1,721,008 research outputs found

    REVITALISASI PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG JATI DUWUR JOMBANG LAKON PATAH KUDA NARAWANGSA

    Get PDF
    ABSTRAK Judul penelitian “Revitalisasi Pertunjukan Wayang Topeng Jati Duwur Jombang Lakon Patah Kuda Narawangsa”. Revitalisasi Wayang Topeng Jati Duwur merupakan fenomena dalam kehidupan seni pertunjukan Wayang Topeng di Jombang setelah beberapa tahun terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pertunjukan Wayang Topeng Jati Duwur sebelum direvitalisasi; konsep, proses dan wujud pertunjukan selama direvitalisasi; serta fungsi dan peran pertunjukan Wayang Topeng jati Duwur bagi masyarakat saat ini. Penelitian ini merupakan grounded research yang dalam memecahkan permasalahan digunakan teori revitalisasi, pendekatan tekstual dan kontekstual, konsep struktur dan tekstur, konsep fungsi dan peran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang didukung dengan analisis verstehen, interpretatif dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pertunjukan WTJD sebelum direvitalisasi memiliki interaksi dengan kondisi geografis, sosial dan budaya Jombang, dan latar belakang kehidupannya, serta hubungan intertekstual dengan teks pertunjukan lain di Jombang. Pertunjukan WTJD merupakan pertunjukan Wayang Topeng khas Jombang, dan memiliki karakter pertunjukan Wayang Topeng Jawa Timuran. Konsep revitalisasi WTJD adalah nguri-urip seni dan desakralisasi yang prosesnya dilakukan dengan tahapan reformulasi, komunikasi, organisasi, transformasi budaya dan rutinitas. Proses garap pertunjukan WTJD dilakukan dengan langkah identifikasi ide, observasi nilai artistik, kolaborasi nilai artistik dengan ide seniman, penggarapan pemanggungan, pementasan untuk menemukan citarasa penonton. Wujud garap pertunjukan WTJD hasil revitalisasi berbeda dengan sebelumnya yaitu terletak pada pertunjukan tari, struktur lakon, catur, gerak tari, gending karawitan, unsur pendukung lain seperti busana dan tata pentas. Pasca revitalisasi pertunjukan WTJD berfungsi tidak hanya sebagai sarana ritual nadzar tetapi juga pencarian pengalaman batin, sebagai sarana mencari nafkah, sebagai hiburan, sebagai presentasi estetis dan sebagai pengikat solidaritas sosial. Peran WTJD saat ini bagi seniman dapat membangun identitas seniman, sebagai pembangun kehidupan tradisi, menyatukan nilai seni dan budaya, sebagai sumber inspirasi pengembangan seni dan budaya Jombang; sebagai pembangun kerukunan sosial; pemberi peluang pengembangan ekonomi kreatif; sebagai pembangun karakter bangsa. Kesimpulan penelitian ini adalah revitalisasi telah mampu menghidupkan kembali Wayang Topeng Jombang yang berdampak pada bidang sosial, seni budaya, ekonomi dan pendidikan di Jombang. (Kata Kunci: Pertunjukan, Wayang Topeng, Revitalisasi

    Meningkatkan Daya Kreatif Siswa Menggunakan Teknologi Digital Sebagai Media Pembelajaran Daring

    Get PDF
    Corona virus affects all aspects of life. The teaching and learning process in the world of education is also affected by the corona virus. Changes in learning from conventional to online make teachers, guardians, and students must be able to adapt to the online learning system. To be able to carry out online learning properly, good cooperation between teachers and guardians is needed so that students are able to work on and absorb school material. the only learning media that can be used in mass for the sake of namely by utilizing technology. There are many mass media that can be used to support the teaching and learning process online, but the most important thing here is that it can be connected to the internet network. Especially in the field of art education, it requires applications that can still increase student creativity amid this pandemic. So that in this study the author aims to convey the management of online learning by using several applications that can be used to support student creativity. This study uses a management approach to analyze data and controls in the implementation of online learning. This research uses descriptive qualitative method, data collection uses participatory observation methods, interviews, literature study, and documentation. Through this research, it can be seen that by using the proper management and utilization of media online learning for art education will continue and can hone children\u27s creativity

    VISUALISASI ADEGAN KALONGKING DALAM PERTUNJUKAN SANDUR TUBAN PADA KARYA TARI “KERTA PANCER”

