246 research outputs found

    HUBUNGAN HAFALAN AL-QUR’AN DENGAN PERILAKU SISWA MTs HIDAYATUL MUTA’ALLIMIN KEDIRI

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Hubungan Hafalan Al-Qur’an Dengan Perilaku Siswa MTs Hidayatul Muta’allimin Kediri” ini ditulis oleh Isna Qurotul Aini, NIM. 1720153399, pemimbing Drs. H. Timbul, M. Pd.I Kata kunci : Hafalan al-Qur’an, Perilaku Siswa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa seorang penghafal al-Qur’an biasanya memiliki perilaku yang baik, akan tetapi pada kenyataannya tidak semua penghafal al-qur’an mempunyai perilaku baik. Seharusnya seorang penghafal al-Qur’an bisa memahami dan menghayati makna yang tersirat maupun tersurat yang terdapat dalam al-Qur’an, supaya bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari salah satunya bisa dilihat dari segi perilakunya baik keagamaan, sosial, maupun terhadap diri sendiri. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Adakah hubungan hafalan al-Qur’an terhadap perilaku keagamaan siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri? (2) Adakah hubungan hafalan al-Qur’an terhadap perilaku sosial siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri? (3) Adakah hubungan hafalan al Qur’an terhadap perilaku individu siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri? Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui hubungan hafalan al-Qur’an terhadap perilaku keagamaan siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri. (2) Mengetahui hubungan hafalan al-Qur’an terhadap perilaku sosial siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri. (3) Mengetahui hubungan hafalan al-Qur’an terhadap perilaku individu siswa MTs Hidayatul Muta’alimin Kediri. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII MTs Hidayatul Muta’allimin Kediri sebanyak 38 siswa. Dalam penelitian ini digunakan metode angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji validitas, reliabuilitas, normalitas, linieritas, homogenitas, dan korelasi product moment dengan bantuan SPSS for Windows 18.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai r hitung (Pearson Correlations) dapat diketahui nilai r hitung untuk hubungan hafalan al-Qur’an (x) dengan perilaku keagamaan (y1) adalah sebesar 0,753 > r tabel 0,320, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel hafalan al-Qur’an dengan variabel perilaku keagamaan siswa. Selanjutnya, nilai r hitung untuk hubungan hafalan al-Qur’an (x) dengan perilaku sosial (y2) adalah sebesar 0,674 > r tabel 0,320, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel hafalan al Qur’an dengan variabel perilaku sosial siswa. Selanjutnya, nilai r hitung untuk hubungan hafalan al-Qur’an (x) dengan perilaku individu (y3) adalah sebesar 0,663 > r tabel 0,320, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel hafalan al-Qur’an dengan variabel perilaku individu siswa

    MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA ISLAMI DI TK ABA CARIKAN MUNTILAN

    Get PDF
    Hidayatul Aini, “Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini melalui Metode Cerita Islami di TK ABA Carikan” Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) penerapan metode ceritaislami untuk mengembangkan kecerdasan spiritual anak 2) hasil penerapan metode cerita islami di TK ABA Carikan, dan 3) faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode cerita islami di TK ABA Carikan Muntilan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di TK ABA Carikan Muntilan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga bulan September 2017. Subyek dari penelitian ini adalah anak didik kelas A TK ABA Carikan Muntilan yang berjumlah 20 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, diantaranya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) penerapan metode cerita islami di TK ABA Carikan Muntilan dilakukan sebelum menjelang kegiatan inti. Penyampaian cerita tidak setiap hari melainkan seminggu sekali atau seminggu dua kali. Durasi bercerita 5-10 menit. Pemilihan materi di sesuaikan dengan perkembangan anak. Pengadaan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kecerdasan spiritual anak melalui penyerapan isi dari cerita islami 2) metode cerita islami menghasilkan perkembangan kecerdasan yang cukup baik untuk anak, antara lain anak dapat mengenal Allah dengan pengucapan kalimat syahadat, anak terbiasa melaksanakan shalat wajib dan hafalan doa-doa sederhana setiap, anak membiasakan berbuat baik dan anak dapat mencintai sesama makhluk tuhan. 3) faktor pendukung penerapan metode cerita islami di TK ABA Carikan antara lain: guru yang sudah berpengalaman berkecimpung di dunia anak, lingkungan sekolah dan rumah yang baik, serta minat anak dalam mengikuti kegiatan cerita islami. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: hambatan waktu, hambatan pengelolaan kelas yang masih sulit, dan hambatan alat peraga yang sangat terbatas yang dimiliki oleh pihak sekolah

