114 research outputs found

    PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB

    No full text
    Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus. Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital. Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC

    Menggiatkan Kembali Latihan Keterampilan Menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB, (2) Hasil pelatihan keterampilan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengasuh/pembina pondok pesantren dan anak yatim piatu peserta pelatihan di panti asuhan Al-Ikhlas, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Adapun jumlah anak yang mengikuti pelatihan menjahit 20 orang dan jumlah pengasuh/pembina 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara, dan kamera sebagai alat dokumentasi untuk merekam kegiatan pelatihan yang berlangsung di kelas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Instruktur/pembina sangat berperan dalam meningkatkan keterampilan menjahit peserta pelatihan di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB, (2) Motivasi peserta sangat tinggi dalam mengikuti pelatihan keterampilan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB, (3) Kedisiplinan peserta sangat baik dalam mengikuti pelatihan keterampilan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB, (4) Keterampilan yang dimiliki peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB, (5) Rasa percaya diri peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan menjahit di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Mataram NTB

    Peran Guru Pkn dalam Model Pengajaran Advokasi untuk Meningkatkan Pemahaman Isu-isu Sosial pada Siswa

    No full text
    Model pembelajaran advokasi ini menuntut para siswa fokus topik yang diperdebatkan adalah isu-isu sosial sesuai kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru dalam model pengajaran advokasi untuk meningkatkan pemahaman isu-isu sosial pada siswa kelas VIII di MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Mataram. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, tehnik penentuan subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PKn dalam mengajar mengutamakan membina sikap sesuai nilai-nilai pancasila, melakukan pendekatan emosional. Memberi contoh perilaku teladan yang baik, membiasakan datang tepat waktu, disiplin, membina siswa melakukan belajar kelompok, melakukan penilaian sikap, memberikan motivasi, atau nasehat, rutin melakukan kegiatan sosial dan keagamaaan, seperti sholat duha, sholat dzuhur dan sholawatan/ yasinan setiap jum,at serta aktif dalam kegiatan hari besar keagamaan islam lainnya, pembinaan sikap juga melalui upacara bendera dengan memberi motifasi dan nasehat dan sikap siswa. This advocacy learning model requires students to focus on the topic being debated are social issues according to student needs. The purpose of this study was to determine the role of teachers in using an advocacy teaching model to improve understanding of social issues in class VIII students at MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Mataram. This research method uses a qualitative method with a descriptive approach, the technique of determining the subject of this study using purposive sampling with data collection techniques namely observation, interviews and documentation, data analysis used is data reduction, data presentation and conclusions or data verification. The results showed that PKn teachers in teaching prioritized developing attitudes according to Pancasila values, taking an emotional approach. Give examples of good exemplary behavior, get used to arriving on time, discipline, foster students to do group learning, conduct attitude assessments, provide motivation, or advice, routinely carry out social and religious activities, such as duha prayer, midday prayer and prayer / prayer every Friday, and also active in other Islamic religious holidays, attitude building also through flag ceremonies by giving motivation and advice and attitudes of students

    Kerjasama BPD dengan Pemerintah Desa dalam Pembangunan dan Pengelolaan Dana Desa

    No full text
    Kurang efektifnya pelayanan masyarakat dipengaruhi oleh system pemerintahan desa yang kuran maksimal terutama tidak diikutkannya BPD dalam membangun desa. Karena BPD sebagai salah satu unsur dari pemerintah desa ikut andil dalam pembangunan desa, kerena setiap kebijakan, peraturan, ataupun segala program yang dicanangkan oleh pemerintah tidak dapat berjalan tanpa ada persetujuan dari BPD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerja sama BPD dengan pemerintah desa dalam pembangunan dan pengelolaan dana desa dan kendala-kendala dalam kerjasama BPD dengan pemerintah desa dalam pembangunan dan pengelolaan dana desa. Metode penelitian yang di gunakan yaitu penelitian kualitatif Dengan pendekatan empiris.Teknik penentuan subjek dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan Teknik Analisis Data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, bahwa kerjasama BPD dengan pemerintah desa sudah optimal, hal tersebut terlihat dari Hubungan kerja sama BPD dengan kepala desa, Kerjasama Dalam membuat (RKP desa dan APB desa), Kemudian terlihat juga dari Tahapan-tahapan kerja sama BPD dengan pemerintah desa dalam pembangunan dan pengelolaan dana desa.The lack of effective community service is influenced by the village government system, which has the maximum effect, especially when the BPD is not included in developing villages. Because the BPD as one of the elements of the village government took part in village development, because every policy, regulation, or program launched by the government could not work without the approval of the BPD. The purpose of this study was to determine the cooperation of BPD with village governments in the development and management of village funds and constraints in the cooperation of BPD with village governments in the development and management of village funds. The research method used is qualitative research with an empirical approach. The technique of determining subjects in this study is purposive sampling. Methods of data collection using the method of observation, interviews and documentation, while the Data Analysis Technique through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study, that the collaboration of BPD with the village government was optimal, it can be seen from the relationship of BPD cooperation with the village head, Collaboration in making (village RKP and village APB). and management of village funds

    MANAJEMEN KADERISASI DA’I PONDOK PESANTREN NURUL MUTTAQIN PENUMANGAN BARU TULANG BAWANG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Pondok Pesantren Nurul Muttaqin berupaya dalam meregenerasi para santri untuk menjadi seorang Da’i, dalam upaya ini Pondok Pesantren Nurul Muttaqin mengadakan kaderisasi Da’i yang merupakan suatu keharusan bagi para santri-santrinya. Keterpaduan dakwah didalam Pondok Pesantren sebagai salah satu strategi berupa pengembangan akhlakul karimah dan kecintaan serta kepedulian terhadap moral – moral pemuda saat ini, untuk menjaga generasi muda sampai sekarang Kemampuan sebuah Pondok Pesantren dalam menghadapi tantangan global terus ditingkatkan, jaringan komunikasi dibangun dan dikembangkan melalui sistem dan kebiasaan kehidupan sehari – hari yang semakin hari semakin besar peranannya dalam menciptakan regenerasi yang solid dalam beragama dan semakin besar pula pengaruhnya dalam dunia dakwah dan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Dalam kaderisasi Da’i. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Penelitian Lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan menejemen dakwah yaitu pendekatan dengan menekankan proses manajeman Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Penumangan Baru Tulang Bawang Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Penulis mengambil 2 orang untuk menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dan Kepala Pengasuhan santri Pondok Pesantren Nurul Muttaqin. Dari hasil penelitian penulis, maka penulis dapat menyimpulkan pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam kaderisasi Da’i, aksi yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, yakni menciptakan dan membina para calon Da’i yang handal dan di samping itu, setiap langkah-langkah yang di lakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin memiliki Implementasi yang berbeda-beda, seperti Penerap dalam pengkaderan Da’i, yakni melalui program Muhadoroh guna menguatkan Ilmu dan mental para santri. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam pelaksanaan manajemen kaderisasi, pertama menentukan program Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, kedua membuat jadwal kegiatan program tersebut dan yang ketiga menentukan pembimbing dalam mengawasi program-program. Dan iii Implementasi kaderisasi da’i Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam mencapai tujuannya dilakukan dengan beberapa pelatihan dakwah mengenai kaderisasi da’i seperti : Pelatihan Ceramah, Pelatihan Tanya Jawab, Pelatihan Diskusi, Pelatihan Drama, Metode Pelatihan dakwah dan pelatihan menulis. Kata Kunci: Manajemen, Kaderisasi Da’i iv ABTRACT The Nurul Muttaqin Islamic Boarding School seeks to regenerate students to become a Da'i, in this effort the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School organizes a cadre of Da'i which is a must for its students. Integration of da'wah within Islamic boarding schools as one of the strategies in the form of developing akhlakul karimah and love and concern for today's youth morals, to protect the young generation until now. the habits of daily life which are increasingly playing a bigger role in creating solid regeneration in religion and the greater the influence in the world of da'wah and society itself. This study aims to find out how the implementation and form of management are carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers. The type of research used in this research is qualitative with a descriptive field research method. This study uses a da'wah management approach, namely an approach that emphasizes the process of managing the Cadres of Preachers at the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, Penumangan Baru, Tulang Bawang Barat. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation, and data analysis. The author took 2 people to become informants in this study, namely the Leaders of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School and the Head of Nurul Muttaqin Islamic Boarding School Student Care. From the results of the author's research, the authors can conclude that the implementation and form of management carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers, the actions carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, namely creating and fostering reliable Da'i candidates and besides that, every the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School have different implementations, such as implementers in the cadre of preachers, namely through the Muhadoroh program to strengthen the knowledge and mentality of the students. As for the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in implementing cadre management, the first is to determine the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School program, the second to make a schedule of the program's activities and the third to determine a supervisor in supervising the programs. And the implementation of the cadre regeneration of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in achieving its goals was carried out with v several da'wah training regarding preacher cadre such as: Lecture Training, Question and Answer Training, Discussion Training, Drama Training, Da'wah Training Methods and writing training. Keywords: Management, Preacher Cadreizatio

    Pemahaman dan Implementasi Ideologi Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    No full text
    Generasi muda di era globalisasi saat ini dimana tingkat pemahaman terhadap ideologi Pancasila masih kurang. Berdasarkan hasil pengamatan tanggal 25 Juli 2017 yang dilakukan, peneliti menemukan beberapa kasus atau permasalahan generasi muda di Desa Sumi. Hal ini mengakibatkan timbulnya perilaku menyimpang terhadap nilai Pancasila dan norma di dalam masyarakat Desa Sumi. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahuai pemahaman generasi muda tentang ideologi Pancasila; 2) Untuk mengetahui pengimplementasian ideologi Pancasila dikalangan generasi muda di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima dengan penentuan informan menggunakan purpossive sampling. Sumber dari data sekunder dan primer. Metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pemahaman generasi muda tentang ideologi Pancasila. Pengimplementasian ideoiogi pancasila di kalangan generasi muda di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima masih kurang. Hal ini terlihat dari belum terealisasikan dengan baik rencana dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat serta masih banyaknya generasi muda yang tidak peduli tentang pengertian dan cara pengimplementasian ideoiogi Pancasila di kalangan generasi muda; 2) Pengimplementasi Ideoiogi Pancasila masih kurang. Hal ini terilihat dari beberapa bidang kehidupan: a) Bidang sosial psikologis generasi muda memiliki beberapa permasalahan yaitu mabuk-mabukan, bolos sekolah, trak-trakan di jalan raya; b) Bidang sosial budaya memiliki beberapa permasalahan yaitu generasi muda berpakaian yang tidak pantas dengan umur, mengacuhkan tradisi adat Desa Sumi; c) Bidang sosial ekonomi memiliki beberapa permasalahan yaitu generasi muda Desa Sumi susah mendapat pekerjaan, banyaknya pemuda Desa Sumi yang lulusan sarjana tidak memiliki pekerjaan dan akhirnya mengangur; d) Bidang sosial politik memiliki permasalahan seperti dalam pemilihan umum banyak generasi muda dijadikan sasaran many politic dan dijadikan alat untuk memenangkan pemilihan umum oleh pihak yang besangkutan

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group To Group Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas VII di MTs. Al-Intishor Tanjung Karang Mataram

    No full text
    Penggunaan metode ceramah yang begitu sering oleh guru PKn MTs. AL-Intishor khususnya guru kelas VII mengakibatkan sebagian besar siswa sering mengalami kesulitan  memahami materi yang diajarkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group To Group terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas VII MTs. Al-Intishor Tanjung Karang. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus yang memuat tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs. Al-Intishor yang berjumlah 21 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, dan lembar observasi. Data yang diperoleh berupa hasil tes yaitu berupa tes siklus I (SI), tes siklus II (SII), tes siklus III (SIII) serta lembar observasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yaitu pada siklus I 46,4 dengan persentase ketuntasan 76,19%. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 50,6 dengan persentase ketuntasan 100% kemudian pada siklus III rata-rata hasil belajar siswa adalah 51,13 dengan persentase ketuntasan 100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group To Group  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas VII MTs. Al-Intishor. The use of a lecture method that is so frequent by the teacher of PKn MTs. AL-Intishor especially the teacher of class VII resulted in most students often having difficulty understanding the material being taught. The research aims to determine how the implementation of cooperative learning Model type Group To Group towards the improvement of student learning outcomes on PKn class VII. Al-Intishor Tanjung Karang. The research method uses class action research with 3 cycles that contain planning, implementation, observation, and reflection stages. The subject of the study is a student of class VII MTs. Al-Intishor, numbering 21 students. The approach used is a qualitative approach and a quantitative approach. Data collection methods using study results tests, and observation sheets. The Data obtained in the form of a test result is tested cycle I (SI), Cycle test II (SII), Cycle III test (SIII) as well as student observation sheet in teaching learning activities. The results showed that there was an increase in the average student learning outcome at the I 46.4 cycle with a percentage of 76.19%. On the average cycle of student learning outcomes is 50.6 with a percentage of 100% at the end of the III percent of student learning outcomes is 51.13 with a percentage of the compensation of 100%, so it can be concluded that the learning Model implementation Cooperative type Group To Group can improve student learning outcomes in the subjects of PKn-class VII MTs. Al-Intishor

    Peran Komite Sekolah dalam Mengembangkan Mutu Pendidikan di Sekolah

    No full text
    Mutu Pendidikan masih belum mengembirakan belakangan ini, hal ini terjadi karena pengelolaan pendidikan pada tingkat pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang sepenuhnya belum terwujud. Komite sekolah mempunyai peran penting dalam mengembangkan mutu pendidikan di Sekolah, keberadaan Komite Sekolah merupakan bagian dari perwujudan manejemen berbasis Sekolah yang melibatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat dan wali murid. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran Komite Sekolah dalam mengembangkan mutu Pendidikan di SMPN 1 Mbelilin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian yaitu Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan anggota Komite Sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite Sekolah berperan sebagai penimbang terhadap penyediaan dan penggunaan sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh sekolah, pengontrol terhadap proses pengambilan keputusan sekolah, dan sebagai mediator untuk mewujudkan berupa penghubung antara kepala sekolah dengan masyarakat dalam membuat ulasan kebijakan dan beberapa program pendidikan.The quality of education has not been improved lately, this is because the management of education at the local government level and education units have not fully materialized. School committees have an important role in developing the quality of education in schools, the existence of school committees is part of the realization of school-based management involving various components, including the community and parents. The purpose of the research is to find out the role of the School Committee in developing the quality of Education at SMPN 1 Mbelilin. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Research informants are the Chairman of the School Committee, the Principal, and members of the School Committee. The data collection methods used are observation, interview, and documentation. The results showed that the School Committee serves as a weigher against the provision and use of facilities and infrastructure needed by the school, controller of the school decision-making process, and as a mediator to realize the liaison between the principal and the community in making policy reviews and some educational programs

    Rancangan Sistem Informasi Nilai Akademik Siswa Berbasis Web Pada Madrasah IBTIDAIYAH Darul Muttaqin Menggunakan PHP Dan MySQL

    No full text
    Academic value is a measure of student achievement at MI Darul Muttaqin in the form of a report card. The process of assessing academic values is carried out by students who come directly to MI Darul Muttaqin, based on interviews with the author and relevant parties involved in processing student academic grades. Currently, the process still uses manual methods, where homeroom teachers manage student grades from the teachers for all subjects, with the use of a considerable amount of paper. This results in errors in managing student grade data, and the process of grade management for report card filling at MI Darul Muttaqin is still hindered by the time it takes. As a solution, the design of a web-based Academic Grade Information System for students at MI Darul Muttaqin has been proposed to facilitate the homeroom teachers in managing student grades, as well as to make it easier for students to access their grades for the subjects they have taken without needing to come to the school. This system is developed using the SDLC methodology, along with a MySQL database and PHP programming language. Keywords: Software Engineering, PHP, MySQL, E-Academic Grade Information System, SDLC Methodology &nbsp

    Model Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Aset Wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang

    No full text
    This research aims to describe the model of economic empowerment of the people through the waqf assets of the Darul Muttaqin Grand Mosque. The research problem is to find out the description of the model, analysis and transformation of economic empowerment of the people through waqf assets at the Darul Muttaqin Grand Mosque, Alang Alang Lebar District. The research method the author uses is qualitative. Based on the results of the research and discussion, it is known that the description of the economic empowerment model for the people is a consumptive model and a productive model which is useful in assisting in poverty alleviation programs and leading to a prosperous society by empowering an independent community economy. Useful for increasing economic welfare, helping to increase community income, economic independence and reducing poverty, and for economic empowerment of the people based on sharia values in congregation, carried out based on cooperation and based on the spirit of helping each other in goodness, and can be transformed into the community or congregation appropriate and in accordance with Islamic law.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan model pemberdayaan ekonomi umat melalui aset wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin. Permasalahan penelitian untuk mengetahui gambaran model, analisis dan Transformasi Pemberdayaan ekonomi umat melalui aset wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin Kecamatan Alang alang Lebar. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif, Berdasarkan wawancara dengan bebrapa informan yakni: Hipmi Ramadhan ketua dewan Yayasan dan Lukman Hadi kabid usaha dan dagang. Hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa gambaran model pemberdayaan ekonomi umat adalah model konsumtif dan model produktif yang berguna membantu dalam program pengentasan kemiskinan dan menuju masyarakat hidup sejahtera dengan memberdayakan ekonomi masyarakat yang mandiri. Bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi, membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, kemandirian ekonomi, dan mengurangi kemiskinan, dan untuk pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan nilai-nilai syariah secara berjamaah, dijalankan berdasarkan kerja sama dan dilandasi semangat tolong menolong dalam kebaikan, serta dapat ditransformasikan kepada masyarakat atau jamaah yang tepat dan sesuai dengan syariat Islam
    corecore