LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS PRODUK LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN NILA DI KELURAHAN MATA AIR
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Mata Air melalui pelatihan pembuatan produk olahan berbasis ikan nila, yaitu nugget ikan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok mitra adalah belum optimalnya pemanfaatan hasil panen dari kegiatan budidaya ikan nila serta masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil panen menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra melalui pendekatan pemberdayaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu sosialisasi program kepada anggota KWT, pelatihan teknis pembuatan nugget ikan nila, pendampingan dalam proses produksi, serta evaluasi dan monitoring hasil kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah ikan menjadi produk siap konsumsi dengan cita rasa yang baik, dan potensi pasar yang menjanjikan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang wirausaha baru berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Kata kunci: Pemberdayaan perempuan, Kelompok wanita tani, Ikan nila, Produk olahan, nugget
ABSTRACT
This community service activity aims to improve the skills and income of members of the Women Farmers Group (KWT) in Mata Air Village through training in making tilapia-based processed products, namely fish nuggets. The main problem faced by the partner group is the suboptimal utilization of harvests from tilapia cultivation activities and the still limited knowledge and skills in processing the harvest into products with high economic value. Therefore, this activity is designed to address the needs of partners through an applicable and sustainable empowerment approach. The implementation method of the activity consists of several stages, namely program socialization to KWT members, technical training in making tilapia nuggets, assistance in the production process, and evaluation and monitoring of activity results. The training results showed a significant increase in the understanding and skills of KWT members in processing fish into ready-to-consume products with good taste, and promising market potential. This activity not only increases individual capacity, but also has a positive impact on women's economic empowerment, strengthens family food security, and opens up new entrepreneurial opportunities based on sustainable local potentia
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI-DAUN SAWIT PADA KELOMPOK PETERNAK BIKAWANHAR DI DESA TERATAK RENDAH
Pengabdian kepada Masyarakat tentang pelatihan pembuatan pupuk kompos kotoran sapi-daun sawit pada kelompok peternak BIKAWANHAR di Desa Teratak Rendah ini bertujuan untuk memberikan pengaalam secara langsung bagi masayrakat anggota kelompok peternak BIKAWANHAR dalam mengolah kotoran sapi dan limbah daun kelapa sawit menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan kegiatan dan berlangsung di Rumah Kompos kelompok peternak BIKAWANHAR di Desa Teratak Rendah. Sebanyak 20 orang peserta yang ikut pada kegiatan ini didominasi oleh peserta berjenis kelamin laki-laki (100%), dan juga berada pada rentang usia pekerja awal 25-34 tahun (8 orang/40%); kelompok usia paruh baya 35-44 tahun (7 orang/35%); dan kelompok usia pra pensiun 45-54 tahun (5 orang/25%). Kegiatan pelatihan ini berlangsung dengan metode ceramah (25%) dan demo pembuatan kompos (75% dari kegiatan). Bahan baku pembuatan kompos pada kegiatan ini adalah 200 kg kotoran sapi, 25 liter urin sapi dan 50 kg daun kelapa sawit. Pada kegiatan ini, peserta menunjukkan respon yang sangat positif yang dibuktikan dengan tingginya antusias peserta untuk mengajukan pertanyaan pada kegiatan demo berlangsung (15 pertanyaan).Kata kunci: Kompos, Sawit, Pelatihan, Teratak Rendah, PengabdianABSTRACTCommunity service regarding training in making cow manure-palm leaf compost for the BIKAWANHAR breeder group in Teratak Rendah village aims to provide direct experience for members of the BIKAWANHAR breeder group in processing cow manure and leaf of oil palm into compost. This activity was carried out for 3 months and took place at the Compost House of the BIKAWANHAR breeder Group in Teratak Rendah Village. A total of 20 participants who took part in this activity were dominated by male participants (100%), and were also in the intial working age ranking of 25-34 years (8 people/40%; middle age group 35-44 years (7 people/35%); and the pre-retirement age group 45-54 years (5 people/25%). This training activity took place using the lecture method (25%) and a compost making demonstration (75% of the activity). The raw materials for making compost in this activity are 200 kg of cow dung, 25 liters of cow urine and 50 kg of oil palm leaves. In this activity, participants showed a very positive responses as evidenced by the high enthusiasm of participants in asking questions during the ongoing demo activity (15 questions).Kata kunci: Compost, Oil Palm, Training, Teratak Rendah, Community servic
PERBAIKAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DENGAN INTERVENSI TEKNOLOGI PAKAN DAN LIMBAH TERNAK DI KELOMPOK SILGA BERSATU KABUPATEN DHARMASRAYA
Kelompok Silga Bersatu adalah kelompok usaha peternakan sapi potong yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Nagari Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, setiap tahun kelompok ini selalu dialokasikan dana oleh pemerintahan Nagari agar usahanya semakin berkembang. Kenyataannya usaha peternakan sapi potong yang dijalani oleh kelompok ini tidak mengalami perkembangan, baik dilihat dari jumlah populasi maupun dari kesejahteraan anggotanya. Permasalahan yang teridentifikasi adalah 1) anggota kelompok tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah pertanian menjadi pakan ternak sapi potong melalui intervensi teknologi, dan 2) belum memiliki keterampilan dalam mengolah limbah kotoran ternak menjadi Pupuk Kompos (PK). Metode alih teknologi yang diterapkan untuk merubah pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok sasaran adalah menggunakan pendekatan penyuluhan sosialisasi, demonstrasi dan pelatihan. Pendekatan sosialisasi dan demonstrasi untuk pembuatan pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP), serta pendekatan sosialisasi dan pelatihan untuk pembuatan Pupuk Kompos (PK). Hasil dari kegiatan adalah peternak yang tergabung dalam kelompok Silga Bersatu kenagarian Sialang Gaung sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP) bagi ternak sapi dan mampu mengolah limbah kotoran ternak sapi menjadi Pupuk Kompos (PK).
Kata Kunci : Intervensi teknologi, Fermentasi batang pisang, Pupuk kompos dan Perbaikan usaha peternakan sapi potong
ABSTRACT
The Silga Bersatu group is a beef cattle farming business group owned by the Nagari Sialang Gaung Business Entity, Koto Baru District, Dharmasraya Regency, every year this group is always allocated funds by the Nagari government so that its business is growing. In fact, the beef cattle farming business undertaken by this group has not progressed, both in terms of population and the welfare of its members. The problems identified are 1) group members do not have the knowledge and skills in managing agricultural waste into beef cattle feed through technological intervention, and 2) do not have the skills in processing livestock manure waste into Compost Fertilizer (CF). The technology transfer method applied to change the knowledge and skills of target group members is using the socialization, demonstration and training extension approach. Socialization and demonstration approach for making Fermented Banana Stem (FBS) feed, as well as socialization and training approach for making Compost Fertilizer (CF). The result of the activity is that farmers who are members of the Silga Bersatu group in Sialang Gaung village already have knowledge and skills in processing agricultural waste into Fermented Banana Stem (FBS) feed for cattle and are able to process cow dung waste into Compost Fertilizer (CF).
Keywords : Technological intervention, Fermented banana stem, Compost fertilizer and Improvement of beef cattle farming busines
PENGEMBANGAN USAHA UKM UNAIS CAKE DAN BAKERY MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP)
UKM Unais Cake & Bakery adalah UKM yang memproduksi kue & bakeri yang berdiri sejak tahun 2020. UKM ini berlokasi di Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produk unggulan dari UKM ini adalah roti gembong dengan varian yang beragam, mulai dari yang manis hingga asin. Proses produksi hingga pemasaran ini dilakukan di kediaman pemilik. Berdasarkan informasi, pihak UKM seringkali tidak dapat memenuhi semua permintaan pelanggan dan terkadang kualitas roti yang dihasilkan kurang seragam hal ini dikarenakan tenaga kerja dan mesin yang dimiliki masih terbatas. Selain itu, diketahui UKM belum memiliki izin PIRT. Informasi selanjutnya yang dapat menjadi kendala berikutnya adalah UKM ini belum memiliki outlet dan sistem pemasarannya pun masih mengandalkan metode konvensional atau dari mulut ke mulut saja. Hal ini dapat menjadi permasalahan yang dapat menghambat berkembangnya usaha UKM roti dan bakeri ini. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian UNS bersinergi dengan UKM Unais Cake & Bakery menyelenggarakan program (1) Peningkatan produksi dan kualitas produk (2) Pelatihan penerapan GMP untuk persiapan pengurusan sertifikat PIRT dan pendampingan pengurusan PIRT (3) Pelatihan pemasaran produk menggunakan metode digital marketing. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan usaha UKM Unais Cake & Bakery.