    Get PDF
    Sandur merupakan kesenian tradisional yang berangkat dari sebuah seni teater tradisional dan tari. Pertunjukkan Sandur yang bersifat sporadif/ musiman sehingga kesenian ini dapat dikategorikan kesenian yang langka karena sudah jarang untuk dijumpai, khususnya Sandur di Kabupaten Tuban. Pada zaman yang sudah semakin canggih dan maju seperti sekarang ini tak luput kesenian daerah sebagai sarana hiburan sudah mulai mengalami penurunan peminat untuk menikmatinya. Namun disamping itu pertunjukkan Sandur masih memiliki hati tersendiri bagi para penikmatnya, sebab dipercaya oleh masyarakat setempat bahwa Sandur memiliki sifat magis dan sakral. Adapun pertunjukkan Sandur digelar di tengah-tengah masyarakat untuk upacara ritual sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Dalam pertunjukkan Sandur terdapat adegan-adegan yang memiliki simbol-simbol tersendiri. Seperti adegan Kalongking yang terdapat pada akhir pertunjukan yang merupakan titik klimaks. Pada adegan inilah yang sangat menarik karena terdapat adegan akrobatik yang bersifat magis. Berdasarkan hasil penciptaan dalam karya ini adalah karya Semi Kontemporer karena pertunjukkan ini berasal dari desa sehingga perpaduan antara tari tradisi dan kontemporer perlu dibangun. Ide kreatif dari Sandur menjadikan rangsang awal terciptanya sebuah karya tari “Kerta Pancer” yang memvisualisasikan dengan gerak tentang makna dibalik pertunjukan Kalongking yakni merupakan adegan puncak dari pertunjukan Sandur. Kata “Kerta” yang diartikan dalam bahasa Jawa Kawi sebagai menuju dan “Pancer” yang berarti pusat. Makna dari kedua kalimat tersebut yakni manusia sebagai pusat dan semua tujuan yang akan dicapai selalu mengingat kepada Yang Maha Esa. Tujuan koreografer membuat karya tari yang disajikan dalam panggung prosenium agar semua kalangan bisa menikmati sajian pertunjukan tari yang dikemas secara berbedaKata Kunci : Kesenian Tradisional, Sandur, Adegan Kalongking, Kerta Pance

    PENGEMBANGAN BUKU POP UP MATERI TOPENG JATIDUWUR JOMBANG UNTUK ANAK SD

    Get PDF
    Pembelajaran di SD bersifat tematik. Dalam setiap tema terdapat muatan Seni Budaya, salah satuya mengenalkan budaya nusantara. Namun, dalam buku tersebut belum mengenalkan Buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran Seni Budaya di SD Jombang selama ini menggunakan daya lokal. Sehingga peneliti ingin mengembangkan buku Pop Up materi Topeng Jatiduwur Jombang. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) proses pengembangan produk, 2) kualitas produk, 3) kepraktisan buku Pop Up materi Topeng Jatiduwur Jombang. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Proses pengembangan buku ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yaitu berupa angket dan instrumen lembar validasi ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan buku gambar berbasis buku Pop Up Topeng Jatiduwur ini dianalisis berdasarkan fakta yang ada di lapangan yaitu di SD Negeri Jombatan 3 Jombang. Tahap perancangan produk dimulai dari perancangan materi sampai dengan desain tampilan buku. Tahap pengembangan dilakukan melalui dua kali proses validasi dan satu kali uji coba. Kualitas buku gambar berbasis buku Pop Up dapat dikategorikan layak/sangat layak dilihat dari hasil persentase validasi materi yaitu 86,67% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi bahasa pada validasi I dan II 66,67% dan 82% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi kegrafikan pada validasi I dan II 76% dan 84% dengan kategori sangat layak.  Kepraktisan buku gambar berbasis buku Pop Up Topeng Jatiduwur Jombang dilihat dari hasil respon siswa yang awal masih belum mengerti topeng sampai respon akhir menjawab ya/100% di angket respon siswa, sedangkan respon guru mendapat 98% kedua angket respon tersebut masuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba maka dapat disimpulkan bahwa buku gambar berbasis buku Pop Up Topeng Jatiduwur Jombang ini tergolong sangat layak untuk siswa SD yang berusia 7-10 tahun di sekolah yang ada di kota Jombang

