110 research outputs found
Kepastian Hukum Kewenangan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara Sebagai Pejabat Pemerintah
Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara, keberadaannya
didasarkan pada wilayah kerja di Kecamatan karena jabatannya. Dalam hal yang
bersangkutan berkedudukan sebagai kepala wilayah sebagaimana diatur dalam Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. Namun dengan
berkembangnya keadaan sosial masyarakat serta peraturan perundang-undangan yang
mengaturnya maka dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah
Daerah, pengertian Camat bukanlah kepala wilayah melainkan sebagai perangkat daerah
di wilayah/pemangku wilayah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah daerah.
Rumusan masalah dalam tulisan tesis ini terdapat tiga rumusan masalah Pertama
Apakah Camat sebagai Pegawai Negeri Sipil dapat dilasifikasikan sebagai Pejabat Umum
menurut Undang-Undang Jabatan Notaris, kedua Apakah penunjukan Camat sebagai
Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara dalam Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2016
Pasal 1 angka 2 sudah selaras dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1868,
ketiga Bagaimana pengaturan tentang Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara agar
kewenangan yang dimiliki sesuai dengan prinsip kepastian hukum. Metodologi
pendekatan yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah pendekatan undang-undang
(statute approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach).
Bila dikaitkan dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara sebagai pejabat
pemerintah dalam hal ini adalah Camat. Pengaturan kewenanganya terdapat di daerah
yang jumlah Pejabat Pembuat Akta Tanah-nya belum memenuhi formasi yang ditetapkan
Menteri sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 UUJN. Di daerah yang
sudah cukup terdapat Pejabat Pembuat Akta Tanah dan merupakan daerah tertutup untuk
pengangkatan Pejabat Pembuat Akta Tanah baru, maka Camat yang baru tidak lagi
ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah sementara. Dari pertimbangan untuk
memenuhi pelayanan kepada masyarakat di daerah-daerah tepencil, Menteri juga dapat
menunjuk Kepala Desa untuk melaksanakan Tugas Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Pasal 5 ayat (3) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang
Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang mengamanatkan penunjukan Camat
sebagai PPAT Sementara, tidak memberi penjelasan mengenai kata “sementara” dan juga
tidak menyebut “sementara”-nya itu sampai kapan. Hal ini menunjukan adanya
ketidakjelasan dalam penunjukan Camat sebagai PPAT Sementara.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah kewenangan camat sebagai Pejabat Pembuat
Kata Tanah Sementara dalam hal pembuatan akta autentik perlu ditinjau ulang khususnya
oleh pemerintah pusat, agar tidak menimbulkan gesekan dengan Pejabat Pembuat Akta
Tanah yang secara sah ditunjuk oleh negara untuk mewakili negara dalam pembuatan
akta autentik yang berkaitan dengan masalah pertanaha
STUDI PENERAPAN PEMERIKSAAN INTERN DALAM MENILAI EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN GAJI PADA PT POS INDONESIA (PERSERO)
Menghadapi era globalisasi, perekonomian Indonesia diharapkan dapat
berkembang dengan pesat. Perkembangan dunia usaha ini akan mempengaruhi
ruang lingkup aktivitas dalam organisasi. Dengan semakin luasnya aktivitas
organisasi, maka permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin
kompleks. Hal ini menyebabkan pimpinan melimpahkan sebagian wewenangnya
kepada bawahan, namun tanggung jawab akhir tetap berada pada pimpinan.
Sumber daya manusia yang berkualitas adalah salah satu faktor penting
bagi kelangsungan hidup dan kemajuan organisasi, karena dapat secara langsung
mempengaruhi kinerja organisasi itu sendiri. Hal ini menuntut organisasi untuk
lebih memperhatikan sumber daya manusia yang berkualitas salah satu caranya
adalah dengan memberikan balas jasa berupa pembayaran gaji secara memadai
kepada karyawannya sebagai bentuk penghargaan atas prestasi kerja yang
diberikan kepada organisasi agar pegawai tersebut dapat bekerja dengan tenang,
penuh semangat dan disiplin sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang
maksimal kepada organisasi.
