1,725,412 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Studi pemikiran A. Hassan tentang hubungan Islam dan kebangsaan

    Get PDF
    Penulisan skripsi ini dilatarbekangi oleh Islam sebagai agama menuntun manusia ke jalan yang benar baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat bahkan negara. Islam bukan sekedar ajaran ritualitas melainkan juga memberi petunjuk yang fundamental tentang bagaimana hubungan manusia dengan masyarakat bahkan dengan negara. Sebagai perumusan masalah yaitu bagaimana pemikiran A. Hassan tentang Islam dan kebangsaan? Bagaimana corak pemikiran A. Hassan tentang hubungan Islam dan Kebangsaan? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif sedangkan metodenya menggunakan penelitian literer yang berarti library research (penelitian kepustakaan). Data primer yaitu karya tulis A. Hassan, di antaranya: 1) Islam dan Kebangsaan; 2) Tafsir al-Furqan; 3) Soal Jawab tentang Berbagai Masalah Agama 2 jilid. Data sekunder yaitu sejumlah literatur yang mendukung tema penelitian ini. Untuk menganalisis data digunakan deskriptif analisis yaitu menggambarkan pemikiran A. Hassan tentang Islam dan nasionalisme, menggambarkan pemikiran A. Hassan tentang kemerdekaan beragama, menggambarkan pemikiran A. Hassan tentang dasar kehidupan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menurut A. Hassan, istilah kebangsaan yang dipergunakan oleh para pemimpin Indonesia di tahun dua puluhan dan permulaan tiga puluhan mempunyai arti chauvinism (paham kebangsaan secara berlebihan), netral agama dan bahkan anti Islam. Menurut peneliti, jika paham kebangsaan dapat menimbulkan paham kesukuan yang berlebihan, merasa sebagai bangsa yang paling tinggi, dan bangsa lain dianggap rendah, maka paham nasionalisme seperti ini bertentangan dengan Islam yang menganut paham kesamaan, dan kesetaraan antara berbagai suku bangsa. Corak pemikiran A. Hassan tentang hubungan Islam dan kebangsaan dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, corak pemikiran A. Hassan tentang kemerdekaan beragama. Menurut A. Hassan, kemerdekaan agama dapat dilihat dari dua aspek yaitu a) kemerdekaan beragama bagi orang Islam, dan b) kemerdekaan beragama bagi umat agama lain. Menurut Hassan, kemerdekaan beragama bagi orang Islam tidak hanya dalam menjalankan ibadah tetapi juga menegakkan hukum Islam. Menurut Hassan, dalam kenyataannya kemerdekaan beragama hanya sebatas masalah ibadah mahdah (hubungan vertikal/hablum minallah), dan urusan nikah. Sedangkan terhadap sejumlah kemaksiatan atau kemungkaran yang bersinggungan dengan hukum tidak menggunakan hukum Islam. Peneliti sangat setuju dengan pendapat A. Hassan karena dalam Islam sudah ada ketentuan bahwa kita harus saling menghormati dan menghargai antar manusia yang berbeda agama. Kedua, corak pemikiran A. Hassan tentang Dasar kehidupan. Menurut A. Hassan, dasar pemerintahan Islam dapat dilihat dalam beberapa ayat al-Qur'an. Menurut A. Hassan, al-Qur’an mewajibkan umat Islam taat kepada Allah, Rasul dan ulil amri. Taat kepada Allah dan Rasul itu, maksudnya, ialah mengerjakan perintah, menjauhi larangan-larangan dan menghukum menurut apa yang ada dalam al-Qur'an dan Hadis. Taat kepada ulil amri, tentulah tidak dalam urusan ibadah, tetapi semata-mata keduniaan, karena perkara ibadah itu, hak Allah dan Rasul-Nya.

    PENDIDIKAN BERBASIS ADAB MENURUT A. HASSAN

    No full text
    Abstract This writing discusses and analyzes A. Hassan’s concept in education that is courtesy based educational concept. The figure of A Hassan is often connected with his hard works in spreading the religion guidance that based on Quran and Sunnah besides his concern on education. The research uses qualitative critical analysis method on his works / books and interviews with figures who know and deal with the concept in Persis. The writer conclude that A. Hasssan’s educational concept emphasized courtesy or known as character education.  Not only created and educate to be tafaquh fi al-din but also be prepared to be strong/ discipline and polite person. Abstrak Tulisan ini menyajikan analisis mengenai pendidikan berbasis adab A. Hassan. Seringkali ketokohan A. Hassan sebagai guru utama Persatuan Islam dinilai dari sisi kegigihan dalam menegakkan al-Qur’an dan al-Sunnah. Padahal, kefiguran beliau berkaitan pula dengan dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk anialisis terhadap karya-karya A. Hassan dan wawancara kepada tokoh-tokoh Persatuan Islam. Penulis menyimpulkan, pendidikan A. Hassan banyak menekankan pada pendidikan adab yang dikenal dewasa ini dengan istilah pendidikan karakter. Bukan sekedar mendidik siswa untuk memahami ajaran dengan benar (tafaqquh fi al-din) namun juga mendidik supaya mereka menjadi manusia yang bisa disiplin dan beradab

