271 research outputs found

    Gambuh Sebagai Inspirator Seni Pertunjukan Bali

    Full text link
    Pendahuluan Satu diantara dramatari klasik Bali yang dianggap bermutu tinggi oleh para budayawan asing adalah Gambuh. Kesenian ini mengingatkan akan kebangkitan kerajaan Bali masa lampau dan merupakan warisan budaya yang paling indah dari semua teater Bali. Di atas segalanya Gambuh adalah tarian luar biasa, terkadang lucu dan keras, terkadang kasar dan sengit, terkadang dilakonkan oleh penari lanjut usia dengan keanggunan yang menghanyutkan, namun terkendali. Pada jaman kerajaan, peranan puri / raja dalam kehidupan seni budaya sangat besar. Raja merupakan pengayom, pembina, dan pemelihara kehidupan seni budaya, termasuk tari pada khususnya. Sebagai teater istana, hampir setiap puri memiliki bangunan yang disebut Bale Pegambuhan. Namun kini kesenian Gambuh telah menjadi milik desa yang tetap dipertahankan untuk kepentingan upacara

    TARI GAYA SURAKARTA PUTRI (Wireng-Pethilan/Pasihan/Srimpi/Gambyong)

    No full text
    Tari Gaya Surakarta Putri (Srimpi/ Pasihan/ Wireng Pethilan/ Gambyong) Mutia Nilam Kusuma Ayu 2016 Program Studi S-1 minat Kepenarian Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir Kepenarian merupakan salah satu ujian Tugas Akhir yang dipilih oleh penyaji. Ketertarikan penyaji terhadap jalur Kepenarian ini antara lain karena penyaji merasa lebih terinovasi untuk mengolah dan mengasah sejauh mana kemampuan ketubuhan penyaji sebagai seorang penari. Guna mencapai ketubuhan yang baik sebagai seorang penari yang berkualitas, penyaji melakukan berbagai usaha diantaranya dengan melakukan proses latihan dan eksplorasi. Penyaji tidak hanya melakukan latiha ketubuhan melainkan juga melakukan latihan olah vokal. Hal ini dilakukan untuk menunjang kemampuan penyaji sebagai seorang penari yang baik dan berkualitas. Selain itu penyaji harus mengetahui dan memahami konsep dasar tari jawa yaitu hastasawanda, yang selanjutnya di aplikasikan kedalam materi yang telah dipilih. Untuk melalui Tugas Akhir penyaji harus melalui tiga tahapan yaitu ujian Kelayakan Proposal dengan mempersiapkan sepulh repertoar tari tradisi Gaya Surakarta Putri yaitu tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Srimpi Ludiramadu, Tari Srimpi Sangupati, Tari Srimpi Gandakusuma, Tari Adaninggar Kelaswara, Tari Priambada Mustakaweni, Tari Langen Asmara, Tari Driasmara, Tari Gambyong Ayun-ayun, Tari Gambyong Pangkur. Kemudian di tahap ujian Penentuan dengan lima repertoar tari yaitu Tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Adaninggar Kelaswara, Tari Priyambada Mustakaweni, Tari Langen Asmara, Tari Gambyong Ayun-ayun. Ujian Tugas Akhir dengan tiga repertoar tari yaitu Tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Langen Asmara, Tari Gambyong Ayun-ayun

    TARI TRADISI GAYA SURAKARTA PUTRI (Srimpi/ Pasihan/ Gambyong/ Wireng-Pethilan)

