1,720,964 research outputs found

    penerapan metode pembelajaran inkuiri untuk menigkatkan aktivitas dan hasil belajar ips kelas II MI cemorokandang kecamatan kedungkandang kota malang semester II tahun pelajaran 2015/2016

    No full text
    Samuji. 2016. Penerapan Metode Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Kelas II MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Dosen pembimbing 1). Drs. Toha Mashudi., S.Pd., M.Pd 2). Drs. Syaiful Imam., S.Pd., M.PdKata Kunci: Metode Pembelajaran Inkuiri, aktivitas, hasil belajar Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada hari Selasa, 19 Januari 2016, pukul 07.00-08.30, selama 2 jam pada pembelajaran di MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang khususnya dalam pembelajaran IPS di kelas II diketahui bahwa dalam proses pembelajaran IPS banyak siswa yang tidak memperhatikan pada saat guru memberikan penjelasan, pada pembelajaran inti siswa hanya mengerjakan buku LKS, tidak banyak siswa yang mau bertanya selama proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS Kelas II MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang?, 2) Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar IPS Kelas II MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang? Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang dilakukan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian di bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan metode pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan aktivitas belajar IPS mencapai 30% dari 65% menjadi 85% Kelas II MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, 2) Penerapan metode pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPS mencapai 24% dari 70% menjadi 94% Kelas II MI Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

    Dhikir perspektif KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi: penafsiran ayat-ayat dhikir menurut KH.Ahmad Asrori al-Ishaqi

    Full text link
    Judul tesis ini di dalamnya memuat penjelasan tentang seputar Dhikir yang dibimbing oleh Guru pembimbing spiritual (Murs}id) dengan mengambil serta qaul ulam’ Salafunassholeh dan dari pendapat beliau sendiri KH. Ahmad Asrori Al-Ish}a>qi. Peran beliao tentu bukanlah hanya dalam kajian teks atau pembahasan teori saja, akan tetapi merupakan wujud nyata secara konkrit dalam kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. Alasan yang melatar belakangi penulis untuk memilih dan mengangkat judul tesis ini adalah karena adanya suatu asumsi atau persepsi bahwa Dhikir adalah cukup dengan membaca lafadl Dhikir atau sekedar hafal-hafalan membaca lafad Dhikir saja. Dhikir disini mempunyai adab dan tatakrama dan hubungan dengan guru pembimbing (Mursid), bentuk sikap dan perilaku yang mentradisi di kalangan kaum tarikat, terkait urusan hak pribadi seseorang dalam menjalani hidup, yang senantiasa mengedepankan azas ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan kepada guru murshid dianggapnya sebagai sesuatu yang berlebihan dan telah melampaui batas kepatutan serta hak asasi manusia. Tesis ini termasuk menggunakan penelitian kualitatif mengedepankan analisis . proses penelitian lebih ditonjolkan . selain itu landasan teori digunakan untuk penelitian yang dilakukan. Pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan pendekatan tasawuf atau isha>ri, bahkan setiap ayat selalu disebutkan makna isha>rinya. Hal ini terlihat dalam langkah-langkah yang beliau tempuh dalam menafsirkan ayat-ayat Dhikir dalam al-Qur’a>n, yaitu menuturkan ayat terlebih dahulu, dilanjutkan dengan mengungkapkan makna-makna z}ahir lafaz dan kemudian menjelaskan isarat-isarat batin yang terkandung pada ayat. Dalam tradisi (urf) kehidupan sosial-tarikat sehari-hari, Dhikir merupakan amalan utama dimana tidak Amalan yang bisa dilakukan dimanapun kapanpun kecuali Dhikir kepada Allah SWT. Bahkan lebih utama dari pada sholat yang harus dalam keadaan suci dan memenuhi syarat-syarat sahnya sholat. Dalam tesis ini penulis akan memaparkan banyak hal tentang Dhikir dengan melakukan perbuatan. Dhikir ini merupakan refleksi Dhikir dengan selalu mengingat Allah akan mendorong seseorang untuk senantiasa melakukan perilaku baik karena apapun yang dia lakukan hanya ditujukan kepada Allah. sekaligus sebagai jawaban atas asumsi, persepsi dan tuduhan yang tidak bertanggung jawab. Penjelasannya akan disusun dalam sub bab-bab pembahasan mulai bab 1-5

