1,022 research outputs found
PERANAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN EQ DAN SQ
Dalam pembentukan Emotional Quesion ( EQ) dan Social Quetion (SQ) keluarga mempunyai peranan yang sangat penting terutama peranan orang tua. Suatu keluarga yang terbentuk melalui pernikahan, terutama didalam menjalani kehidupan mempunyai tujuan yang ingin dicapai di antaranya memperoleh keturunan, mencari kebahagiaan dan mengembangkan kepribadian yang dilandasi rasa kasih sayang dan cinta antara anggota keluarga. Untuk mewujudkan tujuan suatu keluarga. Untuk mewujudkan tujuan suatu keluarga tujuan suatu kluarga dimanifestasikan dalam dalam beberapa fungsi. Dalam pembentukan EQ dan SQ keluarga mempunyai peranan yang sangat penting, terutama peranan orang tua sangat besar dalam pembinaan emosi dan spiritual anggota keluarganya. Sejak terjadinya konsepsi antara sel telur dengan sel sperma sampai akhir kehidupan manusia di alam ini dan atau sampai menjadi tua, seseorang akan mengalami perkembangan, termasuk pembentukan EQ dan SQ. Di mana keluarga akan memberi corak terhadap EQ dan SQ anak. dimana keluarga merupakan pembentukan dasar-dasar kepribadian tempat mengembangkan diri.Key Words : Keluarga, EQ dan S
MILI-Q® SQ 2series Seminar / Mohd Alimukhti Mansoor and Gurmeet Kaur Surindar Singh
On September 10, 2024, the Pharmacology and Toxicology Research Laboratory (PTRL), Faculty of Pharmacy, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Puncak Alam held a seminar and demonstration for the MILI-Q® SQ 2SERIES water purification system, in collaboration with Biomed Global Sdn. Bhd. and Merck Malaysia
Designing role-based view for object-relational databases
In a federated database system, a view mechanism is crucial since it is used to define exportable subsets of data ; to perform a virtual restructuring d ataset; and to construct the integrated schema. The view service in federated databa se systems must be capable of retaining as much semantic information as possible. The object-oriented ( 0 - 0 ) model was considered the suitable canonical data model since it meets the original criteria for canonical model selection. However, with the emergence of stronger object-relational (0 -R ) model, the re is a clear argument for using an 0 - R canonical model in the federation. Hence, research should now focus on th e development of semantically powerful view mechanism for th e newer model. Meanwhile, the availability of real 0 -R technologies offers researchers the opportunity to develop different forms of view mechanisms.
The concept of roles has been widely studied in 0 - 0 modelling and development. The role model represents some characteristics that the traditional 0-0 model lacked, such as object migration, multiple occurrences and context-dependent access. While many forms of 0-0 views were designed for the 0-0 canonical model, one option was to extend the 0-0 model to incorporate a role model. In a role model, the real entity is modelled in the form of a role rather than an object. An object represents the permanent properties of an entity is a root object; and an object represents the temporary properties of an entity is a role object.
The contribution of this research is to design a view system that employees the concept of roles for the 0 -R canonical model in a federated database system. In this thesis, an examination of the current 0 -R metamodel is provided first in order to provide an environment for recognising the roleview metadata and measuring the view performance; then a Roleview Definition Language (RDL) is introduced, along with the semantics for defining virtual classes and generating virtua l extents; finally, a working prototype is provided to prove th e role-based view system is implementable and the syntax is semantically correct
Numerical study of dynamic phase transitions in 2-D with a relaxed scheme
http://gateway.webofknowledge.com/gateway/Gateway.cgi?GWVersion=2&SrcApp=PARTNER_APP&SrcAuth=LinksAMR&KeyUT=WOS:000189123800083&DestLinkType=FullRecord&DestApp=ALL_WOS&UsrCustomerID=8e1609b174ce4e31116a60747a720701Mathematics, AppliedPhysics, MathematicalCPCI-S(ISTP)
SISTEM INFORMASI BENCANA ALAM INDONESIA BERBASIS WEB
Pokok masalah yang mendasari penulisan karya tulis ini yaitu tentang peningkatan layanan terhadap kebutuhan pengetahuan akan aspek-aspek dari pengaruh bahaya bencana alam serta informasi akan wilayah yang terkena dampak bencana alam diwilayah Indonesia secara online, sehingga para pemerhati atau masyarakat akan bahaya bencana lebih mudah untuk mengetahui akan aspek-aspek penyebab bencana serta wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana alam itu sendiri.
Dalam perancangan sistem ini diperlukan beberapa software diantaranya PHPTriad yang didalamnya sudah termuat database MySQL, dan PHP MyAdmin, selain itu juga diperlukan suatu editor program yaitu Macromedia Dreamwever 8, Adobe Photoshop CS2.
