1,721,023 research outputs found
THE RELIANCE IN MBAH ASENG GRAVE IN GOLAN VILLAGE, SUKOREJO SUBDISTRICT PONOROGO REGENCY
This study has three aims. Those are 1) Describing the origin of the reliance in Mbah Aseng grave in Golan village, Sukorejo subdistrict, Ponorogo regency. 2) explaining the form of the belief in Mbah Asenf grave in Golan village, Sukorejo subdistrict, Ponorogo regency 3) Explaining the significances in Mbah Asenf grave in Golan village, Sukorejo subdistrict, Ponorogo regency.This study used the qualitative method with naturalistic approach. This study was done in in Golan village, Sukorejo subdistrict, Ponorogo regency. The technique to collect the data in this study used observation of participation, interview, and documentation. The tool used in this study are digital camera, handycam, tape recorder, and note book. The technique used to analyze the data is by using inductive method. In validating the data, the researcher used triangulation method and triangulation source.The result of this study is presented in three chapters. The first is about the history of Mbah Aseng grave, it explained about the story of the grave of Mbah Aseng origin. The second discussed about the form of reliance in Mbah Aseng grave that consist of four raliences. The third one is about the significances of the reliance in Mbah Aseng grave. The significances covered four items, such as spiritual significance, social significance, conserve significance, and tourism significance
TINJAUAN URF TERHADAP ADAT MASSELLE ASENG DALAM AKAD NIKAH SUKU BUGIS DI DESA TETEURI KECEMATAN SABBANG SELATAN KABUPATEN LUWU UTARA
ABSTRAK
Muhammad nur jusman, 2023 “Tinjauan Urf Terhadap Adat Masselle Aseng
dalam Akad Nikah Suku Bugis di Desa Teteuri Kecematan
Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara” program studi
Hukum keluarga islam. Pembimbing 1 Sabaruddin dan
Pembimbing II Ulfa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap
pelaksanaan adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis, dan tinjuan Urf
terhadap adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis di Desa Teteuri
Kecematan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini
diperoleh dari data primer, data sekunder dan data tersier. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun
teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pandangan masyarakat
terhadap adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis mempunyai makna
yang sangat mendalam pada pelaksanaannya, yang dimulai dengan mendatangi
sanro untuk meminta petunjuk untuk melihat nama calon mempelai dan kemudian
diganti pada saat akad nikah, yang bertujuan untuk memberi kehidupan rumah
tangga yang baik kedepannya. 2) hasil penelitian dilapangan, adat masselle aseng
dikaitkan dengan Urf yang shahih, yaitu sesuatu yang dikenal oleh masyarakat,
tidak bertentangan dengan dalil syara', tidak menghalalkan yang diharamkan dan
tidak membatalkan kewajiban. Nama merupakan sebuah doa yang diberikan oleh
orang tua kita yang bertujuan agar kelak akhlak dan prilaku seseorang dapat
menjadi baik .Sesuai yang diungkapkan oleh Firudding selaku tokoh adat, bahwa
dalam pelaksanaan adat masselle aseng ini tidak menghilangan nilai-nilai
keislaman didalamnya. Begitupun dalam perhitungan aksara nama tetap
melandaskan nilai-nilai Islam. Adat masselle aseng ini merupakan dari unsur
kehati-hatian orang tua mempelai dalam memperbaiki kehidupan dalam
pernikahan sang anak.
Kata kunci: Urf, Akad Nikah, Adat, Masselle Aseng.
xxiii
ABSTRACT
Muhammad nur jusman, 2023 "Urf Review of the Masselle Aseng Custom in
the Marriage Contract of the Bugis Tribe in Teteuri Village,
South Sabbang District, North Luwu Regency" Islamic family
law study program. Supervisor 1 Sabaruddin and Supervisor II
Ulfa.
This research aims to determine the community's views on the
implementation of the masselle aseng custom in Bugis tribe marriage contracts,
and Urf's perspective on the masselle aseng custom in Bugis tribe marriage
contracts in Teteuri Village, South Sabbang District, North Luwu Regency.
