1,720,967 research outputs found

    Penggunaan TiO2 dan TiO2/Zeolit Sebagai Katalis Dalam Proses Degradasi Permetrin Secara Sonofotolisis

    No full text
    Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terdapat di Indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk hampir mumi dan harga murah. Zeolit telah digunakan untuk pengolahan limbah industri dan nuklir (PTLR, Batan, 2007). Selain itu zeolit juga dapat digunakan sebagai pendukung TiO2 (Ti02/Zeolit) untuk degradasi senyawa organik secara fotokatalis dan sonokatalis (Chun, et al., 1998). Zeolit (HZSM-5) 3 Himensi dengan pori medium telah digunakan untuk promoter ikatan C-N, C-C, dan C=0 dan sukses diaplikasikan dalam proses hidrolisis (Rauter, et al., 2007). Secara umum pada proses degradasi, zeolit berfungsi sebagai pendukung katalis seperti Cu, Fe, Ag(I) serta TiO2 (Sofian, et al., 2007) (Mohamed dan Mohamed, 2007)(Budayantoro, 2005). Katalis yang sering dipakai sebagai pendegradasi adalah TiO2. TiO2 merupakan katalis yang paling stabil dengan sifat inert baik secara biologi maupun secara kimia, tahan terhadap korosi dan merupakan oksidator kuat. TiO2 telah digunakan sebagai katalis degradasi beberapa senyawa organik seperti pestisida, dan zat wama (Safini dkk., 2007, 2008a,b). TiO2 dan TiO2/zeolit telah digunakan secara luas sebagai sonokatalis dan fotokatalis dalam reaksi foto-degradasi yang heterogen. TiO2/zeolit telah diaplikasikan untuk mengurangi polusi lingkungan, karena TiO2 dan zeolit aman untuk teknologi clean up lingkungan. Zeolit dapat meningkatkan aktifitas TiO2, dengan cara menyusupkan TiO2 kedalam zeolit membentuk Ti-O-Si. Chen, et al, (2007) telah melakukan penelitian doping TiO2 dengan zeolit untuk membuat gas metan dari etanol secara fotolisis. Fatimah, dkk, (2006) melakukan degradasi Congo Red dengan menggunakan TiO2/zeolit sebagai katalis secara fotolisis yang menghasilkan degradasi mencapai 90 %. Pestisida merupakan salah satu hasil teknologi modern yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan dengan cara yang tepat dan aman adalah hal yang mutlak harus dilakukan mengingat pestisida merupakan bahan yang beracun. Penggunaan pestisida perlu dikelola sedemikian rupa sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan dan efek yang membahayakan dapat ditekan sekecil mungkin (Riza, 1994). Berdasarkan peraturan pemerintah No.3 tahun 1993 yang dimaksud dengan pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasat renik yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama yang dianggap merugikan atau penyakit yang merusak tanaman atau hasil pertanian (Hidaka, el ah, .1992). Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk pengendalian jasad pengganggu adalah racun yang berbahaya, tentu saja dapat mengancam kesehatan manusia, sumber daya hati dan lingkungan pada umunmya (Riza, 1994). Mengingat pestisida merupakan zat yang beracun, penggunaan yang tidak bijaksana jelas akan menimbulkan efek samping bagi kesejahteraan manusia, sumber daya hayati dan lingkungan. Oleh sebab itu perlu diperhatikan penanggulangan limbah pestisida ini. Sesuai dengan sumber daya alam Indonesia seperti zeolit dapat dipergimakan sebagai pendukimg katalis, maka perlu dipelajari penggunaannya dalam penanggulangan limbah pestisida. Hal ini juga dapat diapHkasikan pada zeolit yang telah diolah yaitu seperti pada zeolit Tasikmalaya. Jenis insektisida yang digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai, kakao, kelapa sawit dan lainnya adalah Permetrin (U.S. EPA. 1998) Fermetrin adalah suatu piretroid sintetik yang telah digunakan sebagai pembasmi serangga yang efektif yang mempimyai sifat tidak berbau, dan dapat membasmi serangga apabila sudah berkontak dengan serangga tersebut. Untuk penentim residu pestisida dalam sayuran telah dilakukan dengan metoda HPLC (Hidaka, el ah, 1992). Adapun untuk penanggulangan limbah pestisida dapat dilakukan dengan mendegradasi residu pestida tersebut secara sonolisis, fotolisis dan sonofotolisis. Sonolisis merupakan suatu metoda ultrasonik yang digunakan untuk mendegradasi senyawa organik dalam media air dengan menggimakan getaran dimana dalam prosesnya menghasilkan radikal hidroksil dan efek kavitasi yaitu gugus OH, CO2 (Guyer, dan Ince., 2003). Fotolisis merupakan suatu proses yang dibantu oleh adanya cahaya (UV), dimana dengan pencahayaan ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu, kebanyakan polutan organik dapat dioksidasi menjadi CO2 dan H2O. Fotokatalis merupakan penymaran yang dibantu oleh katalis. Penyinaran permukaan katalis TiO2/Zeolit menyebabkan permukaan bersifat hidrofobik dan bermanfaat sebagai hidrofilisitas. Selain itu juga dapat sebagai pengotor untuk permukaan hidrofilik yang akan terbawa air (Hiskia, et al, 2001). Untuk meningkatkan degradasi lebih banyak dapat dilakukan secara sonofotolisis. Sonofotoiisis adalah metoda sinergi antara sonolisis dan fotolisis. Adanya sinergi antara getaran ultrasonik dengan sinar akan membentuk radikal OH lebih banyak dan mengakibatkan penyerangan gugus-gugus pada senyawa organik lebih kuat. Zeolit alam digunakan sebagai pendukung TiO2 dengan efektif dan efisien untuk degradasi permetrin secara sonolisis, fotolisis dan sonofotolisis. Dari ketiga metoda di atas, yang menghasilkan persen degradasi lebih besar adalah metoda sonofotolisis. Hasil degradasi 20 ml permetrin 20 mg/L secara sonolisis mununjukkan 50 mg Ti02/2eolit waktu iradiasi 75 menit degradasi 81,10 %, sedangkan dengan cara fotolisis 40 mg TiO2/zeolit waktu iradiasi 60 menit degradasi 75,00 % dan dengan cara sonofotolisis 30 mg TiO2/zeolit waktu 30 menit degradasi 94,30 %. Berdasarkan analisis FTIR, permetrin setelah degradasi secara sonofotolisis dengan menggunakan TiO2/zeolit mengalami perubahan struktur. Analisis oleh HPLC permetrin mengalami penurunan intensitas kromatogram, serta diikuti oleh munculnya puncak-puncak baru dari hasil degradasi. Karakterisasi TiO2/zeolit yang digunakan sebagai pendegradasi permetrin secara sonofotolisis menunjukkan tidak teijadi perobahan struktur dari TiO2/zeolit. TiO2/zeolit sebelum dan sesudah proses degradasi dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM, EDX dan XRD. Karakterisasi dengan SEM memperlihatkan ukuran pori dari zeolit adalah 1,099 pm, Ti02 1,45 pm, Ti02/zeoHt 0,674 pm dan TiO2/Zeolit setelah sonolisis 1,135 pm, fotolisis adalah 0,709 pm secara sonofotolisis adalah 0,745 pm Pembentukan katalis TiO2/zeolit dari zeolit dan TiO2 adalah ukuran kristal zeolit 81,00 nm, TiOa 33,56 nm, TiO2/zeolit 154,50 nm, dan TiO2/zeolit sisa degradasi secara sonolisis 33,72 nm, fotolisis 22,49 nm dan sonofotolisis 50,59 nm. Karakterisasi TiO2/zeolit yang digunakan sebagai pendegradasi permetrin secara sonofotolisis menunjukkan tidak terjadi perubahan struktur dari TiO2/zeolit

    Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Kegiatan Lesson Study Di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan tentang pelaksanaan Lesson Study, hambatan dalam pelaksanaannya, dan juga untuk mengetahui hasil program Lesson Study dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan empat tahapan pada masing-masing siklusnya, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 (empat) bulan yaitu dari bulan Januari 2019 s.d. Maret 2019. Subjek penelitian sebanyak 8 orang guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan 8 guru hanya terdapat 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang dan 3 guru atau 37,50% dalam kriteria rendah dengan rata-rata hasil penilaian sebesar 51,27 dengan kriteria sedang, pada siklus pertama dari 8 guru terdapat 3 guru atau 37,50% yang mendapat kriteria tinggi dan 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang serta perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 74,46 dalam kriteria sedang. Pada siklus kedua terdapat 8 guru atau 100% yang mendapat kriteria tinggi dengan perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 87,67 dalam kriteria tinggi. Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan Lesson Study terbukti dapat meningkatan kompetensi pedagogik guru guru-guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021

    The Contributions of Principals Leadership and Climate's School to Performance of Teachers Elementary School at Lubuk Basung District, Agam Regency

    Get PDF
    This research was based on a case where the result of observation by researcher in Elementary School at Kecamatan Lubuk Basung   Kabupaten Agam that showed the low level of teacher performance. Many factors affected the teacher performances which are principal’s leadership and climate school. The purpose of this research are to know about: (1) contribution of principals leadership to teacher performance, (2) contribution of climate school to teachers performance, and (3) contribution of principals leadership and climate school are jointly to teachers performance. The method of this study is quantitative research with sample are 76 teachers at Elementary School in Kecamatan Lubuk Basung   Kabupaten Agam. Sample in this research has taken by stratified proportional random sampling method. Instrument in this research using questionnaire. The results of the analysis data show that (1) principals leadership contributes significantly to teachers of 15.8%, (2) climate school contributes significantly to teachers of 50.9 %, and (3) principal’s leadership and climate school make a significant contribution to teachers performance of 54%, so the conclusion of this research are that hypothesis acceptable empirically and principal’s leadership and climate school variable are two factors that contribute to the teacher performance and 46% of the remaining influence by another factor

    THE POTENTIAL OF PALM SHELL ACTIVATED CARBON AS AN ADSORBENT FOR HEAVY METALS IN THE RECYCLING PROCESS OF USED LUBRICATING OIL

    No full text
    With the increasing industrial and transportation activities, the demand for lubricating oil is increasing every year. Lubricating oil is used to reduce friction and wear on frictional engine components. Over time, lubricating oil becomes inefficient and needs to be replaced with new oil. To enhance the efficiency of petroleum use and reduce environmental pollution, used lubricants need to be recycled. One method of improving the quality of used lubricants is by absorbing heavy metal contaminants using activated carbon from palm kernel shells. The efficiency of activated carbon adsorption as an adsorbent for heavy metals in used lubricants was observed by varying the adsorption parameters of contact time, adsorbent mass, and sample volume. In this study, the absorption of several heavy metals, including iron (Fe), lead (Pb), and zinc (Zn), was investigated. Analysis of the absorption results was performed using AAS, FTIR, XRD, and XRF. The results showed that the absorption of metals in used lubricants using activated carbon from palm kernel shells with optimum parameters can absorb 90% of Fe, Pb, and Zn metals. The optimum contact time for each metal adsorption was 3 hours, with an adsorbent mass of 0.75 grams and a sample volume of 5 mL. Analysis of used lubricants before and after adsorption using FTIR indicated a shift in wave numbers, indicating an adsorption process.  Penggunaan bahan bakar semakin meningkat karena semakin banyaknya kendaraan., Begitu juga pemakaian minyak pelumas semakin bertambah. Fungsi minyak pelumas pada kendaraan adalah untuk mengurangi friksi dan keausan pada komponen mesin yang bergesekan. Dalam jangka waktu tertentu minyak pelumas tidak efisien lagi untuk digunakan dan perlu diganti dengan yang baru. Dalam rangka efisiensi penggunaan minyak bumi dan mengurangi pencemaran lingkungan, pelumas bekas perlu di daur ulang kembali. Adapun metoda penanggulangan perbaikan kualitas pelumas bekas adalah dengan melakukan penyerapan kontaminan logam berat menggunakan karbon aktif cangkang sawit. Efisiensi adsorpsi karbon aktif sebagai adsorben logam berat pada pelumas bekas diamati dengan memvariasikan parameter adsorpsi waktu kontak, massa adsorben dan volume sampel. Pada penelitian ini dilakukan penyerapan beberapa logam berat diantaranya adalah logam Fe, Pb dan Zn. Analisis hasil penyerapan dilakukan dengan AAS, FTIR, XRD dan XRF. Hasil menunjukkan adsorpsi logam pada pelumas bekas menggunakan adsorben karbon aktif cangkang sawit sebanyak 0,73 g, dengan waktu kontak 3 jam dengan volume sampel sebanyak 5 Ml persen penyerapan mencapai 90 % untuk logam Fe, Pb dan Zn.. Analisis pelumas bekas sebelum dan setelah adsorpsi menggunakan FTIR menunjukkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang yang menandakan terjadinya proses adsorpsi

