LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN USAHA DIYUM DAN COCONUT MILKSHAKE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN USAHA RINTISAN MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI
Mahasiswa prodi Teknologi Industri Pertanian saat ini memiliki beberapa kelompok usaha rintisan yang inovatif. Sayangnya, proses penerapan teknologi masih tradisional dan faktor manajemen kualitas produk belum menjadi fokus utama. Fokus peningkatan kualitas produk pangan dapat dilakukan melalui upaya pemenuhan persyaratan kualitas pangan dengan menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk dapat memperoleh sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian pendampingan difokuskan kepada dua kelompok usaha rintisan yaitu DiYam dan Coconut Milkshake. Hasil pendampingan usaha rintisan mahasiswa ini adalah meningkatkan penggunaan teknologi proses seperti teknologi penyimpanan dan pendinginan produk, peningkatan pemahaman mitra mengenai CPPB dan sistem jaminan halal masing-masingnya naik menjadi 28,75% dan 23,25% dari sebelum mengikuti kegiatan. Pemahaman mengenai CPPB naik menjadi 3,15 (Sangat paham) dari sebelumnya 2,00 (tidak paham) dan sertifikasi halal sebesar 3,31 (sangat paham) dari sebelum dan 2,38 (cukup paham), dan mendorong pengimplementasian manajemen kualitas dari kelompok usaha mahasiswa ini dengan pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha), memenuhi persyaratan CPPB dan sistem jaminan halal.
Kata kunci: Diyam, Coconut Milkshake, Usaha rintisan mahasiswa, CPPB, Sistem jaminan Halal
ABSTRACT
Agricultural Industrial Technology program have several innovative startup groups. Unfortunately, the technological application process is still traditional, and product quality management has not been the main focus. The focus on improving food product quality can be achieved through efforts to meet food quality requirements by implementing Good Manufacturing Practices (GMP) and applying the Halal Assurance System (HAS) to obtain halal product certification. The mentoring activities are focused on two student startup groups, DiYam and Coconut Milkshake. The results of mentoring these student startups include increased use of process technologies such as product storage and cooling, and an increase in partner understanding of GMP and halal assurance systems to 28.75% and 23.25%, respectively, from before participating in the activities. Understanding of GMP increased from 2.00 (not understanding) to 3.15 (very understanding), and halal certification understanding increased to 3.31 (very understanding) from 2.38 (fair understanding), encouraging the implementation of quality management by these student startup groups with the registration of the Business Identification Number (NIB), meeting GMP requirements, and the halal assurance system.
Keywords: Diyam, coconut milkshake, Student startup businesses, Good Manufacturing Practices (GMP), Halal Assurance System (HAS
SOSIALISASI BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN (K3) DI SEKOLAH PADA SISWA SMK KESEHATAN KOTA JAMBI
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah menjadi sangat penting karena sekolah bukan hanya tempat pembelajaran, tetapi juga lingkungan di mana siswa, guru, dan staf bekerja dan berinteraksi setiap hari. Dengan memprioritaskan K3, kita melindungi keselamatan dan kesehatan mereka, mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menghambat proses pendidikan, menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental, dan mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab serta kesadaran akan keamanan, yang merupakan bekal berharga untuk kehidupan di masa depan. Tujuan dari memberikan sosialisasi budaya K3 adalah dapat meningkatkan kesadaran seluruh anggota sekolah tentang pentingnya K3 dalam lingkungan Pendidikan. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi Budaya K3 dengan siswa SMK Kesehatan Kota Jambi berjumlah 40 orang yang dilakukan di Sekolah. Dari kegiatan ini diketahui bahwa siswa belum memahami manfaat keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan Sekolah.
