1,753,619 research outputs found

    guru-yang/Beehive: Beehive

    No full text
    <p>Initial release</p&gt

    Guru yang Dirindu

    Get PDF
    Peristiwa tahunan haul Guru Sekumpul yang selalu dipadati ratusan ribu jemaah itu berwajah ganda. Ia adalah wujud kecintaan pada seorang ulama yang telah wafat sekaligus harapan akan kehadiran sosok serupa di masa sekarang. Ia adalah apresiasi terhadap ulama masa lalu sekaligus kritik terhadap para ulama masa kini. kerinduan itu sesungguhnya adalah harapan-harapan terpendam yang membungkah di dada para jemaah yang datang dari berbagai penjuru. Berbagai harapan itu masih banyak yang belum bisa ditemukan dalam kenyataan. Karena itu, ziarah ke makam Sang Guru dan ikut serta dalam acara haulnya adalah obat mujarab bagi luka kerinduan yang belum sepenuhnya bisa disembuhkan itu

    PARADIGMA GURU YANG INTENSIONAL

    Get PDF
    Guru intensional berarti guru yang melaksanakan tugas berdasarkan niat atau keinginan hatinya. Namun suatu sifat tampak jelas sebagai karakteristik guru yang luar biasa, Intensionalitas. Intensionalitas atau bertujuan berarti melakukan sesuatu karena suatu alasan, dengan sengaja. Guru yang intensional atau guru yang bertujuan adalah orang-orang yang terus menerus memikirkan hasil yang mereka inginkan bagi peserta didik mereka dan bagaimana masing-masing keputusan yang mereka ambil membawa peserta didik menuju hasil tersebut

    Menjadi Guru Yang Efektif

    No full text
    Saya sedang memjadi guru yang efektif dan saya tidak bisa berhenti membacanyaviii, 186 Hal.; 25 c

    Perbedaan Motivasi Mengejar Guru yang Sudah Mendapatkan Sertifikasi dengan Guru yang Belum Mendapatkan Sertifikasi di Perguruan Al-Azhar Medan

    No full text
    Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan motivasi mengajar guru yang sudah mendapatkan sertifikasi dengan guru yang belum mendapatkan sertifikasi pada guru di Perguruan Swasta AL-Azhar Medan. Hipotesis yang diajukan ada perbedaan motivasi mengajar guru yang sudah mendapatkan sertifikasi dengan guru yang belum mendapatkan sertifikasi, dengan asumsi guru yang belum mendapatkan sertifikasi memiliki motivasi mengajar yang lebih tinggi dibandingkan guru yang sudah mendapatkan sertifikas

    Motivasi Guru Yang Memiliki Pekerjaan Sampingan

    Get PDF
    Guru yang bekerja sampingan berarti guru yang bekerja di luar pekerjaan pokok yaitu mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah apa motivasi guru yang mendasar untuk bekerja sampingan. Berdasarkan hal ini timbul pertanyaan, “Bagaimana motivasi guru yang bekerja sampingan?”. Informan dalam penelitian ini adalah 10 orang guru SMK yang memiliki pekerjaan sampingan dan telah bersertifikasi dan sedang aktif bekerja sampingan di Klaten. Pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada guru yang memiliki pekerjaan sampingan diperoleh bahwa motivasi yang mendasar memiliki pekerjaan sampingan ialah untuk menambah penghasilan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan pekerjaan sampingan dari guru yang menjadi informan penelitian ini sesuai dengan materi yang diajarkan informan disekolah sehingga dapat mempermudah memberikan materi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi guru bekerja sampingan yang mendasar ialah untuk menambah penghasilan dan untuk mematangkan kompetensi yang dimiliki

    STUDI KOMPARATIF KINERJA GURU YANG BELUM SERTIFIKASI DENGAN GURU YANG SUDAH SERTIFIKASI DI SMP NEGERI SE-KOMISARIAT KARAWANG KOTA

    Get PDF
    Judul penelitian ini yaitu : Studi Komparatif Kinerja Guru yang Belum Sertifikasi dengan Guru yang Sudah Sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah gambaran mengenai kinerja guru yang belum sertifikasi, gambaran mengenai kinerja guru yang sudah sertifikasi dan perbedaan antara kinerja guru yang belum sertifikasi dengan guru sudah sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kinerja guru yang belum sertifikasi, gambaran kinerja guru yang sudah sertifikasi dan perbedaan kinerja guru yang belum sertifikasi dengan guru sudah sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptip dengan analisis komparasi, dengan teknik penelitian sampel probability sampling. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah guru. Sebanyak 79 guru yang belum sertifikasi dan 67 guru yang sudah sertifikasi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Uji t atau T test. Hasil pengolahan data dengan WMS (Weighted Means Score) menunjukkan bahwa kecenderungan umum skor responden variabel X1 (Kinerja Guru yang Belum Sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota) berada dalam kategori sangat baik yaitu dengan skor rata-rata keseluruhan 4,38, sedangkan variabel X2 (Kinerja Guru yang Sudah Sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota) berada dalam kategori sangat baik yaitu dengan skor rata-rata keseluruhan 4,48. Dengan demikian selisih antara Variabel X1 dan Variabel X2 sebesar 0,10, hal ini dapat menunjukkan bahwa selisih antara Variabel X1 dan Variabel X2 dikategorikan sangat rendah. Hasil analisis komparasi dengan uji ”t” atau t test antara Variabel X1 (Kinerja guru yang belum sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota) dan Variabel X2 (Kinerja Guru yang Sudah Sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota) diperoleh hasil t yaitu 0,809. Berdasarkan hasil penelitian di atas, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja guru yang belum sertifikasi dengan guru sudah sertifikasi di SMP Negeri Se-Komisariat Karawang Kota

