1,760,678 research outputs found

    Arrest du conseil d'Estat du Roy, portant réglement pour les calfats de la ville de Marseille . Du 14 [octobre] 1726

    No full text
    [Acte. 1726-10-14. Fontainebleau]Appartient à l’ensemble documentaire : PACA

    Het Eyland Amsterdam ; Het Eyland St. Paulo ; Swartte Swaane drift op het Eyland Rottenest [cartographic material] /

    No full text
    Reproduced in: Verhandeling der zee-horenkens en zee-gewassen in en omtrent Amboina ... / door Francois Valentyn. Dordrecht, 1726.; Rex Nan Kivell Collection NK2110.; With: [Chart of Houtman Abrolhos, W.A.]; Exhibited: Terra Australis, I.C.C.A., 1988; Deja vu, NLA, 1989; Discerning Eye, RNK Collection, NLA 1992.; U2278.Het Eyland St. PauloSwartte Swaane drift op het Eyland Rottenes

    ANALISIS GEMPA PADA STRUKTUR GEDUNG TRAINING CENTER UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) BERDASARKAN SNI 03-1726-2002, SNI 03-1726-2010, DAN SNI 03-1726-2012

    Get PDF
    Dalam Tugas Akhir ini ditinjau yaitu gedung Training Center UNNES Semarang yang akan dilakukan adalah menganalisis gaya gempa dengan menggunakan tiga pedoman SNI gempa yaitu SNI 03-1726-2002, SNI 03-17262010, dan SNI 03-1726-2012. Tujuannya untuk mengetahui perbedaan dalam hasil analisis dan perancangan berdasarkan tiga peraturan gempa tersebut. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan beban – beban yang bekerja pada gedung Training Center UNNES Semarang berdasarkan tiga peraturan SNI gempa, diketahui bahwa adanya perbedaan. Akan tetapi untuk SNI 03-1726-2010, dan SNI 03-1726-2012 ada kesamaan dikarenakan wilayah gempa untuk Semarang memiliki koefisien yang sama. Langkah berikutnya adalah menganalisis struktur dengan program SAP2000. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa gaya gempa sebesar 494,620 ton (SNI 03-1726-2002), 235,825 ton (SNI 03-1726-2010 dan SNI 03-1726-2012), deformasi maksimum sebesar d x =0,322 m, d =0,409 m (SNI 03 – 1726 – 2002), d x =0,203 m, d y =0,151 m (SNI 03 – 1726 – 2010), d y x =0,203 m, d =0,151 m (SNI 03 – 1726 – 2012). Tegangan maksimum untuk balok sebesar 43,681 kg/cm y (SNI 03 – 1726 – 2002), 32,117 kg/cm 2 (SNI 03 – 1726 – 2010 dan SNI 03 – 1726 – 2012). Dimensi untuk masing – masing komponen struktur: B1 (300X600), B2 (250X500), S1 (300X600), S2 (250X500), K1 (600X600), K2 (400X400). Berat struktur keseluruhan sebesar 3702,717 ton (SNI 03 – 1726 – 2002) dan 3641,780 ton (SNI 03 – 1726 – 2010 dan SNI 03 – 1726 – 2012). Kata kunci : Struktur, analisis, perancangan, gaya gempa, beban, SNI 03-1726- 2002, SNI 03-1726-2010, SNI 03-1726-2012

    STUDI ANALISIS HOTEL IBIS PADANG BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 1726:2012

    No full text
    Beban gempa seperti respon spektrum pada perencanaan struktur bangunan akan dipengaruhi oleh adanya standar baru yaitu SNI 1726:2012 “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung” yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSN). Beban gempa berupa respon spektrum dihasilkan oleh program Spektra Indonesia v1.0 beta. Untuk wilayah kota Padang, diperoleh respon spektrum SNI 1726:2012 yang lebih besar dibandingkan respon spektrum SNI 03- 1726-2002. Dengan hasil respon spektrum yang lebih besar tersebut, akan berpengaruh pada perencanaan struktur khususnya struktur beton beraturan. Tahapan yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu menganalisis gaya dalam dan perpindahan pada SNI 03-1726-2002 dan SNI 1726:2012, kemudian membandingkan hasil gaya dalam dan perpindahan berdasarkan SNI 03-1726-2002 dan SNI 1726:2012. Dari analisis perilaku struktur didapatkan gaya dalam dan perpindahan pada struktur akibat respon spektrum SNI 1726:2012 diperoleh lebih besar dari gaya dalam dan perpindahan akibat respon spektrum SNI 03-1726-2002. Hal ini disebabkan karena respon spektrum gempa pada perioda alami lebih dari 1 detik pada SNI 1726:2012 lebih besar dari respon spektrum gempa SNI 03-1726- 2002. Kata kunci : Gempa, SNI 03-1726-2002, SNI 1726:2012, Respon Spektrum, Gaya dalam, Perpindahan