    INOVASI BENTUK PENYAJIAN TARI BARONGAN KUCINGAN BLITARAN OLEH DHIMAZ ANGGORO PUTRO

    No full text
    Tari Barongan Kucingan merupakan sebuah tari kerakyatan yang biasanya ditampilkan dalam urutan bentuk penyajian kesenian Jaranan di Kabupaten Blitar. Tarian ini adalah sebuah tari yang menggambarkan Raja Macan Lodaya yang memiliki sifat kekanak-kanakan atau Ngucing serta dalam gerak tarinya menggunakan sebuah properti yang disebut dengan topeng Barongan Kucingan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan kesenian tradisi ini juga mengalami sebuah perkembangan, salah satu seniman yang intens melakukan pengembangan karya terkait Barongan Kucingan adalah Dhimaz Anggoro Putro. Tujuan khusus dari penelitian ini yakni untuk menjawab persoalan dari rumusan masalah (1) Bagaimana proses inovasi bentuk penyajian tari Barongan Kucingan oleh Dhimaz Anggoro Putro di Sanggar Tari Pendopo Kabupaten Blitar? (2) Bagaimana hasil inovasi bentuk penyajian tari Barongan Kucingan oleh Dhimaz Anggoro Putro di Sanggar Tari Pendopo Kabupaten Blitar?. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori inovasi, yang dikuatkan dengan teori lainya seperti teori bentuk penyajian, unsur-unsur penyajian, proses inovasi dan teori bentuk karya tari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan objek penelitian tari Barongan Kucingan hasil inovasi dari Dhimaz Anggoro Putro. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa dengan adanya proses inovasi yang dilakukan Dhimaz Anggoro Putro membawa dampak perubahan yang positif karena Dhimaz berhasil membuat tari Barongan Kucingan yang beragam. Hasil inovasi tersebut menciptakan bentuk tari Barongan Kucingan yang mengalami penggantian (substitution), perubahan (alternative), penambahan (addition), penyusunan kembali (restructuring), penghapusan (elimination), penguatan (reinforcement) di dalam proses berkarya tari Barongan Kucingan. Hal ini mengakibatkan antusias dari generasi muda untuk belajar semakin tinggi serta masyarakat juga tertarik untuk melihat pertunjukan tersebut

    PEMBELAJARAN SENI TARI MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF BAGI SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB AKW KUMARA 1 SURABAYA

    Get PDF
    Pembelajaran seni tari yang diselenggarakan bagi siswa tunagrahita pada umumnya menggunakan model khusus yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. SDLB AKW Kumara 1 Surabaya telah menyelenggarakan pembelajaran seni tari menggunakan model kooperatif yang tergolong unik. Model kooperatif sering dikenal dengan sebuah pembelajaran yang melatih siswa untuk bekerja dalam kelompok. Pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan bagi siswa tunagrahita memberikan tantangan terhadap guru. Selain menciptakan pembelajaran yang menyenangkan guru juga ditantang untuk memberikan pengalaman pada siswa tentang bekerja dalam kelompok. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran seni tari menggunakan model kooperatif bagi siswa tunagrahita di SDLB AKW Kumara 1 Surabaya.Pada penelitian ini menggunakan teori belajar humanistik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data manusia dan non manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi yang divalidasi dengan triangulasi metode dan sumber. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi, interpretasi, penyajian, serta penarikan simpulan.Model pembelajaran kooperatif dengan prinsip pendekatan humanistik menjelaskan bahwa potensi siswa dapat dikembangkan melalui proses interaksi dan aktualisasi diri yang dilakukan secara kooperatif atau berkelompok. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran seni tari bagi siswa tunagrahita bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi, komunikasi, serta beradaptasi. Bertolak dari hal tersebut, pembelajaran seni tari efisien dilakukan menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan apa yang ada dalam perencanaan, namun terdapat pengembangan metode yang digunakan. Metode yang digunakan berupa kombinasi antara demonstrasi, pendekatan secara langsung, ceramah, serta penugasan guna memenuhi kebutuhan siswa. Melalui proses kegiatan pembelajaran dapat diketahui bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran kooperatif.Kata kunci: Pembelajaran seni tari, tunagrahita, Model Kooperatif