    Full text link
    Tari Gaya Surakarta Putri (Srimpi/ Pasihan/ Wireng Pethilan/ Gambyong) Mutia Nilam Kusuma Ayu 2016 Program Studi S-1 minat Kepenarian Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir Kepenarian merupakan salah satu ujian Tugas Akhir yang dipilih oleh penyaji. Ketertarikan penyaji terhadap jalur Kepenarian ini antara lain karena penyaji merasa lebih terinovasi untuk mengolah dan mengasah sejauh mana kemampuan ketubuhan penyaji sebagai seorang penari. Guna mencapai ketubuhan yang baik sebagai seorang penari yang berkualitas, penyaji melakukan berbagai usaha diantaranya dengan melakukan proses latihan dan eksplorasi. Penyaji tidak hanya melakukan latiha ketubuhan melainkan juga melakukan latihan olah vokal. Hal ini dilakukan untuk menunjang kemampuan penyaji sebagai seorang penari yang baik dan berkualitas. Selain itu penyaji harus mengetahui dan memahami konsep dasar tari jawa yaitu hastasawanda, yang selanjutnya di aplikasikan kedalam materi yang telah dipilih. Untuk melalui Tugas Akhir penyaji harus melalui tiga tahapan yaitu ujian Kelayakan Proposal dengan mempersiapkan sepulh repertoar tari tradisi Gaya Surakarta Putri yaitu tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Srimpi Ludiramadu, Tari Srimpi Sangupati, Tari Srimpi Gandakusuma, Tari Adaninggar Kelaswara, Tari Priambada Mustakaweni, Tari Langen Asmara, Tari Driasmara, Tari Gambyong Ayun-ayun, Tari Gambyong Pangkur. Kemudian di tahap ujian Penentuan dengan lima repertoar tari yaitu Tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Adaninggar Kelaswara, Tari Priyambada Mustakaweni, Tari Langen Asmara, Tari Gambyong Ayun-ayun. Ujian Tugas Akhir dengan tiga repertoar tari yaitu Tari Srimpi Anglirmendhung, Tari Langen Asmara, Tari Gambyong Ayun-ayun

    Hiasan Tali Sibory Pada Gaun Pesta

    No full text
    ABSTRAK   Kusuma, Ayu Putri, 2014. Hiasan Tali Sibory Pada Gaun Pesta. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Diploma Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Idah Hadijah, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati, M.Pd.   Kata Kunci: Hiasan Tali Sibory, Gaun Pesta Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta baik pesta pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari, dimana busana yang dikenakan lebih istimewa dibandingkan dengan busana sehari-hari, baik dari segi bahan, teknik jahit, desain maupun hiasannya. Desain busana pesta sangatlah beragam sesuai dengan waktu dan tempat, misalnya seperti desain pesta informal yang lebih bervariatif dan lebih terbuka, pada kesempatan ini penulis terinspirasi untuk membuat suatu busana pesta malam minidress oneshoulder yang dipadukan dengan tali sibory sebagai hiasan busananya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah (1) memaparkan tentang pembuatan busana pesta (2) memaparkan tentang penerapan hiasan busana pesta malam melalui tali sibory. Langkah proses pembuatan gaun pesta dengan aplikasi tali sibory  ini dimulai dengan pembuatan desain, pengukuran badan, pembuatan pola, pembuatan draft busana dengan pecah pola, rancangan bahan dan harga, memotong bahan, pressing interlinning, menjahit, fitting/pengepasan, finishing. Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah kehati-hatian dalam menjahit bahan tulle dengan bahan shantung, agar bahan tulle tidak berkerut. Penyelesaian tali sibory juga perlu diperhatikan karena ujung tali mudah sekali lepas cara yang tepat agar ujung tali tidak terlepas adalah dengan penyelesaian dengan bantuan kain yang dijahit menutupi ujung tali. Tali sibory ditata dengan pola yang tidak beraturan dengan jarak yang tidak terlalu jauh atau terlalu dekat

    EDUKASI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI

    Full text link
    Putri Ayu sebagai puskesmas perawatan di Kota Jambi bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan masyarakat melalui Program Promosi Kesehatan dan Pencegahan serta Pemberantasan Penyakit Menular. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STIKes Baiturrahim bersama dengan mitra (Puskesmas Koni) melaksanakan edukasi tentang Penyakit Menular Seksual, tujuannya adalah perubahan perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) peserta edukasi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada September 2020 sampai Februari 2021, namun kegiatan inti (edukasi) dilaksanakan pada minggu 1-4 Januari 2021. Edukasi dilakukan di dua tempat yaitu di Klinik IMS dan VCT Puskesmas Putri Ayu dan Yayasan Kanti Sehati Sejati Kota Jambi karena semua ODHA yang tercatat di Rekam Medik Putri Ayu  tergabung dalam komunitas tersebut. Edukasi di Klinik IMS dan VCT dilakukan dengan metode personal dan pasangan sedangkan di Yayasan Kanti Sehati Sejati dilakukan melalui edukasi kelompok. Edukasi dilaksanakan pada masa pandemic covid 19 dengan memenuhi protokol kesehatan berupa cuci tangan, penggunaan masker dan physical distancing. Peserta edukasi berjumlah 12 orang (8 ODHA dan 4 penderita sipilis), edukasi diberikan satu kali selama 45-60 menit. Media yang digunakan  adalah lembar balik dan leaflet yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Sebelum dan setelah edukasi, dilakukan identifikasi pengetahuan dan sikap peserta tentang PMS. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan rerata pengetahuan sebesar 3,4 dan sikap 4,7; semua penderita akan meninggalkan perilaku seksual menyimpang dan berpola hidup sehat. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap positif akan berpengaruh terhadap tindakan atau upaya pencegahan penularan dan kekambuhan PMS sehingga kejadian PMS dapat ditekan, penularan  dan kekambuhannya dapat cegah. Kata Kunci: Edukasi, Pandemi Covid 19, Penyakit Menular Seksual ABSTRACT Putri Ayu as a health center in Jambi City is responsible for organizing individual and community health efforts through the Health Promotion Program and the Prevention and Eradication of Transmitted Diseases. The community dedication team from STIKes Baiturrahim with partners (Puskesmas Koni) carried out education about Sexually Transmitted Diseases/STD, the aim was to change the behavior (knowledge, attitudes and actions) of participants. The series of activities were carried out from September 2020 to February 2021, but the core activities (education) were carried out on the week of January 1-4, 2021. Education was carried out in two places that is STD and VCT Clinics at Putri Ayu Health Center and the Kanti Sehati Sejati Foundation, Jambi City because all ODHA/Orang Dengan HIV/AIDS joins the community. Education at the STD  and VCT Clinics is carried out with personal and partner methods, whereas Kanti Sehati Sejati foundation through group education. Educational activities were carried out during the Covid-19 pandemic by complying with health protocols in the form of washing hands, using masks and physical distancing. The education participants were 12 people (8 ODHA and 4 syphilis sufferer), the education was only one meeting for 45-60 minutes. The media used were flipcharts and leaflets, which were distributed to each participant. Before and after education, the participants' knowledge and attitudes about Sexually Transmitted Diseases were identified. The results obtained are an increase in the average knowledge of 3.4 and attitude of 4.7; all sufferers to leave deviant sexual behavior and have a healthy lifestyle. Increased knowledge and positive attitude changes will affect actions or efforts to prevent STD transmission and recurrence so incidence can be suppressed, transmission and recurrence can be prevented. Keywords: Education, Covid 19 Pandemic, Sexually Transmitted Disease

    TARI PUTRI GAYA SURAKARTA ( Pasihan, Wireng, Pethilan, Srimpi, Gambyong )

    Full text link
    ABSTRAK Tari Putri Gaya Surakarta (Pasihan, Srimpi, Wireng-Pethilan) Resita Ayu Kusuma Devi (2015 Penyajian S-1 Jurusan Tari, Institut Seni Indonesia Surakarta) Ujian Tugas Akhir merupakan salah satu tahap akhir dalam perkuliahan untuk menyelesaikan Program Studi S-1 Jalur Kepenarian Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Pada Ujian Tugas Akhir ini penyaji memilih 4 genre atau ragam bentuk Tari Gaya Surakarta yaitu Pasihan, Srimpi, Wireng-Pethilan. Penyaji diharuskan menguasai sepuluh materi Tari Tradisi Gaya Surakarta diantaranya : 1) Tari Priyambadha Mustakaweni, 2) Tari Adaninggar Kelaswara, 3) Tari Gambyong Mudhatama, 4) Tari Langen Asmara, 5) Tari Driasmara, 6) Tari Lambangsih, 7) Tari Srimpi Jayaningsih, 8) Tari Srimpi Anglir Mendhung, 9) Tari Srimpi Dhempel, 10) Tari Srimpi Lobong. Penulisan kertas kerja ini bertujuan untuk memaparkan latar belakang penyaji, uraian tentang sajian tari yang penyaji pilih, yang meliputi struktur tari, struktur karawitan tari, tafsir garap penyaji, juga uraian tentang proses pencapaian kualitas kepenarian, dan rias busana. Selain itu kertas kerja ini juga dilengkapi dengan beberapa lampiran sebagai pelengkap informasi, antara lain biodata, pendukung sajian, notasi gendhing dan foto. Penyaji harus kreatif dalam menuangkan imajinasi dan interpretasi terhadap sajian yang dibawakan. Keseluruhan hal diatas tidak lepas dari berbagai konsep tari Jawa yaitu Wiraga, Wirama, Wirasa dan konsep Hasta Sawanda. Untuk mendapatkan informasi tentang hal tersebut penyaji mencari dan membaca buku referensi berkaitan dengan materi, serta melakukan wawancara dan apresiasi lewat berbagai pementasan. Proses Ujian Tugas Akhir yang penyaji lakukan melalui berbagai tahap yaitu persiapan teknis, pendalaman, pengembangan wawasan dan ujian penentuan. Tahap Ujian Penentuan Akademik, penyaji diwajibkan menyajikan dua repertoar tari melalui undian dari lima materi terpilih yaitu Tari Srimpi LobongdanTari Lambangsih. Tahap selanjutnya adalah tahap Ujian Tugas Akhir, yaitu penari harus memilih tiga materi tari dari lima materi terpilih, yaitu Tari Srimpi Dhempel, Tari Srimpi Lobong, dan Tari Priyambada Mustakaweni, untuk Ujian Tugas Akhir ini penyaji menyajikan satu repertoar tari dari hasil undian

    HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTs MUHAMMADIYAH 2 JENANGAN KABUPATEN PONOROGO

    Full text link
    ABSTRACT THE RELATIONSHIP OF EATING HABITS WITH THE EVENT OF ANEMIA IN ADOLESCENT WOMEN AT MTs MUHAMMADIYAH 2 JENANGAN PONOROGO DISTRICT BY: NICKEN AYU KUSUMA WARDANI Among the many health problems that occur in society, anemia is common in all countries, including Indonesia. Anemia can occur in various age phases, including adolescence. Anemia is caused by eating and drinking habits, namely skipping breakfast and drinking coffee and tea. This study aims to determine the relationship between eating habits and the incidence of anemia in adolescent women at MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ponorogo Regency. This research design uses corelation using a cross sectional approach, involving 74 respondents selected using proportional random sampling and data collection using questionnaires and Hb checks. Data analysis used Chi Square test with a significant value of p value <0.05. The results showed that 19 respondents (47%) had bad eating habits and experienced anemia, while 29 respondents (58%) had good eating habits and did not experience anemia. Chi Square statistical test obtained p value (0.003) < α (0.05), indicating that there is a relationship between eating habits and the incidence of anemia in adolescent women at MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ponorogo Regency. It is hoped that the results of this research will increase the knowledge of adolescent women about anemia. Keywords: Eating Habits, Anemia, Adolescent Wome

