39 research outputs found

    Dekomposisi Termal Mikro Alga Spirulina Platensis dengan Variasi Katalis MgCO3 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Terbarukan

    No full text
    Menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan menjadi permasalahan besar hampir di seluruh dunia. Semua berawal dari ketergantungan manusia terhadap bahan bakar padat khususnya batubara. Indonesia menghasilkan batubara sekitar 450 juta ton per tahun. Tetapi, kebutuhan batubara semakin meningkat, yaitu 10 juta ton per tahun, sehingga dapat diperkirakan di sekitar tahun 2055 akan terjadi permasalahan dimana nilai konsumsi lebih tinggi daripada produksi batubara. Permasalahan ini dapat diatasi dengan penggantian batubara dengan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran campuran mikroalga  Spirulina platensis dengan Magnesium Carbonate (MgCO 3 ) sebagai alternatif bahan bakar terbarukan. Pentingnya penambahan katalis adalah mempercepat laju pembakaran. Metode penelitian menggunakan bubuk mikroalga Spirulina platensis sebanyak 10 mg dan katalis MgCO 3 sebanyak 4,5 mg . Pengujian menggunakan heating rate sebesar 10ºC/min, flow rate udara atmosfer sebesar 100 ml/min dan range temperature dari 25ºC sampai 1200ºC. Selanjutnya dilakukan pengujian Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 dan pengujian katalis MgCO 3 dengan rasio 3%,6%,9%,12% dan 15% dari massa total Spirulina platensis. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan thermogravimetric analysis (TGA) yang menghasilkan grafik TG dan DTG, sehingga dapat digunakan untuk analisis tahap-tahap dekomposisi, laju kehilangan massa, residu, pengaruh temperatur pembakaran dan perhitungan energi aktivasi. Perhitungan energi aktivasi menggunakan metode Arrhenius dan Coats-Redfern yang mempertimbangkan 2RT/E. Berdasarkan hasil uji TGA dengan 6 sampel, dekomposisi pembakaran terjadi sebanyak 5 tahap. Pada tahap 2 dan 4 laju kehilangan massa semakin cepat, ditandai dengan pergeseran kurva DTG ke kanan. Jumlah residu terbanyak dihasilkan oleh penambahan katalis dengan rasio 15%. Nilai energi aktivasi yang dihasilkan Spirulina platensis tanpa katalis MgCO 3 adalah 23,6915744 kJ mol-1 , sedangkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis dengan katalis MgCO 3 adalah 24,4506426 kJ mol-1 , sehingga penambahan katalis MgCO 3 dapat meningkatkan nilai energi aktivasi Spirulina platensis

    Faktor-faktor yang mempengaruhi financial performance pada perusahaan manufaktur di BEI

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti yang empiris mengenai pengaruh leverage keuangan, ukuran perusahaan, dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2017. Penelitian ini menggunakan 64 sampel perusahaan manufaktur yang telah diseleksi melalui metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa informasi keuangan dari laporan keuangan serta laporan tahunan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage keuangan dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan, sementara tanggung jawab sosial perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Saran dari penelitian ini adalah untuk penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel independen lain untuk dapat memperkuat kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen, seperti modal intelektual, umur perusahaan, dan likuiditas. Kata Kunci: Leverage Keuangan, Ukuran Perusahaan, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Kinerja Keuangan. The purpose of this research is to obtain empirical evidence about the effects of financial leverage, firm size, and corporate social responsibility on financial performance in manufacturing industries listed in Indonesian Stock Exchange during the period of 2015-2017. This research used 64 samples of manufacturing companies that have been previously selected using purposive sampling method. Secondary data was used in the form of financial information from the financial statements and annual reports. This research data was processed using EViews 10. The result of this research shows that financial leverage and firm size have a significant effect on financial performance, while corporate social responsibility does not has a significant effect on financial performance. Suggestions for the next study is to add another independent variables to be able to strengthen the ability of independent variables in explaining the dependent variable, such as intellectual capital, company age, and liquidity. Keywords: Financial Leverage, Firm Size, Corporate Social Responsibility, Financial Performanc

    INDONESIA SEBAGAI TRENDSETTER MODERATISME DI ASEAN (Membangun Relasi Akademik antara Islam dan Multikulturalisme)

    No full text
    Indonesia is the largest Muslim majority country in the world. So it makes perfect sense if Islam in Indonesia becomes the centre of civilization on the international scene. However, this achievement is not easy because it demands moral responsibility that Islam indeed shows its moderate and tolerant face. Why is this important? Because the entire Islamic region in the Middle East country, only shows Islam in front of conflict and war. So, the claim that the future of Islamic civilization in the world is in the hands of Indonesia is not a mere figment. For this reason, Indonesian Islam must be able to maintain and simultaneously make efforts to support the preservation of Islam that is friendly to all elements of the nation. For this reason, in this paper, the author describes how strategies so that Islam can become a value base to give birth to attitudes of moderates in the frame of Multicultural Islamic education

    Climate and culture Changes, lessons, and challenges

    Get PDF
    From generation to generation over the centuries, people in all parts of the world have developed adaptive social-cultural institutions and strategies of natural resource management based on the intimate relationship they had with their environment. At present, recent global warming is threatening people’s lives. Unfortunately, climate change is a natural phenomenon which is neither easy to observe, nor to predict and anticipate accurately. In many places, local people can no longer rely on earlier experiences and existing socio-cultural institutions to adjust to unprecedented changes. We are in urgent need of specific efforts to re-interpret and enrich our knowledge of this natural phenomenon. However, this is not an easy thing to do. People from all kinds of levels and entities in society are simultaneously the cause and the victims of global warming. The problem becomes even more complicated because of various mutually-affecting dimensions like ethics, politics, power, economics, and justice. These are the ultimate challenges scholars of the social sciences and humanities need to address seriously everywhere in the world, including in Indonesia. This article addresses the arguments of what scholars in the social sciences and humanities could and should do in response to climate change. Promoting a new paradigm and ethics in dealing with climate change is urgent and improvements in approaches and research methodologies are necessary. Learning from experiences gained from the way farmers in Java respond to climate change, the author argues that interdisciplinary research across social and natural sciences, and collaborative work with target groups is a promising and significant step (although scholars will have to face many challenges and constraints)

    Pendekatan Prosesual: Menjawab Tantangan dalam Mengkaji Dinamika Budaya

    No full text
    Non-processual approaches in anthropology have been heavily criticized for not providing an adequate framework for explaining the emergence of socio-cultural phenomena, and the processes and mechanisms of change. Socio-cultural life is undeniably dynamic and everchanging. In facing this matter many anthropologists have turned to a processual approach in studying the dynamics of culture in the last two decades. In this article the author shows how the processual approach is applied to the study of cultural dynamics. The author begins by discussing the unit of analysis and focus of study in a processual approach. Following that, she discusses the implication of this upon the methods and strategies for uncovering, describing and explaining change. The author also shows how this approach can uncover the heterogeneous nature of a socio-cultural phenomenon and the extent to which that heterogeneity allows change to occur. Her arguments are based upon empirical cases of knowledge transmission and formation among farmers in several locations on the north coast of West Java and Central Lampung

    Rancang Bangun Sistem Navigasi Jarak Dekat Robot Ikon Unikom Berbasis Computer Vision

    No full text
    Penelitian teknologi robotika berkembang diberbagai aspek, kebutuhan sistem navigasi autonomous menjadi kunci untuk dapat meminimalkan input manusia dalam suatu sistem. Robot autonomous adalah robot dengan sistem yang beroperasi dengan aman dan efektif tanpa perlu dikendalikan oleh manusia. Pada penelitian ini mengembangkan sistem navigasi jarak dekat robot ikon Unikom berbasis computer vision. Implementasi computer vision menggunakan sensor kamera untuk mendeteksi tepi jalur lintasan dengan algoritma canny edge detection pada library opencv. Dengan tujuan untuk mendeteksi objek berupa garis dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menghasilkan arah navigasi. Pengujian dilakukan dengan menempatkan robot ikon pada jalur yang telah disiapkan serta menguji pengaruh cahaya terhadap sistem yang dibuat. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan robot ikon dapat bernavigasi dengan tingkat keberhasilan rata-rata 100% terhadap lintasan lurus, 70% terhadap lintasan belok kiri, 80% terhadap lintasan belok kanan dan 80% terhadap lintasan kombinasi. Intensitas pencahayaan mempengaruhi sistem kerja navigasi robot ikon yaitu pada kondisi pencahayaan terang (≥ 45 lux) dan redup (11-44 lux) robot ikon dapat mendeteksi garis tepi (edges) lintasan untuk bernavigasi secara autonomous berdasarkan lingkungan terbatas
    corecore