82 research outputs found
ANALISIS ORIENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PASCAPANDEMI COVID-19 DI MA SALUBANGA
ABSTRAK
Samsu Alam, 2022. “Analisis Orientasi Manajemen Pembelajaran Pascapandemi
Covid-19 di MA Salubanga”. Skripsi Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut
Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Firman dan Rosdiana.
Skripsi ini membahas tentang Analisis Orientasi Manajemen Pembelajaran
Pascapandemi Covid-19 di MA Salubanga. Penelitian ini bertujuan: Untuk
mengetahui Penerapan Manajemen pembelajaran Pascapandemi Covid-19 di MA
Salubanga melalui proses perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,
evaluasi dan penilaian hasil pembelajaran.
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan
penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu Guru dan Kepala
Madrasah MA Salubanga. Teknik analisis pada penelitian ini yaitu menggunakan
ATLAS.ti 22.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Manajemen pembelajaran pada
masa Pandemi Covid-19 dimulai dengan menetapkan perencanaan pembelajaran,
kemudian menetapkan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran, dan diakhiri
dengan menentukan evaluasi dan penilaian hasil pembelajaran namun tidak
terlaksana secara maksimal. 2) Perencanaan pembelajaran Pascapandemi Covid-19
dimulai dengan menetapkan perangkat pembelajaran, menetapkan pendekatan dan
metode belajar, langkah-langkah kegiatan pembelajaran diakhiri dengan
menetapkan alat dan sumber belajar. 3) Pelaksanaan pembelajaran Pascapandemi
Covid-19 dimulai dengan pengelolaan kelas kemudian dilakukan pengelolaan siswa
dan diakhiri dengan pengelolaan kegiatan pembelajaran. 4) Evaluasi dan Penilaian
Hasil Pembelajaran Pascapandemi Covid-19 dimulai dengan menentukan
perencanaan evaluasi dan penilaian hasil belajar kemudian menentukan
pelaksanaan evaluasi dan diakhiri dengan pengolahan data hasil evaluasi dan
penilaian pembelajaran.
Kata kunci: Orientasi, Manajemen Pembelajaran, MA Salubang
SIFAT FISIK LAHAN RAWA DAERAH PASANG SURUT YANG ALIHFUNGSI TANAM PADI KE TANAMAN SAWIT DI DESA KEMPAS JAYA KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
SIFAT FISIK LAHAN RAWA DAERAH PASANG SURUT YANG ALIHFUNGSI TANAM PADI KE TANAMAN
SAWIT DI DESA KEMPAS JAYA KECAMATAN
KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Samsu Alam (11582103864)
Di bawah bimbingan Irwan Taslapratama dan Ervina Aryanti
INTISARI
Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu tipe agroekologi yang mempunyai potensi cukup luas bagi pembangunan pertanian tanaman pangan. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut untuk budidaya tanaman pangan, khususnya padi menghadapi beberapa masalah yaitu kesuburan tanah yang rendah dalam pengembangan tanaman pangan di lahan pasang surut. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perubahan sifat fisik lahan rawa daerah pasang surut yang alihfungsi tanam padi ke sawit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel pada lahan rawa daerah pasang surut yang alihfungsi tanam padi ke sawit. Parameter yang diamati adalah tekstur, warna, bobot isi dan kadar air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2019 di lahan milik masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan warna tanah pada lahan padi berwarna abu-abu gelap hingga warna abu-abu muda setelah dialihfungsikan ke sawit warna tanah berwarna coklat kuning tua hingga warna coklat abu-abuan. Berdasarkan analisis fisik di laboratorium tekstur tanah pada lahan padi dan sawit termasuk kelas tekstur liat berdebu. Bulk Density pada lahan padi setelah dialihfungsikan ke sawit mengalami penurunan yaitu kedalaman 0-30 cm sebesar 0.08 % sama halnya kedalaman 31-60 cm yaitu 0.08 %. Kadar air pada lahan padi setelah dialihfungsikan ke sawit mengalami peningkatan yaitu kedalaman 0-30 cm 1.46 % dan kedalaman 31-60 cm yaitu 1.38 %. Sifat fisik tanah pada lahan padi setelah dialihfungsikan ke sawit tersebut masih layak digunakan untuk tanaman padi namun perlu pengolahan yang ekstra.