Tujuan dari perancangan Sistem Informasi Bencana Alam Indonesia Berbasis Web adalah menyediakan sarana yang baru dalam menyampaikan suatu informasi kebencanaan diwillayah Indonesia secara baik, mudah digunakan dan dapat di akses ke seluruh penjuru dunia sehingga mampu menarik minat masyarakat lebih banyak yang nantinya akan menambah pengetahuan akan aspek-aspek dari pengaruh terjadinya bencana alam serta kejadian-kejadian dari bencana tersebut diwilayah Indonesia.
Kata Kunci: Dreamweaver 8, Bencana, PHP, SQ
KONSEP PENDIDIKAN KH. NOER ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN
Islamic boarding schools as one of the faith-based education, also function as Islamic religious broadcasters. Islamic boarding schools have a high level of integrity with sekitamya and become a moral show for the general public. The science studied is inseparable from religious teachings, meaning that all events that occur are considered to have a relationship with religious teachings. The educational institution built by kiayai Noer Iskandar SQ is the Asshiddiqiyah Islamic Boarding School which is an Islamic educational institution and a religious social institution. In its capacity as an Educational, Religious, and Community institution, Asshiddiqiyah Islamic Boarding School always exists in developing its educational concept and remains committed as a stronghold of the Islamic shiar struggle. The method that the author used in this study is the qualitative method. The reason researchers use this is because in this paper, the author wants to provide, explain, describe the concept of pesantren education thought developed by KH. Noer Iskandar SQ who critically, or describes a phenomenon, an event, or an event of social interaction in pesantren. Therefore, this type of qualitative research is descriptive, by collecting field data and existing literature. The difference between one type and another lies in the purpose and strategy of discovery.
Pondok pesantren sebagai salah satu pendidikan berbasis agama, juga berfungsi sebagai lembaga penyiaran agama Islam. Pondok pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan sekitamya dan menjadi rnjukan moral bagi masyarakat umum. Ilmu yang dipelajari tak pemah terpisahkan dari ajaran agama, artinya semua peristiwa yang terjadi dipandang memiliki hubungan dengan ajaran agama.. Lembaga Pendidikan yang dibangun oleh kiayai Noer Iskandar SQ adalah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam dan lembaga sosial keagamaan. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dalam mengembangkan konsep Pendidikannya dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualiltatif. Alasan peneliti menggunakan ini adalah karena dalam tulisan ini, penulis ingin memberikan, menerangkan, mendeskripsikan konsep pemikiran pendidikan pesantren yang dikembangkan oleh KH. Noer Iskandar SQ yang secara kritis, atau menggambarkan suatu fenomena, suatu kejadian, atau suatu peristiwa interaksi sosial yang ada di pesantren. Oleh karena itu, jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan data lapangan dan ada kepustakaan. Perbedaan antara tipe yang satu dengan yang lain terletak pada tujuan dan strategi penemuannya.
 
Pelaksanaan bimbingan agama dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak Sekolah Alam Depok
Ina Nurul Lestari Pelaksanaan Bimbingan Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di Sekolah Alam Depok Anak-anak adalah masa depan kita sendiri. Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua, bila memiliki anak-anak yang cerdas. Dengan generasi yang cerdas itu berarti kita telah memberikan masa depan yang cerah bagi mereka. Kecerdasan spiritual itu sangat penting dalam kehidupan apalagi dalam dunia pendidikan. Namun bila dilihat pada saat sekarang ini orang tua kurang memperhatikan mengenai kecerdasan spiritual (SQ) anaknya, sehingga bila dilihat kenyataan yang terjadi pada saat sekarang ini banyaknya anak-anak yang sukses tetapi dia tidak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan bathin, walaupun ia mendapatkan kebahagiaan tersebut itupun hanya sementara. Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan bimbingan agama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual kecerdasan anak disekolah alam. Adapun tujuan penulis membuat skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaam bimbingan agama dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak di sekolah alam depok, dan berhasil tidaknya bimbingan agama yang dilaksanakan di sekolah alam depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan pengamatan langsung yang dilakukan dengan wawancara kepada narasumber di sekolah alam depok. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis ialah pelaksanaan bimbingan agama cukup signifikan, hasil dari bimbingan agama ini cukup menunjukan ke arah yang positif. Para pembimbing yang bertugas dalam bimbingan ini berkewajiban memberikan bimbingan dalam upaya memecahkan masalah. Materi yang disampaikan bersumber dari Al-Qur�an, Al-Hadis, alam sekitar. Selain itu juga menggunakan media yang lainnya seperti selebaran fotocopy dan waktu yang digunakan setelah shalat dzuhur
Konsep la ghaliba illa billah Pagar Nusa sebagai peningkatan Spiritual Quotient (SQ) Pemuda Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban
Skripsi ini membahas tentang konsep Lā Ghāliba Illa Billāh yang diajarkan Organisasi Pencak Silat Pagar Nusa (PN) sebagai bentuk sarana untuk meningkatkan Spiritual Quotient, dengan menggunakan ajaran Tasawuf. Adapun rumusan masalah yang dibahas adalah: Apa yang di Maksud dengan konsep Lā Ghāliba Illa Billāh Pagar Nusa Sebagai Peningkatan Spiritual Quotient (SQ) Pemuda Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban ? dan Bagaimana konsep Lā Ghāliba Illa Billāh Pagar Nusa Sebagai Peningkatan Spiritual Quotient (SQ) Pemuda Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Sejauh penelusuran yang dilakukan, kajian tentang konsep Lā Ghāliba Illa Billāh Pagar Nusa Sebagai Peningkatan Spiritual Quotient (SQ) belum banyak ada penelitian. Maka dari itu, penelitian yang menggunakan metode kualitatif yang selanjutnya tema dari penilitian ini akan diperinci secara komprehensif. Lā Ghāliba Illa Billāh Pagar Nusa Sebagai Peningkatan Spiritual Quotient (SQ) Pemuda di Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban yang diajarakan oleh anggota pagar nusa itu merupakan salah satu pondasi akhlak yang sangat dipegang teguh oleh anggota pagar nusa dimana konsep tersebut merupakan sikap dalam upaya mewujudkan dunia sejahtera, damai dan selamat dunia akhirat, dengan tertuju pada nilai-nilai budi pekerti luhur, moral atau Akhlaq al-Karimah. Adapun dalam mewujudkan konsep tersebut penulis menemukan ada tiga poin penting atara lain; (1) Relasi Tuhan dengan manusia (2) Relasi humanisme dengan naturalisme (3) Relasi antar manusia dengan sesama, diketahui pada ajaran sufisme yang telah mengkontruksikan nilai akhlaq yang begitu vital, sekaligus membangun kesimbanungan antara relasi Tuhan, Manusia dan juga alam., sehingga konsep Lā Ghāliba Illa Billāh Pagar Nusa bisa menjadi sarana untuk meningkatkan Spiritual Quotient (SQ bagi pemuda Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban
Development and feasibility of the self-report quantified Tuberous Sclerosis Complex-Associated Neuropsychiatric Disorders Checklist (TAND-SQ)
Abstract: Background: Tuberous sclerosis complex-associated neuropsychiatric disorders (TAND) are often present but underidentified and undertreated in individuals with tuberous sclerosis complex (TSC). The clinician -completed TAND-Lifetime Checklist (TAND-L) was developed to address this identification and treatment gap. Stakeholder engagement identified the need for a TAND Checklist that can (1) be completed by caregivers or individuals with TSC and (2) quantify TAND difficulties. The aim of this study was to develop a self-report quantified TAND Checklist (TAND-SQ) and conduct feasibility and acceptability testing.Methods: This aim was addressed in three phases: (1) development of the TAND-SQ Checklist, (2) feasibility and acceptability testing of the "near-final" TAND-SQ Checklist, and (3) preparation of the final TAND-SQ Checklist. Participants included 23 technical experts from the TAND consortium in all phases and 58 lived experts (caregivers and individuals with TSC) in phase 2. All participants completed a TAND-SQ Checklist and a checklist feedback form.Results: Phase 1 additions to the TAND-SQ, when compared with the TAND-L, included four new items and a quantification rating. Phase 2 showed high ratings for the "near-final" TAND-SQ Checklist on comprehensiveness, clarity, ease of use, and overall acceptability. In phase 3, questions on strengths, strategies, and a TAND Cluster Profile were added.Conclusion: The TAND-SQ Checklist is presented here for use by individuals with TSC and their care-givers. The next steps as part of the TANDem project include internal and external validation of the checklist and linking of TAND Cluster Profiles generated from the checklist to evidence-informed consensus recommendations within a smartphone application.& COPY; 2023 The Author(s). Published by Elsevier Inc. This is an open access article under the CC BY-NC-ND license (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/)
Linear response theory of a two-component anyon gas and a two-dimensional Coulomb gas
In this paper we present a linear-response theory of a two-component anyon gas. In the saddle-point approximation, a neutral two-component anyon gas has the same form of Lagrangian as a neutral two-dimensional Coulomb gas. All asymptotic behaviors of density-matrix correlation function of these two gases decay in power of the distance. On the other hand, linear-response theory tells us that the electromagnetic responses of these two models are very different: there is no diamagnetism, i.e., no Meissner effect in the ground state of the two-component anyon model, in contrast to that of the Coulomb gas. © 1993 The American Physical Society.link_to_subscribed_fulltex
- …