ABSTRACT
Unais Cake & Bakery is a UKM that produces cakes & bakery founded in 2020. It is located in Cemani Village, Grogol District, Sukoharjo Regency, Central Java. The main product from Unais Cake & Bakery is Gembong Bread, which has various variants, from sweet to salty. The production and marketing processes are carried out at the owner's residence. Based on the information, Unais Cake & Bakery is often unable to fulfill all customer requests and sometimes the quality of the bread produced is not uniform, this is because the workforce and machines are still limited. Furthermore, Unais Cake & Bakery does not have the PIRT yet. The next obstacle is that this UKM does not have an outlet and the marketing system still relies on conventional methods. If problems are not handled immediately, they can hinder the development of this cake & bakery business. To solve these problems, the UNS Team helped Unais Cake & Bakery by organizing a program (1) Increasing production and product quality (2) Training implementation of GMP as a provision for obtaining PIRT Distribution Permits (3) Training product marketing using digital marketing methods. This activity aims to develop the Unais Cake & Bakery business
INOVASI TEKNOLOGI FERMENTASI PADA PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA
Minyak kelapa murni (VCO) sering kali masih asing di telinga masyarakat umum, padahal VCO memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan pengembangan ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan minyak kelapa murni (VCO) dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mengolah kelapa yang menghasilkan produk untuk meningkatkan kesehatan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mencegah penyakit yang umumnya terjadi di masyarakat, seperti obesitas kolesterol, dan mengembangkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, VCO memiliki khasiat yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah obesitas dan kolesterol. Selain itu, ketersediaan kelapa yang mudah didapatkan menjadikan hal ini sebagai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelatihan dan sosialisasi pembuatan VCO ini dilakukan di Desa Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hasil dari pelatihan pembuatan VCO ini, masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan pengetahuan baru dan keterampilan yang berharga tentang pengolahan kelapa menjadi produk kesehatan dalam bentuk VCO dan produk yang bernilai jual tinggi untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
Kata kunci: Virgin Coconut Oil, Kelapa, Fermentasi, Ibu PKK, Kelurahan Cilembang
ABSTRACT
Virgin coconut oil (VCO) is often unfamiliar to the general public, even though VCO has various benefits for health and economic development. Community service in the form of training in making virgin coconut oil (VCO) is carried out to assist the community in processing coconut, which produces products to improve health and community skills. This community service activity is carried out to prevent diseases that generally occur in the community, such as cholesterol obesity, and develop community skills in processing coconut into products with high economic value. Based on the research results, VCO has good properties to increase the body's immunity and prevent obesity and cholesterol. In addition, the easy availability of coconut makes this a good potential to be developed as a community economic empowerment. The training and socialization of VCO production was conducted in Cilembang Village, Cihideung District, Tasikmalaya City, West Java. As a result of this VCO-making training, the community is very enthusiastic to gain new knowledge and valuable skills about processing coconut into health products in the form of VCO and high-value products for community economic development.
