5 research outputs found
PENDEKATAN FEMINIS TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN DAN BIBEL
The discussion on the feminism approach to interprete Alqur’an and Bible attempts to discover verses that state about gender meanstream. Basically, the verses on gender mention that there are difference between man and woman biologically. This difference aims to make man and woman is able to complete each other so that they are able to live together peacefull and, lovely. However, dignity value between man and woman is the same. The distinction among human beings is seen from the quality of their obedience but it can not be viewed from their gender. Thus, religion rejects all type of gender descriminations
PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HAM DAN ISLAM
The goal of the is basically to protect all human beings. However, its realization is disturbed by various interests. This is so because of the difference philosophical life each states embraces. Dealing with multi interpretation about woman as individual creature, how does the Qur’an regard the woman in the perspective of human rights? This paper tries to reconstruct the common and bias interpretation so that human being gradually put the woman in portion
Kritik matan hadis menurut Muhammad Al-Ghazali kajian hadis-hadis tematik-populis
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pemikiran Muhammad Al Ghazali tentang kritik matan hadis. Oleh karena itu ?Bagaimana metode kritik matan hadis menurut Muhammad Al Ghazali (w. 1996) dan bagaimana menerapkannya terhadap hadis-hadis, serta bagaimana posisi pemikirannya tentang kritik matan hadis itu dikalangan ahli hadis?. Fokus penelitian dirumuskan: Dari segi konsep dan cakupannya penelitian ini dibatasi pada definisi dan metode kritik matan hadis menurut Muhammad al Ghazaly, dari segi objeknya penelitian ini membatasi diri pada buku karya Muhammad Al Ghazali yang berjudul al Sunnah al Nabawiyah Baina ahl al Fiqh wa Ahl al Hadith, penerapan dan pembuktian penerapannya yang dibatasi pada hadis aqidah, ibadah, akhlak dan wanita dan dari segi waktu posisi dan dampak pemikirannya di kalangan ahli hadits masa hidupnya sampai sekarang dan sesudahnya. Disertasi ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research), sumber data yang digunakan sumber primer, buku al Sunnah al Nabawiyah Baina Ahl Fiqh wa Ahl al Hadis dan sumber sekunder adalah sumber yang mengungkap dan merumuskan 4 (empat) langkah tentang kritik matan hadis. Metode analisis, content analysis ketika membahas buku tersebut, Pendekatan historis ketika membahas biografi, dan comparative ketika meletakkan pemikiran al Ghazali diantara ulama lain. Disertasi ini menemukan bahwa Muhammad Al Ghazali tidak konsisten ketika menerapkan 4 (empat) langkah metode yang digunakannya dalam mengkaji matan hadis tersebut. Adapun metode yang digunakan: Pertama, dengan mengkaji matan hadis dengan melakukan komparasi dengan al-Qur?an. Kedua, melakukan komparasi dengan hadis dengan yang semakna. Ketiga, dengan melakukan komparasi melalui penggunaan nalar yang jernih dibatasi oleh prinsip syariah.Keempat mengkaji matan hadits dengan mengkaji ulang konteksnya. Semua topikhadis yang menjadi kajian al-Ghazaly, hanya 2 (dua) topik yang menerapkan keempat metode kritik matan hadis, yaitu berkenaan wanita memakai hijab,kerudung dan atau cadar dan topik wanita berkeluarga menjadi wanita karir. Adapun Tiga metode seperti hadis tentang zuhud, topik hadis yang menggunakan 2 (dua)metode seperti hadits tentang berpakaian, dan hanya menggunakan 1 (satu) metode saja seperti hadis tentang penyesalan yang tidak berujung. Berkenaan pengaruhnya terhadap perkembangan Ilmu hadis telah muncul sejumlah perdebatan di kalangan para ahli baik yang mendukung dan yang menolak.Nampaknya pendapat yang mendukung lebih banyak dari pada pendapat yang menentangnya. Disertasi ini menggunakan penelitian terdahulu mengenai matan hadis seperti: Nur al Din ?Itr dan Mahmud al Tahhan, Muhammad Abu Syuhbah, M. M Azami dan Syuhudi Ismail yang berpendapat bahwa, penelitian kualitas matan Hadis sudah menjadi suatu konsep yang permanen dan menolak pendapat Ignaz Goldziher yang menyangsikan keberadaan kesejarahan dan keṣaḥiḥ al hadits. Kata kunci: metode, kritik, matan, Muhammad Al Ghazali
Kesiapan Kantin di PTAIN Sumatera Barat Menuju Kantin Bersertifikasi Halal
UU No. 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantee (JPH) is implemented mandatively starting in October 2019 of all products circulating in Indonesia, including food. Therefore, every business actor in the industry, restaurants, cafeterias or canteens must prepare themselves to carry out halal certification of the products being sold. This study aims to determine the readiness of the canteen at PTAIN West Sumatra towards a halal certified canteen. Canteen readiness can be seen from the canteen manager's knowledge of PTAIN regarding the JPH Law, the understanding of canteen managers at PTAIN on the halal guarantee system criteria, and the canteen manager's behavior at PTAIN towards Halal Critical Control Points. This type of research is field research using a combination of research (Mixed Method) using the Concurrent Triangulation Strategy model. The results showed that the average canteen manager's knowledge of the JPH Law was good, an understanding of good halal product guarantees, and good HCCP behavior. The level of canteen readiness to halal certified canteen at Imam Bonjol Padang UIN is 68.56%, the canteen at IAIN Batusangkar 73.76%, and the canteen at IAIN Bukittinggi 73.21%. It can be concluded that the readiness of the canteen at PTAIN West Sumatra towards the halal certified canteen is in the good category,and ready to go to the halal certified cantee
