1,730,100 research outputs found
Keberadaan Masyarakat Adat Oppu Ronggur Simanjuntak di Desa Sabungan Ni Huta Ii Tahun 1960-2006
Masyarakat adat Oppu Ronggur Simanjuntak merupakan kelompok sub marga dari Simanjuntak yang telah mendiami wilayah adatnya di desa Sabungan Ni Huta II dan Huta Napa sejak 250 tahun yang lalu. Bagi masyarakat adat Oppu Ronggur Simanjuntak tanah merupakan identitas dan memiliki nilai historis yang panjang karena leluhur merekalah yang pertama kali membentuk permukiman di wilayah tersebut. Penelitian mengenai masyarakat adat Oppu Ronggur Simanjuntak merupakan salah satu contoh dari banyak komunitas masyarakat adat yang terdapat di Indonesia dan Tapanuli Sendiri.
Penyususnan skripsi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pola-pola kehidupan sosial masyarakat adat di wilayah adatnya sehingga dapat mempertahankan eksitensinya hingga kini. Bagaiman tanah adat mereka terus dipertahankan meskipun medapat gangguan dari pihak luar yang ingin merampas tanah adat mereka
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Heuristik yaitu tahap pertama penulis untuk mengumpulkan sumber dan data-data, yang dilakukan melalui cross check wawancara narasumber dan dokumenyang terbatas. Kemudian penulis melakukan kritik ekstern dan kritik intern terhadap data-data yang telah dikumpulkan. Selanjutnya setelah memilih sumber yang telah dikritik, penulis beranjak ke tahap berikutnya yaitu tahap penulisan (historiografi).
Bagaimana masyarakat adat batak Toba telah banyak mengalami perubahaan sejak masuknya pengaruh kolonial di tanah Batak. Masyarakat adat Oppu Ronggur Simanjuntak berjuang demi kelestarian budaya leluhur dan tanah leluhur yang mereka sudah kelola sejak ratusaan tahun lalu dari ekspansi pihak luar yang ingin mengambil ahli tanah adat mereka.Skripsi Sarjan
Opini Punguan Marga Simanjuntak Sitolu Sada Ina Resort Duri terhadap Pemberitaan Pasca Kedaruratan Covid-19 di Instagram @infoduri
This research is entitled "OPINION OF PUNGUAN MARGA SIMANJUNTAK SITOLU
SADA INA RESORT DURI TO REPORTING POST EMERGENCY COVID-19 ON
INSTAGRAM @INFODURI". The research method is qualitative. This thesis aims to find
out the opinion of members of Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina and Boru
(PSSSI&B) regarding the news regarding the Corona virus (Covid-19) submitted via the
Instagram account @infoduri. This study uses qualitative methods with data collection
techniques through in-depth interviews. The research sample consisted of four people,
consisting of informants in PSSSI&B. The results of the study show that the opinions of
each PSSSI&B informant about @infoduri's information differ, but they remain critical
and careful in disseminating information related to the Corona virus. In conclusion,
PSSSI&B members need to check the correctness of information about Covid-19 and
disseminate it carefully to prevent the spread of inaccurate information. The purpose of
the study was to find out the responses and views of the Punguan Simanjuntak Sitolu
Sada Ina (PSSSI&B) community of Duri City to the news on the online media Instagram
about reporting on the CORONA virus, thereby increasing public awareness, especially
the simanjuntak clan retainers of Duri City in response to existing and widespread news
in the media, especially on Instagram.134 HalamanSkripsi Sarjan
Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi
Abstrak - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai “Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana penerapan personal branding yang dilakukan oleh Valentino Simanjuntak sebagai komentator olahraga di media televisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini ialah post-positivisme karena peneliti ingin membuktikan dan menganalisa suatu fenomena yang terjadi pada subjek penelitian dengan berpedoman teori yang sudah ada dan berpaku pada suatu teori. Dalam objek penelitian penulis memilih Valentino Simanjuntak sebagai informan kunci, lalu memilih Ary Sapari dan Petrus Tomy Wijanarko sebagai informan pendukung dan memilih Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psikolog sebagai informan ahli. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan personal branding, Valentino Simanjuntak hadir sebagai komentator olahraga di media televisi yang memiliki ciri khas variasi ragam bahasanya saat menjadi komentator olahraga yaitu slang, jargon, akrolek, dan ken dengan sebelas karaktersitik personal branding yaitu keaslian, integritas, konsisten, spesialisasi, wibawa, kekhasan, relevan, terlihat, kegigihan, nama baik, dan kinerja yang sudah cukup baik dan selaras. Akan tetapi, pada poin kewibawaan, untuk diakui sebagai ahli dalam bidang komentator olahraga Valentino Simanjuntak masih membutuhkan waktu dan proses lagi untuk memenuhi kriteria kewibawaan.Abstract - This research is a qualitative research on "Personal Branding Valentino Simanjuntak as Sports Commentator on Television Media". The purpose of this research is to analyze the way of applying personal branding carried out by Valentino Simanjuntak as a sports commentator on television media. This study uses qualitative methods with a type of descriptive analysis research. The paradigm used in this research is post-positivism because researchers want to prove and analyze the phenomena that occur in the subject of research by referring to existing theories and sticking to a theory. In the research object, the author choose Valentino Simanjuntak as the key informant, then choose Ary Sapari and Petrus Tomy Wijanarko as supporting informants and chose Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psychologist as expert informant. The result of this research shows that in conducting personal branding, Valentino Simanjuntak was present as a sports commentator on television media who has a uniqueness of language variation like slang, jargon , akrolek, and ken with eleven personal branding characteristics namely authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, distinctiveness, relevant, visibility, persistence, goodwill, and performance. It is good enough and in harmony. However, in terms of authority, to be recognized as an expert in the field of sports commentator Valentino Simanjuntak still needs more time and process to fulfill the criteria of authorityKeywords - Language Variety, Personal Branding, Sports Commentato
A study on influencers of total sales revenue of generic pharmaceutical companies in Indonesia
This paper empirically examines the influence of firms’ one-year lagged of total new products (t-1), one-year lagged profitability (t-1), and market share of new products to firms’ amount of sales revenue in pharmaceutical generic companies in Indonesia. The data used in this study was panel dataset, gathered from six large pharmaceutical generic companies in Indonesia, during the period 2006 to 2010. The regression analysis method uses fixed effect models, with generalized least squares (GLS) method. The result shows that firms’ one-year lagged of total new product (t-1), one-year lagged profitability (t-1), and market share of new products to be positive and affect significantly the firms’ sales revenue in the pharmaceutical generic companies in Indonesia.Pharmaceutical Generic Companies, Profitability, New Generic Product, Market Share, Sales Revenue
Personal Branding Valentino Simanjuntak Sebagai Komentator Olahraga Di Media Televisi
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai “Personal branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana penerapan personal branding yang dilakukan oleh Valentino Simanjuntak sebagai komentator olahraga di media televisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini ialah post-positivisme karena peneliti ingin membuktikan dan menganalisa suatu fenomena yang terjadi pada subjek penelitian dengan berpedoman teori yang sudah ada dan berpaku pada suatu teori. Dalam objek penelitian penulis memilih Valentino Simanjuntak (komentator olahraga) sebagai informan kunci, lalu memilih Ary Sapari (Konsultan Jebreeet Room) dan Petrus Tomy Wijanarko (Wartawan media olahraga Indosport) sebagai informan pendukung dan memilih Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psikolog (Pakar Personal Branding, Founder Dewi Haroen & Associates) sebagai informan ahli. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa dalam melakukan personal branding, Valentino Simanjuntak hadir sebagai komentator olahraga di media televisi dengan sebelas karaktersitik personal branding yaitu keaslian, integritas, konsisten, spesialisasi, wibawa, kekhasan, relevan, terlihat, kegigihan, nama baik, dan kinerja yang sudah cukup baik dan selaras. Akan tetapi, pada poin kewibawaan, untuk diakui sebagai ahli dalam bidang komentator olahraga Valentino Simanjuntak masih membutuhkan waktu dan proses lagi untuk memenuhi kriteria kewibawaan
Kata Kunci: Media Televisi, Komentator Olahraga, Valentino Simanjuntak, Personal branding, Kualitatif
Analisis lagu kemuning untuk vokal karya Cornel Simanjuntak.