This type of research is field research. This research is a qualitative
research. Data sources in this research were obtained from primary data,
secondary data and tertiary data. The data collection techniques used are
observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are
data reduction, data presentation and drawing conclusions.
The results of this research show that 1) The community's view of the
masselle aseng custom in the Bugis tribe's marriage contract has a very deep
meaning in its implementation, which begins with visiting the sanro to ask for
instructions to see the name of the prospective bride and groom and then changing
it at the time of the marriage contract, which aims to provide a good home life in
the future. 2) the results of research in the field show that the masselle aseng
custom is associated with authentic Urf, that is, something that is known by the
community, does not conflict with the propositions of Sharia', does not justify
what is forbidden and does not cancel obligations. The name is a prayer given by
our parents which aims to ensure that a person's morals and behavior will be good
in the future. As stated by Firudding as a traditional figure, the implementation of
the Masselle Aseng custom does not eliminate the Islamic values within it.
Likewise, the calculation of name characters is still based on Islamic values. This
masselle aseng tradition is an element of caution by the bride and groom's parents
in improving their child's married life.
Keywords: Urf, Marriage Contract, Custom, Masselle Aseng
Perancangan Tokoh Acek Aseng dan Fu dalam Film Animasi Hybrid “Furewell”
Salah satu hal yang dapat menjadi penentu menarik atau tidaknya sebuah film animasi adalah tokoh yang muncul pada film tersebut, baik secara visual maupun karakterisasi dari tokoh tersebut. Seorang perancang tokoh berperan penting dalam perancangan tokoh yang akan muncul dalam film. Untuk memenuhi syarat kelulusan di Universitas Multimedia Nusantara, peneliti menyusun skripsi penciptaan yang akan menjelaskan proses perancangan tokoh Acek Aseng dan Fu sesuai dengan jobdesk yang diambil oleh peneliti yakni character designer. Dari berbagai jobdesk yang ada, peneliti memutuskan untuk membahas mengenai perancangan tokoh dikarenakan keinginan peneliti untuk menerapkan perancangan kostum dan warna sehingga dapat memvisualisasikan perubahan psikologis yang terjadi pada tokoh Acek Aseng, dan penulis dapat menciptakan tokoh yang sesuai dengan alur cerita. Yang akan menjadi pembahasan dalam skripsi penciptaan ini adalah proses perancangan kostum dan warna Acek Aseng dan Fu dalam film animasi "Furewell" yang dikaji menggunakan teori kostum dan warna. Dalam penyusunan skripsi penciptaan, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersumber dari jurnal, film animasi, buku dan artikel internet
TINJAUAN URF TERHADAP ADAT MASSELLE ASENG DALAM AKAD NIKAH SUKU BUGIS DI DESA TETEURI KECEMATAN SABBANG SELATAN KABUPATEN LUWU UTARA
ABSTRAK
Muhammad nur jusman, 2023 “Tinjauan Urf Terhadap Adat Masselle Aseng
dalam Akad Nikah Suku Bugis di Desa Teteuri Kecematan
Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara” program studi
Hukum keluarga islam. Pembimbing 1 Sabaruddin dan
Pembimbing II Ulfa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap
pelaksanaan adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis, dan tinjuan Urf
terhadap adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis di Desa Teteuri
Kecematan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini
diperoleh dari data primer, data sekunder dan data tersier. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun
teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pandangan masyarakat
terhadap adat masselle aseng dalam akad nikah suku bugis mempunyai makna
yang sangat mendalam pada pelaksanaannya, yang dimulai dengan mendatangi
sanro untuk meminta petunjuk untuk melihat nama calon mempelai dan kemudian
diganti pada saat akad nikah, yang bertujuan untuk memberi kehidupan rumah
tangga yang baik kedepannya. 2) hasil penelitian dilapangan, adat masselle aseng
dikaitkan dengan Urf yang shahih, yaitu sesuatu yang dikenal oleh masyarakat,
tidak bertentangan dengan dalil syara', tidak menghalalkan yang diharamkan dan
tidak membatalkan kewajiban. Nama merupakan sebuah doa yang diberikan oleh
orang tua kita yang bertujuan agar kelak akhlak dan prilaku seseorang dapat
menjadi baik .Sesuai yang diungkapkan oleh Firudding selaku tokoh adat, bahwa
dalam pelaksanaan adat masselle aseng ini tidak menghilangan nilai-nilai
keislaman didalamnya. Begitupun dalam perhitungan aksara nama tetap
melandaskan nilai-nilai Islam. Adat masselle aseng ini merupakan dari unsur
kehati-hatian orang tua mempelai dalam memperbaiki kehidupan dalam
pernikahan sang anak.