Keywords: Virgin Coconut Oil, Coconut, Fermentation, Women PKK, Cilembang Villag
PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA PADA BUMNAG PAKANDANGAN EMAS NAGARI PAKANDANGAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN DALAM UPAYA PENINGKATAN JANGKAUAN PEMASARAN PRODUK
ABSTRAK
BUMNag Pakandangan Emas yang memiliki beberapa unit usaha dan kemitraan dengan UMKM, memiliki potensi besar yang dapat meningkatkan perekonomian lokal dan pendapatan asli desa. Potensi tersebut dapat berkembang jika kegiatan usaha dapat dipasarkan dalam lingkup yang lebih besar. Namun yang menjadi kendala ialah BumNag Pakandangan Emas terhambat untuk memasarkan kegiatan usahanya karena belum memiliki legalitas formal seperti izin usaha dan sertifikasi produk yang menjadi syarat untuk dapat menembus pasar nasional maupun internasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan yaitu: perlindungan hukum bagi BumNag Pakandangan Emas, peningkatan jangkauan pemasaran, Peningkatan kepercayaan konsumen, optimalisasi potensi ekonomi lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan, pendirian tim pendampingan legalitas, pelatihan dan workshop, bantuan pengurusan izin, pembuatan platform digital, dan promosi produk. Hasil dari kegiatan ini adalah telah dihasilkannya Sertifikat Badan Hukum BUMNag melalui portal BUMDesa, terbit Sebanyak 9 Sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terbit sebanyak 1 buah Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) pada UMKM Binaan BUMNag Pakandangan Emas, dan dihasilkan platform digital aplikatif dalam bentuk Online Business CARDS BUMNag Pakandangan Emas. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa BumNag Pakandangan Emas dalammenjalankan kegiatan usahanya wajib memiliki legalitas formal seperti izin usaha dan sertifikasi produk pada unit usahanya. Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan, pendampingan pengurusan legalitas, pelatihan dan workshop pengurusan izin usaha dapat dilakukan untuk mengakselirasi diperolehnya Sertifikar Badan Hukum BUMNag sebagai legalitas usaha utama BUMNag Pakandangan Emas, NIB dan sertifikat izin edar bagi usaha binaan. Selain itu, pembuatan online business card untuk BUMNag dapat menjadi pilihan sebagai platform promosi dan kemudahan dalam pemasaran.
ABSTRACT
BumNag Pakandangan Emas has several business units and partnerships with MSMEs and has enormous potential to improve the local economy and the village's original income. This potential can develop if business activities can be marketed on a larger scale. However, the obstacle is that BumNag Pakandangan Emas is hampered in marketing its business activities because it does not yet have formal legality, such as business permits and product certifications required to penetrate national and international markets. This community service activity aimed to provide legal protection for BumNag Pakandangan Emas, increase marketing reach and consumer confidence, and optimize local economic potential. Community service activities are carried out through socialization and counseling, establishment of a legal assistance team, training and workshops, assistance in managing permits, creating a digital platform, and product promotion. The results of this activity are the issuance of BUMNag Legal Entity Certificates through the BUMDesa portal, the issuance of 9 Business Identification Number Certificates (NIB), the issuance of Household Industry Food Production Certificate (SPP-PIRT) for BUMNag Pakandangan Emas Fostered MSMEs, and the creation of an application digital platform in the form of Online Business CARDS BUMNag Pakandangan Emas. Based on the activity results, it can be concluded that BumNag Pakandangan Emas, to improve its business activities, is required to have formal legality, such as business licenses and product certifications, in its business units. Implementation of socialization and counseling, assistance in processing legality, training and workshops on processing business permits can be carried out to accelerate the obtaining of BUMNag Legal Entity Certificates as the primary business legality of BUMNag Pakandangan Emas, NIB and distribution permit certificates for fostered businesses. In addition, creating online business cards for BUMNag can be an option as a promotional platform and a convenient marketing tool
EDUKASI JAJANAN SEHAT DAN PRAKTIK PEMBUATAN ICE CREAM SEHAT RENDAH GULA
Sebanyak lebih dari 78% anak-anak di Indonesia memiliki kebiasaan jajan terutama pada kalangan anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Menurut data BPOM Surabaya ditemukan sebesar 22% jajanan sekolah tidak aman untuk dikonsumsi. Jajanan ini dapat menjadi penyebab awal munculnya berbagai penyakit pada anak. Jajanan di lingkungan sekolah memegang peranan penting untuk mengontrol kesehatan anak-anak. Kegiatan edukasi perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak sehingga diharapkan dapat menerapkannya dengan baik dalam hal memilih jajanan yang sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dan mengetahui peningkatan pengetahuan anak-anak sekolah terhadap jajanan sehat dan batasan gula – garam yang harus dikonsumsi dalam sehari. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi berupa edukasi jajanan sehat dan batasan gula – garam melalui pengerjaan pre-test dan post-test disertai dengan kegiatan pembuatan ice cream rendah gula yang terangkum dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan edukasi dilakukan pada Sekolah Dasar Negeri Gonilan 02, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kata kunci: Jajanan sehat, anak sekolah, edukasi
ABSTRACT
More than 78% of children in Indonesia have a habit of snacking, especially among children who are in elementary school. According to BPOM Surabaya data, 22% of school snacks are not safe for consumption.More than 78% of children in Indonesia have a habit of snacking, especially among children who are in elementary school. According to BPOM Surabaya data, 22% of school snacks are not safe for consumption. These snacks can be the initial cause of various diseases in children. Snacks in the school environment play an important role in controlling children's health. Educational activities need to be carried out to increase children's knowledge so that they are expected to apply it well in terms of choosing healthy snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge of school children and determine the increase in school children's knowledge of healthy snacks and the limit of sugar - salt that should be consumed in a day. The activity was carried out with a counseling method in the form of healthy snacks education and sugar-salt limits through pre-test and post-test work accompanied by low-sugar ice cream making activities which were summarized in community service activities. Educational activities were carried out at Gonilan 02 State Elementary School, Sukoharjo, Central Java.
