446 research outputs found
Tari Berthema"Belenggu"
Tari Berthema"Belenggu"
Karya : Agus Cahyono, Festival tari garapan baru mahasiswa tk. Nasional, Pendapa ISI Surakart
Tari Garapan Baru"Belenggu"
Tari Garapan Baru"Belenggu"
Karya : Agus Cahyono. (IKIP Semarang), Festival Tari Garapan Baru Mahasiswa TK. Nasional, Pendapa ISI Surakart
Tari Komposisi"Belenggu"
Tari Komposisi"Belenggu"
Karya: Agus Cahyono, IKIP Semarang,Festival tari garapan baru Mahasiwa Tk. Nasional, Pendapa ISI Surakart
Konstribusi PKH Terhadap Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
User
Username
Password
Remember me
EDITORIAL BOARD
REVIEWERS
PUBLICATIONS ETHICS
FOCUS AND SCOPE
AUTHOR GUIDELINES
PUBLISHING SYSTEMS
VISITOR STATISTICS
CONTACT
ONLINE SUBMISSION
ORDER JOURNAL
TEMPLATE
TOOLS MANAGEMENT
INDEXING
Crossref Member Badge
E-ISSN P-ISSN
2528-0430 (online)
1412-6451 (print)
free web stats
View My Stats
Flag Counter
StatCounter - Free Web Tracker and Counter
View My Stats
animasi-bergerak-bola-dunia-0013
Notifications
View
Subscribe
Journal Content
Search
Search Scope
Browse
By Issue
By Author
By Title
Other Journals
Categories
Information
For Readers
For Authors
For Librarians
Current Issue Atom logo
RSS2 logo
RSS1 logo
About The Author
Sunit Agus Tri Cahyono
B2P3KS
Indonesia
Article Tools
Print this article
Indexing metadata
How to cite item
Email this article (Login required)
Email the author (Login required)
Related Items
Show all
Keywords Effectivity Poverty Prevention Social Capital children underfive commitment elderly empowerment food security incest local culture poverty prevention social capital social conflict social policy social resilience social security social service social welfare street children welfare
Home > Vol 17, No 4 (2018) > Tri Cahyono
Konstribusi PKH Terhadap Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Sunit Agus Tri Cahyono
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstribusi PKH, factor pendukung dan penghambatnya terhadap kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Candimulyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara, observasi, dan telaah dokumen digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan siklus interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa PKH berkonstribusi kepada peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya mereduksi kekurangan kualitas dan kuantitas pangan, kesehatan, dan pendidikan, sehingga KPM cenderung lebih sejahtera. Factor pendukung antara lain KPM memiliki motivasi/antusiasme tinggi dalam memenuhi komitmen di bidang Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan social. Faktor penghambat antara lain masih ditemukan eklusif eror dan inklusif eror dalam penetapan sasaran garap (KPM). Rekomendasi yang diajukan diantaranya dalam verifikasi dan validasi (Vefivali) data KPM perlu perluasan pelibatan semua unsur masyarakat mulai dari RT, RW, kelurahan/Desa, kecamatan, kebupaten/kota hingga tokoh masyarakat setempat
KAJIAN KREATIVITAS KOREOGRAFI TARI DUGDERAN KARYA AGUS CAHYONO
Tari Dugderan karya Agus Cahyono merupakan tari kreasi baru yang lahir dari riset berdasarkan praktik yang dilakukan pada tahun 2016 sampai 2017. Tari Dugderan mengekspresikan kelincahan dan sukacita remaja putri Semarang yang multikultur budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang disebut dengan tradisi Dugderan. Tari Dugderan lahir dari kreativitas koreografer serta penarinya. Kreativitas merupakan proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah), menilai dan menguji dugaan (hipotesis), kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan pada akhirnya menyampaikan hasil. Hasil karya Tari Dugderan dilengkapi dengan adanya koreografi di dalamnya. Koreografi merupakan proses pemilihan dan pengaturan gerakan-gerakan menjadi sebuah tarian, dan didalamnya terdapat laku kreatif.
Tujuan pokok penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kreativitas koreografer dan bentuk koreografi Tari Dugderan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kulitatif dan pendekatan koreografi. Masalah penelitian ini ialah bagaimana bentuk koreografi Tari dan bagaimana kreativitas koreografer dalam karya Tari dugderan.
Tari Dugderan karya Agus Cahyono termasuk dalam tari yang bertemakan non dramatik, karena karya Tari Dugderan yang dalam penyajiannya tidak menggunakan cerita atau tidak bagian dari suatu cerita. Tari Dugderan merupakan sebuah tawaran garap tari baru untuk mengisi kekosongan karya tari baru di Kota Semarang. Saran untuk koreografer dan penari dari Tari Dugderan diharapkan agar tetap menjaga dan mempertahankan kualitas dan kuantitas yang sudah dimiliki
ANALISA PENENTUAN TARIF BUS ANGKUTAN UMUM PO “X” SURABAYA – YOGYAKARTA BERDASARKAN BOK
Cahyono, Agus Dwi. Cost Analysis of Public Transport Bus Fares Po “X” Surabaya –
Yogyakarta Based on Bok.
Keywords: PO Bus, Bus Fares, Comparison
Currently, the need for transportation facilities continues to increase due to the
increasing number of activities that require transportation services thereby increasing
the intensity of inter-provincial traffic performance For example, a person's journey
from Surabaya terminal majors to Yogyakarta. Therefore, it is necessary to calculate
the fare for bus x travel from Surabaya to Yogyakarta.
The parameters in this study are in terms of the effectiveness and efficiency of the
analysis of operational costs and tariffs for the Surabaya terminal heading to
Yogyakarta and the level of accessibility.
From the performance identification, it shows that the performance of bus x from the
Surabaya terminal to Yogyakarta is classified as efficient
Kurangi Resiko Hepatitis Akut, Optimalkan Daya Tubuh Anak
Kasus penyakit hepatitis akut anak menjadi kekhawatiran bagi orangtua. Apalagi hingga kini masih belum diketahui penyebabnya. Kasus ini masih ditemukan pada anak – anak dengan rentan usia 1 hingga 16 tahun. Meski belum diketahui penyebabnya orangtua perlu mengetahui cara mengoptimalkan sistem imun anak untuk mengurangi resiko terjangkit hepatitis akut.
Menurut Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Ubaya, dr Agus Cahyono SpA, imunitas tidak hanya bergantung pada seberapa berbahaya penyebab penyakit (agen) dan lemah kuatnya individu (host), tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (environment).
“Kalau sistem imunnya lemah serta kebiasaan dan lingkungannya buruk, seperti tidak protokol kesehatan, tidak cuci tangan, dan tidak higienis, pasti mudah terserang penyakit,” jelasnya, Kamis (19/5).
Dr Agus menyebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan sistem imun anak yang bisa dilakukan orang tua, yaitu memiliki gaya hidup sehat, menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi pada anak, dan memberikan nutrisi yang baik.
“Anak harus diberi nutrisi yang sesuai umurnya dan seimbang. Seimbang artinya karbohidrat, lemak, dan proteinnya proporsional. Itu akan mempengaruhi sistem imun,” imbuhnya.
Membiasakan anak mencuci tangan menjadi bangian yang sangat penting. Kemudian menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker. Mengingat 70% kasus diduga berasal dari virus bernama Adenovirus yang penyebarannya melalui mulut (fekal oral) dan pernapasan (droplet).
Sementara bagi anak-anak yang memiliki penyakit imun, seperti kanker, HIV, autoimun, dan defisiansi imun, dr Agus menjelaskan, jika yang bisa dilakukan adalah memperbaiki lingkungan di sekitar mereka.
“Kalau mereka ada di lingkungan yang orangnya batuk-batuk dan bersin, itu kan tidak baik. Agar tidak terlalu terpapar dengan agen penyakit, mereka harus menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Tidak boleh lepas masker kalau ketemu orang, kecuali di ruangannya sendiri,” jabarnya.
Dr Agus menambahkan, anak – anak juga tidak boleh dibiarkan jajan sembarangan. Khususnya, untuk anak di bawah enam tahun karena sistem imunnya belum sempurna. Selain itu, pengasuh yang menjaga anak perlu diberikan edukasi tentang menjaga kebersihan dan menciptkan lingkungan yang sehat di sekitar anak.
“Harus tetap waspada dan tidak perlu panik. Mulai lakukan pola hidup sehat dan membiasakan anak untuk memiliki gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit,” tandas dr Agus
Abad Jurnal Sejarah: ujar Ki Hadjar pendidikan dan karakter bangsa" volume 01, nomor 1, Juni 2017.
Jurnal Abad edisi ini bertema 'Pendidikan dan Karakter Bangsa'. Abad edisi ini menyajikan sembilan artikel ilmiah terseleksi, terdiri dari: 1. Keberagaman Pendidikan di Indonesia oleh SAID HAMID HASAN; 2. Pendidikan Identitas Bangsa oleh H. A. R. TILAAR; 3. Agenda Dekolonisasi Kebudayaan Nasional oleh HILMAR FARID; 4. Revitalisasi Ajaran Ki Had jar Dewantara oleh CAHYONO AGUS; 5. Taman Siswa dan Shanti Niketan oleh Kl SUPRIYOKO; 6. Potensi Penguatan Pendidikan Karakter oleh DONI KOESOEMA; 7. Arah Kebijakan Pendidikan Guru oleh AGUS SUWIGNYO; 8. Pendidikan Sejarah Global oleh TYSON TIRTA; 9. Pendidikan Karakter Gerakan Pramuka oleh BERTHOLD SINAULA
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VIII DI MTSN 1 BLITAR
Skripsi dengan judul ditulis oleh Agus Dwiki Cahyono, NIM: 17201153142. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, dengan judul : “Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak Siswa Kelas VIII di MTs Negeri 1 Blitar”, Dosen Pembimbing Faizatul Itiqomah, M.Ed.
Kata kunci : Gaya Belajar, Gaya Belajar Visual, Gaya Belajar Audotorik,
Gaya Belajar Kinestetik, dan Prestasi Belajar
Gaya belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar, maka penelitian tentang hubungan gaya belajar dengan prestasinya perlu dilakukan, dan dalam penelitaian ini peneliti bermaksud mengungkap gaya belajar siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar yang kemudian dicari hubungannya dengan prestasi belajar siswa tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh antara gaya belajar visual dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar? (2) Adakah pengaruh antara gaya belajar audiotorik dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar?(3) Adakah pengaruh antara gaya belajar kinestetik dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar?
Tujuan dalam penelitian ini mengetahui: (1) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya belajar visual dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar. (2) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya belajar audiotorik dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar.(3) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya belajar kinestetik dengan prestasi Mata Pelajaran Akidah Ahklak siswa kelas VIII di MTsN 1 Blitar.
Metode peneletian yang diguanakan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII berjumlah 161 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak sampel dalam penelitian sebanyak 40 siswa ditentukan dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data variabel gaya belajar menggunakan angket dan dokumentasi. Validitas instrument angket diuji dengan rumus korelasi product moment. uji reliabilitas tes diuji angket menggunakan rumus Alpha Conbrach. Uji persyaratan analisis normalitas dan linearitas diuji sebelum uji hipotesis. Sedangkan uji hipotesis diuji dengan analisis regresi sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Adanya pengaruh gaya belajar visual dengan prestasi Akidah Ahklak siswa kelas VIII dengan hasil signifikan 2.173 ≥ 2.028 α =0Adanya.05pengaruhsig gaya=0belajar.036audiotorik.(2)dengan prestasi Akidah Ahklak siswa kelas VIII dengan hasil signifikan 2.108 ≥ =0.05 sig =0.042. (3) Adanya pengaruh gaya belajar visual dengan prestasi Akidah Ahklak siswa kelas VIII dengan hasil signifikan 2.101 ≥ 2.028 α =0.05 sig =0.043
Analisis Sebaran Potensi dan Manifestasi Panas Bumi Pegunungan Ijen Berdasarkan Suhu Permukaan dan Geomorfologi
Pegunungan Ijen adalah salah satu pegunungan api aktif di Jawa Timur
yang dahulunya berupa gunung api tunggal bernama Gunung Kendeng yang
selanjutnya mengalami erupsi secara eksplosif. Pegunungan ini diduga besar
berpotensi panas bumi karena ditemukannya beberapa manifestasi di permukaan
berupa mata air panas (hot spring) dan batuan teralterasi di dalam kalderanya.
Untuk melakukan sebuah analisis zona potensi panas bumi salah satunya dapat
dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Pemanfaatan
penginderaan jauh didasarkan pada beberapa parameter utama penentu potensi
panas bumi yang dapat dengan mudah diidentifikasi dengan menggunakan citra
satelit, yaitu suhu permukaan tanah dan manifestasi panas bumi yang dikontrol
oleh keberadaan geomorfologi berupa kelurusan (lineament).
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui sebaran
potensi panas bumi Pegunungan Ijen berdasarkan asosiasi ketinggian dan suhu
permukaan tanah, serta memetakan manifestasi panas bumi berdasarkan asosiasi
suhu permukaan tanah dan geomorfologi berupa kelurusan dengan analisis citra
satelit Landsat.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Land Surface
Temperature (LST) untuk memperoleh distribusi nilai suhu permukaan tanah dan
ekstraksi otomatis dengan menggunakan algoritma Line untuk memperoleh
kelurusan. Selanjutnya pemetaan zona potensi panas bumi dilakukan dengan
melihat asosiasi ketinggian dan distribusi nilai suhu permukaan tanahnya yang
lebih tinggi dibandingkan dengan daerah di sekitarnya, sementara kelurusan yang
berinterseksi dengan suhu permukaan tanah yang tinggi digunakan untuk
memetakan potensi manifestasi panas bumi berdasarkan fakta bahwa sebagian
besar manifestasi yang telah terdata berasosiasi dengan kelurusan dan suhu
permukaan tanah yang tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang berpotensi panas bumi
berada pada bagian dalam kaldera Pegunungan Ijen yang termasuk ke dalam
administrasi Desa Sempol dan Desa Kalianyar, dimana anomali suhu yang
terdeteksi sebesar 26-50℃ yang didominasi oleh vegetasi dengan tingkat
kehijauan tinggi. Sementara beberapa manifestasi panas bumi yang telah terdata
diketahui berasosiasi dengan kelurusan yang berinterseksi dengan suhu
permukaan tanah yang tinggi, sehingga potensi manifestasi yang berhasil
dipetakan ialah kelurusan yang secara konsisten berinterseksi dengan suhu
permukaan tanah yang tinggi pada September 2013, 2015, dan 2017 dengan
orientasi Tenggara – Barat Laut dan Barat Daya – Timur Laut
- …