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pandangan A Hassan tentang kebangsaan (Nasionalisme) 1940-1950

    Get PDF
    A Hassan adalah salah seorang tokoh pembaharuan Islam yang ada di Indonesia, melakukan basis perberakan bersama dengan kelompok organisasi pembaharu Islam, yaitu PERSIS (Persatuan Islam) bahkan di tunjuk sebagai guru besar dari Persatuan Islam. Peranan beliau sangat penting dalam proses pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikirannya banyak mempengaruhi tokoh- tokoh besar bangsa, seperti missal ada Muhammad Natsir dan Isa Ansory bahkan juga Soekarno dalam masalah keagamaan. Termasuk diantaranya adalah menyoal kebangsaan yang mana timbulnya pemahaman nasionalisme yang berbeda antara A Hassan dan juga kelompok nasionalisme lainnya. Yang mana ketika khaum nasionalisme yang lain menggantungkan pada asas persamaan, kesetaraan, dengan lingkum geografis yaitu Indonesia. Sedangkan A Hassan lebih condong untuk memikirkan Nasionalisme Islam secara universal. Dari uraian tersebut terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut yaitu : Pertama Bagaimana Biografi A Hassan. Kedua, Bagaimana A Hassan memandang terkait persoalan kebangsaan (1940-1958). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Riwayat hidup dari A Hassan serta bagaimana pandangan A Hassan tentang kebangsaan (1940-1958). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode ini melakukan melalui 4 tahapan yaitu heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian yang di lakukan oleh penulis dengan cara menghubungkan arsip-arsip peninggalan tokoh yang di kaji dengan sumber-sumber literatur seperti majalah,buku-buku, dan lainnya. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan bahwa, A Hassan merupakan tokoh pembaharu Islam di Indonesia yang lahir di derah Tamil, Singapura pada tahun 1887. Beliau pertama kali singgah di Indonesia ketika memiliki kepentingan bisnis batik milik pamannya di Surabaya pada tahun 1920. Di Surabaya saat itu sedang terjadi sebuah perbedaan pandangan antara khaum tua yang berhaluan tradisionalis dan khaum muda yang berhaluan modernis. Selain itu di Indonesia era 1930-1940 an terjadi sebuah perbedaan pandangan terhadap arti dari Nasionalisme yang mana kelompok ini terbagi kepada 2 bagian yaitu kelompok netral agama dan kelompok yang berhaluan agama. A Hassan memberikan tanggapan dan juga kritik terhadap kelompok nasionalisme netral agama. A Hassan menginginkan sebuah Nasionalisme Islam dan negara yang berhaluan Islam. dengan cakupan yang lebih luas menggunakan landasan hukum yang didasarkan pada AlQur’an dan As-sunnah

    Permasalahan teologi dalam pandangan A. Hassan: studi pemikiran tokoh

    Get PDF
    A. Hassan sebagaimana yang kita maklum, bahwa dia terkenal sebagai ahli fiqih atau ahli hukum Islam, dan tidak terkenal sebagai ahli teologi atau teolog. Namun bukan berarti bahwa A. Hassan tidak mempunyai pandangan-pandangan di bidang teologi. Dalam beberapa buku karangannya seperti, at-Tauhid, Pengajaran, Sholat, an-Nubuwah, Sejarah Isra Miraj, Tafsir al-Furqan, Ringkasan 'I'entang Islam, Soal Jawab Masalah Agama serta artikel-artikel dan tulisan-tulisannya dalam majalah Pembela Islam dan al-Lisan dapat dikutip secara berserak-serakan pandangan-pandangannya tentang berbagai permasalahan teologi Islam. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemikiran A. Hassan dalam teologi. Kemanakah kecenderungan A. Hassan dalam masalah teologi. Hasil akhir menunjukkan bahwa pandangan A. Hassan dalam bidang teologi, tentang permasalahan sifat-sifat Tuhan, beliau meengakui bahwa Tuhan mempunyai sifat, yang wajib dimiliki oleh Tuhan. Jumlah sifat yang wajib bagi Allah hanya 13 sifat, dan 7 sifat yang terakhir tidak perlu dicantumkan karena akan membawa kepada kebingungan. Sedang masalah anthropomorphisme beliau menegaskan bahwa untuk ayat-ayat tertentu boleh ditakwilkan dengan makna-makna yang sesuai dan boleh juga diartikan apa adanya tetapi yang demikian itu tidak sama dengan sifat-sifat manusia. Sebagian besar pandangan teologi A. Hassan sesuai dengan pendirian kaum Asy'ariah, walaupun sebagian lagi sesuai dengan posisi Mu'tazilah

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore