1,721,188 research outputs found

    Analisis Novel Rumah di Tengah Sawah Karya Muhammad Subhan: Tinjauan Struktural Robert Stanton

    Get PDF
    Skripsi ini membahas struktur novel Rumah di Tengah Sawah karya Muhammad Subhan yang bercerita tentang orang-orang kecil yang rumahnya dihancurkan, kemudian mereka terusir. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan struktur yang terdapat dalam novel Rumah di Tengah Sawah karya Muhammad Subhan. Landasan teori yang dipakai untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teori struktural Robert Stanton, yaitu fakta-fakta cerita, tema, dan sarana-sarana sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data. Hasil dalam penelitian ini adalah, novel Rumah di Tengah Sawah karya Muhammad Subhan didasarkan pada fakta-fakta cerita (karakter tokoh, alur, latar); tema; dan sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi) saling berkaitan satu sama lain yang membangun keutuhan novel

    Nilai Cinta Kasih dalam Novel Rinai Kabut Singgalang Karya Muhammad Subhan dan Implikasinya dalam Pembelajaran Teks Novel

    No full text
    This study aims to describe and analyze the intrinsic elements, the values of love in the novel Rinai Kabut Singgalang by Muhammad Subhan, and their implications in the study of novel texts. This type of research is a qualitative research with descriptive methods. The data in this study are words, phrases and sentences in the novel Rinai Kabut Singgalang by Muhammad Subhan relating to the value of love. Data analysis techniques in this study, namely the collected data were identified, then inventory data, classify data, interpret data, and draw conclusions. Based on the results of the study, found the value of love in the novel Rinai Kabut Singgalang by Muhammad Subhan and its implications in the study of novel texts. First, the value of love for God, with indicators of carrying out obligations as Muslims, avoiding the prohibition of Allah, and always remembering Allah. Second, the value of love for the family, with indicators to support the family, love children, serve parents, and love one another. Third, the value of love for others, with indicators of doing good to others, helping each other with friends, and loving the opposite sex. Fourth, the value of love for oneself, with indicators of self-preservation, actualization and developing one's potential, as well as being happy and peaceful. Fifth, the implication of the value of love in the novel Rinai Kabut Singgalang by Muhammad Subhan in learning text novels for class XII 2013 curriculum

    ANALISIS STRUKTUR DAN TEKSTUR CERPEN BENSIN DI KEPALA BAPAK KARYA MUHAMMAD SUBHAN MAJALAH HORISON EDISI FEBRUARI 2014

    Get PDF
     Judul penelitian ini adalah Analisis struktur dan tekstur Cerpen Bensin di Kepala Bapak Karya Muhammad Subhan Majalah Horison Edisi Februari 2014. Analisis cerpen-cerpen merupakan kegiatan apresiasi. Sebab tujuan akhir dari pemahaman sebuah karya sastra adalah mampu mengapresiasinya. Sastra merupakan sebuah ciptaan atau sebuah kreasi diciptakan dari seorang seniman melalui bahasa yang mengesankan melalui pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia yang diungkapkan secara luapan emosi spontan. Unsur yang membangun sebuah karya sastra adalah struktur, tekstur, dan konteks. Dalam penelitian ini penulis menganalisis cerpen-cerpen di majalah horison. Adapun yang menjadi permasalahan dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah struktur dan tekstur dalam cerpen-cerpen di majalah horizon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik analisis datanya adalah teks cerpen-cerpen majalah horison. Hasil analisis cerpen-cerpen di Majalah Horison adalah : Secara struktur cerpen-cerpen Majalah Horison sangat menarik, dari abstraksi hingga koda cerpen-cerpen ini sangat membuat para pembaca penasaran

    Profesi Jasa pijat profesional di kota Banjarmasin

    Get PDF
    Muhammad Subhan .2015. Profesi Jasa pijat profesional di kota Banjarmasin, Skiripsi Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) Dra.Hj. MashunahHanafi, M.A, Pembimbing (II) RahmatSholihin, M. Ag. Penelitian ini dilatar belakangi tentang pijatdimana praktek pijat yang pasiennya berlawanan jenis memerlukan kejelasan karena dalam memijat tentu mengharuskan memegang tubuh yang bukan muhrim nya kemudian melihat dari penghasilan individu yang berprofesi sebagai pijat profesional di kota Banjarmasin tidak dapat di pastikan dalam seharinya begitupun kejelasan tentang upah-mengupah dalam praktek pijat maka dari keingintahuan terhadap yang melatarbelakangi tersebut timbul untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran profesi jasa pijat profesional di kota Banjarmasin dan bagaimana pandangan Ekonomi Islam terhadap jasa pijat profesional di Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka penulis langsung kerumahpara masyarakat yang berprofesi sebagai pijat di kota Banjarmasin tersebut untuk melakukan observasi dan wawancara langsung kepada para masyarakat yang berprofesi sebagai pijat profesioanal tersebut. Adapun jumlah responden adalah 12 orang berprofesi sebagai pijat profesional di Kota Banjarmasin. Melalui penelitian ini penulis mendapatkan temuan-temuan: Pertama: Penghasilan para masyarakat yang berprofesi sebagai pijat tidak dapat dipastikan, kemudian keahlian para pijat pada umumnya didasarkan oleh keturunan seperti responden 1,2,3,4,5,6,7,9,10 dan 12 hanya sebagian yang memperoleh keahlian pijatnya dari pembelajaran seperti responden 8 dan 11., kemudian dari hasil penelitian didapatkan bahwa jasa pijat profesional di Kota Banjamasin ada yang menggunakan tidak menggunakan tarif harga ( secara suka rela ) dan ada yang menggunakan tarif harga. Kedua: pada umumnya masyarakat yang berprofesi sebagai pijat profesional di Kota Banjarmasin mengetahui bahwa ketidakbolehan seorang muslim dalam memegang tubuh yang bukanmuhrimnya, dari hasil penelitian pada umumnya menyentuh bagian tubuh yang di anggap sakit. Dalam Ekonomi Islam profesi pijat salah satu mata pencaharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, tinjauan terhadap hukum Islam bahwa pijat adalah pekerjaan yang halal, kedaruratan membolehkan yang dilarang (bersentuhan dengan bukan muhrim)

    SENGKETA HAK WARIS ANTARA ANAK KEPONAKAN DENGAN ANAK ANGKAT DALAM PERPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA INDONESIA (Studi Kasus Di Kampung Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019)

    No full text
    ABSTRAK SENGKETA HAK WARIS ANTARA ANAK KEPONAKAN DENGAN ANAK ANGKAT DALAM PERPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA INDONESIA (Studi Kasus Di Kampung Astomulyo Kecamatan Punggur Lampung Tengah Tahun 2019) Oleh MUHAMMAD SUBHAN Harta waris adalah harta bawaan ditambah bagian dari harta bersama setelah digunakan untuk keperluan pewaris selama sakit sampai meninggalnya, biaya pengurusan jenazah (tajhiz), pembayaran hutang dan pemberian untuk kerabat Tujuan dari penulis melakukan penelitian ini adalah mengetahui cara menyelesaikan sengketa hak waris antara anak keponakan dengan anak angkat dalam perpektif kompilasi hukum islam dan hukum perdata Indonesia studi kasus di Kampung Astomulyo Kecamatan Punggur Lampung Tengah Tahun 2019). Rumusan masalah penelitian adalah Bagaimana menyelesaikan sengketa hak waris antara anak keponakan dengan anak angkat dalam perpektif kompilasi hukum islam dan hukum perdata Indonesia studi kasus di Kampung Astomulyo Kecamatan Punggur Lampung Tengah Tahun 2019)?, Jenis penelitian yang penulis pilih adalah penelitian kualitatif lapangan, dengan menggunakan alat pengumpulan data seperti interview, observasi dan dokumentasi, langkah selanjutnya penulis menggunakan metode analisa data. Dalam menganalisa data penulis menggunakan analisa deskriptif kualitatif artinya menggambarkan realitas di lapangan apa adanya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan Berdasarkan hasil pengolahan terhadap data maka dapat penulis simpulkan bahwa menurut hukum Perdata ada dua macam, yaitu : Sebagai ahli waris menurut undang-undang atau abintestato, karena ditunjuk dalam surat wasiat (testament) Dalam pasal 832 KUHP ditetapkan bahwa, yang berhak untuk menjadi ahli waris adalah keluarga sedarah dan yang mempunyai hubungan perkawinan (suami-istri) dengan pewaris. Mereka itu seperti anak atau keturunannya, bapak, ibu, kakek, nenek serta leluhurnya ke atas, saudara atau keturunannya serta suami atau istriGolongan keempat terdiri dari keluarga sedarah lainnya dalam garis menyamping sampai derajat ke 6 (enam) dari pasal 856, 861 KUHP baik Kata Kunci ; Sengketa Waris, Anak Keponakan, Anak Angka