Kata kunci: Sifat Fisik, Lahan Rawa, Alihfungsi, Tanam Padi ke Sawit
Pengaruh Jenis Kelamin terhadap Bagian Karkas Kualitas Dua Kambing Kacang yang Dipelihara Secara Intensif
2014SAMSU ALAM RAB (I 111 10 253). Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Bagian \ud
Karkas Kualitas Dua Kambing Kacang yang Dipelihara secara Intensif. Dibawah \ud
bimbingan Basit Wello sebagai Pembimbing Utama dan Sudirman Baco \ud
Pembimbing Anggota. \ud
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh jenis \ud
kelamin terhadap karkas kualitas dua kambing Kacang yang dipelihara secara \ud
intensif. Dalam penelitian ini, digunakan kambing Kacang sebanyak 8 ekor, yang \ud
terdiri dari 4 jantan dan 4 betina. Data yang diperoleh dianalisis dengan \ud
menggunakan uji banding, yaitu uji t (t-test Independent sample) dan parameter \ud
yang diukur meliputi bobot potong, berat karkas, persentase karkas, persentase neck, \ud
persentase shoulder, persentase rack, persentase breast, persentase flank, dan persentase \ud
shank. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa rata-rata berat karkas \ud
kambing kacang jantan sekitar 5593,5??380,07 g dan betina 4565,50??878,28 g, \ud
sedangkan rata-rata persentase jantan 41,09??0,87 % dan betina 38,47??3,11%. Hal \ud
ini menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh nyata terhadap \ud
persentase karkas kambing Kacang. \ud
\ud
Kata Kunci : Karkas, Kambing Kacang, Jenis kelami
Simulation of microbial growth based on Euler’s method / Siti Humaira Mohd Jasni, Zaihar Yaacob and Zainatul `Asyiqin Samsu
Microorganisms such as bacteria, fungi and yeast produce valuable metabolites when they are grown in suitable culture conditions. The cultivation condition affects the cell growth, metabolism, and product production in a sophisticated and nonlinear way. Therefore, in this research, the growth of Lactococcus lactis NZ9000 in response to the growth conditions was simulated using different growth models. The objective was to simulate the effect of temperature, agitation speed, carbon and nitrogen sources, on the cell growth using the exponential model, logistic, and Monod equations. All equations were solved according to the Euler’s method using MATLAB R2021a for simulation. The experimental data used for the simulation were from literature. The accuracy of the model was expressed as percentage relative error between the maximum value of experimental and simulated data. Simulation results show that the optimum conditions for cell growth was achieved at temperature 27 °C, agitation speed of 100 rpm with glucose and peptone as the carbon and nitrogen sources, respectively. The logistic equation’s maximum cell concentration yields the lowest percentage error of 0.33% for the effects of agitation and 6.40% for temperature. While Monod equation give the closest accuracy of 1.84% and 7.11% for carbon and nitrogen sources, respectively. Thus, it was shown that the complexity of the microorganism growth was able to be simulated using suitable model such as logistic equation with the lowest relative error
Bencana Dan Pelestarian Lingkungan: Pandangan Etnik Jawa Dan Madura Di Wilayah Ujung Timur Jawa
Info lebih lanjut hub:
Lembaga Penelitian Universitas Jember
Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818Bencana dan pelestarian lingkungan merupakan isu yang sangat urgen dalam masyarakat Indonesia. Harapan memiliki lingkungan alam yang lestari dan kehidupan bebas dari bencana alam ternyata sulit diwujudkan. Serangkaian bencana alam dan kerusakan lingkungan terus menghantui perjalanan bangsa. Berbagai kajian memang telah dihasilkan mengenai berbagai aspek dan isu lingkungan khususnya pada masa kontemporer. Selain lemah akan wawasan historis karena fokusnya pada realitas masa belakangan ini, kajian-kajian tersebut masih terpusat pada elemen tertentu dari lingkungan khususnya hutan dan lebih penting lagi menekankan konsepsi dan pandangan pemerintah serta organisasi dan aktivis gerakan lingkungan. Belum ada kajian yang mengungkap secara sistematis dan komprehensif bagaimana sebenarnya pandangan kultural masyarakat mengenai bencana alam dan pelestarian lingkungan. Kelangkaan karya semacam ini menciptakan kesan bahwa masyarakat kebanyakan tidak mempunyai kesadaran lingkungan dan tidak antisipatif mencari solusi atas bencana alam yang terus mendera. Kesan ini diperparah dengan indikasi bahwa proyek-proyek konservasi lingkungan sering mengalami gangguan dan perusakan dari sebagaian unsur masyarakat. Diabaikannya konsepsi kultural masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi bencana dan kerusakan lingkungan alam bukan saja membuat sebagaian masyarakat acuh-tak acuh terhadap isu pelestarian lingkungan, bahkan tidak jarang menempatkan mereka pada posisi berseberangan dengan upaya-upaya tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan, pengetahuan, dan kepercayaan, kebiasaan, dan makna yang terkait dengan bencana alam dan pelestarian lingkungan di kalangan etnik Jawa dan Madura kini dan di masa lalu. Melalui penelitian ini ditargetkan akan dapat diidentifikasi hambatan-hambatan sosio-kultural yang menghalangi keterlibatan masyarakat dalam rangka mengurangi resiko bencana alam dan pemberdayaan mereka dalam gerakan pelestarian lingkungan. Penelitian ini akan menggabungkan metode historis dan antropologis. Metode historis digunakan untuk melacak akar-akar pandangan masyarakat bencana alam, lingkungan alam dan pelestariannya. Metode antropologis di sini khususnya adalah perspektif etnografi emik, yang memandang fenomena alam dan sosial budaya dari sudut pandang masyarakat yang menjadi subyek penelitian.