Kata kunci: Budaya K3, Penerapan K3, K3 di Sekolah, Sosialisasi K3
ABSTRACT
The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in schools is of utmost importance because schools are not just places of learning, but also environments where students, teachers, and staff work and interact every day. By prioritizing K3, we protect their safety and health, prevent accidents that can disrupt the educational process, create an environment that supports physical and mental well-being, and instill values of responsibility and awareness of safety, which are valuable assets for future life. The goal of providing K3 cultural socialization is to increase the awareness of all school members about the importance of K3 in the educational environment. The method used is to conduct K3 Cultural Socialization with 40 students from Jambi City Health Vocational High School at the school premises. From this activity, it was found that students did not fully comprehend the benefits of workplace safety and health in the school environment.
Keywords: K3 Culture, The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in School
PELATIHAN PERAWATAN, CARA PENGOPERASIAN DAN UJI COBA ALAT BANTU PENARIK PERAHU NELAYAN UNTUK KELOMPOK NELAYAN MUTIARA LAUT NAGARI KATAPIANG PADANG PARIAMAN
Menangkap ikan adalah mata pencarian yang ditekuni setiap hari oleh masyarakat pesisir pantai Katapiang Padang Pariaman Sumbar. Biasanya, nelayan menangkap ikan di tengah laut dan hasil tangkapan dibawa dengan perahu kedarat. Setelah perahu sampai dibibir pantai kemudian perahu yang berisi hasil tangkapan ikan di tarik ke darat bersama sama oleh kelompok nelayan secara manual menggunakan tenaga manusia. Proses tersebut menurut nelayan tidak efektif dan meminimalkan hasil tangkapan karena harus dibagi ke anggota penarik. Adapun tersedia alat penarik sederhana tetapi tidak layak pakai karena tidak terawat dengan baik. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang alat bantu penarik perahu melalui pelatihan singkat tentang alat penarik perahu, cara operasi dan perawatannya supaya alat dapat berfungsi dengan baik dan memiliki umur pakai yang lama. Metoda yang digunakan adalah metoda pelatihan langsung ke kelompok Nelayan mitra. Hasil yang didapat setelah pelatihan ini anggota kelompok nelayan mampu mengoperasikan alat penarik kapal dan mampu melakukan perawatan harian pada alat penarik perahu.
Kata kunci: penarik perahu nelayan, alat bantu tarik, pelatihan pengoperasian mesin, nelayan, tangkapan ikan
ABSTRACT
Fishing is the daily livelihood of the coastal community in Katapiang, Padang Pariaman, West Sumatra. Typically, fishermen catch fish in the open sea and bring their catch to shore by boat. Once the boat reaches the beach, the fishermen manually pull the boat, filled with their catch, to shore together as a group. This manual process is considered inefficient by the fishermen, as it reduces their catch since it has to be divided among the pullers. Although there is a simple pulling device available, it is not in usable condition due to poor maintenance. The aim of this community service is to educate the community about the boat pulling device through a brief training session on its operation and maintenance, ensuring the device functions properly and has a longer lifespan. The method used is direct training for the partner fishermen group. The outcome of this training is that members of the fishermen group are able to operate the boat pulling device and perform daily maintenance on it.
