1,721,612 research outputs found
Penggunaan Bahasa Dakwah Kh Zainur Rozikin Pada Acara Pengajian Umum (Kajian Sosiolinguistik)
Bahasa merupakan sarana penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Penggunaan bahasa memengaruhi hasil dari komunikasi dengan lawan bicara terutama apabila lawan bicara merupakan masyarakat umum. Penelitian ini membahas tentang salah satu contoh penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari yakni penggunaan bahasa dakwah KH Zainur Rozikin pada sebuah acara pengajian umum. Bahasa yang digunakan bervariasi dan menggunakan berbagai ragam bahasa serta peristiwa kebahasaan sehingga menarik minat masyarakat. Penelitian ini membahas secara menyeluruh mengenai penggunaan ragam bahasa dan peristiwa alih kode dan campur kode serta adanya penyimpangan bahasa atau interferensi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari video dakwah KH Zainur Rozikin yang diunggah pada akun youtube. Teknik analisis data penelitian ini adalah pengumpulan data, klasifikasi data, kodifikasi data, dan analisis data. Hasil peneitian ini adalah ditemukannya ragam bahasa bahasa Jawa (ngoko dan krama), ragam bahasa Madura, Indonesia, Inggris, dan Arab. Yang kedua ditemukan bentuk alih kode bahasa yang terdiri dari alih kode bahasa Jawa-(Indonesia, Arab, Madura, Inggris). Bentuk campur kode yang ditemukan yaitu campur kode bahasa Jawa-Indonesia-Inggris-Arab-Madura. Serta adanya purwakanthi guru swara dan penyimpangan bahasa atau interferensi leksikon dan morfologi.
Kata Kunci : penggunaan bahasa, dakwah, KH Zainur Rozikin, pengajia
Praktik Pengobatan Menggunakan Ayat-Ayat Al-Qur’an Oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penelitian ini mengkaji praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat
Al-Qur’an yang dilakukan oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru, Kecamatan Batu
Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu:
Bagaimana praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang
dilakukan oleh Guru Zainur, dari mana sumber keilmuan pengobatan tersebut
didapatkan, dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh pasien setelah menjalani
pengobatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu bagaimana
praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh
Guru Zainur, menelusuri sumber keilmuan yang beliau miliki, serta mengkaji
dampak yang dirasakan oleh pasien setelah melakukan pengobatan tersebut baik
dari aspek fisik, psikis, maupun spiritual. Adapun jenis dari penelitian ini
merupakan penelitian lapangan (field research) yang berbentuk kajian living
qur’an. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Zainur mengklasifikasikan ayat
ayat Al-Qur'an sesuai dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien, mencakup
gangguan jin, ilmu hitam, penyakit hati, fisik, psikis, kronis, spiritual berat, anak
anak yang sulit tidur, penguatan doa dalam rumah tangga, hingga memohon
kemudahan dan petunjuk. Ayat-ayat yang beliau gunakan pada jenis penyakit ini
yaitu: QS. Al-Baqarah/2: 2, 102, 186, 255, dan 286, QS. Al-Jinn/72: 1-5, QS. Al
A‘rāf/7: 117-122 dan 199-200, QS.Yūnus/10: 81-82, QS. Ṭā Hā/20: 25-28 dan 69,
QS. Asy-Syu‘arā’/26: 80, QS. Al-Isrā’/17: 82, QS. Fuṣṣilat/41: 44, QS. Ar-Ra’d/13:
28, QS. Maryam/19: 1-15, QS. Āli ‘Imrān/3: 37 dan 38, QS. Al-Furqān/25: 74, QS.
Az-Zumar/39: 53, QS. Al-Ḥasyr/59: 21-24, QS. Al-Mu’minūn/23: 115-118, QS.
Al-Falaq/113: 1-5, QS. An-Nās/114: 1-6, serta QS. Al-Kahf/18: 10. Guru Zainur
memahami ayat-ayat tersebut berdasarkan pada unsur keilmuan, spiritualitas, dan
pengalaman praktik. Sumber keilmuan pengobatan diperoleh melalui proses belajar
dari para guru beliau, yaitu alm. Guru Nuzhan dan KH. Marhasan, Guru
Abdurrazaq, serta KH. Murjani (Guru Andang). Dampak yang dirasakan oleh
pasien setelah pengobatan ini sangat beragam tergantung dari jenis penyakit yang
diderita, kondisi awal pasien ketika datang untuk berobat, banyaknya gangguan,
serta seberapa kuat keyakinan pasien untuk sembuh dari penyakit yang
dihadapinya
Praktik Pengobatan Menggunakan Ayat-Ayat Al-Qur’an Oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penelitian ini mengkaji praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat
Al-Qur’an yang dilakukan oleh Guru Zainur di Desa Kalibaru, Kecamatan Batu
Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu:
Bagaimana praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang
dilakukan oleh Guru Zainur, dari mana sumber keilmuan pengobatan tersebut
didapatkan, dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh pasien setelah menjalani
pengobatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu bagaimana
praktik pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh
Guru Zainur, menelusuri sumber keilmuan yang beliau miliki, serta mengkaji
dampak yang dirasakan oleh pasien setelah melakukan pengobatan tersebut baik
dari aspek fisik, psikis, maupun spiritual. Adapun jenis dari penelitian ini
merupakan penelitian lapangan (field research) yang berbentuk kajian living
qur’an. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Zainur mengklasifikasikan ayat
ayat Al-Qur'an sesuai dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien, mencakup
gangguan jin, ilmu hitam, penyakit hati, fisik, psikis, kronis, spiritual berat, anak
anak yang sulit tidur, penguatan doa dalam rumah tangga, hingga memohon
kemudahan dan petunjuk. Ayat-ayat yang beliau gunakan pada jenis penyakit ini
yaitu: QS. Al-Baqarah/2: 2, 102, 186, 255, dan 286, QS. Al-Jinn/72: 1-5, QS. Al
A‘rāf/7: 117-122 dan 199-200, QS.Yūnus/10: 81-82, QS. Ṭā Hā/20: 25-28 dan 69,
QS. Asy-Syu‘arā’/26: 80, QS. Al-Isrā’/17: 82, QS. Fuṣṣilat/41: 44, QS. Ar-Ra’d/13:
28, QS. Maryam/19: 1-15, QS. Āli ‘Imrān/3: 37 dan 38, QS. Al-Furqān/25: 74, QS.
