1,729,606 research outputs found

    Praktik Tarekat Asy-Syahadatain Habib Umar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon 1947-1973

    No full text
    Skripsi ini menjelaskan tentang praktik tarekat yang dilakukan Habib Umar bin Yahya di Kecamatan Panguragan, Cirebon pada tahun 1947 sampai 1973. Habib Umar merupakan seorang ulama dan mursyid dari tarekat Asy-Syahadatain. Tarekat Asy-Syahadatain didirikan Habib Umar pada tahun 1947. Dalam dinamikanya, tarekat Asy-Syahadatain yang dkenalkan Habib Umar pernah beberapa kali dibekukan oleh pemerintah. Dalih pembekuan tersebut adalah karena praktik tarekat Habib Umar dinilai asing dan di luar dari pakem keagamaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, dalam skripsi ini dibahas mengenai apa saja praktik tarekat yang dilakukan Habib Umar saat itu.Skripsi ini menggunakan metode historis yang di dalamnya terdapat empat unsur, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan sejarah sosial danmenggunakan teori praktik yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu. Dengan kerangka pemikiran di atas, diharapkan dapat membantu menjawab mengenai praktik tarekat yang dilakukan Habib Umar di Kecamatan Panguragan, Cirebon tahun 1947 sampai 1973.Dalam penulisan skripsi ini ditemukan bahwa Habib Umar melakukan praktik tarekat seperti membaca syahadat sholawat setelah sholat fardhu, tawasul dan marhaban, menggunakan jubah sorban serba putih dalam sholatnya, dan berdzikir menggunakan lafadz Hu.vii, 65 hlm, 25 c

    Increasing Halal Industry MSMEs in Gorontalo through Maqāṣid Asy-Syarī`ah

    Full text link
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are important in fostering economic develop­ment through broad-based community engagement, positioning this sector as a strategic priority for governments. The COVID-19 pandemic caused significant disruptions to the global economy, severely impacting MSMEs. Therefore, this study aimed to examine strategic measures to accelerate the growth and development of MSMEs in the halal industry in Gorontalo City. A field study method was adopted, and primary data were collected through observations, interviews, and documentation, complemented by secondary data from literature. The collected data were analysed using a qualitative descriptive method in the framework of business economics and Maqāṣid Asy-Syarī`ah principles. The results showed that both internal initiatives by MSMEs entrepreneurs and external support from governmental institutions synergise to provide essential moral and material reinforcement. These efforts were critical to the survival and growth of MSMEs and consistent with Maqāṣid Asy-Syarī`ah. Strengthening MSMEs represented a fundamental endeavour in ensuring sustainable economic resilience

    Metode asy-syafi`i : ilmu tajwid praktis tahun 2022

    No full text
    Awalnya pada tahun 2008, buku ini berupa diktat panduan praktis belajar membaca al-qur'an dan ilmu tajwid yang diterapkan di ma'had imam asy-syafi'i, Jakarta. Diktat itu sengaja disusun dengan pendekatan praktek yang mudah dan ringkas.Buku ini kami cetak untuk kelas tajwid beserta beberapa pendalaman bagi kelas iqra'.x, 92 hlm, 25,2 x 18,1 c

    Metode asy-syafi`i : ilmu tajwid praktis tahun 2022

    No full text
    Awalnya pada tahun 2008, buku ini berupa diktat panduan praktis belajar membaca al-qur'an dan ilmu tajwid yang diterapkan di ma'had imam asy-syafi'i, Jakarta. Diktat itu sengaja disusun dengan pendekatan praktek yang mudah dan ringkas.Buku ini kami cetak untuk kelas tajwid beserta beberapa pendalaman bagi kelas iqra'.x, 92 hlm, 25,2 x 18,1 c

    Pembentukan Akhlak Berbasis Pembiasaan Dan Keteladanan (Studi Kasus Di MAN 2 Kuningan Jawa Barat)