Keywords: fisherman boat pulling device, assistive pulling equipment, machine operation training, fishermen, fish catc
ALIH TEKNOLOGI DALAM MITIGASI AKRILAMIDA PADA PENGOLAHAN KOPI SPESIALTI DI KELOMPOK TANI PALITO ORGANIK DI JORONG PADANG KUNIANG NAGARI SITUJUAH GADANG KECAMATAN SITUJUAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Menjamurnya coffee shop dan mikro roosters di kota-kota besar membuat perkembangan industri kopi diIndonesia melesat cepat. Masyarakat awam pun sekarang sudah mulai mengenal jenis-jenis kopi yang memiliki kualitas nomor satu. Saat ini potensi usaha kopi berkembang pesat seiring dengan seruput kopi yang telah menjadi gaya hidup modern kalangan muda hingga orang tua. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan yang diawali terlebih dahulu dengan sosialisai, pemberian materi, diskusi, praktik atau simulasi. Adapun tahapan dalam kegiatan pengabdian diantaranya adalah sosialisasi, persiapan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, dan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan kegaiatan yang sudah dilaksanakan didapati kesimpulan berupa kelompok tani mampu dalam pengolahan kopi secara memadai dan pengemasan secara kreatif, kelompok sasaran telah termotivasi untuk mengembangkan budidaya kopi, perakitan mesin sangrai memakan waktiu sekitar 12 minggu dan didapatkan hasil maksimal, dimana kelompok tani telah melakukan penyangraian kopi mandiri, kegiatan pelatihan yang telah diikuti sangat bermanfaat bagi anggota kelompok tani dan menjadi penyemangat baru bagi Sebagian petani kopi di nagari Situjuah Gadang
Kata kunci: Pengolahan kopi, Petani kopi, Akrilamida
ABSTRACT
The proliferation of coffee shops and micro roosters in big cities has made the development of the coffee industry in Indonesia skyrocket. The general public has now begun to recognize the types of coffee that have number one quality. Currently, the potential for coffee businesses is growing rapidly along with sipping coffee which has become a modern lifestyle for young people to old people. The method used in community service activities is to conduct training activities that begin with socialization, providing materials, discussions, practices or simulations. Training activities are guided by resource persons (experts) as training facilitators and assisted by a set of tools to conduct simulations. Based on the activities that have been carried out, it was concluded that the farmer group is capable of adequate coffee processing and creative packaging, the target group has been motivated to develop coffee cultivation, the assembly of the roasting machine took about 12 weeks and obtained maximum results, where the farmer group has carried out independent coffee roasting, the training activities that have been followed are very useful for members of the farmer group and become a new encouragement for some coffee farmers in Situjuah Gadang village
Keywords: Coffee processing, Coffee farmers, Acrylamid
IMPLEMENTASI INOVASI KEMASAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK PADA TENANT PLUT-KUMKM SUMATERA BARAT
ABSTRAK
Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) merupakan salah satu lembaga yang berperan dalam mendukung pengembangan UMKM di Sumatera Barat. UMKM atau tenant binaan PLUT menghadapi berbagai tantangan dalam aspek pemasaran dan diferensiasi produk, kemasan yang kurang menarik dan kurang informatif kerap menjadi penghambat dalam penetrasi pasar modern, sehingga produk UMKM kurang mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk berkolaborasi dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi kemasan dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan daya saing tenant binaan PLUT. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas teknologi dan keterampilan inovasi bagi mitra PLUT-KUMKM Sumatera Barat. Pengabdian ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan terstruktur, meliputi kegiatan sosialisasi dan koordinasi, merupakan fondasi bagi kesuksesan program, dilanjutkan dengan workshop inovasi kemasan dan pengembangan produk serta pendampingan intensif bagi tenant terpilih. Hasil dari kegiatan ini tenant PLUT-KUMKM mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengembangan produk dan inovasi kemasan serta mendapatkan pendampingan intensif untuk perbaikan kemasan produk. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan daya saing tenant PLUT-KUMKM Sumatera Barat, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Kata kunci : Kemasan; produk; UMKM; PLUT-KUMKM; Tenant
ABSTRACT
The Integrated Business Service Center for Cooperatives and Micro, Small, and Medium Enterprises (PLUT-KUMKM) is one of the institutions that supports the development of MSMEs in West Sumatra. MSMEs or tenants fostered by PLUT face various challenges in terms of marketing and product differentiation; unattractive and uninformative packaging often becomes an obstacle in penetrating the modern market, so MSME products are less able to compete at the local and national levels. This community service activity aims to collaborate in designing and implementing packaging innovation and product development that can increase the competitiveness of PLUT-fostered tenants. This program focuses on increasing the capacity of technology and innovation skills for PLUT-KUMKM partners in West Sumatra. This community service is carried out through structured stages, including socialization and coordination activities, which are the foundation for the program's success, followed by workshops on packaging innovation and product development and intensive assistance for selected tenants. The results of this activity are that PLUT-KUMKM tenants gain knowledge and understanding of product development and packaging innovation and receive intensive assistance to improve product packaging. This program is expected to significantly impact the competitiveness of PLUT-KUMKM tenants in West Sumatra so that they can contribute more to the national economy.