    PROSES PENCIPTAAN REYOG MAHESA NEMPUH OLEH BRAMANTYO PRIJOSUSILO DI DESA SEKARPUTIH KECAMATAN WIDODAREN KABUPATEN NGAWI

    No full text
    Reyog Mahesa Nempuh merupakan tari prosesi yang berasal dari Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Kesenian ini disajikan pada acara inti upacara adat Kebo Ketan. Kesenian Reyog Mahesa Nempuh tergolong kesenian baru, namun sudah sangat fenomenal karena keunikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penciptaan Reyog Mahesa Nempuh. Teori yang digunakan menggunakan teori koreografi dari Alma Hawkins. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber,triangulasi metode dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penciptaan yang dilakukan Bramantyo Prijosusilo bersama LSM Kraton Ngiyom menggunakan pendekatan koreografi tehnik. Proses penciptaan Reyog Mahesa Nempuh terdiri dari tahap eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Keunikan Reyog Mahesa Nempuh terdapat pada topeng Reyog, yang mengadopsi bentuk topeng dari Reyog Ponorogo dan Reyog Barong Abang. Hasil adopsi dapat dilihat dari bentuk topeng macan menjadi topeng kerbau dan dadak merak menjadi dadak bambu. Struktur pertunjukan Reyog Mahesa Nempuh hasil adaptasi dari upacara adat Kebo Ketan ke dalam bentuk tari prosesi.Kata Kunci: proses penciptaan, Reyog Mahesa Nempu

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Negosiasi Sosiologis Masyarakat Gresik Dalam Seni Religi Hadrah

    Get PDF
    AbstractCulture that develops in society is a reflection of social society and community assessment. One form of culture is art. In the Gresik community, its development lies in Islamic religious art, so the developing arts also adapt Islamic religion to Hadrah\u27s religious art forms. The existence of Hadrah in society is a shared responsibility, which is seen from the public awareness of the growth of Hadrah\u27s religious arts. This study discusses the sociological negotiations of the Hadrah Art of Religion on the development and growth of the Gresik community. This research included content analysis research on how Hadrah\u27s religious arts influenced economic, cultural and educational aspects in Gresik, East Java, Indonesia. The sociological point of view of Homi K. Babha is used to see the development and continuity of Hadrah\u27s religious arts that negotiate with the community so that they can contribute to it. The results of the study show that to maintain the existence of the Gresik community, an awareness is maintained to continue to support and recognize the present presentation of the religious arts of Hadrah. Besides through approaches to support and recognize Hadrah\u27s religious arts, they also try to find out how the history of Hadrah\u27s religious art is found in the Gresik community. By knowing the existence of Hadrah\u27s religious art and how it is known to the public, it will help to add appreciation to Hadrah\u27s religious art. The religious art of Hadrah and its presidents is expected to be able to create the present Hadrah religious art innovations that reflect without leaving the form of presentation of Hadrah\u27s religious art. Keywords: Sociological view, Hadrah’s religious art, society, Homi K. Bhabha, Gresik AbstrakKebudayaan yang berkembang pada masyarakat merupakan cermin dari sosial masyarakat dan penilaian masyarakat. Salah satu wujud dari kebudayaan adalah kesenian. Di masyarakat Gresik, perkembangannya terletak pada seni religi Islami, maka kesenian yang berkembangpun juga menyadur religi Islami dengan bentuk seni religi Hadrah. Keberadaan Hadrah pada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, yang dilihat dari kesadaran masyarakat terhadap pertumbuhan seni religi Hadrah. Penelitian ini membahas tentang negosiasi sosiologis Seni Religi Hadrah terhadap perkembangan dan pertumbuhan masyarakat Gresik. Penelitian ini termasuk penelitian analisis konten tentang bagaimana seni religi Hadrah memengaruhi aspek ekonomi, budaya, dan pendidikan di Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Sudut pandang sosiologis milik Homi K. Babha dipakai untuk melihat perkembangan dan kontinuitas seni religi Hadrah yang bernegosiasi dengan masyarakat sehingga mampu berkontribusi di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menjaga eksistensi pada masyarakat Gresik diperlakukan kesadaran untuk tetap mendukung dan mengenal penyajian seni religi Hadrah saat ini. Selain melalui pendekatan untuk mendukung dan mengenal seni religi Hadrah, namun juga berusaha mengetahui bagaimana sejarah seni religi Hadrah yang terdapat pada masyarakat Gresik. Dengan mengetahui keberadaan seni religi Hadrah dan bagaimana ia dikenal masyarakat, maka akan turut membantu menambah apresiasi terhadap seni religi Hadrah. Seni religi Hadrah dan para pelestarinya diharapkan mampu menciptakan inovasi seni religi Hadrah kekinian yang bercermin tanpa meninggalkan bentuk penyajian seni religi Hadrah.Kata Kunci: sosiologis, seni religi Hadrah, masyarakat, Homi K. Bhabha, Gresik
    corecore