut ja inspiroinut typologinen kirjallisuus. Amri karbin foneemi-inventaarissa on 23 konsonanttia ja 5 täysvokaalia ja kaksi marginaalivokaalia. Amri karbi on tonaalinen kieli, jossa on kolme toonia, matala, keskitaso ja korkea, joilla on alhainen funktionaalinen kuormitus. Amri karbi on verbiloppuinen ja agglutinatiivinen kieli, jossa on enemmän suffikseja kuin prefiksejä. Erityisesti verbiin voidaan liittää lukuisia suffikseja, mutta verbivartalo kieltosuffiksin kanssa voi yksinkin toimia predikaattina. Yleisimmin esiintyvät morfeemit ovat yleinen omistus prefiksi a- ja nominalisoija ki-. Näillä prefikseillä on laaja valikoima funktioita, joihin kuuluvat substantiivien modifiointi ja lauseiden alistaminen. Amri Karbille on ominaista, että henkilön nimissä on sukupuolta ilmaisevat suffiksit -po/ -pe. Amri karbin kielessä on myös definiittisyyden merkitsimiä, joissa yhdistyvät suvun, evaluaation ja monikon merkitykset. Adjektiivimaisia funktioita ilmaistaan pääasiassa adjektiivisilla verbeillä, jotka välittävät ominaisuuden tai tilan merkityksiä. Attribuutteina nämä verbit nominalisoidaan ja merkitään usein omistusprefiksillä a-. Amri karbi käyttää numeraaliklassifikaattoreita substantiivien laskemiseen. Lukujärjestelmä on osittain 10- ja osittain 20-perustainen. Kuten monet sukukielet amri karbi tekee klusiivisuusdistinktion monikon ensimmäisen persoonan pronomineissa kuulijan mukaankuulumisen tai -kuulumattomuuden perusteella.ei saavutettav

    Relations of Religion with Happiness for Youth at YPI Amir Hamzah Medan

    No full text
    106 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara religiusitas dengan kebahagiaan pada remaja di YPI Amir Hamzah Medan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang remaja. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala religiusitas dan skala kebahagiaan. Berdasarkan hasil uji analisis data mengunakan teknik kolmogorov smirnov (rxy) diperoleh hasil sebesar 0,260 dengan signifikansi p = 0.001 <0.050. Artinya hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan kebahagiaan pada remaja di YPI Amir Hamzah Medan. Religiusitas tergolong tinggi dimana mean hipotetik = 16,5 < mean empirik = 25,542 dan selisihnya melebihi bilangan SD = 6,846. Kebahagiaan tergolong tinggi dimana mean hipotetik = 16 < mean empirik = 25,542 dan selisihnya melebihi bilangan SD = 6,563. Adapun Koesfisien determinan dari korelasi tersebut sebesar r2 = 0.460. Artinya religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap tingkat kebahagiaan remaja sebesar 46.0%. This study aims to examine the correlation between religiosity and happiness in adolescents at YPI Amir Hamzah Medan. This research used quantitative research type. The number of samples in this study were 59 teenagers. The data collection technique in this study used purposive sampling. Data collection uses two psychological scales, namely the religiosity scale and the happiness scale. Based on the results of the data analysis test using kolmogorov smirnov (rxy), the results obtained were 0.260 with a significance of p = 0.001 <0.050. This means that the hypothesis is accepted, namely that there is a positive relationship between religiosity and happiness in adolescents at YPI Amir Hamzah Medan. Religiosity is classified as high where the hypothetical mean = 16.5 < empirical mean = 25.542 and the difference exceeds the SD number = 6.846. Happiness is classified as high where the hypothetical mean = 16 < empirical mean = 25.542 and the difference exceeds the SD number = 6.563. The coefficient of the determinant of the correlation is r2 = 0.460. This means that religiosity contributes effectively to the level of adolescent happiness by 46.0%
    corecore