Keywords: Packaging; Product; UMKM; PLUT-KUMKM; Tenan
PENGEMBANGAN USAHA UMKM UBERRR MELALUI PELATIHAN PRODUKSI MAKANAN RINGAN TERSTANDAR
Pangan merupakan suatu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi sebagai sumber energi agar mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan manusia akan pangan tidak terbatas hanya pada karbohidrat, protein, lemak dan mineral saja, tetapi baik kualitas maupun mutu pangan juga harus dapat dipenuhi karena status kesehatan manusia dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. GMP merupakan prosedur produksi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan konsumen dalam mendapatkan produk dengan keamanan dan mutu yang terstandar. Produk akhir yang dihasilkan dari UMKM ini berupa produk makanan ringan ekstrudat ikan bilih dengan bahan dasar tepung beras cisokan, pati jagung, dan tepung ikan bilih. Secara umum produk akhir tersebut telah memenuhi kriteria persyaratan mutu dan ketetapan manajemen. Dengan diberikannya pelatihan dan praktek proses produksi makanan ringan ekstrudat terstandar di lokasi mitra, mitra menjadi lebih menguasai dan paham sehingga mitra dapat memproduksi makanan ringan ekstrudat. Melalui kerjasama tim matching fund dengan UMKM UBerrr ini juga dapat menghasilkan produk terstandar yang dilengkapi dengan dokumen mutu sesuai SNI yang berlaku serta penerapannya dalam proses produksi.
Kata kunci: ekstrudat, GMP, mutu, pangan, UMKM, terstandar
ABSTRACT
Food is a basic human need that must be met as a source of energy to be able to carry out daily activities. Human needs for food are not limited to carbohydrates, proteins, fats, and minerals, but both the quality and quality of food must also be met because human health status is affected by the food they consume. GMP is a production procedure that is carried out to fulfil consumer demands in obtaining products with standardized safety and quality. The final product produced from this MSME is in the form of a bilih fish extrudate snack product with the basic ingredients of cisokan rice flour, corn starch, and bilih fish flour. In general, the final product has met the criteria for quality requirements and management's stipulations. By providing training and practice in the production process of standardized extruded snacks at partner locations, partners become more knowledgeable and knowledgeable so that partners can produce extruded snacks. Through the collaboration of the matching fund team with UMKM, UBerrr can also produce standardized products equipped with quality documents according to the applicable SNI and its application in the production process.
Keywords: extrudate, GMP, quality, food, UMKM, standardize
EFEK PEMBERIAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN GIZI ANEMIA PADA SISWI KELAS 10 DI SMKN 45 JAKARTA
Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebab dari permasalahan gizi tersebut adalah kurangnya pengetahuan mengenai anemia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan anemia adalah dengan pemberian pendidikan gizi. Pelaksanaan pendidikan gizi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Pendidikan gizi ini dilaksanakan di SMKN 45 Jakarta dengan subjek sebanyak 33 siswi remaja putri dari kelas 10 berumur 15-16 tahun. Metode yang digunakan dalam pendidikan gizi ini adalah metode pre-post test dengan pemaparan mengenai anemia zat gizi besi menggunakan media buku saku, powerpoint, diskusi dua arah, serta hasil dari pendidikan gizi tersebut diuji menggunakan perhitungan statistik. Hasil dari pendidikan gizi ini berdasarkan uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai signifikan p = 0.001 (p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan pendidikan gizi pada siswi kelas 10 di SMKN 45 Jakarta. Upaya pemberian pendidikan gizi anemia dengan media buku saku terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi kelas 10 remaja putri mengenai anemia gizi besi di SMKN 45 Jakarta.