    “Akhlak Murid Kepada Guru Dalam Peoses Pembelajaran Menurut Kitab “Al-Akhlak Li Al-Banin”

    Get PDF
    Muhammad Subhan, 2014. “Akhlak Murid Kepada Guru Dalam Peoses Pembelajaran Menurut Kitab “Al-Akhlak Li Al-Banin””. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Raihanah, S.Pd.I, M.Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kitab akhlak yaitu al-akhlak li al-banin yang dikarang oleh Syekh Umar bin Ahmad Al-Bardja tentang etika murid kepada guru dalam proses pembelajaran, dimana hal tersebut merupakan bagian yang sangat penting dalam hal mencapai suatu tujuan pembelajaran dan juga merupakan sebuah tujuan akhir yakni dalam pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah : mengetahui tentang bagaimana etika nurid kepada guru saat pembelajaran berlangsung disekolah menurut kitab “Al-Akhlak Li Al-Banin” karangan Syekh Umar bin Ahmad al-Bardja. Dalam penelitian ini fokus kepada adab kepada guru, berisikan hal-hal yang sepatutnya bagi murid beradab kepada gurunya, yakni bagimana menjaga hubungan baik diantara guru dan murid serta menjaga perasaan si guru agar tidak menyakiti perasaan si guru tersebut, demikian itu semua dilaksanakan oleh murid. Dari hasil penelitian, diperoleh data: Pertama, etika kepada guru dalam proses pembelajaran meliputi sikap dan tata cara dalam hal belajar dikelas, Kedua, tata cara dalam hal berinteraksi kepada guru, Ketiga, menjaga sikap kepada guru pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil analis, bahwa adab murid dan guru merupakan hal yang penting dalam pembelajaran, karena hal itu merupakan sebuah latihan dalam membentuk karakter anak dalam menyalurkan kepada tujuan umum pendidikan Islam yakni menjadikan manusia beiman dan bertakwa serta berbudi pekerti yang luhur. Disamping mempunyai kepandaian juga memiliki perangai yang baik, karena hanya memeliki kepandaian saja tanpa ada perangai yang baik, hal itu akan berdampak sia-sia bahkan merugikan dirinya dan orang lain bahkan sampai dicela manusia bahwa orang yang tidak punya perangai yang bagus akan dijauhi dan dicela manusia dan juga Tuhannya, Sementara manusia tidak akan bisa hidup sendiri melainkan memerlukan bantuan orang lain,untuk itu diperlukannya akhlak dan etika, khususnya dalam pembelajaran. Dengan hasil penelitian ini diharapkan adanya perhatian khusus dalam pembentukan karakter dalam proses pembelajaran, walaupun adab kepada guru bukan merupakan komponen yang secara khusus dalam suatu pelajaran, tetapi hal tersebut merupakan jalan untuk mencapai suatu tujuan umum pendidikan Islam yaitu menjadikan insan kamil beakhlak dan bertakwa. Melalui poin-poin adab dalam pembelajaran tersebut akan melatih dan membentuk kepribadian yang tangguh dan beakhlak mulia, hal itu yang akan diharapkan oleh bangsa kita sendiri mencetak para cendikia yang beakhlak mulia. Apabila para cendikia mempumyai akhlak yang mulia, maka akan terbangun ketentraman bangsa

    TRADISI MENGARAK KITAB SHAHÎH AL-BUKHÂRÎ PADA RITUAL TOLAK BALA DI KECAMATAN DAHA UTARA, HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN (Studi Living Hadis)

