1,721,193 research outputs found
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF K.H IMAM ZARKASYI
Pendidikan holistik merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pengembangan keseluruhan individu secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Salah satu tokoh yang memiliki pemikiran mendalam tentang pendidikan holistik adalah K.H. Imam Zarkasyi. K.H. Imam Zarkasyi adalah seorang ulama dan tokoh pendidikan Islam terkemuka yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam perspektif K.H. Imam Zarkasyi melalui tinjauan pustaka. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui analisis literatur, buku, artikel, dan tulisan-tulisan yang relevan dengan pemikiran K.H. Imam Zarkasyi mengenai pendidikan holistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Imam Zarkasyi memandang pendidikan holistik sebagai suatu pendekatan yang menekankan harmoni antara akal, hati, dan tindakan. Menurut K.H. Imam Zarkasyi, pendidikan holistik harus mencakup pengembangan intelektual yang seimbang, moralitas yang kuat, pengembangan karakter yang baik, serta pengembangan spiritualitas yang mendalam. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Konsep pendidikan holistik K.H. Imam Zarkasyi juga menekankan pentingnya peran pendidik dalam membentuk kepribadian yang seimbang dan menyeluruh. Pendidik harus berperan sebagai teladan yang baik, memberikan bimbingan moral, mengembangkan keterampilan sosial, dan memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan individu secara menyeluruh.
Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pengembangan pendidikan holistik di Indonesia. Konsep pendidikan holistik dalam perspektif
K.H. Imam Zarkasyi dapat menjadi pedoman bagi praktisi pendidikan dalam merancang program pendidikan yang holistik dan menyeluruh. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat memberikan wawasan baru tentang penerapan pendidikan holistik dalam konteks keagamaan dan budaya Indonesia
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan sebagai salah satu kebutuhan dasar dalam hidup, memiliki peranan penting
dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat
pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat
menemukan identitas, makna, dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat,
lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual. Melalui pendidikan holistik, peserta didik diharapkan
dapat menjadi dirinya sendiri.
Sesuai latar belakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah
pengertian pendidikan holistik, falsafah pendidikan holistik, tujuan pendidikan holistik, metode
pendidikan holistik, dan kurikulum pendidikan holistik, terhadap pendidikan di Negara
Indonesia. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana tentang pengertian,
falsafah, tujuan, metode, dan kurikulum pendidikan holistk dalam perspektif pendidikan Islam.
Sumber data primer, (1) Jejen Musfah, Pendidikan Holistik (Pendekatan Lintas Perspektif). (2)
Amie Primarni, Pendidikan Holistik (Format Baru Pendidikan Islam Membentuk Karakter
Paripurna). (3) Nanik Rubiyanto, Dany Haryanto. Strategi Pembelajaran Holistik di Sekolah.
Adapun sumber data sekunder adalah buku-buku yang mendukung tentang materi pendidikan
holistik lainnya. Metode penelitiannya adalah penelitian pustaka. Jenis pendekatannya adalah
deskriptif dan metode analisisnya adalah analisis isi (content analysis).
Berdasarkan penelitian/telaah pustaka yang telah dilakukan, Pendidikan holistik dapat di
artikan sebagai pendidikan yang mampu menjawab masalah-masalah pendidikan yang dihadapi
dalam dunia pendidikan saat ini dikarena pendidikan holistik adalah pendidikan yang
membentuk sesuatu dengan cara yang utuh sehingga sesuatu itu menjadi kesatuan yang sangat
besar daripada suatu gabungan-gabungan yang ada lainnya.
Dapat disimpulkan bahwa, (1) Pendidikan holistik adalah pendidikan yang
mengembangkan segala potensial peserta didik atau elemen yang ada yaitu elemen intelektual,
fisik, emosi, dan spiritual, (2) Falsafah pendidikan holistik dikarenakan terjadinya perkembangan
yang terus menerus ini menghasilkan filsafat baru yang mematahkan sistem dualism paham ini
adalah paham holistik, Sehingga lahirlah sistem falsafah yang menyeluruh atau utuh, (3) Tujuan
pendidikan holistik adalah untuk menjadikan setiap individu peserta didik menjadi lebih baik
lagi. Berkembang secara seimbang secara jasmani dan rohani yang utuh atau menyeluruh, (4)
Melalui metode pendidikan yang holistik atau menyeluruh diharapkan dapat menempatkan siswa
dalam posisi sentral, siswa sebagai peserta didik yang aktif, terutama dalam keterampilan
berfikir, (5) Kurikulum pendidikan holistik yaitu sebuah kurikulum yang mampu membuat siswa
belajar sesuai dengan gambaran yang sesungguhnya, hal ini karena kurikulum terintegrasi
mengajarkan antara keterkaitan akan segala sesuatu sehingga terbiasa memandang segala sesuatu
dalam gambaran yang utuh tanpa memandang hanya sebagian saja
PENDIDIKAN HOLISTIK MENURUT PARA AHLI
Pendidikan holistik bertujuan untuk membangun seluruh dimensi manusia dengan pendekatan belajar yang menyenangkan dan ispiratif. Untuk mewujudkan pendidikan yang menyenangkan maka perlu adanya variasi-variasi yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Salah satu solusi terbaik yang perlu dilakukan adalah mengembangkan pendidikan holistic. Pendidikan Holistik sangat memperhatikan potensi yang dimiliki oleh peserta didik baik dalam aspek intelektual, emosional, fisik, artistik, dan spiritual