Az-Zumar/39: 53, QS. Al-Ḥasyr/59: 21-24, QS. Al-Mu’minūn/23: 115-118, QS.
Al-Falaq/113: 1-5, QS. An-Nās/114: 1-6, serta QS. Al-Kahf/18: 10. Guru Zainur
memahami ayat-ayat tersebut berdasarkan pada unsur keilmuan, spiritualitas, dan
pengalaman praktik. Sumber keilmuan pengobatan diperoleh melalui proses belajar
dari para guru beliau, yaitu alm. Guru Nuzhan dan KH. Marhasan, Guru
Abdurrazaq, serta KH. Murjani (Guru Andang). Dampak yang dirasakan oleh
pasien setelah pengobatan ini sangat beragam tergantung dari jenis penyakit yang
diderita, kondisi awal pasien ketika datang untuk berobat, banyaknya gangguan,
serta seberapa kuat keyakinan pasien untuk sembuh dari penyakit yang
dihadapinya
Sinergi antara lembaga pendidikan Islam, wali murid, dan masyarakat dalam tanggung jawab pendidikan Islam: studi multi kasus di Madrasah Tsanawiyah Zainur Ridla dan Madrasah Tsanawiyah Bustanul Ulum Nonggunong Sumenep
Tanggung jawab pendidikan Islam tidak bisa dilakukan secara sepihak, dibutuhkan kerjasama tiga komponen yang oleh Ki Hajar Dewantara disebut sebagai tripusat pendidikan: keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi satu sama lain. Tidak jarang orang tua sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan anaknya terhadap lembaga pendidikan. Ketika terjadi kasus penyimpangan yang dilakuakan oleh murid banyak kalangan menuding lembaga pendidikan sebagai kambing hitamnya. Padahal keterlibatan dan peran orang tua dalam mengawal pendidikan anak merupakan hal yang sangat urgen. Kajian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan mengambil jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap objek yang diteliti dan mengumpulkan data yang ditemukan di lapangan. Penulis memfokuskan penelitian ini pada empat rumusan masalah, 1) Bagaimana kesadaran wali murid MTs. Zainur Ridla dan MTs. Bustanul Ulum Kecamatan Nonggunong tentang tanggung jawab pendidikan Islam terhadap anaknya? 2) Bagaimana tanggung jawab lembaga MTs. Zainur Ridla dan MTs. Bustanul Ulum Kecamatan Nonggunong dalam menanamkan nilai-nilai Islam terhadap murid? 3) Bagaimana peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan Islam? 4) Bagaimana bentuk kerjasama antara keluarga, MTs. Zainur Ridla, MTs. Bustanul Ulum, dan masyarakat Kecamatan Nonggunong Kabupaten Sumenep? Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Wali murid MTs Zainur Ridla dan MTs Bustanul Ulum Nonggunong memiliki kesadaran yang cukup tinggi tentang tanggung jawab pendidikan Islam, 2) Semua dewan guru MTs Zainur Ridla dan MTs Bustanul Ulum Nonggunong menyatakan bahwa tanggung jawab mendidik berada di pundak mereka. Pembiasaan yang dilakukan terhadap murid adalah: pembacaan Shalawat Nariyah, membaca surat-surat pendek sebelum pelajaran dimulai, do’a sebelum dan sesudah pelajaran, bersalaman dengan dewan guru saat datang dan hendak pulang. 3) Peran serta masyarakat dalam mewujudkan tanggung jawab pendidikan Islam bagi warganya banyak dilakukan melalui media dan wadah tradisi kompolan, 4) Pola kerjasama dengan wali murid dilakukan dalam bentuk: Home visit, mengundang wali murid, membentuk badan pembantu madrasah, dan raport. Sedangkan pola kerjasama dengan masyarakat yaitu: 1) dalam kegiatan PHBI, 2) dalam kegiatan perkemahan, 3) dalam penerimaan murid baru, 4)dalam menegakkan disiplin dan peraturan madrasah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
