1,720,958 research outputs found
ANALISIS PROGRAM DRAMA “JTOKU” PADA TELEVISI INTERNET LAYARIA TV
Penelitian berjudul Analisis Program Drama “Jtoku” pada Televisi Internet Layaraia TV menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen proses produksi program drama Jtoku dan mengidentifikasi bentuk program drama Jtoku ditinjau dari aspek naratif dan aspek sinematik. Hasil penelitian menunjukan manajeman produksi program Jtoku pengaturan man dituntut multiskilled. Money menggunakan financial oriented. Material mengangkat konten lokal. methode tahapan terdiri dari praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. machines menggunakan digital. market usia 16-40 tahun yang berada di wilayah kota besar Asia dan Amerika. Minute menghabiskan waktu 6 bulan setiap session, dan 4 jam setiap satu hari produksi. Bentuk program drama Jtoku di dominasi shot close up, inductive sequencing tidak terencana, durasi singkat, dan dense audio track. Kata Kunci: Televisi Internet, Manajemen Produksi, Bentuk progra
Suara Diegetik Internal Sebagai Pendukung Struktur Naratif Tiga Babak Dalam Film Thole
Film “Thole” bercerita tentang perjuangan seorang ibu melawan rasa berduka setelah ditinggal anaknya meninggal dunia. Suara diegetik internal atau suara yang berada dalam pikiran tokoh ibu digunakan untuk mendukung pengembangan cerita film. Suara diegetik internal membantu menunjukan babak pengenalan, babak konflik hingga babak penyelesaian. Suara diegetik internal mendukung menunjukan struktur naratif tiga babak dam film “Thole”. Suara diegetik internal dihadirkan dalam pembicaraan (speech), efek suara dan musik.
Babak pertama, suara musik pengantar tidur (lullaby) dan tangisan bayi membantu pengenalan tokoh. Babak kedua, efek suara dengung frekuensi tinggi, efek suara mesin rumah sakit, dialog kilas balik (flashback) mendukung babak konflik. Babak ketiga, suara monolog interior dan suara boks ditutup mendukung dalam tahapan penyelesaian. Musik pengantar tidur dihadirkan beberapa kali dalam film dengan tujuan sebagai motif utama (leitmotif) atau sebagai penunjuk karakter tokoh bayi. Suara dengung frekuensi tinggi berefek menyakitkan di telinga digunakan untuk menunjukan gangguan psikologis tokoh ibu. Penggunaan efek gema (reverb) dan penundaan (delay) digunakan untuk menunjukan pembicaraan monolog interior dan kilas balik. Pembuatan susunan trek suara multipel (multiple audio track) digunakan untuk menghasilkan hiperbola dalam karya seni. Hiperbola diperlukan agar penikmat karya seni menaruh perhatian khusus terhadap karya seni sehingga informasi dapat tercapai. Peletakan dan bentuk suara perlu diperhatikan agar informasi dari suara tidak tumpang tindih dan mengganggu informasi dari visual. Suara memiliki peran subliminal mampu mempengaruhi tanpa disadari penonton
Suara Diagetik Internal Sebagai Pendukung Struktur Naratif Tiga Babak Dalam Film Thole
Film “Thole” bercerita tentang perjuangan seorang ibu melawan rasa berduka setelah ditinggal anaknya meninggal dunia. Suara diegetik internal atau suara yang berada dalam pikiran tokoh ibu digunakan untuk mendukung pengembangan cerita film. Suara diegetik internal membantu menunjukan babak pengenalan, babak konflik hingga babak penyelesaian. Suara diegetik internal mendukung menunjukan struktur naratif tiga babak dam film “Thole”. Suara diegetik internal dihadirkan dalam pembicaraan (speech), efek suara dan musik. Babak pertama, suara musik pengantar tidur (lullaby) dan tangisan bayi membantu pengenalan tokoh. Babak kedua, efek suara dengung frekuensi tinggi, efek suara mesin rumah sakit, dialog kilas balik (flashback) mendukung babak konflik. Babak ketiga, suara monolog interior dan suara boks ditutup mendukung dalam tahapan penyelesaian. Musik pengantar tidur dihadirkan beberapa kali dalam film dengan tujuan sebagai motif utama (leitmotif) atau sebagai penunjuk karakter tokoh bayi. Suara dengung frekuensi tinggi berefek menyakitkan di telinga digunakan untuk menunjukan gangguan psikologis tokoh ibu. Penggunaan efek gema (reverb) dan penundaan (delay) digunakan untuk menunjukan pembicaraan monolog interior dan kilas balik. Pembuatan susunan trek suara multipel (multiple audio track) digunakan untuk menghasilkan hiperbola dalam karya seni. Hiperbola diperlukan agar penikmat karya seni menaruh perhatian khusus terhadap karya seni sehingga informasi dapat tercapai. Peletakan dan bentuk suara perlu diperhatikan agar informasi dari suara tidak tumpang tindih dan mengganggu informasi dari visual. Suara memiliki peran subliminal mampu mempengaruhi tanpa disadari penonton
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Analisis Program Drama “Jtoku” Pada Televisi Internet Layaria TV
Penelitian berjudul Analisis Program Drama “Jtoku” padaTelevisi Internet Layaraia TV menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen proses produksi program drama Jtoku dan mengidentifikasi bentuk program drama Jtoku ditinjau dari aspek naratif dan aspek sinematik. Hasil penelitian menunjukan manajeman produksi program Jtoku pengaturan manajemen dituntut multiskilled. Money menggunakan financial oriented. Material mengangkat konten lokal.Methode tahap anter diri dari praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. Machines menggunakan digital. Market usia 16-40 tahun yang berada di wilayah kota besar Asia dan Amerika. Minute menghabiskan waktu 6 bulan setiap session, dan 4 jam setiap satu hari produksi. Bentuk program drama Jtoku di dominasi shot close up, inductive sequencing tidak terencana, durasi singkat, dan dense audio trac
- …