    Full text link
    The purpose of this study was to determine the moral formation of learners based on habituation and exemplary, and to determine the success of the formation of habitual morals and exemplary in Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan, West Java. The author uses a qualitative method with a phenomenological approach, so in collecting data, the author uses observation techniques, in-depth interviews, documentation and using the data technique child can data model Miles and Huberman. Habit based and exemplary moral formation in Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan West Java was carried out with various activities, namely: Habit of dhuhur prayer in congregation, habituation of Infaq every Friday morning, habituation of Asr prayer in congregation, habituation of tadarus al-Qur'an, habituation of tahfizd together every Monday the flag ceremony is over, habituation of yasinan and khitobah (lectures) every Friday morning, habituation in dress. The exemplary moral-based formation is carried out with various activities, namely: discipline, honesty, responsibility, humility, emotional control, the ability of the teachers to control emotions differently, some are good so that they think first before acting, polite, average the average teacher shows a polite attitude, both in speaking and behaving, exemplary by civilizing the S5, exemplary welcoming students in front of the gate, so that citizens of Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan can improve their religion (religious), change attitudes (akhlakul karimah), love to read and improve concern for the environmentTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan akhlak peserta didik berbasis pembiasaan dan keteladanan, serta untuk mengetahui keberhasilan dari pembentukan akhlak pembiasaan dan keteladanan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kuningan Jawa Barat. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, maka dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan mengunakan teknik anak bisa data model Miles dan Huberman. Pembentukan akhlak berbasis pembiasaan dan keteladanan di MAN 2 Kuningan Jawa Barat dilakukan dengan berbagai kegiatan, yaitu:Pembiasaan shalat dhuhur berjama’ah, pembiasaan Infaq setiap jum’at pagi, pembiasaan Shalat Ashar berjamaah, pembiasaan tadarus al-Qur’an, pembiasaan tahfizd bersama setiap senin selesai upacara bendera, pembiasaan yasinan dan khitobah (ceramah) setiap jum’at pagi, pembiasaan dalam berpakaian. Adapun pembentukan akhlak berbasis keteladanan dilakukan dengan berbagai kegiatan, yaitu: kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, rendah hati, pengendalian emosi, kemampuan guru-guru mengendalikan emosi berbeda-beda, ada yang baik sehingga berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, sopan santun, rata-rata guru menunjukkan sikap yang sopan, baik dalam berbicara maupun bertingkah laku, keteladanan dengan membudayakan S5, keteladanan menyambut peserta didik di depan gerbang, sehingga warga MAN 2 Kuningan dapat meningkatkan keimanan (religius), merubah sikap (akhlakul karimah), gemar membaca dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan

    Metode asy-syafi`i : ilmu tajwid praktis tahun 2022

    No full text
    Awalnya pada tahun 2008, buku ini berupa diktat panduan praktis belajar membaca al-qur'an dan ilmu tajwid yang diterapkan di ma'had imam asy-syafi'i, Jakarta. Diktat itu sengaja disusun dengan pendekatan praktek yang mudah dan ringkas.Buku ini kami cetak untuk kelas tajwid beserta beberapa pendalaman bagi kelas iqra'.x, 92 hlm, 25,2 x 18,1 c

    Konstribusi Muhammad Aṭ-Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr terhadap Maqāṣid Asy-Syarī

    Full text link
    This paper discusses the concept of Ibn ‘Āsyūr\u27s maqāṣid asy-syarī\u27ah in his renewal of the previous maqāṣid asy-syarī\u27ah. Based on the results of the author\u27s study, there are some important things that became the idea of renewing Ibn ‘Āsyūr; first: the idea of liberating (istiqlāl) maqāṣid asy-syarī\u27ah from the discipline of the Uṣūl Fiqh to become a discipline that stands alone. Second: three sources in establishing the maqāṣid asy-syarī\u27ah, namely; istiqrā\u27, the Qur\u27an which has clear legal reasons, and the Sunnah mutawātir. Third: maqāṣid asy-syar

    Israiliyyat Dalam Tafsir Al Khathib Asy-Syarbini

    Full text link
    This article aims to reveal various israiliyyat data contained in the interpretation of Tafsir as-Siraj al-Munir by Muhammad asy-Syarbini, then analyzed comparatively with the views of other commentators. Therefore, the method that the author uses in this study is a qualitative method, it aims to be able to find out what israiliyyat material that ash-Syarbini mentions in his interpretation, what steps are taken in mentioning it as well as his response related to these stories and his relationship with the commentators before his time related to the story of israiliyyat. From the results of this study, the author succeeded in mapping the information system of the story mentioned by the author of the commentary, the views of scholars regarding these stories and the attitude of the author of the interpretation in commenting on israiliyyat as well as the roots of the views of asy-Syarbini
    corecore