1,721,026 research outputs found
Pengaruh penggunaan LKS berbasis hots terhadap motivasi dan hasil belajar IPA siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan LKS berbasis HOTS terhadap Motivasi dan hasil belajar IPA siswa Kelas VIII SMP N 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan variabel terikat berupa motivasi dan hasil belajar IPA dan variabel bebasnya adalah LKS berbasis HOTS. Desain penelitiannya yaitu desain kelompok kontrol nonekuivalen. Subjek penelitian sebanyak 53 siswa yang terbagi dalan dua kelas yaitu 25 kelompok eksperimen dan 28 siswa kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan berupa angket motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Data motivasi dan hasil belajar dianalisis dengan menggunakan independent t-test dan multivariat test (MANOVA) dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05).Hasil analisis perbedaan rata-rata motivasi belajar menghasilkan nilai 0,000 (2-tailed) sedangkan hasil belajar menghasilkan nilai 0,909 (2-tailed) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji multivariat pada Hoteling trace menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan LKS berbasis HOTS berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar tetapi Penggunaan LKS berbasis HOTS tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci: LKS berbasis HOTS, Motivasi dan Hasil Belajar IPA THE EFFECT OF USING HOTS-BASED STUDENT WORKSHEET ON MOTIVATION AND LEARNING OUTCOME IN SCIENCE STUDIES AMONG STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL AbstractThis study aims to describe the effect of HOTS-based Student worksheet on motivation and learning outcome in science studies among grade 8 students of Junior High School 1 Petungkriyono Districk Pekalongan.This research was a quasy-experimental study involving student’s motivation and science learning outcomes as the dependent variable and the higher order thinking skills based student worksheet as the independent variabel. This study employed the non-equivalent control group design. The research subject consisted of 53 students who were randomly selected, comprising 25 students in the experiment group and 28 student in the control group. The research instrument consisted of a test to measure science studies learning outcomes and questionaire to measure student's motivation. The data were analyzed using the independent t-test and multivariate test (MANOVA) at the significance level of 5% (α = 0.05). The result ofthe analysis on the everage score differences in motivation shows 0.000 (2-tailed) while the result on the everage score differences in student’s outcome shows 0.909 (2-tailed) with significance level of 5%. The Result of multivariate test in Hottelling trace shows significance level at 0,000. This result shows that the use of HOTS-based student worksheet has positive and significant effect on student’s learning motivation, but it does not have positive and significant effect on student’s science learning outcome. Keywords: HOTS-based Student worksheet, Motivation and Learning Outcome in Science Studies</jats:p
GEMBIRA BERMAIN MUSIK: PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SEKOLAH DASAR
The purpose of this study was to improve the quality of learning music in elementary school, particularly in promoting a fun learning atmosphere for students. Subjects were students in grade IV SDN Baturetno 1 Wonogiri. This study uses classroom action research, which combines both of quantitative approach and qualitative, to determine the level of students' affective reactions on the application as a quantum learning model. Source of data is collected by the technique of giving questionnaires, observations, and interviews. Test the validity use the technique of source triangulation and methods. Analysis was done by descriptive-comparative. From the findings, it seemed that the application of quantum learning on music class in elementary school, could increase fun learning atmosphere for students. Level affective reactions experienced by students showed 97% of students to the level of pleasure, 3% of students to the level of mediocre, and there is no reaction was not happy. However, the development still needs to be done primarily in the addition to the use of learning media to be combined with quantum models.