Keywords: healthy snack,elementary school, nutrition educatio
PENINGKATAN KECERDASAN EMOSI DAN PENURUNAN TINGKAT STRESS SISWA SDN LEDOKNONGKO MELALUI PENERAPAN TERAPI KEBUN BUDIKDAMBER
Di zaman yang semakin modern banyak macam pemicu atau stresor yang membuat individu cepat mengalami stres, sering kali individu yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tetapi untuk penyelesaian problem atau permasalahan yang dihadapi di lingkungan kurang bisa menyelesaikan sehingga menimbulkan stres. Ketika individu tidak mampu mengendalikan stres yang dialami akan menimbulkan gejala-gejala yang merugikan dirinya sendiri sehigga mengganggu aktivitas di lingkunganya.Horticulture therapy atau terapi kebun atau ekoterapi merupakan terapi yang menggunakan media tanaman dan aktivitas berkebun. Horticultural Therapy Association (AHTA) terapi kebun telah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan depresi serta dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Dalam penerapan terapi berbasis masyarakat ini salah satunya menggunakan terapi kebun Smart eco farming melalui aplikasi akuaponik dengan kombinasi budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Adapun tujuan dari program terapi berbasis masyarakat ini ialah memberi peluang kepada siswa untuk ikut terlibat dalam melakukan aktivitas terapi kebun dan untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan motorik, sekaligus meningkatkan kecerdasan emosional dan menurunkan stress pada siswa.
Kata Kunci: budikdamber, terapi kebun, kecerdasan emosi, stress, sekolah dasar
ABSTRACT
In increasingly modern times, there are many kinds of triggers or stressors that cause individuals to experience stress quickly, often individuals who have above average intelligence but are unable to solve problems or problems faced in the environment, which causes stress. When individuals are unable to control the stress they experience, it will cause symptoms that are detrimental to themselves and thus disrupt activities in their environment. Horticulture therapy or garden therapy or ecotherapy is a therapy that uses plant media and gardening activities. Horticultural Therapy Association (AHTA) garden therapy has been proven to be effective in reducing levels of stress, anxiety and depression and can increase emotional intelligence. In implementing this community-based therapy, one of them is using Smart eco farming garden therapy through the aquaponics application with a combination of cultivating fish in buckets (budikdamber). The aim of this community-based therapy program is to provide opportunities for students to be involved in garden therapy activities and to develop social, emotional and motor skills, as well as increasing emotional intelligence and reducing stress in students.
Keywords: budikdamber, garden therapy, emotional intelligence, stress, elementary schoo
EDUKASI EKOWISATA MELALUI PENANAMAN MANGROVE BERSAMA MASYARAKAT DI KAWASAN NAGARI SUNGAI PINANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
Wilayah hutan mangrove di Pesisir Selatan mencapai ±896,73 ha. Merupakan hutan mangrove urutan ke tiga terluas di Sumatera Barat yang dapat dikembangkan sebagai daerah eowisata.(Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan, 2019), menjadi strategi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk dijadikan kawasan Pusat Wisata edukasi dibidang konservasi perairan pembudidayaan tanaman mangrove. Yang menjadi permasalahan dalam ha ini adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat terhadap tanaman mangrove yang sangat terbatas. Berdasarkan hasil stigma motivasi belajar yang rendah membuat perkembangan literasi keilmuan magrove di Nagari Sungai Pinang perlu di bimbing. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Menciptakan masyarakat yang cinta lingkungan serta sadar akan pentingnya membudidayakan tanaman mangrove serta menjadikan ekowisata mangrove sebagai wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Nagari Sungai Pinang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang wilayah pesisir hutan mangrove serta manfaat dan pengaruh terhadap ekonomi masyarakat pesisir. Pemberian edukasi berupa pengetahuan cara pembibitan dan penanaman pohon mangrove di kawasan pantai Nagari Sungai Pinang dengan masyarakat. Hasil dalam kegiatan ini adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pemanfatan Sumber daya hutan mangrove, dan memberikan kontribusi yang baik bagi lingkungan pesisir, kedepannya kegiatan ini untuk melestarikan habitat pohon Mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata edukasi berkelanjutan bahari Nagari Sungai Pinang Kabupaten Pesisir Selatan.