    PENERAPAN MODEL PENCEGAHAN DEPRESI POSTPARTUM-RATU DI PUSKESMAS PUTRI AYU KELURAHAN LEGOKKECAMATAN DANAU SIPIN KOTA JAMBI

    Full text link
    Depresi postpartum&nbsp; adalah gangguan psikologis pada ibu pasca-melahirkan dengan kejadian&nbsp; di dunia mencapai 20%, Indonesia (Riau 18,52%, Medan 16-36%, Palembang 13,3%, dan Jambi&nbsp; 13%), angka ini harus&nbsp; ditekan menjadi 1%&nbsp; bahkan &nbsp;dihilangkan. Pelayanan&nbsp; Antenatal&nbsp; Terpadu yang&nbsp; selama&nbsp; ini&nbsp; diterapkan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi adalah Komunikasi, Informasi&nbsp; dan&nbsp; Edukasi&nbsp; Efektif dan&nbsp; Kelas Ibu&nbsp; Hamil. KIE umumnya diberikan melalui konsultasi perorangan saat ibu melakukan kunjungan antenatal; belum semua ibu hamil yang mengikuti Kelas Ibu Hamil dan belum menghadirkan suami pada Kelas Ibu Hamil Kegiatan antenatal dikoordinir dan dilaksanakan oleh bidan, perawat hanya sebagai tenaga pendamping lintas program. Model Pencegahan Depresi Postpartum-Ratu merupakan produk disertasi penulis yang belum pernah diterapkan di Provinsi Jambi, merupakan model edukasi untuk ibu hamil dan suami dalam pencegahan depresi perinatal. Kegiatan pengabdian ini telah dilakukan pada Mei-Juli 2019 dengan metode survei, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah terbentuknya kader, terlaksananya pelatihan kader dan eduksi kepada ibu hamil dan suami. Peningkatan rerata pengetahuan ibu hamil sebesar 2,38; peningkatan rerata&nbsp; sikap 4,60, peningkatan rerata respons adaptasi ibu hamil (fisiologis 1,76; konsep diri 3,36; fungsi peran 2,49, dan interdependent 2,24) dan peningkatan rerata dukungan suami 3,84 setelah diberikan edukasi model. Kata kunci: Model, Pencegahan, Depresi, Postpartum-Ratu ABSTRACT Postpartum depression is a psychological disorder in postpartum women, incidence in the world 20%, Indonesia (Riau 18.52%, Medan 16-36%, Palembang 13.3%, and Jambi 13%), this number should be reduced to 1 % even eliminated. Intenatal care that have so far been applied at Puskemsmas Putri Ayu in Kota Jambi. Information, education and communicationis generally given through individual consultation when the pregnant women makes antenatal visits; not all pregnant women do it &nbsp;the prenatal class and have not presented their husbands inclass. Antenatal activities are coordinated by midwives, nurses are only assistants.. The Ratu’s Modelis a product of dissertation from &nbsp;first author's that has never been applied in Jambi Province, it is an educational model for pregnant women and husbands in the prevention perinatal depression. This dedication activity was carried out in May-July 2019 using survey, lecture, discussion, and question and answer methods. The results achieved were the formation of cadres, the implementation of cadre training and education for pregnant women and husbands. Increased mean knowledge of pregnant women 2.38; attitude 4.60, adaptation response of pregnant women (physiological 1.76; self-concept 3.36; role function 2.49, and interdependent 2.24) andsupport of husband 3.84 after the model education was given. Keywords: The Ratu’s Model: Prevention Postpartum Depressio

    Retraction to “Effect of Problem Solving Cycle (PSC) on Nursing Student’s Leadership Competencies”

    Full text link
    Suci Noor Hayati, Eva Supriatin, and Putri Tri Antika Rizki Kusuma Published online:&nbsp; October 10, 2019Retracted: August 9, 2023 This article has been retracted as it was inadvertently published multiple times in this issue. Please note that the findings of the article remain valid. To view the article version of the record, please visit Effect of Problem Solving Cycle (PSC) on Nursing Student’s Leadership Competencies | KnE Life Sciences (knepublishing.com); https://doi.org/10.18502/kls.v4i13.5228 Corresponding Author: Suci Noor HayatiEmail: [email protected]

    Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel

    Full text link
    ABSTRAK Tinjauan Atas Prosedur Penentuan Tarif Jasa Hotel Pada Kusuma Sahid Prince Hotel Oleh : Rizka Ramana Putri Dalam menentukan tarif jasa, tarif berperan besar dalam menentukan keberhasilan bisnis, terutama yang bergerak di bidang jasa. Selain untuk hasilkan profit, tarif suatu jasa juga disinyalir mampu membuat pelaku bisnis bertahan dari gempuran kompetitor. Prosedur penentuan tarif tentunya harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan, untuk memperoleh laba. Selain pertimbangan, persaingan bisnis juga harus dipikirkan dalam menentukan tarif tersebut. Jangan sampai tarif yang telah ditetapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari tarif kompetitor. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu untuk mengetahui cara menentukan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel pada Kusuma Sahid Prince Hotel. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan penulis berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan peneliti untuk menjawab permasalahan secara khusus. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari sumbernya melainkan pihak lain seperti literatur buku, atau sumber yang berkaitan dengan topik penetapan harga. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Tehnik pembahasan yang digunakan adalah pembahasan deskriptif yang bertujuan untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kusuma Sahid Prince Hotel untuk mempengaruhi penentuan tarif jasa hotel mempunyai dua faktor yaitu faktor biaya dan faktor bukan biaya. Dari kedua faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel, faktor biaya merupakan faktor yang mempengaruhi penentuan tarif jasa yang paling tepat untuk Kusuma Sahid Prince Hotel. Hasil penelitian diatas sebagai alasan dalam memberikan saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya Kusuma Sahid Prince Hotel perlu memperhatikan faktor-faktor yang tepat agar dalam menentukan tarif jasa Kusuma Sahid Prince Hotel sebagai perusahaan yang memiliki produk dan jasa berkualitas dengan harga murah. Kata kunci : Penentuan Tarif Jasa, prosedur tarif. ABSTRACT Review Top Hotel Services Pricing Procedures At The Hotel Kusuma Sahid Prince Hotel By: Rizka Ramana Putri In determining tariffs, rates play a major role in determining the success of the business, particularly those engaged in services. In addition to generate profit, the tariff of a service also allegedly able to make businesses survive the onslaught of competitors. Procedure tariff determination must be based on a wide range of considerations, to make a profit. Besides considerations, business competition should also be considered in determining the tariffs. Do not let the rates have been set too high or too low on the fare competitors. This study has several objectives, namely to know how to determine tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel, as well as to determine the factors that affect the determination of tariffs for hotels in Kusuma Sahid Prince Hotel. This type of research used by researchers is a descriptive study. The research methods used by the author in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected researchers to address issues specifically. While secondary data is data obtained from the source, but not other parties such as literature books, or resources related to the topic of pricing. Techniques of collecting data through observation, interviews, and literature. Discussion technique used is descriptive study that aims to change the set of raw data into easily understood in a more compact form of information. From the research that has been done can be concluded that the Kusuma Sahid Prince Hotel to affect the determination of tariffs for hotel has two factors: the cost factor and not a cost factor. Of the two factors that affect the determination of tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel, the cost factor is a factor affecting the determination of the most appropriate tariff for Kusuma Sahid Prince Hotel. The above results as a reason for giving advice that can be delivered is preferably Kusuma Sahid Prince Hotel needs to consider the appropriate factors in order to determine tariffs for Kusuma Sahid Prince Hotel as a company that has quality products and services at low prices. Keywords: Determination of Tariff, tariff procedures
    corecore