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DIABETES MELITUS DENGAN INTERVENSI SENAM KAKI DIABETIK DI PUSKESMAS PATRANG KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada usia lanjut. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah gangguan sirkulasi perifer dan neuropati, yang dapat dicegah melalui latihan fisik seperti senam kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam kaki diabetik dalam menurunkan kadar glukosa darah serta meningkatkan sirkulasi dan kekuatan otot pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Patrang, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain asuhan keperawatan keluarga. Intervensi dilakukan melalui empat kali kunjungan rumah yang mencakup edukasi, pelatihan senam kaki, pemantauan kadar glukosa darah, dan penguatan kemandirian keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami keluhan kesemutan, kaki terasa dingin, dan cepat lelah, serta kadar glukosa darah sewaktu (GDS) sebesar 280 mg/dl. Setelah intervensi selama empat kali kunjungan, pasien mengalami penurunan GDS menjadi 190 mg/dl. Secara subjektif, pasien menyatakan keluhan kesemutan berkurang, tidur lebih nyenyak, dan tubuh terasa lebih ringan. Secara objektif, terjadi peningkatan sirkulasi perifer, ditandai dengan kulit kaki yang lebih hangat dan nadi perifer yang teraba normal, serta peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah yang terlihat dari kemampuan pasien menyelesaikan gerakan senam secara mandiri. Keluarga menunjukkan keterlibatan aktif dalam pelaksanaan senam kaki harian. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa intervensi senam kaki diabetik efektif dalam meningkatkan status fisiologis pasien dan memperkuat peran serta keluarga dalam pengelolaan diabetes melitus di rumah

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF AWARENESS TERHADAP LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBESARI KABUPATEN BONDOWOSO

    Full text link
    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit progresif yang di tandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hal tersebut dapat di mulai dari diri sendiri atau kesadaran diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self awarenesslansia penderita diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlational serta menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan self awareness. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil : Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden meliputi usia mayoritas pada lansia usia 60-69 64,6%, perempuan 60%, pendidikan SD 58,5%, Petani/pedagang 66,2%. Uji statistik menghasilkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan self awareness lansia penderita diabetes melitus (p value 0,000<0,05). Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai suatu upaya promosi kesehatan pada lansia penderita diabetes melitus

    Moral Dan Performance Character Remaja Urban Berstatus Sosial Ekonomi Rendah

    Full text link
    Abstract. Big urban area leave problems in terms of poverty factors which have an impact on the character of teenagers. The character of teenagers plays an important role in various aspects of life and into the future. This research aims to describe the character of urban teenagers, namely those who live in urban areas with low socio-economic conditions in the city of Surabaya in terms of moral and performance character. The research subjects were two people who took part in learning activities at the Surabaya City Learning Activities Studio. This research uses a qualitative approach with a thematic case study research design which is analyzed using thematic analysis by coding verbatim. Poverty is a risk factor for teenagers in forming character. Moral character is all the qualities within oneself that enable a person to understand ethical values ​​such as respect, caring, compassion, honesty, while performance character is all the qualities within oneself to achieve certain efforts in a performance environment such as cooperation, discipline, persistence, initiative. Urban teenagers show that there is a mismatch between morals and character performance in teenagers. This research is expected to contribute ideas to the character education of urban adolescents with low socioeconomic status.Abstrak. Perkotaan besar menyisakan permasalahan dalam faktor kemiskinan yang berdampak pada karakter remaja. Karakter pada diri remaja berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan hingga di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakter remaja urban yaitu yang tinggal di perkotaan dengan sosial ekonomi rendah di Kota Surabaya ditinjau dari moral dan performance character. Partisipan penelitian berjumlah dua orang yang mengikuti kegiatan belajar di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian&nbsp; studi kasus tematik yang dianalisis menggunakan analisis tematik dengan melakukan koding terhadap verbatim. Kemiskinan menjadi faktor resiko bagi remaja dalam membentuk karakter. Karakter moral (moral character) merupakan seluruh kualitas dalam diri yang memungkinkan seseorang untuk memahami nilai-nilai etis seperti hormat, peduli, sayang, jujur sedangkan karakter kinerja (Performance Character) merupakan seluruh kualitas yang ada dalam diri untuk mencapai upaya tertentu dalam lingkungan kinerja seperti kerjasama, disiplin, gigih, inisiatif. Remaja urban menunjukkan adanya ketidakselarasan antara moral dan performance character dalam diri remaja. Penelitian ini diharapkan memberi sumbangsih pemikiran untuk pendidikan karakter remaja urban dengan sosial ekonomi rendah. &nbsp

    Dampak pengendalian hama terpadu kakao terhadap serangan penggerek buah kakao (Conopomorpha cramella (Sn.)) (Lepidoptera : Gracillariidae) dan Helopeltis sp. (Hemiptera : Miridae)