Implementasi pendidikan holistik di SD Nasima Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana (1) konsep pendidikan holistik, (2) implementasi pendidikan holistik, (3) evaluasi pendidikan holistik di SD Nasima. Penelitian ini dilatar belakangi karena mengikisnya moral karakter peserta didik serta hilangnya jatidiri sebagai anak bangsa. Melalui pendidikan holistik diharapkan dapat membentuk peserta didik menjadi insan Indonesia yang memiliki kesadaran global untuk memaksimalkan potensinya sebagai manusia utuh berwatak Pancasila.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep pendidikan holistik di SD Nasima tertuang dalam visi misinya. Adapun visinya yang berbunyi “ Membimbing insan Indonesia berilmu dan berakhlak al Karimah”. Misinya (a) menyelenggarakan pendidikan berkualitas, (b) menciptakan lokomotif-lokomotif baru menuju Indonesia Raya, dan (c) mewujudkan kesejahteraan bersama. (2) Implementasi pendidikan holistik terdapat dalam proses pendidikan yang termuat dalam 4 kompetensi yaitu kompetensi Ke-Nasima-an (nasionalis agamis), kompetensi Ke-Bahasa-an, kompetensi Eksakta, dan kompetensi Teknologi (information and technology).yang diimplementasikan melalui 5 strategi yaitu melalui budaya sekolah, pengenalan lingkungan, kegiatan intrakulikuler, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan khusus. (3) Evaluasi SD Nasima Semarang telah menerapkan pendidikan holistik yang membimbing peserta didik dalam menumbuhkan potensi kecerdasan intelektual, emosional, sosial, estetika, dan spiritual dalam pelaksanaannya terdapat dua kendala intern dan ekstern. Kendala intern berupa tidak semua guru memahami konsep dan menjalankan sebagaimana progam yang disusun. Faktor ekstern berupa pola pendidikan holistik yang diterapkan di sekolah kurang didukung oleh pihak lingkungan di rumah
Muatan Pendidikan Holistik dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah
Pendidikan holistik merupakan pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis, meliputi potensi intelektual, emosional, phisik, sosial, estetika, dan spiritual. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ada tidaknya muatan pendidikan holistik dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Selain itu juga memberikan gambaran tentang implementasi pendidikan holistik dalam pembelajaran di pendidikan dasar dan menengah. Permasalahan dirumuskan sebagai berikut: 1) Apakah kurikulum pendidikan dasar dan menengah sudah memuat pendidikan holistik? 2) Bila sudah, bagaimana implementasi pendidikan holistik dalam pembelajaran? Kajian menyimpulkan bahwa: 1) Dokumen kurikulum pendidikan dasar dan menengah pada hakikatnya sudah memuat pendidikan holistik, karena prinsip, acuan, dan prosedur pengembangan kurikulum sejalan dengan pengertian, tujuan, dan prinsip pendidikan holistik; 2) Pendidikan holistik belum diimplementasikan secara komprehensif dalam pembelajaran. Dalam rangka mengimplementasikan pendidikan holistik dalam pembelajaran, direkomendasikan agar guru dalam melaksanakan pembelajaran tidak hanya mengembangkan ranah pengetahuan, melainkan juga ranah keterampilan dan sikap, melalui pendekatan belajar siswa aktif
Pendidikan holistik : pendekatan lintas perspektif
Buku ini berisi tentang pendidikan holistik dalam pendekatan lintas perspektif.ix, 354 hlm.: ilus.; 23 cm
Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di Taman Kanak-Kanak (TK) Assalam
Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di TK Assalam. Dalam upaya melakukan pengembangan dan inovasi serta mencari format baru mengenai model pendidikan holistik berbasis karakter pada anak usia dini, peneliti melakukan penelitian mengenai pendidikan holistik berbasis karakter di TK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan pendidikan holistik di TK. Untuk itu peneliti memilih lokasi penelitian yakni TK Assalam, dengan kepala sekolah, guru dan orang tua siswa sebagai subjek penelitian. Data diperoleh dengan menggunakan teknik studi dokumentasi, wawancara dan observasi, yang berdasarkan pada program pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan agama, yaitu pendidikan holistik. Program pendidikan tersebut dilaksanakan malalui kegiatan pembelajaran terintegrasi berbasis karakter, kegiatan ko-kurikuler, ekstrakurikuler dan kegiatan kerjasama kemitraan orang tua dan guru melalui kegiatan parenting. Sementara kegiatan evaluasi dilakukan melalui penilaian harian dengan menggunakan teknik observasi, pencatatan anekdot, pengumpulan portofolio, unjuk kerja dan ditambah dengan kuesioner yang diisi oleh orang tua. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan holistik berbasis karakter di TK Assalam dapat meningkatkan kemampuan anak dalam setiap aspek perkembangan dan karakter
MEMBANGUN SDM MELALUI PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER
Membangun SDM Melalui Pendidikan Holistik Berbasis Karakte
Peran Pendidikan Holistik Bagi Pengembangan Karakter Anak Usia Dini
Pendidikan Holistik pada Anak Usia Dini: Membentuk Karakter dan Kontribusi Positif pada Masyarakat. Penelitian ini menyoroti peran penting pendidikan holistik dalam membentuk individu seimbang dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat, khususnya pada masa perkembangan anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan study literature dengan meneliti buku dan jurnal kredibel untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pendidikan holistik pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik, yang mencakup aspek-aspek agama, imajinasi, kecerdasan, budaya, estetika, emosi, dan keterampilan fisik, membentuk karakter anak melalui pengembangan kecerdasan emosional, rangsangan kognitif yang beragam, pembentukan etika, serta keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Artikel ini menegaskan pentingnya implementasi model pendidikan holistik berbasis karakter di sekolah umum sebagai bagian dari kurikulum nasional, sebagai upaya untuk memastikan perkembangan anak usia dini yang seimbang dan kontribusi positif mereka pada masyarakat.Â
- …
