8 research outputs found
KAJIAN INTERAKSI SIMBOLIK PERTUNJUKAN KESENIAN JARAN KEPANG SETYO LANGEN BUDI UTOMO DUSUN SURUHAN DESA KEJI KECAMATAN UNGARAN BARAT SEMARANG
Manusia pada hakekatnya makhluk yang berinteraksi, tidak hanya melalui interaksi secara ekslusif antar manusia, tetapi juga inklusif dengan seluruh mikrokosmos. Terkadang dalam interaksi sosialnya disadari namun tidak menampakkan fenomena berupa simbol dan mempunyai pemaknaan yang beragam antar individu. Interaksi terjadi tidak hanya dikalangan masyarakat, dalam pertunjukan kesenian juga terjadi interaksi simbolik saat pertunjukan berlangsung. Interaksi Simbolik dalam sebuah pertunjukan kesenian Jaran Kepang antara penari dengan penari, penari dengan pemusik, penari dengan penonton, penonton dengan pemusik, dan penonton dengan penonton. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan Semiotika yang berkaitan dengan segala hal yang dapat dimaknai tanda-tanda. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pemeriksaan data meliputi trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan interaksi simbolik pertunjukan kesenian Jaran kepang yang mengungkap (1) bentuk pertunjukan, meliputi pembuka, inti, penutup, dan mengungkap elemen pertunjukan, meliputi lakon, pelaku, gerak, iringan, rias busana, properti, pentas, waktu dan penonton, (2) Proses interaksi simbolik antara pemusik dengan penonton, penari dengan penari, penari dengan pemusik, penari dengan penonton, dan penonton dengan penonton, dan (3) bentuk interaksi simbolik dalam pertunjukan kesenian Jaran Kepang Setyo Langen Budi Utomo.
_______________________________________
KAJIAN INTERAKSI SIMBOLIK PERTUNJUKAN KESENIAN JARAN KEPANG SETYO LANGEN BUDI UTOMO DUSUN SURUHAN DESA KEJI KECAMATAN UNGARAN BARAT SEMARANG
Manusia pada hakekatnya makhluk yang berinteraksi, tidak hanya melalui interaksi secara ekslusif antar manusia, tetapi juga inklusif dengan seluruh mikrokosmos. Terkadang dalam interaksi sosialnya disadari namun tidak menampakkan fenomena berupa simbol dan mempunyai pemaknaan yang beragam antar individu. Interaksi terjadi tidak hanya dikalangan masyarakat, dalam pertunjukan kesenian juga terjadi interaksi simbolik saat pertunjukan berlangsung. Interaksi Simbolik dalam sebuah pertunjukan kesenian Jaran Kepang antara penari dengan penari, penari dengan pemusik, penari dengan penonton, penonton dengan pemusik, dan penonton dengan penonton. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan Semiotika yang berkaitan dengan segala hal yang dapat dimaknai tanda-tanda. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pemeriksaan data meliputi trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan interaksi simbolik pertunjukan kesenian Jaran kepang yang mengungkap (1) bentuk pertunjukan, meliputi pembuka, inti, penutup, dan mengungkap elemen pertunjukan, meliputi lakon, pelaku, gerak, iringan, rias busana, properti, pentas, waktu dan penonton, (2) Proses interaksi simbolik antara pemusik dengan penonton, penari dengan penari, penari dengan pemusik, penari dengan penonton, dan penonton dengan penonton, dan (3) bentuk interaksi simbolik dalam pertunjukan kesenian Jaran Kepang Setyo Langen Budi Utomo.
_______________________________________
PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS X SMAN 3 BATU
ABSTRAKUtomo, Bintang. 2016. Penerapan Pendekatan Inkuiri Pada Pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M. Pd., M. Si. (II) Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M. Hum.Kata Kunci: PPKn, Pendekatan, Pembelajaran, InkuiriPembelajaran PPKn saat ini banyak ditemukan guru yang hanya menggunakan metode ceramah saja, tidak ada peran aktif dalam pembelajaran sehingga membuat siswa cenderung bosan dan mudah mengantuk dalam pembelajaran. Maka perlu bervariasi dalam melakukan pembelajaran contohnya menggunaakan pembelajaran inkuiri. Dalam proses pembelajaran inkuiri menitikberatkan bahwa pusat pembelajaran adalah siswa, sedangkan guru hanya sebagai motivator ataupun fasilitator saja. Dalam pembelajaran inkuiri mengacu pada 3 aspek yaitu aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis triangulasi sekaligus mengecek keabsahan data. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sesuai dengan rumusan masalah bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Sumber data dari penelitian ini berasal dari pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran inkuiri di SMAN 3 Batu, wawancara terhadap guru PPKn SMA 3 Batu dan pengambilan angket kuisioner respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri.Perencanaan dalam pembelajaran inkuiri guru mempersiapkan apersepsi dan motivasi kepada siswa dan guru melihat kesiapan siswa di kelas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran inkuiri. Pada proses pembelajaran pendekatan inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu kurang sesuai seperti yang dijelaskan (Garton, 2005:24) bahwa pembelajaran inkuiri terdapat 5 tahapan, sedangkan proses pembelajaran inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu hanya terdapat 3 tahapan. Setelah diadakan pre-test dan post test hasil belajar siswa kelas X-2 dan X-3 setelah diadakan pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan. Hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri juga mampu memotivasi siswa, memahami konsep sendiri, komunikasi dan interaksi terhadap teman menjadi baik, pemahaman siswa terhadap materi semakin baik. Dalam proses penggunaan pendekatan inkuiri pada pembelajaran PPKn kelas X SMAN 3 Batu terdapat hambatan-hambatan seperti diperlukan siswa yang mayoritas adalah siswa pemikir atau cerdas. Selain itu guru juga masih kurang dalam memberikan motivasi kepada siswa dan guru masih kurang sabar dalam mengontrol kelas. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini : (1) bagi mahasiswa dapat mengembangkan hasil temuan ini kedalam referensi belajar yang sedang menempuh program studi ilmu pendidikan (2) bagi guru dapat menambah variasi dalam kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran PPKn (3) bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan skripsi ini sebagai referensi dalam penelitian yang bertemakan pembelajaran inkuiri
AN ANALYSIS OF IMPERATIVE SENTENCES IN FINDING DORY MOVIE
ABSTRACT
Imperative can be defined as sentence type employed to
influence someone's actions, often expressing a desire to give a
command or directive. It is commonly used to issue orders and can
occasionally conclude with an exclamation mark. There is just a few
research that conducted to analyze imperative in movie. The title of
this research is An Analysis of Imperative Sentences in Finding Dory
Movie. The subject of this research is Finding Dory movie.
This research is aimed to analyze the function imperative
sentences of the movie entitled ―Finding Dory‖. The author chose the
movie with comedy and motivate movie which can be entertain and
motivate people. This research conducted with content analysis as the
research design. Content analysis is the one of qualitative method
branch that done by analyze a written object such as news report,
novel, or movie. The data collecting techniques that the researcher
used are watching, and documentation. The instrument of this research
is the researcher himself and questions. There are four steps in
conducting this research, they are data collecting, data condensation,
data analysis, and drawing conclusion.
The result of this research is in the movie titled Finding Dory
the author found there are 172 imperative sentences which is found in
the movie. In Finding Dory movie there are found 14 function, there
are 24 instruction (13,9%), 39 encouragement (22,6%), 4 advice
(2,3%), 2 invitation (1,2%), 15 command (8,7%), 2 reassurance
(1,2%), 47 directive (27,3%), 6 request (3,4%), 12 warnings (6,9%), 4
repetition (2,3%), 2 reminder (1,2%), 4 objective (2,3%), 10 assurance
(5,8%), and 1 addres (0,6%).
Keywords: Finding Dory, imperativ
RETRACTION NOTICE TO: Dampak Pembangunan di Era Globalisasi terhadap Perwujudan Hak Asasi Manusia di Lingkungan yang Baik dan Sehat
The manuscript entitled "The Impact Of Development In The Era Of Globalization On The Realization Of Human Rights In A Good And Healthy Environment" published in Lex Generalis Law Journal Vol.3 No.12 (December 2022) on the link https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/317 to the Editor's search has the main similarity substance with the manuscript that has been published previously in another journal, namely Jurnal Pembangunan Hukum Vol.1 No.3 (2014) on the http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/PH/article/view/1487/1155.