Kata kunci: Anemia, buku saku, pengetahuan gizi, remaja
ABSTRACT
The prevalence of anemia among adolescent girls in Indonesia is still high. One of the causes of these nutritional problems is the lack of knowledge about anemia. Efforts that can be made to reduce the problem of anemia are by providing nutrition education. The implementation of this nutrition education aims to improve the nutritional knowledge of adolescent girls about anemia. This nutrition education was held at SMKN 45 Jakarta with 33 female adolescent students from class 10 aged 15-16 years. The method used in this nutrition education is the pre-post test method with exposure to iron nutrition anemia using pocket book media, powerpoint, two-way discussion, and the results of nutrition education are tested using statistical calculations. The results of this nutrition education based on the Wilcoxon statistical test obtained a significant value of p = 0.001 (p <0.05) indicating a significant difference in the increase in knowledge before and after nutrition education for 10th grade students at SMKN 45 Jakarta. Efforts to provide anemia nutrition education with pocket book media have proven effective in increasing the knowledge of 10th grade adolescent female students regarding iron nutrition anemia at SMKN 45 Jakarta.
Keywords: Adolescents, anemia, nutritional knowledge, pocket boo
PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA SISWA SMKN 1 KEDAWUNG SRAGEN TENTANG POTENSI WIRAUSAHA ES KRIM MANGGA
Banyaknya buah mangga yang dijumpai di Indonesia menjadikan komoditas hasil pertanian ini layak untuk dipelajari potensinya dalam berwirausaha. Daging buah mangga mengandung berbagai zat gizi dan rasa yang manis sehingga dapat diolah menjadi banyak produk, seperti es krim. Pembuatan es krim mangga menjadi upaya yang tepat dalam menghasilkan produk potensial yang menguntungkan. Potensi ini sebaiknya dipahami oleh siswa SMK sebagai penerus generasi bangsa yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu cara dalam memberi pemahaman kepada siswa SMK adalah berupa kegiatan sosialisasi tentang potensi wirausaha es krim mangga. Pada kegiatan ini tim pengabdian bermitra dengan SMKN 1 Kedawung Sragen yang memiliki visi dan misi serupa dengan tujuan kegiatan. Kegiatan ini merupakan pemicu semangat siswa untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari segi ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi cara pembuatan es krim mangga serta menyampaikan potensi keuntungan dari berwirausaha es krim mangga. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, dapat dikatakan bahwa mayoritas para siswi SMKN 1 Kedawung Sragen mengalami peningkatan pemahaman terkait karakter buah mangga, olahan es krim mangga dan potensi wirausahanya, yang ditunjukkan dengan jawaban post-test yang diadakan oleh tim pengabdian masyarakat.
Kata kunci: olahan buah mangga, es krim mangga, wirausaha
ABSTRACT
The large number of mangoes found in Indonesia makes this agricultural commodity worth studying for its potential for entrepreneurship. Mango fruit flesh contains various nutrients and tastes sweet so it can be processed into many products, such as ice cream. Making mango ice cream is the right way to produce profitable potential products. This potential should be understood by SMK students as the next generation of the nation who can create jobs. One way to provide understanding to vocational students is in the form of outreach activities about the entrepreneurial potential of mango ice cream. In this activity, the community service team partnered with SMKN 1 Kedawung Sragen, which has a vision and mission similar to the objectives of the activity. This activity is trigger the enthusiasm of students to produce something that is useful from an economic point of view. The methods used in this activity include organizing socialization and demonstrations on how to make mango ice cream and conveying the potential benefits of mango ice cream entrepreneurship. From the implementation of community service activities, it can be said that the majority of female students at SMKN 1 Kedawung Sragen experienced an increased understanding of processed mango ice cream and its entrepreneurial potential, as indicated by the answers to the post-test conducted by the community service team.