Keywords: affective reactions, learning music, quantum models
IMPLEMENTASI WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN KOMPUTER PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 KUBU KABUPATEN ROKAN HILIR
School action research (SAR) aims to improve the learning system at schools. The purpose of this research was to improve teachers’ ability to utilize computers in teaching through the implementation of workshops. Data in this research were collected through observations and reflections on the actions of teachers at SMP Negeri 1 Kubu in two cycles. The subjects in this study were 20 teachers at SMP Negeri 1 Kubu. The results showed that the implementation of workshops to improve the teachers’ ability to utilize computers in teaching increased with the percentage of 90% (an excellent category). Based on these results, it could be concluded that implementing workshops was effective to improve the teachers’ ability to utilize computers in teaching at SMP Negeri 1 Kubu Babussalam Rokan Hilir Regency
Gerakan Islam Radikal di Sulawesi Selatan: Pola Rekrutmen dan Pola Gerakan Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) dan Laskar Jundullah
The Preparatory Committee for the Upholding of Islamic Law (KPPSI) was established on 28 May 2000. Laskar Jundullah is an autonomous body under the KPPSI, but there is no effective coordination between Laskar Jundullah and KPPSI. In recruitment, membership of the KPPSI takes place openly, whereas Laskar Jundullah is more closed. This research explains the relationship between the two organizations, intended as a reference model to understand radical religious movements in the region. The data was collected through interviews, literature reviews, papers, and related news. This study shows that an Islamic organization is not free from intact radical Muslim groups. Loose structure its even makes the organization more vulnerable to being used by radical groups. 
Tourism and education intersection: cultural reproduction of Osing community in the Angklung Caruk music festival
Music festivals are social and cultural events mostly seen as activities to present artistic expressions for the audience to enjoy. If it is investigated closely, the presentation of work at festivals is the final culmination of training and learning, both of which are essential elements of the educational process. This research aims to examine and show that music festivals have educational elements, even in the context of tourism interests. The music festival studied was the Angklung Caruk Festival, a type of traditional music from the Osing community. The festival competes for musical skills between student angklung groups in Banyuwangi, East Java. The research uses ethnographic methods to discover and explain the intersection between festivals' education and tourism dimensions. Data collection uses participant observation techniques, interviews, document study, and documentation. Data analysis uses an ethnographic model, including domain analysis, taxonomy, components, and cultural themes. The research results show that the Angklung Caruk music festival is an arena for competition in the beauty of musical works between student groups to achieve victory. This competition has become a tourism commodity packaged under the title Banyuwangi Festival. To present their best musical works, each angklung group receives intensive and profound education from professional musicians, with the support of the school, government, and parents. Thus, the Angklung  Caruk Festival is an arena for reproducing Osing traditional music culture which has an economic and educational dimension. It has an impact on strengthening the identity and social repositioning of the Osing community in the present and future
Nyanyian Melintas Zaman: Kajian Musikalitas Lagu Anak-anak Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia
Abstrak Lagu anak-anak dalam dunia pendidikan anak di Indonesia saat ini mengalami krisis eksistensi. Indikatornya adalah kurangnya karya-karya baru lagu anak-anak yang dapat beriringan dengan perkembangan zaman dewasa ini. Akhirnya, lagu anak-anak karya lama tetap digunakan dalam pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mengapa lagu anak-anak karya lama, secara musikal tetap mampu bertahan di dunia pendidikan anak hingga kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan, studi diskografi, dan studi pustaka. Analisa data menggunakan teknik triangulasi data dan sumber dengan model analisis interaktif yang difokuskan pada tiga unsur yaitu unsur musikal, unsur teks music dan unsur estetika bentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lagu anak-anak karya lama tetap mampu bertahan hingga kini karena: (1) unsur-unsur musikalnya sederhana sehingga mudah dinyanyikan anak-anak, (2) tema pesan teks yang mudah dipahami anak-anak, (3) memiliki estetik musikal yang kuat ketika dinyanyikan anak-anak. Ketiga faktor inilah yang menyebabkan lagu anak-anak karya lama tetap bermakna dalam pendidikan anak-anak di Indonesia pada masa lalu, masa kini, hingga masa yang akan datang
Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran PAI materi pokok sholat melalui metode demonstrasi dan latihan (drill) studi tindakan kelas III SD Negeri 2 Putat Purwodadi Grobogan
Penerapan metode demonstrasi sebagai salah satu untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang sholat fardlu pada mata pelajaran PAI kelas III SD Negeri 2 Putat Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011.