Kata kunci: Urf, Akad Nikah, Adat, Masselle Aseng.xxiii
ABSTRACT
Muhammad nur jusman, 2023 "Urf Review of the Masselle Aseng Custom in
the Marriage Contract of the Bugis Tribe in Teteuri Village,
South Sabbang District, North Luwu Regency" Islamic family
law study program. Supervisor 1 Sabaruddin and Supervisor II
Ulfa.
This research aims to determine the community's views on the
implementation of the masselle aseng custom in Bugis tribe marriage contracts,
and Urf's perspective on the masselle aseng custom in Bugis tribe marriage
contracts in Teteuri Village, South Sabbang District, North Luwu Regency.
This type of research is field research. This research is a qualitative
research. Data sources in this research were obtained from primary data,
secondary data and tertiary data. The data collection techniques used are
observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are
data reduction, data presentation and drawing conclusions.
The results of this research show that 1) The community's view of the
masselle aseng custom in the Bugis tribe's marriage contract has a very deep
meaning in its implementation, which begins with visiting the sanro to ask for
instructions to see the name of the prospective bride and groom and then changing
it at the time of the marriage contract, which aims to provide a good home life in
the future. 2) the results of research in the field show that the masselle aseng
custom is associated with authentic Urf, that is, something that is known by the
community, does not conflict with the propositions of Sharia', does not justify
what is forbidden and does not cancel obligations. The name is a prayer given by
our parents which aims to ensure that a person's morals and behavior will be good
in the future. As stated by Firudding as a traditional figure, the implementation of
the Masselle Aseng custom does not eliminate the Islamic values within it.
Likewise, the calculation of name characters is still based on Islamic values. This
masselle aseng tradition is an element of caution by the bride and groom's parents
in improving their child's married life.
Keywords: Urf, Marriage Contract, Custom, Masselle Aseng
Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Metode Prototype Pada Minimarket Aseng Muaro Jambi Berbasis Web
Minimarket Aseng merupakan usaha swasta yang beralamat di Jl. Raya Kasang Pudak, Kasang Pudak, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Usaha ini bergerak dibidang penjualan dan pembelian segala kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya.Pada proses pengolahan datanya menggunakan microsoft Excel, namun masih banyak terjadi kendala dalam pengolahan data, seperti sulitnya Untuk mendata data Penjualan Dan Pembelian, merencanakan kegiatan yang direncanakan sebelumnya karena proses pencarian data di nilai lambat, data tidak tampil otomatis sehingga harus menginput secara berulang, serta data tidak dapat saling terintegrasi karena tidak adanya database. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem yang sedang berjalan, agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi pada pada Minimarket Aseng Muaro Jambi, dengan cara merancang Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Metode Prototype Pada Minimarket Aseng Muaro Jambi Berbasis Web. Tahapan yang akan dilakukan dalam penyelesaian masalah yang dibahas yaitu, melakukan identifikasi, melakukan pencarian informasi berdasarkan landasan- landasan teori, pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, menganalisis untuk mencari solusi atas permasalahan yang didhadapi Minimarket Aseng Muaro Jambi. Metode pengembangan sistem menggunakan model Prototype, hingga menghasilkan prototype pengolahan data yang di harapkan dapat mempermudah dalam pengolahan data maupun pembuatan laporan
TRADISI MESELLE ASENG KETIKA AKAD NIKAH PADA MASYARAKAT SUKU BUGIS DI KELURAHAN PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
ABSTRAK
Judul: Tradisi maselle aseng masyarakat suku Bugis di Kelurahan Pulau
Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir ditinjau
menurut hukum Islam
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan tradisi
maselle aseng masyarakat suku Bugis di Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan
Reteh Kabupaten Indragiri Hilir serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap
tradisi maselle aseng.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tradisi
maselle aseng masyarakat suku Bugis di Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan
Reteh Kabupaten Indragiri Hilir serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap
tradisi maselle aseng.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Maka dari
itu penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi dan
wawancara, angket, dokumentasi, serta buku-buku yang berhubungan dengan
masalah yang diteliti. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat
suku Bugis di Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri
Hilir sebanyak 70 orang. Namun karena banyaknya populasi dan keterbatasan
penulis untuk meneliti semua populasi tersebut, maka penulis mengambil sampel
sebanyak 10 orang, yang terdiri dari 2 orang maselle aseng ketika akad nikah, 2
orang yang tidak mau maselle aseng, 2 orang sandro, orang tua nasellei asenna
anakna (mengganti nama anaknya) dan 2 tokoh masyarakat, 2 Tokoh adat dengan
menggunakan tekhnik purposive sampling. Setelah semua data terkumpul penulis
melakukan analisa data dengan menggunakan metode analitif deskriftif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, tradisi meselle aseng adalah tradisi
masyarakat bugis yakni sebelum melangsungkan akad nikah (Ijab dan Qabul) para
keluarga terlebih dahulu mendatangi para sandro (tokoh masyarakat bugis yang
dihargai) untuk melihat dale‟ gello (nasib baik) kehidupan rumah tangga calon
pengantin tersebut terutama dalam melaksanakan akad nikah yang dimulai dengan
nama calon mempelai wanita dan laki-laki. Apabila nama tersebut menurut
sandro akan mendatangkan dale‟ konjak (nasib buruk) maka sandro tersebut
akan maselle aseng (mengganti nama) calon mempelai yang diduga akan
mendatangkan dale‟ konjak (nasib buruk) dalam kehidupan rumah tangga
nantinya. Tetapi perubahan nama tersebut hanya dilakukan ketika akad nikah (Ijab
dan qabul) saja. Proses ini dilakukan sebelum berlangsungnya akad nikah, atau
setelah dilakukan proses adat sebelum menikah yakni mependre doi‟. Tradisi
meselle aseng dalam hukum Islam terdapat dalam konsep urf‟ dimana tradisi ini
sudah menjadi kebiasaan sudah berjalan lama dan ajeg dalam masyarakat
tentunya bentuk dari kearifan lokal masyarakat bugis di Pulau Kijang, Kecamtan
Reteh. Tradisi ini dalam hukum Islam adanya hal yang bertolak belakang, karena
pelaksanannya adanya penyelewengan dari syariat Islam yakni adanya peramalan
nasip kedepannya dan bertentangan dengan keyakinan sesungguhnya rejeki dan
musibah segalanya telah diatur dan sesuai dengan kehendak oleh Allah SWT
tanpa ada campur tangan siapapun, termasuk sandro
The Effect Of Promotion, Price, And Quality Of Service On Customer Satisfaction Of PT. Aseng Keto Sukses Medan
This research was motivated by a decrease in the number of customers of PT. Aseng Ketok Successful in 2020. The decrease in the number of customers indicates that the satisfaction of pt. Aseng Ketok Success Medan. By looking at the problems that exist, this research is directed to analyze how to increase satisfaction by supporting increased promotion, price, and, quality of service. In this study used is the criteria of permanent customers, which are meant by permanent customers here are service users who have more than twice used the services of PT. Aseng Ketok Success. The number of samples is determined based on calculations of the Slovin formula with a tolerable error rate of 5%, then the sample count will be obtained as many as 150 people. The data analysis method used in this study is Multiple Regression, were previously tested the validity, reliability, and classical assumptions. The results showed that promotion, price, and quality of service have a positive and significant influence on customer satisfaction. The author's advice is to increase customer satisfaction can be done by improving promotions, maintaining customer satisfaction, and pricing more in line with customer capabilities. PT. Aseng Ketok Sukses Medan needs to maintain elements that have been considered good by customers and need to improve things that are still lacking
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