Lagu kemuning yang akan dianalisa merupakan lagu gubahan Cornel Simanjuntak yang diambil dari sajak Sanusi Pane sastrawan angkatan pujangga baru, lagu ini merupakan laghu seni Indonesia. Dalam menciptakannya C. Simanjuntak sudah menggunakan cara yang dipakai oleh komponis-komponis barat terutama sejak jaman romantik yaitu dengan mendasarkan gubahannya pada sajak yang telah ada
KAJIAN STILISTIKA DIKSI DAN GAYA BAHASA PRESENTATOR SEPAKBOLA VALENTINO SIMANJUNTAK PADA PIALA PRESIDEN 2018
Pengunaan kata oleh presentator sepak bola Valentino Simanjuntak dalam acara Piala Presiden 2018 memiliki diksi unik dan berbeda dengan presentator sepak bola lainnya menjadikan penulis tertarik melakukan penelitian, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa komentator sepakbola Valentino Simanjuntak pada Piala Presiden 2018, memberi pengetahuan tentang diksi dan gaya bahasa yang digunakan Valentino Simanjuntak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak catat dengan cara observasi dengan mencari video di Youtube kemudian mengunduhnya, setelah mengunduh video tersebut lalu mentranskip ke bentuk tulisan. Analisis data dengan mencari diksi dan gaya bahasa yang digunakan Valentino Simanjuntak pada Piala Presiden 2018. Hasil dari penelitian ini ditemukan diksi konotatif sebanyak 20 kalimat, diksi denotatif 4 kalimat. Kemudian ditemukan gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Hiperbola sebanyak 17 kalimat. Gaya bahasa kiasan tepatnya personifikasi sebanyak 3 kalimat, metafora 1 dan simile atau persamaan 1 kalimat
Analisis Sosiologi Sastra terhadap Turi-Turian Simanjuntak Si Tolu Sada Ina di Desa Hutabulu Mejan Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir
Dalam penelitian ini penulis membahas analisis Sosiologi Sastra Terhadap Turi-turian Simanjuntak Si Tolu Sada Ina. Masalah dalam penelitian ini adalah unsur instrinsik cerita rakyat Simanjuntak Si Tolu Sada Ina, nilai-nilai sosiologi sastra yang terkandung dalam cerita rakyat Simanjuntak Si Tolu Sada Ina dan untuk memaparkan pandangan masyarakat desa Hutabulu Mejan terhadap cerita rakyat Simanjuntak Si Tolu Sada Ina. Cerita Simanjuntak Si Tolu Sada Ina merupakan salah satu bentuk cerita yang dimiliki masyarakat Batak Toba terkhususnya tentang marga, tepatnya berada di Desa Hutabulu Mejan, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: unsure instrinsik cerita, nilai-nilai sosiologi sastra, dan pandangan masyarakat Desa Hutablu Mejan terhadap cerita Turi-turian Simanjuntak Si Tolu Sada Ina . Susunan cerita dan peristiwa yang terjadi di dalam cerita Turi-turian Simanjuntak Si Tolu Sada Ina terstruktur dan diterjemahkan menjadi sebuah cerita serta menggali nilai budaya dan adat istiadat marga di dalamnya, Metode yang digunakan dalam menganalisis masalah penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tehnik penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan teori struktural dan teori sosiologi sastra. Adapun unsur-unsur instrinsik yang ada dalam cerita ini meliputi: tema, alur atau plot, latar atau setting, dan perwatakan atau penokohan. Cerita rakyat Turi-turian Simanjuntak Si Tolu Sada Ina mengisahkan seorang ibu yang selalu sabar dan tabah dengan perlakukan anak tirinya sendiri sampai pada ia mau meninggal ia menyampaikan pesan yang sampai saat ini masih berlaku dikalangan masyarakat khususnya marga Simanjuntak dan Sihotang apalagi saat pesta adat mereka tidak boleh digabungkan.145 HalamanSkripsi Sarjan
The burden of diarrhoea, shigellosis, and cholera in North Jakarta, Indonesia: findings from 24 months surveillance.
BACKGROUND: In preparation of vaccines trials to estimate protection against shigellosis and cholera we conducted a two-year community-based surveillance study in an impoverished area of North Jakarta which provided updated information on the disease burden in the area. METHODS: We conducted a two-year community-based surveillance study from August 2001 to July 2003 in an impoverished area of North Jakarta to assess the burden of diarrhoea, shigellosis, and cholera. At participating health care providers, a case report form was completed and stool sample collected from cases presenting with diarrhoea. RESULTS: Infants had the highest incidences of diarrhoea (759/1,000/year) and cholera (4/1,000/year). Diarrhea incidence was significantly higher in boys under 5 years (387/1,000/year) than girls under 5 years (309/1,000/year; p < 0.001). Children aged 1 to 2 years had the highest incidence of shigellosis (32/1,000/year). Shigella flexneri was the most common Shigella species isolated and 73% to 95% of these isolates were resistant to ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, chloramphenicol and tetracycline but remain susceptible to nalidixic acid, ciprofloxacin, and ceftriaxone. We found an overall incidence of cholera of 0.5/1,000/year. Cholera was most common in children, with the highest incidence at 4/1,000/year in those less than 1 year of age. Of the 154 V. cholerae O1 isolates, 89 (58%) were of the El Tor Ogawa serotype and 65 (42%) were El Tor Inaba. Thirty-four percent of patients with cholera were intravenously rehydrated and 22% required hospitalization. V. parahaemolyticus infections were detected sporadically but increased from July 2002 onwards. CONCLUSION: Diarrhoea causes a heavy public health burden in Jakarta particularly in young children. The impact of shigellosis is exacerbated by the threat of antimicrobial resistance, whereas that of cholera is aggravated by its severe manifestations
- …