Tujuan dari penelitian Untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan prestasi belajar PAI melalui metode demonstrasi dan latihan (drill) di kelas III SD Negeri 2 Putat Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Dalam penelitian ini lingkupnya adalah seluruh siswa, kelas III SD Negeri 2 Putat yang berjumlah 25 siswa, oleh karena itu berdasarkan
pembelajaran yang telah dilakukan, tehnik pengumpulan data dengan cara (1) observasi, (2) tes, (3) wawancara, (4) dekomentasi dengan menerapkan metode demonstrasi dan latihan (drill) setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan rumus Ρ=siswa yang telah lulus χ100%
Siswa yang digunakan dalam penelitian adalah pengumpulan data dari hasil prestasi belajar. Dan di peroleh analisis data pada pra siklus siswa yang belum tuntas ada 18 siswa atau 72% yang tuntas 7 siswa atau 28%, kemudian setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I meningkat, siswa yang belum tuntas 12 siswa atau 48% dan yang tuntas 13 siswa atau 52%. Karena belum memenuhi KKM akhirnya diadakan perbaikan pembelajaran siklus II dan di peroleh hasil siswa yang belum tuntas 3 siswa atau 12% sedangkan yang tuntas 22 siswa atau 88%.
Berdasarkan hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa penerapan
pendekatan metode demonstrasi dan latihan (drill) siswa kelas III SD Negeri 2
Putat tahun pelajaran 2010/2011. Hal ini berdasarkan hasil analisa data yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara tindakan kelas pada siklus I nilai rata-rata 61,8 dan siklus II nilai rata-rata 73,8 ternyata ada peningkatan sebesar 12,0.Dan kesimpulan tersebut diatas diartikan bahwa prestasi belajar penerapanpendekatan metode demonstrasi dan latihan (drill) lebih baik daripada model pembelajaran yang lain
PELAKSANAAN PENINGKATAN HAK GUNA BANGUNAN MENJADI HAK MILIK UNTUK RUMAH TINGGAL DI KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKALONGAN
Di Kota Pekalongan, banyak warga yang memiliki dengan status Hak Guna
Bangunan. Karena hanya mempunyai waktu yang terbatas, maka untuk
mencegah terjadinya konflik dimasa mendatang, mengingat jumlah penduduk
terus meningkat, sebaiknya HGB untuk rumah tinggal tersebut ditingkatkan
menjadi Hak Milik agar mempunyai kepastian hukum bagi pemegang haknya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1)Menganalisis pelaksanaan peningkatan
status Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik untuk rumah tinggal di Kantor
Pertanahan Kota Pekalongan. 2) Menganalisis dan mengetahui hambatan dan
solusi dalam pelaksanaan peningkatan status Hak Guna Bangunan menjadi Hak
Milik untuk rumah tinggal di Kantor Pertanahan Kota Pekalongan.
Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis.Adapun data
yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui
wawancara dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif
analitik.Permasalahan dianalisis dengan teori kepastian hukum, teori
kesejahteraan dan teori keadilan.
Hasil hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Pelaksanaan peningkatan status
Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik untuk rumah tinggal di Kantor
Pertanahan Kota Pekalongan di mulai dari mengisi surat permohonan,
melampirkan sertipikat tanah, foto copy Izin Mendirikan Bangunan, surat
keterangan dari Kepala Desa, foto copy surat Pemberitahuan Pajak Terhutang
(SPPT), foto copy Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemeriksaan Identitas
Pemohon sesuai atau tidak dengan kepemilikan tanah yang dimohon, penelitian
dokumen yang diterima, pemohon melakukan pembayaran, meneliti dokumen
dan buku tanah sertipikat baru, selanjutnya Kepala Kantor menyerahkan
dokumen dan buku tanah serta sertipikat kepada petugas pelaksana subsi PHI
untuk melakukan pembukuan dan apabila sudah lengkap maka petugas
menyerahkan dokumen yang harus diarsipkan kepada petugas arsip, serta
menyerahkan sertipikat kepada pemohon. 2) Hambatan dan solusi dalam
pelaksanaan peningkatan status Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik untuk
rumah tinggal di Kantor Pertanahan Kota Pekalongan yaitu Pemohon yang akan
melakukan pendaftaran peningkatan hak atas tanah untuk rumah tinggal
seringkali tidak dilengkapi berkas permohonan dengan Ijin Mendirikan
Bangunan, masyarakat kurang mengetahui mengenai prosedur dan syarat-syarat
yang harus dilampirkan pada saat mengajukan permohonan. Untuk mengatasi
kendala-kendala diatas, Kantor Pertanahan Kota Pekalongan melakukan
sosialisasi, hal ini bertujuan untuk pemahaman informasi dan untuk meluruskan
persepsi masyarakat yang menganggap bahwa peningkatan status Hak Guna
Bangunan menjadi Hak Milik untuk rumah tinggal terlalu rumit dan mahal.