    Full text link
    Impact of integrated Pest management (IPM) for cacao pod borer attack (Conopomorpha cramella (Sn.)) (Lepidoptera: Gracillariidae) dan Helopeltis sp.(Hemiptera : Miridae). Research on impact of integrated Pest management (IPM) for cacao pod borer attack (Conopomorpha cramella (Sn.)) and Helopeltis sp. had been conducted at Tumbik Melayu Village, Teluk bayur District, Berau Regency, in East Kalimantan, starting from May to September 2002. It used nested classification design. IPM practices applied in this research were pruning, balanced fertilization, weeding, field sanitation (leaf mulch), light pruning, fregment harvesting (every week), burrying of pod shell, and wrapping of young pod in week 15th. Result of the research revealed that IPM application could reduce the cacao pod borer attack reaching: a) light category before treatments from 41.29 to 15.00%; b) heavy category before treatments from 20.56 to 0 and 23.37%, compare to farmer plot. IPM implementation were able to increase percentage of healthy pod up to 18.66% compared to farmer plot. Beside it could suppers development of Helopeltis sp. population up to 24%. The dominant natural enemies were spider as many as 1.34 individuals per plant on IPM plot and 0.6 spider per plant on farmer plot (non IPM). Application of IPM practices were able to increase agronomic character: a) number of flower up to 37.22% when compare to farmer plot, and b) number of fruits until 5.56%, whereas number of young fruits decrease up 13.25%.</jats:p

    Dampak pengendalian hama terpadu kakao terhadap serangan penggerek buah kakao (Conopomorpha cramella (Sn.)) (Lepidoptera : Gracillariidae) dan Helopeltis sp. (Hemiptera : Miridae)

    No full text
    Impact of integrated Pest management (IPM) for cacao pod borer attack (Conopomorpha cramella (Sn.)) (Lepidoptera: Gracillariidae) dan Helopeltis sp.(Hemiptera : Miridae). Research on impact of integrated Pest management (IPM) for cacao pod borer attack (Conopomorpha cramella (Sn.)) and Helopeltis sp. had been conducted at Tumbik Melayu Village, Teluk bayur District, Berau Regency, in East Kalimantan, starting from May to September 2002. It used nested classification design. IPM practices applied in this research were pruning, balanced fertilization, weeding, field sanitation (leaf mulch), light pruning, fregment harvesting (every week), burrying of pod shell, and wrapping of young pod in week 15th. Result of the research revealed that IPM application could reduce the cacao pod borer attack reaching: a) light category before treatments from 41.29 to 15.00%; b) heavy category before treatments from 20.56 to 0 and 23.37%, compare to farmer plot. IPM implementation were able to increase percentage of healthy pod up to 18.66% compared to farmer plot. Beside it could suppers development of Helopeltis sp. population up to 24%. The dominant natural enemies were spider as many as 1.34 individuals per plant on IPM plot and 0.6 spider per plant on farmer plot (non IPM). Application of IPM practices were able to increase agronomic character: a) number of flower up to 37.22% when compare to farmer plot, and b) number of fruits until 5.56%, whereas number of young fruits decrease up 13.25%.</p

    Upaya Persuasif Preventif dan Represif pada Kasus Pelarian oleh Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya: Preventive and Repressive Persuasive Efforts in Cases of Escape by Prisoners at Class 1 Surabaya Penitentiary

    No full text
    A prisoner is a person who is punished for committing a crime. Meanwhile, according to the main dictionary of scientific terms, the meaning of a prisoner is a person in prison. The purpose of this study was to determine the security measures that can be applied to prevent and handle prisoner escape attempts at Class 1 Surabaya Penitentiary. This research method uses empirical legal research, with data collection through observation and interviews. The data found was analyzed using an empirical approach, conducting direct observations of inmates, talking to policy makers at the Penitentiary and found that there were three efforts, namely, persuasive, preventive, and repressive. The results of the study indicate that security and order are absolute in the security system at the Penitentiary. Security disturbances are the impact of the less than optimal persuasive and preventive efforts in the security system. Through persuasive efforts carried out by fulfilling rights and obligations, as well as fostering inmates in the form of skills and piety, these efforts have been running effectively and efficiently in preventing escapes. Preventive efforts by implementing security procedures for inmates, but these efforts have not been running effectively, because there are still shortcomings in terms of the number of personnel. Repressive efforts as a reaction to an incident, in the event of an attempted escape, coordination will be carried out with related parties and sanctions will be applied to inmates. This effort can be said to be an effort to take action and has been running effectively and providing legal protection to inmates. In the end, the government must pay more attention to the correctional system in Indonesia, because as a policy maker, the government has an important role in the progress of the correctional system in order to realize social justice for all Indonesian people

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore