19 research outputs found

    kecacatan spermatosit primer dan spermatid akibat pemberian vinkristin

    No full text
    Nafiah, Umi. 2010. Kecacatan Spermatosit Primer dan Spermatid pada Belalang akibat Pemberian Vinkristin. Skripsi, Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si. D.Sc., Pembimbing (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Vinkristin adalah salah satu jenis vinkaalkaloid yang sering digunakan dalam pengendalian pertumbuhan sel kanker. Senyawa ini mempunyai fungsi yang sama dengan kolkhisin, yaitu mengganggu dinamika mikrotubul yaitu polimerisasi dan depolimerisasi, dengan cara mengikat tubulin β. Gangguan tersebut menyebabkan penghambatan pemisahan kromosom pada mitosis, akibatnya menghambat pembelahan sel selanjutnya.Vinkristin terdapat di seluruh bagian tanaman tapak dara (Catharanthus roseus). Tanaman ini banyak tumbuh liar di Indonesia. Pada penelitian terdahulu melaporkan bahwa vinkristin 0,005% memperlambat pembelahan sel spermatosit primer dan memperlambat pergerakan kromosom. Vinkristin 0,005% cenderung menyebabkan kegagalan sitokinesis dan berpotensi menyebabkan kecacatan sel. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis kecacatan yang ditimbulkan oleh vinkristin. Untuk mengetahui jenis kecacatan sel maka lobus belalang direndam didalam larutan vinkristin 0,005% dalam larutan Carlson 0,9x selama 10 menit dan 15 menit, kontrol direndam dalam larutan Carlson 0,9x selama 0 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vinkristin menyebabkan ingresi membran tidak pada tengah sel, ingresi membran tidak sejajar, ingresi membran yang tidak bersamaan, sel yang membesar, multisitokinesis, bi/multinukleus sel, kerusakan membran sel, multiple-cleavagefurrow, dan multi-spermatid. Perendaman testikel selama 10 dan 15 menit menyebabkan banyak kecacatan sel spermatosit primer dan spermatid. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa vinkristin 0,005% dalam larutan Carlson 0,9x menyebabkan beberapa kecacatan sel. Kata kunci : Vinkristin, Pembelahan sel, Kecacatan Sel, Spermatosit Primer, Spermati

    METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH AL WATHONIYAH REJOTANGAN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Metode Pembelajaran Tahfidz Juz ‘Amma untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Umi Nahdiyatun Nafiah, NIM 17205153054, dengan dosen pembimbing oleh H.Muh. Nurul Huda, M.A. Kata Kunci: Metode Tahfidz Juz ‘amma, Kecerdasan Spiritual Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat saat ini, kebanyakan dari mereka memiliki tingkat kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang tinggi tanpa diimbangi oleh perilaku yang baik. Oleh karena itu, diharapkan melalui pembelajaran tahfidz juz ‘amma ini perilaku yang baik mereka akan meningkat sehingga mampu mencetak generasi islam yang berakhlak Qur’ani. Berangkat dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk membahasnya dalam pembuatan karya ilmiah yang berupa skripsi dengan judul Metode Pembelajaran Tahfidz Juz ‘Amma untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana pembelajaran tahfidz juz ‘amma melalui metode wahdah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung ? (2) Bagaimana pembelajaran tahfidz juz ‘amma melalui metode tasmi’ untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung ? (3) Bagaimana pembelajaran tahfidz juz ‘amma melalui metode muraja’ah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung ? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung dalam pembelajaran tahfidz melalui metode wahdah. (2) Untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung dalam pembelajaran tahfidz melalui metode tasmi’. (3) Untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan spiritual peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al Wathoniyah Rejotangan Tulungagung dalam pembelajaran tahfidz melalui metode muraja’ah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Dalam melakukan pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi dan wawancara peneliti gunakan untuk memperoleh data terkait metode pembelajaran tahfidz juz ‘amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik melalui beberapa metode yaitu metode wahdah, tasmi’ dan muraja’ah. Sedangkan metode dokumentasi digunakan peneliti untuk menggali data tentang profil madrasah, struktur organisasi xviii madrasah, kegiatan madrasah, serta dokumen madrasah. Triangulasi yang dipakai peneliti adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) metode wahdah yaitu metode menghafal Al Qur'an/Juz ‘amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang dilakukan dengan cara mengahafal per ayat yang diulang-ulang sampai beberapa kali sampai benar-benar hafal dengan baik dan benar. Melalui metode tersebut peserta didik menyadari bahwa segala kemampuan yang dimiliknya murni pemberian dari Allah SWT, serta mereka meyakini bahwa Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat muslim. (2) metode tasmi’ yaitu metode menghafal Al Qur'an/Juz ‘amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang dilakukan dengan cara memperdengarkan bacaan kepada orang lain. Dalam penerapannya guru terlebih dahulu memperdengarkan setiap ayat tiga kali kemudian peserta didik mendengar dan menirukannya. Melalui metode tersebut peserta didik diharapkan memiliki sifat menghormati, menghargai, saling membantu sesama serta patuh terhadap perintah orang lain. (3) metode muraja’ah yaitu menghafal Al Qur'an/Juz ‘amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual yang dilakukan dengan cara mengulang-ulang materi hafalan yang sudah pernah diperdengarkan kepada guru pembina tahfidz. Metode murajaah dilakukan untuk mereview atau mengulang materi hafalan yang sudah pernah diperdengarkan agar tidak mudah lupa. Melalui metode tersebut peserta didik diharapkan bisa mengulang-ulang perbuatan yang bernilai positif seperti terbiasa mengaji.

    penerapan model pembelajaran kooperatif TSTS dengan pendekatan SETS untuk meningkatkan kemampuan bertanya menjawab pertanyaan dan hasil belajar siswa XI-IPA-2 di SMAN 8 Malang

    No full text
    ABSTRAKNafiah, Umi. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TSTS denganPendekatan SETS untuk Meningkatkan Kemampuan BertanyaMenjawab Pertanyaan dan Hasil Belajar Siswa XI-IPA-2 SMAN 8Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I) Dr. H. Soedjono Basoeki, M.Pd.,Pembimbing (II) Dra.Sri Rahayu Lestari, M.Si.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Two Stay Two Stray (TSTS), KemampuanBertanya, Kemampuan Menjawab dan Hasil BelajarBerdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI-IPA-2 SMA 8Malang tanggal 6 Oktober 2009, menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakanadalah KTSP, metode yang digunakan praktikum dengan anggota kelompokantara 5-6 siswa, diskusi informasi, ceramah, dan metode penugasan. Dari metodepembelajaran yang digunakan siswa cenderung mengharapkan informasi dariseorang guru. Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan berkisar antara 30-45%.Kondisi siswa dalam proses belajar-mengajar masih cenderung pasif walaupunsudah digunakan berbagai macam metode belajar, namun guru masih dianggapsebagai sumber utama dalam penerimaan informasi. Hal ini sangat mengurangitanggung jawab siswa atas tugas belajarnya. Seharusnya mereka dituntut untukmengembangkan segala olahan informasi yang diterima dalam pikirannya selamaproses pembelajaran berlangsung. Salah satu strategi model pembelajaran yangdapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswaadalah model pembelajaran kooperatif TSTS (Two Stay Two Stray) denganpendekatan SETS (Science, Environment, Technology and Society).Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan bertanya danmenjawab siswa pada kelas XI-IPA-2 SMA 8 Malang melalui penerapan modelpembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas duasiklus. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 6 November sampai 20November. Data penelitian berupa kemampuan bertanya dan menjawab siswayang diperoleh melalui observasi selama penelitian.Hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay TwoStray (TSTS) dapat: (1) meningkatkan kemampuan bertanya siswa dari skor ratarata58,8% pada siklus I menjadi 68,75% pada siklus II; (2) meningkatkankemampuan menjawab siswa skor rata-rata dari 53,18% pada siklus I meningkatmenjadi 68,125% pada siklus II.

    PERILAKU PEDAGANG PAKAIAN DI BANDUNG TULUNGAGUNG DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Perilaku Pedagang Pakaian di Bandung Tulungagung dalam Perspektif Etika Bisnis Islam” ini ditulis oleh Riski Umi Nafi’ah, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, Jurusan Hukum Keluarga, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh H. Dede Nurohman, M.Ag Kata Kunci: Perilaku Pedagang, Etika Bisnis Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku pedagang yang tidak sesuai dengan apa yang telah diterapkan dalam etika bisnis Islam. Prinsip pengetahuan akan etika bisnis Islam mutlak harus dimiliki oleh setiap individu yang melakukan kegiatan ekonomi baik itu seorang pebisnis atau pedagang yang melakukan aktivitas ekonomi. Terutama para pedagang di pasar tradisional yang melakukan transaksi jual beli. Menurut pengamatan sementara yang di lakukan peneliti kepada pedagang pasar Bandung bahwa para pedagang tidak menepati janji yang dibuat dengan pembeli. Selain itu, ada pedagang ketika melayani pembeli tidak bersikap ramah atau murah hati dengan ditandai pelayanan dengan mimik judes. Fokus penelitiannya adalah adalah 1) Bagaimana pemahaman tentang Etika Bisnis dalam Islampara pedagang pakaian di pasar tradisional tradisional Bandung Tulungagung? 2) Bagaimana perilaku pedagang pakaian di pasar tradisional Bandung Tulungagung ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam? Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini jika ditinjau dari lokasi sumber datanya termasuk kategori penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara (interview), dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah 1) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah 1) Pemahaman tentang Etika Bisnis dalam Islam para pedagang pakaian di pasar tradisional tradisional Bandung Tulungagung adalah a) Pedagang tradisional di pasar Bandung Tulungagung dalam menjalankan aktivitas bisnis telah memahami barang-barang yang dilarang oleh agama Islam untuk diperjual belikan. b) Menghadapi pembeli dengan ramah tamah dan sopan pelanggan tidak bakalan kabur, dan sopan santun. c) Perilaku pedagang muslim ditunjukkan dengan bermurah hati kepada pembeli, d) Menjalankan aktivitas usaha dagang yang dilakukan para pedagang di pasar tradisional Tulungagungsemata-mata untuk mencari berkah dari Allah SWT. e) Pemahaman para pedagang mengenai kejujuran dalam menjalankan usaha harus ada, karena kejujuran merupakan kunci mencapai derajat yang lebih tinggi baik secara materi maupun di sisi Allah SWT. 2) Perilaku pedagang pakaian di pasar tradisional Bandung Tulungagung ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam yaitu: a) Prinsip Ketauhidan, b) Prinsip Keseimbangan, c) Prinsip Kehendak Bebas, d) prinsip pertanggungjawaban, e) Prinsip Ihsan

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN PONOROGO

    Get PDF
    Perkembangan teknologi saat ini berkembang pesat dibutuhkan untuk menjalankan sebuah sistem informasi dalam peningkatan kinerja.Teknologi informasi memunculkan suatu sistem yang bisa kita sebut dengan sistem informasi.Sistem informasi berperan dalam bidang akuntansi karena sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para akuntan untuk dapat menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan teknik personal, program pelatihan dan pendidikan, dan dukungan manajemen puncak terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Data yang digunakan adalah data primer, data juga diperoleh secara langsung dengan menyebar kuesioner atau daftar pertanyaan kepada pegawai Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui Hasil analisis dengan menggunkan uji hipotesa, maka diperoleh hasil analisa regresi berganda diperoleh hasil kemampuan teknik personal, program pelatihan dan pendidikan dan dukungan menejemen puncak nilainya netral, maka kinerja sistem informasi akuntansi nilainya positif. Koefisien regresi variabel kemampuan teknik personal bernilai positif artinya terjadi hubungan antara kemampuan teknik personal dengan kinerja sistem informasi akuntansi. Demikian juga dengan program pelatihan dan pendidikan bernilai negatif ,artinya tidak terjadi hubungan antara program pelatihan dan pendidikan personal dengan kinerja sistem informasi akuntansi. Koefisien regresi variabel dukungan menejemen puncak bernilai positif artinya terjadi hubungan antara dukungan menejemen puncak dengan kinerja sistem informasi akuntansi. Kata kunci : Kemampuan Teknik Personal, Program Pelatihan dan Pendidikan, Dukungan Manajemen Puncak, Kinerja Sistem Informasi Akuntans

    Hubungan Persepsi Pasien tentang Penyajian Makanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

    Get PDF
    Pelayanan gizi di ruang rawat inap merupakan salah satu bagian penting dari perawatan pasien. Asuhan nutrisi (nutrititional care) di ketahui sebagai salah satu hal penting untuk kesembuhan pasien.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi pasien tentang penyajian makanan dengan kepuasan pasien rawat inap kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif analitik karena peneliti tidak memberikan perlakuan kepada subyek penelitian. Populasi pada penelitian ini yang diambil adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta, sedangkan sampel penelitian adalah 39 pasien rawat inap di kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Hasil uji menunjukkan bahwa persepsi pasien tentang penyajian makanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien rawat inap kelas III di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (p= 0,000). Penyajian makan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta menurut persepsi pasien termasuk kategori cukup baik (53,8%). Kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta termasuk kategori cukup puas (56,4%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi pasien tentang penyajian makanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien. Pelayanan gizi rumah sakit terhadap pasien rawat inap berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar semakin meningkatkan dan memperbaiki penyajian makanan pada pasien rawat inap khususnya pada warna lauk hewani, kerenyahan makanan, ketepatan penyajian serta kesabaran petugas untuk meningkatkan kepuasan pasien

    PENGARUH KEBIASAAN MENGGUNAKAN APLIKASI AL-QUR’AN DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS XI SMA N 1 SEWON YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebiasaan menggunakan aplikasi Al-Qur’an digital terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas XI SMA N 1 Sewon, mengetahui kebiasaan siswa untuk belajar Al-Qur’an digital di kelas XI SMA N 1 Sewon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tempat penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Sewon, dimulai pada Tanggal 23 April 2018. Dengan subjek penelitian adalah siswasiswi, Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh kebiasaan menggunakan aplikasi AlQur’an digital terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas XI SMA N 1 Sewon. Tingkat kebiasaan membaca Al-Qur’an siswa dalam katagori baik 65% jumlah responden 39 siswa dan sangat baik 35% jumlah responden 21 siswa. Penguasaan terhadap tartil untuk kategori rendah 28,3% jumlah responden 17 siswa, kategori sedang 26,7% jumlah responden 12 siswa, kategori baik 20% jumlah responden 3 siswa, kategori sangat baik 5% jumlah responden 3 siswa, penguasaan terhadap sikap untuk kategori rendah 26,7% jumlah responden 16 siswa, kategori sedang 30% jumlah responden 18 siswa, kategori baik 23,3% jumlah responden 14 siswa, kategori sangat baik 20% jumlah responden 12 siswa. Dan penguasaan terhadap fasahahah untuk kategori rendah 38,3% jumlah responden 23 siswa, kategori sedang 16,7% jumlah responden 10 siswa, kartegori baik 43,3% jumlah responden 26 siswa, kategori sangat baik 1,7% jumlah responden 1 siswa. Peneliti membuat klasifikasi jumlah skor dengan 4 kriteria yaitu: sangat baik, baik, sedang dan rendah. Nilai korelasi antara penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 0,074 yaitu termasuk kriteria korelasi sangat lemah. Dan aplikasi Al-Qur’an digital tidak memberikan pengaruh perubahan terhadap kebiasaan membaca Al-Qur’an siswa. Kata Kunci : Pengaruh menggunaan aplikasi Al-Qur’an digital

    KONSEP EMOSI SEDIH DAN PENGENDALIANNYA DALAM AL-QUR’AN (PENDEKATAN TEMATIK TERM ASAFA, HUZN, DAN ASA)

    Get PDF
    Pengekspresian emosi sedih yang dilakukan secara berlebihan agaknya menjadi keputusan yang perlu dipertimbangkan. Pasalnya, fenomena tersebut dapat menularkan getaran tidak sehat bagi orang lain. Upaya pengendalian emosi menjadi salah satu hal yang sebaiknya dilakukan oleh individu ketika mengalami kesedihan. Dalam al-Qur’an, konsep emosi sedih dapat ditemukan dalam beberapa kata yaitu asafā, ḥuzn, dan asā. Penelaahan lebih lanjut terhadap ketiga kata tersebut dalam al-Qur’an diharapkan mampu memberikan gambaran terkait pengendalian emosi kesedihan. Selain itu al-Quran sebagai syifa>’ (penyembuh) juga memberikan peluang untuk dikaji lebih dalam agar dapat ditemukan solusi terkait pengendalian emosi kesedihan. Dengan demikian, yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan kata asafā, ḥuzn, dan asā dalam al-Qur’an dan pengendalian emosi yang terkandung dalam ayat-ayat yang memuat kata tersebut. Penelitian ini menggali lebih lanjut makna kata asafā, ḥuzn, dan asā dengan pendekatan tafsir tematik. Adapun data yang digunakan adalah ayat-ayat yang berbicara tentang asafā, ḥuzn, dan asā beserta penafsirannya. Penelitian dilakukan dengan menghimpun semua ayat yang berbicara mengenai terma asafā, ḥuzn, dan asā, menelaah asbab an-nuzul ayat serta menganalisis konteks yang dibicarakan dari setiap ayat menggunakan penafsiran-penafsiran. Adapun untuk meneliti terkait pengendalian emosi kesedihan, penulis menggunakan pendekatan psikologi terhadap penafsiran-penafsiran ayat yang berbicara mengenai terma asafā, ḥuzn, dan asā. Dari langkah penafsiran tematik terkait konsep kesedihan dan pengendaliannya dalam al-Qur’an, ditemukan beberapa hasil dari penelitian ini: penggunaan asafā berkaitan dengan kesedihan yang berpotensi disertai kemarahan. Ḥuzn dipergunakan untuk mewakili kesedihan secara umum baik yang ringan maupun kesedihan yang berat karena pada dasarnya ḥuzn merupakan lawan kata dari kebahagiaan. Adapun penggunaan term asā menunjuk pada kepiluan yang berawal dari kehilangan atau rasa kasihan. Bentuk pengendalian emosi sedih dalam al-Qur’an atas penafsiran ayat-ayat yang mengandung asafā, ḥuzn, dan asā adalah 1) Dzikrullah. 2) Berdoa. 3) Mengalihkan fokus dari sumber penyebab sedih. 4) Atribusi positif. 5) Bersabar. 6) Menerima ketetapan Allah dengan lapang dada. 7) Menguatkan diri dengan penghayatan akan kebersamaan Allah bersama hambanya

    PENINGKATAN KECERDASAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ AMMA

    Get PDF
    In fact, education does not only produce cognitively proficient students. However, it needs to be balanced with affective aspects to complement the life skills of students in the future. For this reason, this study reviews how the improvement of students’ spiritual intelligence can be obtained by learning tahfidz juz amma through the wahdah method, tasmi’ method, and muraja’ah method. Thus, increasing the spiritual intelligence of students in the form of planting noble morals that can be implemented in everyday life. So that in the future our education can produce knowledgeable people with noble morals based on the values of the Qur’an. This study aims to describe the improvement of students’ spiritual intelligence through the tahfidz juz amma program. In this study, a qualitative approach with descriptive research was applied. In the process of collecting data, researchers used observation methods and direct interviews with teachers and students. The results showed an increase in the spiritual intelligence of students after the implementation of tahfidz juz amma learning through the wahdah method, namely realizing that the ability gained is a gift from Allah which gives birth to an attitude of gratitude. With the tasmi’ method, students have an attitude of caring, cooperation, and honestly in interacting both at school and in the environment. While through the muraja’ah method has a patient and istikamah soul in repeating positive behavior such as reading the Qur’an
    corecore