    UMNH:Mamm:1726

    No full text
    UMNH:Mamm:1726 Voucher Specimen Study Ski

    PERBANDINGAN PERCEPATAN SPEKTRAL DESAIN DI PROVINSI ACEH DALAM SNI 1726:2019 DAN SNI 1726:2012

    Get PDF
    Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang paling sering terkena dampak gempa, banyak kerusakan struktural pada bangunan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi. Dalam hal ini perencanaan dan evaluasi struktur tahan gempa secara menyeluruh perlu sebuah peraturan perencanaan struktur bangunan tahan gempa. Perbandingan parameter spektral respons desain dan Percepatan spektral desain (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, dan SD1) antara SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 adalah parameter yang diukur dan diamati dalam penelitian ini. Grafik spektrum respons dibuat untuk tiga kelas situs (tanah lunak, tanah sedang, dan tanah keras) dalam rencana kota/kabupaten yang sedang ditinjau. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan parameter percepatan respon spektra desain SNI 1726:2012 dengan SNI 1726:2019 pada Kabupaten/kota di Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Aceh telah memiliki nilai parameter - parameter untuk percepatan desain berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019.  Dari hasil perbandingan, dapat dilihat bahwa Nilai parameter respons spektral percepatan pada periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD1) mengalami kenaikan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019 pada dua kelas situs tanah Keras (SC) dan kelas situs sedang (SD). Sedangkan pada kelas situs tanah lunak (SE) mengalami penurunan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019. Oleh karenanya perlu segera untuk menilai keamanan struktur di daerah-daerah ini yang dibangun sesuai dengan peraturan gempa SNI 1726:2012. Begitu juga perlu meninjau ulang untuk struktur yang sedang dibangun saat ini atau dalam waktu dekat perencanaa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Comparison of Design Spectal Acceleration in Aceh Province in SNI 1726:2019 and SNI 1726:2012

    No full text
    70 HalamanProvinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang paling sering terkena dampak gempa, banyak kerusakan struktural pada bangunan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi. Dalam hal ini perencanaan dan evaluasi struktur tahan gempa secara menyeluruh perlu sebuah peraturan perencanaan struktur bangunan tahan gempa. Perbandingan parameter spektral respons desain dan Percepatan spektral desain (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, dan SD1) antara SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 adalah parameter yang diukur dan diamati dalam penelitian ini. Grafik spektrum respons dibuat untuk tiga kelas situs (tanah lunak, tanah sedang, dan tanah keras) dalam rencana kota/kabupaten yang sedang ditinjau. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan parameter percepatan respon spektra desain SNI 1726:2012 dengan SNI 1726:2019 pada Kabupaten/kota di Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Aceh telah memiliki nilai parameter - parameter untuk percepatan desain berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019. Dari hasil perbandingan, dapat dilihat bahwa Nilai parameter respons spektral percepatan pada periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD1) mengalami kenaikan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019 pada dua kelas situs tanah Keras (SC) dan kelas situs sedang (SD). Sedangkan pada kelas situs tanah lunak (SE) mengalami penurunan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019. Oleh karenanya perlu segera untuk menilai keamanan struktur di daerah-daerah ini yang dibangun sesuai dengan peraturan gempa SNI 1726:2012. Begitu juga perlu meninjau ulang untuk struktur yang sedang dibangun saat ini atau dalam waktu dekat perencanaan. Aceh Province is one of the provinces most frequently affected by earthquakes, a lot of structural damage to buildings caused by earthquake disasters. In this case the planning and evaluation of earthquake-resistant structures as a whole needs an earthquake-resistant building structure planning regulation. Comparison of design response spectral parameters and design spectral acceleration (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, and SD1) between SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019 are the parameters measured and observed in this study. Response spectrum graphs were created for three site classes (soft soil, medium soil, and hard soil) in the city/district plan under review. This paper aims to compare the acceleration parameters of the design response spectra of SNI 1726:2012 with SNI 1726:2019 in districts/cities in Aceh. The analysis shows that all districts in Aceh Province already have parameter values for design acceleration based on SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019. From the comparison results, it can be seen that the value of the acceleration spectral response parameter in the short period (SDS) and 1 second period (SD1) has increased from SNI 1726: 2012 to SNI 1726: 2019 in two classes of hard soil sites (SC) and medium site classes (SD). While the soft soil site class (SE) has decreased from SNI 1726:2012 to SNI 1726:2019. Therefore, it is necessary to immediately assess the safety of structures in these areas that were built in accordance with SNI 1726:2012 earthquake regulations. It is also necessary to review for structures that are being built currently or in the near future planning
    corecore