Gaji memerlukan penanganan yang cermat dan tepat, baik dalam
penetapannya, penggolongannya, pencatatannya maupun pembayarannya. Untuk
mengetahui kekeliruan atas gaji tersebut perlu diatur tingkat kerja yang sesuai
dengan peraturan yang berlaku, ketentuan-ketentuan maupun sistem dan prosedur
penggajian, yang didukung oleh sumber daya manusia, alat, dan pemeriksaan
yang sesuai dengan peraturan yang ada dalam organisasi ituPemeriksaan intern merupakan suatu fungsi penilaian yang independen
dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang
dilakukan oleh organisasi. Penilaian yang dilakukan dalam pemeriksaan intern
terutama dalam kegiatan operasional perusahaan, hal ini dilakukan untuk menilai
efektivitas dan efisiensi dari kegiatan tersebut. Dalam menjalankan operasional
penggajian PT. Pos Indonesia (Persero) memiliki masalah dalam efektivitas
pengendalian internnya, misal selisih antara anggaran dengan realisasi anggaran
gaji dan sebagainya. Kondisi di atas menimbulkan dugaan terjadi kekeliruan
dalam sistem dan prosedur penggajian di PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga
berjalan tidak efektif.
PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa. Tugasnya adalah melaksanakan
dan menunjang kebijakan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan
pembangunan nasional secara umum, khususnya di bidang pelayanan jasa pos dan
giro bagi masyarakat di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan
pemeriksaan intern pada PT. Pos Indonesia (Persero) dalam menilai efektivitas
pengendalian intern penggajian. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat apakah
pemeriksaan intern diterapkan dengan benar dan telah berfungsi dengan baik
dalam menilai efektivitas pengendalian intern gaji atau tidak.
Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus dengan
pengambilan data melalui proses observasi serta wawancara kepada pejabat yang
berwenang dalam perusahaan. Dalam melakukan penelitian ini penulis
menggunakan metode penelitian deskriptif analitis yaitu dengan cara
pengumpulan data, mempelajari, menyeleksi, dan menganalisnya.
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat dilihat
bahwa penerapan pemeriksaan intern telah berfungsi dengan baik dalam menilai
efektivitas pengendalian intern gaji pada PT. Pos Indonesia (Persero).
Pemeriksaan intern mampu menciptakan suatu pengawasan yang efektif bagi
pengendalian intern terutama dalam sistem penggajian sehingga efektivitas
pengendalian intern dapat terus ditingkatkan
STUDI PENERAPAN PEMERIKSAAN INTERN DALAM MENILAI EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN GAJI PADA PT POS INDONESIA (PERSERO)
Pemeriksaan intern merupakan suatu fungsi penilaian yang independen
dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang
dilakukan oleh organisasi. Penilaian yang dilakukan dalam pemeriksaan intern
terutama dalam kegiatan operasional perusahaan, hal ini dilakukan untuk menilai
efektivitas dan efisiensi dari kegiatan tersebut. Dalam menjalankan operasional
penggajian PT. Pos Indonesia (Persero) memiliki masalah dalam efektivitas
pengendalian internnya, misal selisih antara anggaran dengan realisasi anggaran
gaji dan sebagainya. Kondisi di atas menimbulkan dugaan terjadi kekeliruan
dalam sistem dan prosedur penggajian di PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga
berjalan tidak efektif.
PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa. Tugasnya adalah melaksanakan
dan menunjang kebijakan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan
pembangunan nasional secara umum, khususnya di bidang pelayanan jasa pos dan
giro bagi masyarakat di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan
pemeriksaan intern pada PT. Pos Indonesia (Persero) dalam menilai efektivitas
pengendalian intern penggajian. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat apakah
pemeriksaan intern diterapkan dengan benar dan telah berfungsi dengan baik
dalam menilai efektivitas pengendalian intern gaji atau tidak.
Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus dengan
pengambilan data melalui proses observasi serta wawancara kepada pejabat yang
berwenang dalam perusahaan. Dalam melakukan penelitian ini penulis
menggunakan metode penelitian deskriptif analitis yaitu dengan cara
pengumpulan data, mempelajari, menyeleksi, dan menganalisnya.