    PERBEDAAN KOMPETENSI PROFESIONAL ANTARA GURU YANG BERSERTIFIKASI DAN GURU YANG BELUM BERSERTIFIKASI DI SMA NEGERI SE-KECMATAN LAMONGAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan kompetensi professional antara guru yang bersertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi di SMA Negeri se-Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 guru yang bersertifikasi dan 64 guru yang belum bersertifikasi penarikan sampel pada guru yang bersertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi menggunakan sampling jenuh yang menggunakan populasi sebagai sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner. Teknik analisis data menggunakan uji t dua sampel dengan taraf signifikan 5% untuk mencari perbedaan antar kelompok. Hasil alisis data menggunakan uji t diperoleh nilai signifikan sebesar 0,40 > 0,05 pada variabel kompetensi professional maka dinyatakan H0 diterima dan Ha ditolak sehingga menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara guru yang bersertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi.Kata Kunci: Kompetensi Professional, Sertifikasi Gur

    PERBEDAAN KUALITAS MENGAJAR GURU YANG BERSERTIFIKASI DENGAN GURU YANG BELUM BERSERTIFIKASI PADA JURUSAN BANGUNAN SMK NEGERI DI LOMBOK

    No full text
    ABSTRAKKasri, Lalu Yudia. 2010. Perbedaan Kualitas Mengajar Guru Bersertifikasi dengan Guru yang Belum Bersertifikasi pada Jurusan Bangunan SMK Negeri di Lombok. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T (II) Drs. H. Isnandar, M. T.Kata Kunci: Kualits mengajar, Guru bersertifikasi, Guru belum bersertifikasi.Kualitas merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang pengajar dalam melaksanakan tugas dan kebijakan sekolah yang diembannya, baik yang mencakup pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Oleh karena itu, setiap pengajar harus dapat menunjukkan prestasi kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam lingkungannya. Untuk meningkatkan kualitas mengajar sangat berkaitan erat dengan kualitas guru yang ada. Penelitian ini dilakukan di seluruh SMK Negeri jurusan bangunan di Lombok. Penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi analisis frekuensi, prosentase, mean, grafik dan uji T-Test. dimana populasi penelitian ini adalah guru jurusan bangunan. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket. Guru bersertifikasi adalah guru yang telah mendapatkan sertifikat yang bertujuan untuk meningkatkan kelayakan seorang guru menjadi agen pembelajaran dan mampu meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Indonesia. Sedangkan guru yang belum bersertifikasi ialah guru yang belum mendapatkan sertifikat, guru yang belum bersertifikasi bukan berarti tidak layak untuk meningkatkan kualitas pendidikan akan tetapi. Akan tetapi perolehan sertifikat tersebut harus melalui seleksi yang menentukan guru memperoleh sertifikasi atau tidak.Hasil penelitian menunjukkan bahawa (1) Kompetensi kinerja guru yang bersertifikasi lebih baik dari kompetensi kinerja guru yang belum bersertifikasi dengan perbedaan mean sebesar 3,346: 2,610, (2) Kompetensi persiapan dan perencanaan kegiatan mengajar guru yang sudah bersertifikasi lebih baik dari kompetensi dan perencanaan kegiatan mengajar guru yang belum bersertifikasi dengan perbedaan mean sebesar 3,407: 2,457, (3) Kompetensi kerjasama antara guru dengan peserta didik guru yang sudah bersertifikasi lebih baik dari kompetensi kerjasama antara guru dengan peserta didik guru yang belum bersertifikasi dengan perbedaan mean sebesar 3,412:2,971, (4) Kompetensi penggunaan media pembelajaran guru yang sudah bersertifikasi lebih baik dari kompetensi penggunaan media pembelajaran guru yang belum bersertifikasi dengan perbedaan mean sebesar 3,377: 2,212, dan (5) kompetensi kemampuan penilaian dan evaluasi guru yang sudah bersertifikasi lebih baik dari kinerja guru yang belum bersertifikasi dengan perbedaan mean sebesar 3,319: 2,929.Dari hasil penelitian ini disarankan untuk semua guru agar terus melakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan mengembangkan kegiatan belajar dan mampu menggunakan teknologi informasi untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar yang mendidik dan membangun
    corecore