When we came across these findings, we tried to contact the authors via email (as they did not contact us via text message or an app like WhatsApp nor did we find their personal social media accounts). However, because there is no answer to explain this problem, we here unilaterally see that there is copyright infringement or plagiarism by copying and pasting the entire file in one of the manuscripts in the Jurnal Pembangunan Hukum (author: Setyo Utomo), making slight changes such as changing the word "Influence" to "Impact", and submitting the file to our journal via OJS. Thus taking into account the absence of evidence or rebuttal from the author, the Editorial decided to retract this manuscript from our journal.Naskah yang berjudul "Dampak Pembangunan di Era Globalisasi terhadap Perwujudan Hak Asasi Manusia di Lingkungan yang Baik dan Sehat" yang terbit di Jurnal Hukum Lex Generalis Vol.3 No.12 (Desember 2022) pada tautan https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/317 atas penelusuran Editor memiliki kesamaan substansi utama dengan naskah yang telah diterbitkan sebelumnya di jurnal lain yaitu Jurnal Pembangunan Hukum Vol.1 No.3 (2014) pada tautan http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/PH/article/view/1487/1155.
Disaat kami mendapati temuan ini, kami berusaha menghubungi para penulis melalui surat elektronik (dikarenakan mereka tidak menghubungi kami melalui pesan singkat atau aplikasi seperti WhatsApp dan kami juga tidak menemukan akun sosial media pribadi mereka). Akan tetapi dikarenakan tidak ada jawaban untuk menjelaskan hal ini, maka kami disini secara sepihak melihat terdapat adanya pelanggaran hak cipta atau plagiarisme dengan menyalin dan menempel seluruh berkas pada salah satu naskah di Jurnal Pembangunan Hukum (a.n. penulis Setyo Utomo), membuat sedikit perubahan seperti mengganti kata "Pengaruh" menjadi "Dampak", dan mengirimkan berkas tersebut ke jurnal kami melalui OJS. Maka dengan demikian dengan mempertimbangkan ketiadaan bukti atau sanggahan dari penulis, Editorial memutuskan untuk melakukan penarikan terhadap naskah ini dari jurnal kami
ANALISIS THERMAL COMFORT PADA PEKERJA DEPARTEMEN PRODUKSI BERDASARKAN PMV INDEX MENGGUNAKAN SIMULASI CFD
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected] Terima kasi
Keragaman genetik, fenotip dan heritabilitas beberapa genotip sorghum pada kondisi tumpangsari dan monokultur
Selain sebagai bahan pangan dan pakan, sorgum berpotensi menghasilkan nira untuk bioethanol. Beragamnya potensi hasil nira, mendorong perlunya evaluasi keragaan berbagai genotip sorgum untuk digunakan sebagai kriteria seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi nira, membandingkan keragaman genetik dan fenotip pada beberapa genotip sorgum, serta menghitung heritabilitas arti luas. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dari April 2017 sampai Februari 2018. Rancangan perlakuan disusun secara strip plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan yang digunakan sebagai kelompok. Kondisi tumpangsari dan monokultur yang digunakan sebagai pembanding disusun secara strip plot. Sebanyak 15 genotip digunakan, yaitu GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, dan P/F 5-193-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotip Talaga Bodas mempunyai kandungan nira yang cukup tinggi baik pada kondisi tumpangsari maupun monokultur yang masing-masing sebesar 144,0 ml dan 166,0 ml. Sementara genotip Super 1 menunjukkan kandungan nira paling tinggi pada kondisi tumpangsari (163,0 ml) dan genotip GH13 menghasilkan volume nira paling tinggi pada sistem monokultur (183,0 ml). Nilai heritabilitas arti luas pada tinggi tanaman, nilai brix, kandungan nira, dan jumlah ruas pada sistem tanam tumpangsari dan monokultur termasuk dalam kriteria tinggi (0,6-0,9). Nilai heritabilitas yang tinggi pada karakter tersebut menunjukkan bahwa faktor genetik lebih berpengaruh sehingga bisa digunakan sebagai kriteria seleksi.ABSTRACT In addition to foodstuffs and feed, sorghum potentially produces “nira†for bioethanol. The varying potency of the nira results, prompting the need to evaluate the performance of various sorghum genotypes for use as selection criteria. The objectives of this study were to evaluate nira production, to compare genetics and phenotype variances of sorghum genotypes, also to calculate broad sense heritability of some sorghum genotypes. This study was conducted at Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan from April 2017 to February 2018. The experiment was designed by stripe plot in completely randomized block design with three replications used as block. The conditions of monoculture and intercropping used as comparison were arranged in stripe plot. As many as 15 genotypes used in this study i.e. GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, and P/F 5-193-C. The result showed that Talaga Bodas genotype had high volume of nira content under monoculture and intercropping conditions as 144.0 ml and 166.0 ml, respectively. However, Super 1 genotype had high nira content (163.0 ml) under intercropping condition and GH13 genotype had high nira content under monoculture (183.0 ml). Broad sense heritability of plant height, brix value, nira content, and internode number in both intercropping and monoculture conditions was high (0.60 – 0.90). These high heritability values mean that these characters are influenced by genetics factor and could be used as selection criteria
Keragaman genetik, fenotip dan heritabilitas beberapa genotip sorghum pada kondisi tumpangsari dan monokultur
Selain sebagai bahan pangan dan pakan, sorgum berpotensi menghasilkan nira untuk bioethanol. Beragamnya potensi hasil nira, mendorong perlunya evaluasi keragaan berbagai genotip sorgum untuk digunakan sebagai kriteria seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi nira, membandingkan keragaman genetik dan fenotip pada beberapa genotip sorgum, serta menghitung heritabilitas arti luas. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dari April 2017 sampai Februari 2018. Rancangan perlakuan disusun secara strip plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan yang digunakan sebagai kelompok. Kondisi tumpangsari dan monokultur yang digunakan sebagai pembanding disusun secara strip plot. Sebanyak 15 genotip digunakan, yaitu GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, dan P/F 5-193-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotip Talaga Bodas mempunyai kandungan nira yang cukup tinggi baik pada kondisi tumpangsari maupun monokultur yang masing-masing sebesar 144,0 ml dan 166,0 ml. Sementara genotip Super 1 menunjukkan kandungan nira paling tinggi pada kondisi tumpangsari (163,0 ml) dan genotip GH13 menghasilkan volume nira paling tinggi pada sistem monokultur (183,0 ml). Nilai heritabilitas arti luas pada tinggi tanaman, nilai brix, kandungan nira, dan jumlah ruas pada sistem tanam tumpangsari dan monokultur termasuk dalam kriteria tinggi (0,6-0,9). Nilai heritabilitas yang tinggi pada karakter tersebut menunjukkan bahwa faktor genetik lebih berpengaruh sehingga bisa digunakan sebagai kriteria seleksi.ABSTRACT In addition to foodstuffs and feed, sorghum potentially produces “nira†for bioethanol. The varying potency of the nira results, prompting the need to evaluate the performance of various sorghum genotypes for use as selection criteria. The objectives of this study were to evaluate nira production, to compare genetics and phenotype variances of sorghum genotypes, also to calculate broad sense heritability of some sorghum genotypes. This study was conducted at Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan from April 2017 to February 2018. The experiment was designed by stripe plot in completely randomized block design with three replications used as block. The conditions of monoculture and intercropping used as comparison were arranged in stripe plot. As many as 15 genotypes used in this study i.e. GH 3, GH 4, GH 5, GH 6, GH 7, GH 13, Super 1, Super 2, Samurai 1, UPCA, Numbu, Mandau, Talaga Bodas, P/IWHP, and P/F 5-193-C. The result showed that Talaga Bodas genotype had high volume of nira content under monoculture and intercropping conditions as 144.0 ml and 166.0 ml, respectively. However, Super 1 genotype had high nira content (163.0 ml) under intercropping condition and GH13 genotype had high nira content under monoculture (183.0 ml). Broad sense heritability of plant height, brix value, nira content, and internode number in both intercropping and monoculture conditions was high (0.60 – 0.90). These high heritability values mean that these characters are influenced by genetics factor and could be used as selection criteria
