15 research outputs found

    Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Perilaku Penggunaan E-commerce: Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
      The use of e-commerce influenced by culture, which consist of five dimensions, such as power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, and long-term orientation (Hofsterde, 1984). This paper aim to investigate and explored the effect of culture dimenssion on behavior to use e-commerce in Daerah Istimewa Yogyakarta. Theory Planned Behavior as a model to investigate behavior to use e-commerce. Culture dimensiona as indicator used to support variable in TPB. Our result showed that power distance and masculinity had significant effect on behavior to use e-comerce in Daerah Istimewa Yogyakarta. This factors can be used to create a new marketing strategy for business people. In an academic area, this model can be used as alternative model to predict intentions and individual behavior using information technology, especially e-commerce

    Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Tingkat Penerimaan Masyarakat Pada Layanan E-filling: Analisis Technology Acceptance Model (TAM)

    No full text
    Keunggulan teknologi saat ini banyak dimanfaatkan oleh organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan kemudahan serta efektifitas pelayanan, tak terkecuali layanan di pemerintahan saat ini yang mengharuskan menggunakan layanan berbasis elektronik. Hal tersebut memicu banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor pendukung kesuksesan implementasi layanan elektronik. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi faktor tingkat penerimaan aplikasi e-filling sehingga dapat diketahui hal apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat implementasi aplikasi ini ke masyarakat. Meskipun telah banyak studi yang membuktikan bahwa budaya berpengaruh terhadap tingkat penerimaan sebuah teknologi, namun sedikit yang mendiskusikan aspek  budaya  ini  untuk dideskripsikan  lebih  lanjut,  sehingga  memiliki  kontribusi  yang  lebih detail  dan  jelas  untuk  diimplementasikan.  E-filling adalah salah satu layanan berbasis teknologi informasi yang dimiliki Direktorat Jendral Pajak yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat melaporkan pajak tahunan rutin, namun permasalahan yang ada masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Studi ini menggunakan SEM untuk mengembangkan model struktural untuk membentuk niat masyarakat yang melibatkan power distance, uncertainty avoidance, individualism, masculinity dan long term orientation. Data dikumpulkan secara acak melalui kuesioner online dari 78 pengguna aplikasi di Kota Balikpapan.  Hasil studi mengungkapkan bahwa power distance memiliki pengrauh signifikan terhadap penerimaan teknologi melalui variabel perceived ease of use

    PENINGKATAN EFISIENSI KINERJA MANAJEMEN RT MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUKUN TETANGGA (RT) BERBASIS WEBSITE DENGAN NOTIFIKASI TELEGRAM

    No full text
    Rukun Tetangga adalah lembaga yang dibentuk oleh musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah atau Lurah. Rukun Tetangga (RT) berfungsi untuk meningkatkan peran, pelayanan, kesejahteraan dan partisipasi masyarakat. Berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan oleh RT tersebut adalah mengolah berbagai macam data tentang administrasi warga, penyedia informasi, pengolahan kegiatan warga dan lain sebagainya. Adaupun Masalah yang memang sering terjadi pada Rukun Tetangga yaitu: penyebaran informasi keuangan, berita dan pengelolaan surat menyurat masih menggunakan manual. Serta tidak adanya wadah untuk melakukan pengaduan dan kritik saran. Sistem informasi ini mengimplementasikan konsep Model-View-Controler. Sistem informasi ini akan memberikan akses yang mudah dan cepat kepada warga dan pejabat RT terkait berbagai informasi, memberikan pengaduan dan kritik saran, serta mempermudah dalam pengelolaan surat dan terdapat fitur notifikasi bot telegram yang dikhususkan pada menu pengaduan dan kritik saran. Keberhasilan sistem ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta mengatasi tantangan pelayanan masyarakat di era digital

    E-commerce & Adopsi Budaya Teknologi Informasi: Perspektif Theory of Planned Behavior

    No full text
    Buku ini mengupas hubungan antara dimensi budaya dan perilaku individu dalam adopsi e-commerce di Indonesia melalui kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Dengan mendalami faktor internal seperti sikap, serta faktor eksternal berupa norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan, penulis memaparkan bagaimana budaya memengaruhi niat dan perilaku penggunaan teknologi. Melalui pendekatan ilmiah dan metodologi penelitian yang mendalam, buku ini membahas peran dimensi budaya Hofstede, seperti Power Distance, Individualism, Masculinity, Uncertainty Avoidance, dan Long-Term Orientation, dalam membentuk persepsi dan adopsi e-commerce. Data empiris dari penelitian di Yogyakarta dan Kalimantan Timur memberikan wawasan praktis terkait pengaruh budaya lokal terhadap penggunaan teknologi. Buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami dinamika budaya dalam transformasi digital di Indonesia. Dilengkapi dengan analisis komprehensif, rekomendasi strategis, dan solusi praktis, buku ini juga menyoroti tantangan dan peluang dalam mengembangkan ekosistem e-commerce yang inklusif dan berkelanjutan. Panorama yang ditawarkan buku ini menjembatani antara teori perilaku, teknologi, dan konteks budaya dalam era digital

    Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Penggunaan E-Commerce di Kalimantan Timur

    No full text
    Perilaku penggunaan e-commerce di era globalisasi saat ini menunjukkan perbedaan di masing-masing wilayah yang dipengaruhi oleh dimensi budaya. Hofstede menyatakan lima dimensi budaya yaitu, power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, dan long term orientation. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadi hal yang menarik untuk dilakukan penelitian tentang pengaruh dimensi budaya terhadap perilaku penggunaan e-commerce di wilayah yang berbeda. Melalui pengukuran dimensi budaya dan meletakkannya pada model yang menjelaskan perilaku penggunaan e-commerce yaitu model Theory Planned Behavior, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi budaya yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan e-commerce di Kalimantan Timur

    Adopsi Theory of Planned Behavior Untuk Pengembangan Model Pengaruh Budaya Terhadap Penggunaan E-Commerce

    No full text
    Abstract. E-commerce transactions in Indonesia reached up to IDR 68 trillion in 2016. The use of e-commerce is influenced by culture which consists of five dimensions such as power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, and long-term orientation. This paper proposes a model to investigate influence of culture on the intentions and individual behavior using e-commerce. This model is developed by adopting the Theory of Planned Behavior (TPB). Culture dimensions are used as indicators of support in the model. The theory can be used to examine and predict factors that influence intentions and individual behavior using e-commerce. These factors can be used to create a new marketing strategy for business people. In an academic area, this model can be used as an alternative model to predict intentions and individual behavior using information technology, especially e-commerce.Keywords: Culture dimensions, Theory of Planned Behavior, e-commerce. Abstrak. Di Indonesia, transaksi e-commerce pada tahun 2016 mencapai 68 triliun rupiah. Penggunaan e-commerce ini tentu sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakat. Budaya terdiri dari lima dimensi, yaitu power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, dan long-term orientation. Makalah ini bertujuan mengajukan model untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap niat dan perilaku individu menggunakan e-commerce. Model yang dikembangkan mengadopsi dari Theory of Planned Behavior (TPB), karena TPB dapat digunakan untuk menguji dan melakukan prediksi terhadap perilaku individu dalam pengunaan e-commerce. Dimensi budaya digunakan sebagai indikator pada model TPB untuk mendukung pengujian dan prediksi niat dan perilaku individu dalam menggunakan e-commerce. Bagi para pelaku bisnis yang menggunakan e-commerce sebagai media penjualan, faktor-faktor yang berpengaruh pada model TPB ini dapat dijadikan target dalam membuat strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan sedagnkan dalam bidang akademik, makalah ini menyediakan model alternatif yang dapat digunakan untuk memprediksi dan menguji perilaku individu dalam penggunaan teknologi informasi khususnya e-commerce. Kata Kunci: Dimensi budaya, Theory Planned Behavior, e-commerce

    Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Gudang Menggunakan Metode Single Page Application Dan Simple Additive Weighting

    No full text
    Permasalahan umum pada suatu organisasi berkembang adalah bagaimana mengelola aliran data yang masuk dengan cepat tetapi tetap memperhatikan keakuratan hasil informasinya. Masalah ini sering terjadi terutama pada perusahaan dibidang logistik yang memiliki resiko cukup besar ketika suplai barang dikelola masih menggunakan cara konvensional dengan tingkat kompleksitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem informasi pendukung keputusan pemilihan gudang sehingga bisa mempersingkat waktu dalam proses pengelolaan barang. Penelitian dilakukan dengan merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem informasi pendukung keputusan berdasarkan metode Simple Additive Weighting dalam penentuan gudang tempat penyimpanan barang. Dalam penelitian ini SAW berfungsi untuk melakukan pembobotan berdasarkan kriteria barang sehingga sistem dapat merekomendasikan gudang penyimpanan yang sesuai. Pengkodean sistem menggunakan Single Page Application dengan konsep Model, View dan Controller. Metode seperti ini mampu menghemat bandwith dan sangat cepat ketika diakses karena terdiri atas komponen individual yang dapat diganti atau diperbaharui secara independen, sehingga seluruh halaman tidak perlu dimuat ulang. Penelitian ini mengembangkan metode penjumlahan terbobot yang dikodekan ke dalam bahasa pemrograman dengan menyesuaikan kondisi aliran logistik dan kriteria barang. Kriteria yang digunakan dalam menentukan lokasi penyimpanan barang sesuai dengan jenisnya antara lain, masa penggunaan (C1), daya (C2), jumlah (C3) dan harga (C4) dengan bobot masing-masing sebesar 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini berhasil memberikan rekomendasi gudang tempat penyimpanan barang sesuai dengan jenisnya. Hal ini dibuktikan dengan cara membandingkan hasil antara perhitungan manual dengan proses inputan sistem menggunakan sample yang sama yakni barang elektronik komputer. Perbandingan menunjukkan hasil yang sama yaitu merekomendasikan barang disimpan ke dalam gudang elektronik. AbstractA common problem in a developing organization is how to manage the incoming data flow quickly but still pay attention to the accuracy of the results of the information. This problem often occurs especially in organizations or companies in the field of logistics that have a significant risk when the supply of goods is managed using conventional methods with a high level of complexity. The purpose of this study is to produce an information system supporting warehouse selection decisions so as to shorten the time in the process of managing goods. The study was conducted by designing and implementing a decision support information system based on the Simple Additive Weighting method in determining the warehouse where the goods are stored. In this study SAW functions to do weighting based on the criteria of goods so that the system can recommend an appropriate warehouse. The coding system uses Single Page Application with the concept of Model, View and Controller. This method saves bandwidth and is very fast when accessed because it consists of individual components that can be replaced or updated independently, so that the whole page does not need to be reloaded. This research develops a weighted sum method coded into a programming language by adjusting logistical flow conditions and item criteria. The criteria used in determining the location of storage of goods according to their types include, period of use (C1), power (C2), amount (C3) and price (C4) with a weight of 25% each. The results showed that this system succeeded in providing recommendations for warehouse storage of goods according to its type. This is evidenced by comparing the results between manual calculations with the input system using the same sample of computer electronic goods. The comparison shows the same results, namely recommending the goods to be stored in an electronic warehouse

    Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Kelurahan Sepinggan Raya Balikpapan Kalimantan Timur

    No full text
    Pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi solusi penting untuk menghadapi permasalahan energi di masa depan. Energi terbarukan, seperti energi matahari dan tenaga air, menawarkan sumber energi yang ramah lingkungan dan berlimpah. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang menggabungkan energi matahari (Photovoltaic) dan tenaga Mikrohidro untuk mengurangi penggunaan listrik dari PLN. Alat ini dirancang menggunakan mikrokontroler NodeMCU (ESP32) untuk monitoring real-time melalui aplikasi BLYNK, memungkinkan pemantauan tegangan dari jarak jauh. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan kombinasi energi matahari dan tenaga Mikrohidro efektif dalam mengurangi ketergantungan pada listrik PLN. Selain itu, sistem monitoring berbasis blynk memberikan kemudahan dalam pengawasan dan pemeliharaan alat. Dengan demikian, alat PLTH ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan efisien bagi pengelolaan energi di tambak ikan dan aplikasi serupa lainnya

    Internet of Things Based Smart Home Monitoring System

    No full text
    Smart Home adalah konsep yang merujuk pada rumah yang dilengkapi dengan teknologi otomatisasi yang memungkinkan penghuni mengontrol berbagai perangkat elektronik, sistem keamanan, pencahayaan, suhu, dan lainnya melalui internet, sering kali menggunakan smartphone, tablet, atau perangkat terhubung lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem Smart Home di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk meningkatkan efisiensi dalam pengaturan perangkat elektronik dan sistem keamanan, dengan mengutamakan kenyamanan serta keamanan pengguna. Metode yang digunakan melibatkan pemanfaatan ESP32 sebagai pengendali utama, sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, sensor PIR (Passive Infrared) untuk mendeteksi pergerakan dan mengendalikan perangkat elektronik seperti lampu dan kipas angin, serta teknologi RFID (Radio-Frequency Identification) untuk mengamankan akses ke area tertentu. Sistem ini terhubung melalui jaringan internet dan dikontrol menggunakan perangkat mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Smart Home yang dikembangkan berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan energi serta meningkatkan keamanan di Posyandu. Pengguna dapat dengan mudah mengontrol dan memonitor perangkat melalui aplikasi mobile, sementara fitur keamanan dengan RFID membatasi akses hanya untuk pengguna yang berwenang. Implementasi ini menunjukkan potensi signifikan dalam penerapan teknologi Smart Home di fasilitas pelayanan masyarakat

    When Culture Meets Code: Enhancing E-Payment Technology Adoption Through QRIS in The Digital Transformation

    No full text
    Bank Indonesia has implemented the National Non-Cash Movement (GNNT) to advance the payment system in Indonesia, focusing on safety and efficiency. The use of QRIS technology has accelerated transaction processes, reducing queues and increasing efficiency in various sectors. The electronic money component has seen significant growth, especially in non-bank institutions, with a rise in shopping transactions and the number of merchants. Trust in QRIS technology is high due to ease of use and secure transactions, supported by government regulations. This research investigates the factors influencing the adoption of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) technology as an electronic payment system in Indonesia after the COVID-19 pandemic. The study focuses on the cultural dimensions of Power Distance (PD) and Uncertainty Avoidance (UA), and their influence on Trust and the Attitude to Use QRIS. A quantitative methodology using a questionnaire was employed, involving 103 active QRIS users, with analysis conducted using Structural Equation Modeling (SEM) via SmartPLS. Results show that Uncertainty Avoidance has a significant positive effect on Trust, which in turn significantly influences the Attitude to Use QRIS. However, Power Distance does not significantly impact Trust, suggesting that while government regulations are important, they do not directly enhance trust in the system. The findings highlight the importance of improving user confidence by reducing perceived risks and enhancing the security of the QRIS platform to foster wider adoption of cashless payments. Future research should explore the role of government policies in further detail to enhance user trust in digital payment systems
    corecore