    MAKNA SIMBOL DAN METAFORA DALAM HIKAYAT SERIBU MASAIL

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Hidayatul. 2018. Makna Simbol dan Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn   Kata Kunci: Sastra¸Hikayat, Makna, Simbol, Metafora Karya sastra merupakan gambaran hasil rekaan seseorang dan menghasilkan kehidupan yang diwarnai oleh sikap, latar belakang, dan keyakinan pengarang. Salah satu dari karya sastra itu adalah kesusastraan Melayu klasik. Sastra Melayu adalah salah satu sastra rakyat yang hidup dan berkembang secara turun-temurun, dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu bentuk dari kesusastraan Melayu, khususnya prosa Melayu, adalah hikayat. Hikayat lahir dan ada karena adanya pengaruh dari kebudayaan asing, yaitu Hindu dan Islam. Hikayat adalah cerita rekaan pengarang dengan menggunakan media bahasa yang indah, menyuguhkan peristiwa atau kejadian yang kurang masuk akal direka seolah-olah pernah terjadi, sehingga timbul kontak komunikasi dengan pembacanya. Memahami hikayat bila dibandingkan dengan memahami cerita-cerita dongeng atau fiksi lainnya tampak bukan hal mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna disetiap (1) Simbol dan (2) Metafora dalam Hikayat Seribu Masail. Objek penelitian ini yaitu Hikayat Seribu masail. Hikayat Seribu Masail untuk pertama kalinya disebut dalam ringkasan Kitab Al-Tabari karya Abu Ali Muhammad Al-Bal’ami. Ringkasan kitab tersebut ditulis dalam Bahasa Parsi pada tahun 963 M.  Dalam ringkasan tersebut disebutkan tentang kitab yang berjudul Mesail. Pada tahun 1143, kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa Latin. Mengenai proses penyaduran Hikayat Seribu Masail, dinyatakan secara tidak langsung oleh Winstedt (1969: 149), bahwa pada abad ke-17 teks Hikayat Seribu Masail diterjemahkan kedalam bahasa Melayu. Data dianalisis dengan teknik baca catat. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperkuat dengan validitas expert-judgment. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian menunjukan setiap makna; (1) Simbol Hikayat Seribu Masail meliputi: (a) simbol dengan satu makna (b) simbol sebenarnya (2) Metafor

    Sadriddin Aini: Author, Scholar and Journalist

    No full text
    Biography of Sadriddin Aini, a key intellectual and cultural figure in Tajikistan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV B MATA PELAJARAN PKn POKOK BAHASAN GLOBALISASI DI MIMA HIDAYATUL MUBTADI’IN JEMBER

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh aktivitas dan hasil belajar yang masih tergolong kurang pada kelas IV B di MIMA Hidayatul Mubtadi'in Jember pada pelajaran Pkn pokok bahasan globalisasi. Rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas IV B pada pelajaran Pkn pokok bahasan globalisasi melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) di MIMA Hidayatul Mubtadi'in Jember. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV B pada pelajaran Pkn pokok bahasan globalisasi melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) di MIMA Hidayatul Mubtai'in Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan di MIMA Hidayatul Mubtadi'in Jember. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV B MIMA Hidayatul Mubtadi'in Jember yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) pada pra siklus yaitu dari 28.8 (kategori kurang aktif) pada siklus I menjadi 63.2 (kategori aktif). Dari siklus I, skor rata-rata aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari 63.2 (kategori aktif ) pada Siklus II menjadi 73.6 (kategori aktif). Skor rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus yaitu dari 57.28 (kategori kurang) menjadi 74.56 (baik). Pada siklus II, skor rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari sikus I yaitu dari 74.56 (kategori baik) menjadi 80.48 (kategori sangat baik).

    Transkrip temubual bersama Encik Baharom bin Haji Ahmad mantan Ketua Kampung Bukit Tunggal: mengenai sejarah Kampung Bukit Tunggal / Erni Amirah Yahaya and Nurul Hidayatul Aini Khairul Anuar

    Get PDF
    Transkrip ini mengetengahkan berkaitan kisah sejarah di Kampung Bukit Tunggal, Segamat, Johor. Cerita ini adalah daripada perspektif Tok Baharom Bin Haji Ahmad. Beliau merupakan bekas ketua kampung di Kampung Bukit Tunggal yang telah memberikan pelbagai sumbangan besar sebagai tonggak di kampung tersebut sehingga ke hari ini walaupun telah bersara daripada menjadi ketua kampung. Dapat dilihat bahawa masih terdapat ramai golongan masyarakat yang sudah tidak lagi mengendahkan berkaitan sejarah-sejarah lama walaupun perihal tempat yang didiami. Justeru itu, transkrip ini merungkai beberapa kisah yang telah dibualkan oleh masyarakat setempat berkaitan sejarah pembentukan Kampung Bukit Tunggal atau turut pernah dinamakan sebagai Bukit Satu dari zaman ke zaman. Selain itu, kajian ini turut membawa kepada penceritaan sejarah Tok Empang telah membuka Kampung Jementah yang begitu berkait rapat dengan Kampung Bukit Tunggal. Pencapaian dan cabaran yang dihadapi semasa pembukaan awal Kampung Bukit Tunggal juga dibahaskan oleh pengkisah, Tok Baharom Bin Haji Ahmad. Kajian ini juga amat penting dalam menghuraikan dan mengkaji kepentingan serta keistimewaan Kampung Bukit Tunggal. Melalui kajian sejarah lisan di Kampung Bukit Tunggal ini diharapkan agar dapat membuka mata masyarakat untuk lebih menghargai sejarah lalu serta mengambil iktibar daripada peristiwa sejarah yang telah berlaku

    TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB WAITER/SS DI RESTORAN WHITE HOUSE SURABAYA

    Get PDF
    The purpose of writing this final project is to find out the duties and responsibilities of the waiter/ss at the White House Surabaya restaurant. The author made observations at the White House restaurant to make observations on the duties and responsibilities of the waiter/ss. At the White House Jl. Sulawesi No. 61 Gubeng Surabaya. The author can conclude that from the discussion in the previous chapter the duties and responsibilities of the waiter/ss include duties when the restaurant opens until the restaurant closes

    REFLEKSI FEMINISME DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA

    No full text
    Discussions about gender equality and feminism are always interesting topic to discuss. This phenomenon of gender imbalance or inequality often occurs in social life. Women receive subordinate treatment compared to men. Often the discriminatory treatment is raised through various literary works, such as novels. This research will discuss about the issue of feminism raised by a well-known author in Indonesia, Andrea Hirata, in her latest novel entitled Guru Aini. The research design is using qualitative descriptive

    Environmental and genetic risk factors for food allergy in children with Asian ancestry

    Get PDF
    © 2019 Noor Hidayatul Aini Bte SuainiEpidemiological and genetic studies on food allergy to date have focused primarily on the Caucasian population. This is despite emerging evidence that food allergy appears to be rising in Asian countries, alongside the increasing Westernisation and urbanisation in these countries. Even less is known about Asian migrants living in Western countries. A population-based study on food allergy found the risk of food allergy to be three times higher in infants of East Asian ancestry than infants of Caucasian ancestry. It is thought that infants growing up in Australia are exposed to environmental agents that have a differential effect on the immune system depending on their genetic background. However, the influence of specific genetic and environmental risk factors is currently unknown. It is also unclear if the increased risk of food allergy translates to higher risk of other allergic diseases later in childhood. The main objective of this thesis is to identify specific environmental and genetic factors on the risk of food allergy in the Asian population living in Australia. This thesis aims to quantify the prevalence of, and identify risk factors for food allergy and allergic comorbidities in the Asian population. An additional aim is to identify genetic variants that increase the risk of food allergy in the East Asian population and compare this to the Caucasian population living in Australia. This thesis primarily used data and samples from the longitudinal HealthNuts study where 5,276 1-year-old infants attending council run vaccination sessions across Melbourne were recruited. Skin prick tests to a range of food were carried out on infants and those with a wheal size less than 1 mm underwent an oral food challenge. The 1-year-old infants were followed up again at age 6 years and data collected at this follow-up visit were also used for analyses in this thesis. Additionally, data collected from a Growing Up in Singapore Towards Healthy Outcomes (GUSTO) birth cohort was also used to compare the risk factors and prevalence of allergic diseases between East Asians living in Melbourne and East Asians living in Singapore. This thesis reports that Australian-born children with East Asian parents have a higher burden of allergic rhinitis, eczema and aeroallergen sensitisation but not asthma, in the first six years of life compared to children of Caucasian ancestry. Moreover, children with IgE-mediated food allergy and eczema in infancy were 3 times more likely to have asthma and 2 times more likely to have allergic rhinitis at age 6 years, irrespective of ancestry. Additionally, East Asian children living in Melbourne have a higher risk of food allergy compared to East Asian children living in Singapore. Despite delayed introduction of allergens into the diet compared to the Asian population in Melbourne, Asian children in Singapore had less food allergy. While eczema rates were lower in Singapore than in Melbourne, early onset eczema was associated with an increased risk of food allergy in both Singapore and Melbourne. In terms of genetic risk factors, a systematic review conducted as part of this thesis identified several genes of interest known to be involved in immune regulation, cell function and epidermal barrier function. However, studies were of varied quality and the reproducibility of findings for the same SNPs were minimal. Some of the highly re-producible genes identified from the literature include HLA, FLG and IL13. Additionally, there was also a paucity of studies carried out in the Asian population that were able to elucidate underlying mechanisms for the differential food allergy risks observed in the population. This highlighted the need for genetic studies focused in this population. This thesis found that HLA rs7192 minor allele was associated with increased risk of peanut allergy in the Caucasian population but not East Asian population. Among sensitised children with two East Asian born parents, those with the minor allele for rs231735, rs231804 or rs11571291 (all CTLA4) have a reduced risk of egg allergy. The findings of this thesis identify Asian children living in Australia as a high risk allergic group not just in infancy but throughout early childhood. As a multifactorial disease, both environmental and genetic factors are known to contribute to the pathogenesis of food allergy. Therefore, it may be that the increased risk of food allergy observed in genetically predisposed East Asian children living in Melbourne unmasked upon exposure to environmental risk factors
    corecore