ABSTRACT
The mangrove forest area in Pesisir Selatan reaches ±896.73 ha. It is the third largest mangrove forest in West Sumatra which can be developed as an ecotourism area. (South Pesisir Regency Environmental Service, 2019), is the strategy of the Provincial Government and the South Pesisir Regency Government to become an educational tourism center area in the field of water conservation and cultivation of mangrove plants. The problem in this case is the very limited level of education and knowledge of the community regarding mangrove plants. Based on the results of the stigma of low learning motivation, the development of scientific literacy in mangroves in Nagari Sungai Pinang needs to be guided. The aim of this community service is to create a society that loves the environment and is aware of the importance of cultivating mangrove plants and makes mangrove ecotourism an educational tourism for tourists visiting Nagari Sungai Pinang. The method used in this service activity is to provide knowledge about coastal mangrove forest areas and the benefits and influence on the economy of coastal communities. Providing education in the form of knowledge on how to seed and plant mangrove trees in the Nagari Sungai Pinang coastal area with the community. The results of this activity are to improve community welfare by utilizing mangrove forest resources, and making a good contribution to the coastal environment. In the future, this activity will preserve the habitat of mangrove trees which can be used as marine sustainable educational ecotourism in Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Regency
DIVERSIFIKASI OLAHAN JAHE UNTUK PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA TANI DESA KADIREJO
Telah dilakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan subjek Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Kadirejo. Desa Kadirejo memiliki komoditi jahe merah melimpah namun pengolahannya baru sebatas jahe serbuk instant dan sirup jahe sementara produksi jahe segar semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan diversifikasi olahan jahe. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melibatkan anggota KWT dalam pembuatan manisan jahe dan saus jahe. Pertimbangan pemilihan produk ini berdasarkan hasil skrining dengan kriteria produk bersifat inovatif, mudah dilakukan dengan alat sederhana, umur simpan relatif lama, dan bernilai ekonomis tinggi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh peserta kegiatan. Hasil evaluasi kegiatan menyimpulkan bahwa kualitas kegiatan yang diberikan dapat menambah tingkat keterampilan dan pengetahuan peserta, materi kegiatan mudah dipahami, materi sesuai kebutuhan dan harapan peserta, semuanya dalam kategori Baik hingga Sangat Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan anggota KWT Desa Kadirejo.
kata kunci: diversifikasi, jahe, kadirejo, kelompok wanita tani, pendampingan
ABSTRACT
A community service activity has been carried out with the subject of the Women Farmers Group (KWT) in Kadirejo Village. Kadirejo Village has abundant red ginger commodities, but its processing is limited to instant powdered ginger and ginger syrup, while fresh ginger production has been increasing in recent years. Therefore, it is necessary to assist in the diversification of processed ginger. The community service method uses a participatory approach involving KWT members in making candied ginger and ginger sauce. The consideration for selecting this product is based on screening results, with the product criteria being innovative, easy to do with simple tools, relatively long shelf life, and high economic value. Activities are evaluated by party-filling out questionnaires participants. The activity evaluation results concluded that the quality of the activities provided could increase the skill and knowledge level of the participants, the activity material was easy to understand, the material met the needs and expectations of the participants, and all were in Good to Very Good category. Thus, this activity is beneficial and meets the needs of Women Farmers Group members of Kadirejo Village.
Keywords: accompaniment, diversification, ginger, kadirejo, woman farmers grou