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat dilihat
bahwa penerapan pemeriksaan intern telah berfungsi dengan baik dalam menilai
efektivitas pengendalian intern gaji pada PT. Pos Indonesia (Persero).
Pemeriksaan intern mampu menciptakan suatu pengawasan yang efektif bagi
pengendalian intern terutama dalam sistem penggajian sehingga efektivitas
pengendalian intern dapat terus ditingkatkan
ANALISIS KEAUSAN CRANK PIN JOURNAL CRANKSHAFT PADA DIESEL ENGINE GENERATOR DENGAN METODE FAULT TREE ANALISIS DI MV. KARTINI BARUNA
Tristanto Prasetya, 2017, NIT: 49124615.T,“Analysis of crank pin journal Wear of Crankshaft in the Diesel Engine Generator Method of Fault Tree Analysis in MV. Kartini Baruna , skripsi Program Study Teknika, Program Diploma IV, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Preceptor I: Sarifuddin, M.Pd,. M.Mar.E Preceptor II: Budi Joko Raharjo, MM.
Crankshaft is working to change the engine kompnen straight back and forth motion of the piston by the piston rod intermediary into rotary motion. To change this, the process requires a pen crank crankshaft (crank pin, an additional bearing is placed at the end of the drive shaft in each cylinder. The supporting factors for the smooth running of this crankshaft, one of which is lubricating oil, as lubrication is ha very important for machine parts that are always rubbing Given the importance of the existence of a function of the crankshaft of the engine components must be treated properly. In this case the author uses the Fault Tree Analysis method, where the method of analysis, there is an undesired event called undesired event occurs in the system, and the system. Then analyzed the environmental and operational conditions that exist to find all the possible ways that lead to the undesired event. By carrying out these procedures are expected operational diesel generator system can function normally and the maximum, so the shipping activities and the company did not experience losses due to disruption of operation of a ship. At the end part of the thesis the author presents conclusions and suggestions
Keyword: Crankshaft diesel engine generator, the wear on crank pin journa
Perbandingan Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia, Pantai Gading, dan Ghana 2003-2013
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah mengakibatkan terbukanya peluang yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan yang besar. Kakao merupakan salah komoditas unggulan Indonesia dalam perdagangan Internasional. Indonesia merupakan salah pengeksporter sebesar biji kakao dan produk olahanya. Indonesia menduduki peringkat ketiga penghasil biji kakao terbesar di dunia. Indonesia memiliki lahan produksi yang sangat besar dan juga memiliki potensi lahan yang sangat besar, potensi tersebut bisa digunakan dalam memproduksi biji kakao, yang dapat meningkatkan jumlah produksi dan jumlah ekspor yang lebih besar supaya daya saing biji kakao dan produk olahnya meningkat. Dengan peneliatian menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukan bahwa Indonesia memiliki keunggulan daya saing terhadap negara Pantai Gading dan Ghana yang menduduki peringkat pertama dan kedua di dunia di sebagian besar dari biji kakao dan hasil dari produk olahannya
RANCANG BANGUN MESIN CETAKAN PENGECORAN SISTEM SENTRIFUGAL HORISONTAL SEBAGAI PENAMBAH SARANA MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM PENGECORAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Laboratorium Pengecoran, Fakultas Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang yang masih menggunakan cetakan pasir sebagai media perkuliahan. Perencanaan mesin cetakan pengecoran dengan sisitem sentrifugal horizontal ini bertujuan untuk menambah keragaman alat dan media perkuliahan yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang proses pengecoran terutama dengan sistem sentrifugal. Tahap-tahap perencanaan pembuatan mesin meliputi penentuan ide, membaut skets design dari ide yang telah ditetapkan, menentukan dan menghitung ukuran-ukuran part mesin, membuat design manufactur sesuai ukuran dari hasil perhitungan, membuat part-part mesin, merakit part-part menjadi satu (assembly), melakukan proses finishing dan yang terakhir melakukan uji mesin. Dari proses perencanaan yang di lakukan, dapat dihasilkan sebuah mesin cetakan pengecoran dengan sistem sentrifugal horizontal dengan kecepatan putar cetakan 1440 rpm yang dihasilkan dari motor listrik 0,25 HP, akan menghasilkan logam cetak berbentuk silinder berlubang dengan diameter 60 mm dan panjang 150 mm. Kata kunci : Mesin Cetakan, Pengecoran, dan Sistem Sentrifugal Horisonta
MODEL PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP PABRIK KULIT PT. USAHA LOKA (Studi di Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Malang)
Dicky Adi Prasetya, Dr. Istislam, S.H., M.Hum, Lutfi Efendi, S.H, M.Hum Fakultas Hukum Universitas [email protected]  Abstrak Penelitian ini dititikberatkan pada permasalahan yang dilatarbelakangi oleh pencemaran sungai Badek di kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh pabrik kulit PT. USAHA LOKA. Oleh karenanya penulis merumuskan model penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo selama ini telah dilakukan dan faktor-faktor apa saja yang menghambat penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris dengan metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Lokasi penelitian yakni di Kelurahan Ciptomulyo. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Lingkungan Hidup. Abstract The research placed on problems that affected by the pollution of the river Badek Ciptomulyo Sub-district in kelurahan Breadfruit Malang by skin factory of PT. USAHA LOKA. Therefore the author to formulate a model of the environmental dispute resolution between the skin factory of PT. USAHA LOKA with the community Ciptomulyo as long as this has been done and what are the factors that inhibit the settlement of environmental disputes between the skin factory of PT. USAHA LOKA with community Ciptomulyo. This thesis research using an empirical juridical method with the Juridical Sociological approach method. The location of the research, which is in the village of Ciptomulyo. Keywords: Dispute Resolution, Environment. Â
BAB PERNIKAHAN DALAM KITAB PRIMBON KUMPULAN DOA-DOA: SUNTINGAN TEKS DISERTAI KAJIAN PRAGMATIK
Prasetya, Yuliana Gita. 2022. “The Chapter of Marriage in the Book of Primbon a
Collection of a Prayers: Text Edits with Pragmatic Studies.” Thesis (S1)
Indonesian Literature Study Progam Faculty of Cultural Sciences Diponegoro
University Semarang. Advisor: Nur Fauzan Ahmad, S.S., M.A and Dra. Rukiyah,
M.Hum.
The Primbon Book of Prayers is a personal manuscript belonging to Kyai
Imroni, the manuscript is a hereditary inheritance from his father. The values
contained in the KPKDD manuscript of the marriage chapter, which contains
religious value, education value, and social value.
This study aims to present edits and outline the values of the marriage
chapter in the KPKDD manuscript based on pragmatic studies. The author uses
two in the analysis, namely philological theory and pragmatic theory. The
philologycal theory that was carried out were: describing the text, making an
outline of the content, transliterating the text, editing, and translating the text.
While pragmatic theory is used to find out the values contained in the marriage
chapter in the KPKDD manuscript.
The result of philological analysis in the form of script descriptions,
transliterations, edits, text translations, and symptoms of text corrup in the
marriage chapter. The KPKDD script on the marriage vhapter is translated to make
it easier for readers to understand the contents of the script. While the result of
pragmatic are in rhe form of religious value, education value, and social value.
Keywords: Book of Primbon a Collection of Prayers, Philology, Pragmatics,
Religious Values, Educational value, Social Valu
ANALISIS PENGARUH KETERSEDIAAN UANG DAN WAKTU, LINGKUNGAN TOKO, NILAI BELANJA HEDONIS, DAN EMOSI POSITIF TERHADAP PEMBELIAN TAK TERENCANA (Studi Kasus pada Pelanggan Lotte Mart di Kota Jakarta)
This research is motivated by intense competition in the modern retail industry in Indonesia. That is because a lot of new faces emerging modern retail players. However, there is one thing on consumer purchasing behavior in modern retailing that steal the show. Most consumers in major cities in Indonesia, such as Jakarta, Bandung, and Surabaya, experiencing unplanned purchase when shopping. This study was conducted to determine what factors are likely to influence consumers in making unplanned purchases. This study used four independent variable is the availability of money and time (X1), a shop environment (X2), hedonic shopping value (X3), and positive emotions (X4), while unplanned purchases (Y) as the dependent variable.
After a literature review and hypothesis formulation, data collection is done by distributing questionnaires to 100 customers in Lottemart Jakarta who have made impulsive purchases by using purposive sampling technique. For the analysis and processing of data using SPSS version 21.0. then there are several tests that are performed in analyzing the data, such as test gauges, classic assumption test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing.
Based on the analysis, it was found that four independent variables significant and positive impact on the dependent variable. Availability of money and time variable positive effect 0.220 with a significance level of 0.002. Store environment variable influences positively 0.222 with a significance level of 0,010. Hedonic shopping value variable effects 0.219 with a significance level of 0.003. And positive emotions variable has a positive effect of 0.397 with a significance level of 0.000. Adjusted R Square of the four variables amounted to 59.2 percent, which means that four independent variables can explain the variation in the dependent variable by 59.2 percent to 40.8 percent is explained by other variables not used in this study
Hubungan Kebijakan dan Potensi Pangkalan dengan Keberhasilan Penyelenggaraan Fungsi Operasi
Tesis ini membahas hubungan kebijakan dan potensi pangkalan dengan keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi dengan mengambil studi khusus analisis efektivitas dukungan organisasi pangkalan dalam penyelenggaraan fungsi operasi di lingkungan TNI AL. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan seberapa besar hubungan kebijakan dan potensi pangkalan baik secara parsial maupun secara bersama-sama dengan keberhasilan fungsi operasi. Untuk mengetahui ·tingkat rasionalitas dan besarnya pengaruh pangkalan dalam penyelenggaraan fungsi operasi, serta untuk mengetahui masalah-masalah apa yang dihadapi dalam memacu keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi dan usaha-usaha apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pokok masalah dalam penelitian adalah dukungan pangkalan dalam penyelenggaraan fungsi operasi diindikasikan kurang efektif dimana aspek "kebijakan" memberikan "image struktural' yang bersifat birokratif, sehingga fungsi pelayanan yang harus diberikan guna mendukung fungsi operasi menjadi kurang efektif dan lemah. Demikian pula "pangkalan" yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam mendukung fungsi operasi terhambat oleh lemahnya potensi yang ada selain memang kebijakan yang ada tidak mendukung pemberdayaan pangkalan. Akibat dari semua hal tersebut maka banyak terjadi peristiwa illegal fishing, illegal logging dan masalah-masalah keamanan laut lainnya yang berpengaruh kepada stabilitas politik, ekonomi dan keamanan serta ketertiban nasional.
Untuk menganalisa masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan, dan dari hasil angket yang disebarkan kepada para responden.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan variabel kebijakan dengan keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi bersifat lemah (0,0591). Kontribusi yang diberikan oleh variabel kebijakan kepada keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi adalah sangat kecil (0,35%). Sedangkan hubungan variabel potensi pangkalan dengan variabel keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi adalah 'kuat' (signifikan) atau positif (0,6489). Kontribusi yang diberikan oleh variabel potensi pangkalan kepada variabel keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi adalah sebesar 4 2,11 %.
Sedangkan hasil penelitian dari hubungan antara variabel kebijakan dan potensi pangkalan secara bersama-sama dengan keberhasilan penyelenggaraan fungsi operasi adalah 'kuat' dan positif tetapi tidak signifikan (r hitung<r tabel) (0,7116). Sedangkan kontribusi yang diberikan oleh variabel kebijakan dan variabel potensi pangkalan secara bersama-sama kepada variabel keberhasilan
penyelenggaraan fungsi operasi adalah sebesar 50,64%.
Atas dasar hasil penelitian tersebut disarankan bahwa untuk mencapai keberhasilan yang optimal dalam penyelenggaraan fungsi operasi, makavariabel kebijakan dan variabel potensi pangkalan perlu ditingkatkan. Pada variable kebijakan perlu prioritas untuk diperhatikan dan ditingkatkan, agar
keberhasilan fungsi operasi dapat tercapai dengan optimal
- …