    Adsorpsi Asam Humat pada Zeolit Alam yang Dimodifikasi dengan TiO2

    Get PDF
    This research modified natural zeolite with TiO2 synthesized by the sol-gel process which was applied as a humic acid adsorbent. The purpose of this study was to coat natural zeolites with TiO2 to increase the adsorption capacity of natural zeolites as humic acid adsorbents. The natural zeolite powders were obtained from Kabupaten Solok, West Sumatra, based on X-ray Fluorescence (XRF) analysis, the ratio of silica/alumina (Si/Al) was 4.35, indicating that natural zeolite was clinoptilolite zeolite. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis showed natural zeolite has a rough surface with closed pores while zeolite coated with TiO2 (zeolite/TiO2) has a homogeneous, smooth surface with open pore. The results of the Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS) analysis showed that the level of TiO2 was 7.1%, this result showed that TiO2 has been coated on the surface of the zeolite. Natural zeolite and zeolite/TiO2 were applied as humic acid adsorbents. Maximum adsorption capacity of natural zeolites and zeolites/TiO2 were 0.2787 mg/g and 1.199 mg/g, respectively

    Utilization Natural Zeolyte From West Sumatera For Tio2 Support in Degradation of Congo Red and A Waste Simulation by Photolysis

    Get PDF
    Zeolite Clinoptilolite-Ca was successfully supported TiO2 in synthesis TiO2/Zeolyte as photo catalyst in degradation of Congo Red 20 mg/L and a waste simulation of Congo Red under UV light irradiation 365 nm. TiO2/zeolite were characterized by Fourier Transform InfraRed (FTIR) and X-Ray Diffraction (XRD). The result of FTIR showed the structure fungsional of TiO2/zeolite not change before and after degradation. The XRD patterns showed TiO2/Zeolyte photo catalyst were successfully formed, it proved with the highest peaks at 2 θ = 24.9500, which were corresponded to anatase peaks and 26.5940 to SiO2 peaks. The percentage degradation showed 20 g TiO2/Zeolyte degraded Congo Red 20 mg/L under UV light irradiation 365 nm with 60 minute reached 94,23 % and a waste simulation of Congo Red reached 85,14 %

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengaruh HCl terhadap Aktifasi Zeolit Alam Clipnotilolit-Ca Pada Penyerapan Pb(II)

    Get PDF
    Research about the effect of HCl on the activation of clinoptilolite-Ca natural zeolite on Pb(II) absorption has been done. The purpose of this study is to determine the capacity of zeolite clinoptilolite-Ca activation by HCl can be used as an adsorbent. For analysis of the adsorption we used AAS whereas for zeolite characterization were used XRF and XRD. The analysis parameters are the effect of HCl concentration, particle size, adsorbent mass, contact time, total solution volume, concentration of Pb(II), and PH solution. These parameters were studied to determine the optimum conditions in the adsorption process. The optimum conditions absorption of Pb(II) for the acid activation process shows that the zeolite clinoptilolite-Ca can be used as an absorbent. The adsorption results show that the value of Pb(II) capacity in the activation process with HCl of 0.2 N produces adsorption capacity of 0.0821 mg/g, for particle size 125 µm produces and adsorption capacity 0.0821 mg/g, for an adsorbent mass of 0.1 g produces an adsorption capacity of 0.5110 mg/g, for contact time of 10 minutes is 0.5662 mg/g, for a metal solution volume of 12.5 mL is 0.5493 mg/g, for the concentration of metal ion solution 40 mg/L is 2.608 mg/g, and at pH = 7 is 4.923 mg/g. The output of several parameters can be concluded that the adsorption capacity of zeolite clinoptilolite-Ca to the absorption of Pb(II) is 4.923 mg/g. Characterization of zeolite adsorbents with XRF and XRD shows that the zeolite used is zeolite clinoptilolite-Ca.  Â
    corecore