    Get PDF
    Muhammad Subhan, 1201421338, Tradisi Mengarak Kitab Shahîh al-Bukhârî Pada Ritual Tolak Bala Di Kecamatan Daha Utara, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Studi Living Hadis), Skripsi 2016, Pembimbing: (1) Dr. Akhmad Sagir, M. Ag (2) Dr. Zikri Nirwana, M. Ag. Kata Kunci: Mengarak Kitab Shahîh al-Bukhârî, Konsep Tolak Bala, Studi Living Hadis. Musibah seringkali menimpa kehidupan manusia, seperti kebakaran, wabah penyakit, perzinahan dan lainnya. Pada zaman sekarang ini, manusia berusaha menghindarinya dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan mengadakan ritual tolak bala mengarak kitab Shahîh al-Bukhârî. Berangkat dari permasalahan itu, penulis ingin mengetahui apa tujuan dan motivasi masyarakat mengarak kitab Shahîh al-Bukhârî tersebut pada ritual tolak bala. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan studi living hadis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan fenomenologis, yaitu subjek yang diteliti memaknai pemikiran ataupun tindakannya dilihat dari realitas yang ada secara faktual dan akurat, diperoleh data dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah para ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang pernah mengikuti. Sedangkan objek penelitian ini adalah motivasi dan tujuan masyarakat kecamatan Daha Utara, khususnya tiga desa yang diteliti, serta memuat prosesi pelaksanaan tradisi tersebut. Setelah dilakukan penelitian, maka ditemukan hasil bahwa motivasi dari dilaksanakannya tradisi mengarak kitab Shahîh al-Bukhârî pada ritual tolak bala di kecamatan Daha Utara, khususnya pada tiga desa, yaitu Teluk Labak, Pasungkan, dan Taluk Haur ini adalah (1) Karena keistimewaan dari kitab Shahîh al-Bukhârî. (2) Karena akhlaq yang dimiliki oleh Imam al-Bukhârî. (3) Karena adanya rasa khawatir dan rasa takut yang memotivasi mereka untuk melakukan tradisi ini. (4) Karena tradisi tersebut adalah adat-istiadat yang turun-temurun yang perlu dilestarikan. Tujuan dari dilaksanakannya tradisi mengarak kitab Shahîh al-Bukhârî pada ritual tolak bala tersebut adalah (1) Untuk mengambil berkah dari kitab hadis tersebut. (2) Menjadikan kitab hadis tersebut sebagai wasîlah kepada Allah swt, agar mendapatkan keselamatan dari Allah swt. (3) Supaya terjalin tali silaturrahmi yang baik antar warga di desa-desa tersebut. (4) Agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala bentuk bala atau bencana. Diantara faktor-faktor penyebab bertahannya tradisi ini adalah karena adanya hadis yang mereka perpegangi dalam hal ini, serta adanya rasa takut dan khawatir, sehingga mendorong mereka untuk melaksanakan tradisi mengarak kitab Shahîh al-Bukhârî pada ritual tolak bala ini

    Aspek budaya Minangkabau dalam Novel Rinai Kabut Singgalang Karya Muhammad Subhan dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA

    No full text
    Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur budaya Minangkabau yang ada dalam novel Rinai Kabut Singgalang karya Muhammad Subhan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah nantinya. hal. itu dikarenakan dalam novel ini terdapat unsur-unsur budaya Minangkabau yang dapat menambah pengetahuan peserta didik terhadap salah satu budaya di Indonesia. Belajar aspek budaya lewat karya sastra adalah upaya pelestarian budaya, karena karya sastra banyak mengandung informasi tentang budaya serta adat istiadatnya. Metode yang digunakan dalam menganalisis aspek budaya dalam novel Rinai Kabut Singgalang adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aspek budaya Minangkabau dalam novel Rinai Kabut Singgalang meliputi: 1) sistem bahasa, terdiri dari 13 kosakata bahasa Minangkabau yang bersinonim dengan bahasa Indonesia, satu kosakata Minangkabau yang bersinonim dengan bahasa Indonesia secara harfiah tetapi secara konseptual berbeda, dan dua kosakata bahasa Minangkabau yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. 2) sistem pengetahuan, terdiri dari: ilmu tahu pada diri, tahu pada orang, tahu pada alam, dan tahu pada Allah. 3) sistem religi, terdiri dari: kepercayaan masyarakat Minangkabau pada mitos, ketaatan beragama masyarakat Minangkabau dan pengadaan pengajian ketika ada yang meninggal. 4) sistem teknologi, terdiri dari: bentuk rumah di Minangkabau, yaitu Rumah Gadang. 5) sistem mata pencaharian, terdiri dari: berdagang, berladang, nelayan, dan bertani. 6) sistem kesenian, terdiri dari: seni bela diri �pencak silat� dan seni sastra yaitu sebagai penulis novel. 7) sistem organisasi sosial, terdiri dari: adat perkawinan suku Minangkabau, adat rundingan dalam mencari kata mufakat, dan garis keturunan yang diambil dari ibu (matrilineal
    corecore