Kata Kunci : Bencana alam; pelestarian lingkungan; pandangan kultural; etnik Jawa, etnik MaduraDP2M-201
Optimalisasi fungsi polisi lalu lintas dalam penanggulangan keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kota Parepare
xiii, 87 h
The MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU NURUL ILMI JAMBI
The quality of education is influenced not only by the competence of educators but also by the availability and effective management of adequate facilities and infrastructure. This study aims to examine the management of facilities and infrastructure in improving the quality of education at Nurul Ilmi Integrated Islamic Junior High School, Jambi City. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that facilities and infrastructure management is carried out optimally through systematic planning, stakeholder involvement, alignment with school needs, and compliance with regulations such as the Ministry of Education’s guidelines and BOS funding provisions. Procurement is conducted in stages based on real needs and coordinated with the relevant teams to ensure efficiency and accountability. Available facilities including comfortable classrooms, laboratories, a digital library, a school mosque, and sports areas significantly contribute to effective learning and the formation of students’ Islamic character. This study concludes that well-planned and coordinated facilities management serves as a key strategy to enhance educational quality in integrated Islamic schools
Peningkatan pemahaman operasi hitung bilangan bulat melalui pendekatan V SDN 215 Kading Kecamatan Barebo kabupaten bone
EKSPLORASI TUMBUHAN OBAT DI CAGAR ALAM SIGOGOR PONOROGO JAWA TIMUR
Kawasan hutan merupakan kantong-kantong biodiversitas tumbuhan obat. Cagar Alam Sigogor di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, merupakan kawasan potensial yang memiliki keragaman tumbuhan obat dan belum banyak diteliti. Ekplorasi tumbuhan obat di kawasan Cagar Alam Sigogor bertujuan untuk mengetahui keragaman, keberlimpahan dan pengetahuan masyarakat sekitar tentang keberadaan tumbuhan obat tersebut. Metode yang digunakan yaitu survey eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan primer hasil pengamatan lapangan dan studi literatur hasil penelitian sebelumnnya. Hasil kegiatan eksplorasi terdata sebanyak 43 spesies tumbuhan obat dari 31 famili. Habitus tumbuhan obat yang ditemukan sebagian besar adalah terna (39,5%), kemudian jenis pohon (23,25%) dan yang paling sedikit adalah semak (6,9%). Bagian tanaman obat yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dan herba, sedangkan yang paling sedikit dimanfaatkan adalah bunga. Kawasan CA Sigogor memiliki potensi sebagai sumber plasma nutfah tumbuhan obat dan masih membutuhkan penelitian lanjut mencakup wilayah yang lebih luas. Kata kunci: eksplorasi, tumbuhan obat, Sigogor, Ponorogo
CRIMINAL CODE BILL ARTICLE 414 AND SEX EDUCATION IN INDONESIA
Sex education in Indonesia still taboos to talk in an educational context; however, sexual abuse, free sex, and abortion are increasing more and more. This situation more likely will get in an emergency when criminal code bill article 414 about showing contraception tools to children is applied because it is considered cut off sexual education teaching and against HIV/AIDS and family planning campaign. This article focuses on analyzing criminal code bill article 414 toward sex education in Indonesia and discussing possible solutions for including sex education in the school curriculum. Several critics addressed in criminal code article 414, and several solutions were given in this article for including sex education in the Indonesian curriculum. There is some limitation occurred toward this article, especially, the literature which addressed this issue is limited. In addition, it seems the experts are not discussing about this issue regularly
- …