Keywords: processed mango fruit, mango ice cream, entrepreneurshi
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI PENYEDAP ALAMI JAMUR TIRAM DI KELOMPOK WANITA TANI LIMAU MANIS SEJAHTERA
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang lezat untuk dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Kelompok Wanita Tani Limau Manis Sejahtera (KWT LMS) memiliki usaha budidaya jamur tiram. Kendala yang ada pada KWT LMS yaitu apabila terjadi panen yang melimpah maka jamur tiram tidak terjual di Pasar. Jamur memiliki sifat yang sama dengan sayuran yaitu mudah mengalami kerusakan dan menjadi busuk jika tidak segera diolah cepat dan tepat. Salah satu produk olahan yang bisa dikembangkan yaitu penyedap alami berbahan baku jamur tiram putih. Tujuan dari program ini adalah anggota KWT LMS dapat memiliki keterampilan dalam membuat penyedap alami berbahan jamur tiram, meningkatkan kondisi perekonomian dengan melakukan diversifikasi (keanekaragaman) produk pangan berbahan baku jamur tiram. Metode pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan teknik pembuatan penyedap alami jamur tiram, dan bimbingan lanjut.
Kata kunci: Jamur tiram, limau manis sejahtera, pengolahan, penyedap alami
ABSTRACT
Oyster mushroom is a type of mushroom that is delicious for consumption and has high nutritional value. Farmer Women's Group 'Limau Manis Sejahtera' (KWT LMS) has an oyster mushroom cultivation business. The obstacle in KWT LMS is that if there is an abundant harvest, oyster mushrooms can only sell some in the market. Mushrooms have the same properties as vegetables, easily damaged and rotten if not processed quickly and precisely. One processed product that can be developed is a natural flavouring made from white oyster mushrooms. This program aims for KWT LMS members to have skills in making natural flavourings from oyster mushrooms, improving economic conditions by diversifying (diversity) food products made from oyster mushrooms. The method of implementing this activity is divided into three stages: the preparation stage, the training stage for the natural oyster mushroom flavouring technique, and further guidance.
Keywords: Limau manis sejahtera, natural flavouring, processing, oyster mushroo
PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DARI KULIT BAWANG SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA SEDIAAN SABUN PENCUCI PIRING
Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik seperti ampas buah dan sayur dicampur gula dan air. Salah satu contoh sampah organik yang dapat diolah menjadi eco enzyme adalah kulit bawang. Kulit bawang mengandung zat antioksidan dan antimikroba. Selain itu, kulit bawang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami dan pupuk. Pembuatan eco enzyme dari kulit bawang dilakukan dengan mencampurkan kulit bawang, gula dan air dengan perbandingan 3:1:10. Pengolahan sampah kulit bawang menjadi produk eco enzyme belum dikenal luas oleh masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat tentang pengolahan eco enzyme dari kulit bawang dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari seperti pada sediaan sabun pencuci piring. Kegiatan ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah organik dan memiliki nilai secara ekonomi bagi masyarakat dengan membuat sediaan sabun pencuci piring. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik melalui publikasi di media masa dan publikasi ilmiah.
Kata kunci: eco enzyme, kulit bawang, antibakteri
ABSTRACT
Eco enzyme is a organic waste fermentation liquid. It produced by fermenting the organic waste such as fruit and vegetable pulp which mixed with sugar and water. One example of organic waste that can be processed into eco-enzyme is onion peel. Onion peel contains antioxidants and antimicrobial substances. In addition, onion peel can be used as a natural pesticide and fertilizer. Making eco enzyme from onion peel is done by mixing onion peels, sugar and water in a ratio of 3:1:10. The processing of onion peel into eco-enzyme products is not widely known by the public. This training aims to provide information for the public about the processing of eco-enzyme from onion peels and how to apply it in daily life such as in dishwashing soap. This activity can be a solution to the problem of organic waste and has economic value for the community. In addition, this training also aims to improve the knowledge and skills of the community in processing organic waste through publications in the mass media and scientific publications.
Keywords: eco enzyme, onion peel, antibacteria