Kata Kunci:Peningkatan Status Tanah, Hak Guna Bangunan, Hak Mili
Pengaruh Penggunaan LKS berbasis HOTS terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan LKS berbasis HOTS terhadap motivasi dan hasil belajar IPA siswa Kelas VIII SMP N 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan variabel terikat berupa motivasi belajar IPA dan variabel bebasnya adalah LKS berbasis HOTS. Desain penelitiannya yaitu desain kelompok kontrol nonekuivalen. Subjek penelitian sebanyak 53 siswa yang terbagi dalan dua kelas yaitu 25 kelompok eksperimen dan 28 siswa kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan berupa angket motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Data motivasi dan hasil belajar dianalisis dengan menggunakan independent t-test dan multivariat test (MANOVA) dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05).
Hasil analisis perbedaan rata-rata motivasi belajar menghasilkan nilai 0,000 (2-tailed) sedangkan prestasi belajar menghasilkan nilai 0,909 (2-tailed) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji multivariat pada Hoteling trace menunjukkan nilai significansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan LKS berbasis HOTS berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar tetapi Penggunaan LKS berbasis HOTS tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IP
Kinerja Guru Bimbingan Konseling Dalam Penyusunan Rencana Program Layanan Melalui Pendampingan Supervisi Klinis
This research is motivated by the unoptimally performance of teachers in a planning service program has so far not optimal. The research objective is to improve the performance of teachers in the planning service program in region Delanggu Klaten Working Group by 30 teachers. Methods of data collection using observation, documentation, and assignment of teachers in planning services program Analysis of data using a critical and comparative analysis. Indicators of success using the criteria limit minimal is 80, and the class completeness 100%. Research procedure uses cycles. From the results of research and discussion know that obtained summary data is the initial condition, Cycle I, II performance counseling teachers in planning services program, the initial conditions by an average of 75 and the first cycle an average of 80 and the second cycle by an average of 90 . from this data, it seems clear that an increase in the average value of the initial conditions to the first cycle of five digits (6.7%), from the first cycle to the second cycle an increase of 10 digits (12.5%), from pre cycle to the second cycle an increase of 15 digits (20%). The highest value of the initial stages of the condition by 84 and 90 as well as the first cycle of the second cycle of 98 It is clear that from the stage of initial conditions for the first cycle occurred from the initial conditions to the first cycle of six digits (7.1%), from the first cycle to the second cycle an increase of 8 digits (8.9%), and from the initial conditions to the second cycle an increase of 14 digits (16.7%). The lowest value obtained for the early stages of the condition of the first cycle of 67 and 72 and the second cycle of 87. thus, can be affirmed that the initial conditions of the stage to the first cycle an increase of 5 digits (7.5%), from the first cycle to the second cycle an increase of 15 digits (22.4%), and from the initial conditions to the second cycle an increase of 20 digits (29.9%). Percentage of performance criteria counseling teachers in preparing plan preparation program obtained from the initial conditions of 28% and the first cycle was obtained by 68% and the second cycle at 100%. It seems clear that the initial conditions of the stage to the first cycle an increase of 40%, from the first cycle to the second cycle an increase of 32%, and from the initial conditions to the second cycle an increase of 72%. Thus, teachers performance in counseling services from the initial conditions to the second cycle brought a significant rise.</jats:p
- …
