1,721,588 research outputs found

    Tafsir Yusuf Ali : teks, terjemahan dan tafsir Qur'an 30 Juz

    No full text
    Buku ini berisi tafsir al-qur'an karya Yusuf Ali. Sejak pertama kali terbit, sudah berjalan lebih dari setengah abad lamanya. Sejak waktu itu tak terbilang banyaknya karya ini mengalami cetak ulang dan sudah berjuta-juta eksemplar tersebar ke seluruh dunia

    TELAAH THE HOLY QUR’AN KARYA ABDULLAH YUSUF ALI

    Full text link
    This article deals with The Holy Qur’an, a book of translation and of a quranic exegeses written by  Abdullah Yusuf Ali. This book becomes popular since it not only uses international language (English), but also possesses its own characteristics which make it different from other books of  exegeses.  The Holy Qur’an is so dominant in its sufistical commentary that it employes esetoric hermeneutics over the symbols existing in the Qur’an. In addition, this book employs lexical, grammatical, contextual, and social-cultural meanings that convey message that the translator depends on the standard language of the Qur’an. Abdullah Yusuf Ali obey does not the literal meanings of the verses, but he puts stongger emphases on its spiritual meanings. Kata Kunci: The Holy Qur’an, Abdullah Yusuf Ali, kitab tafsi

    A Pragmatics Analysis of Deixis in Surah Al Baqarah Translated By Abdullah Yusuf Ali

    Full text link
    This is a descriptive qualitative research that explores about non-person deixis words in surah Al-Baqarah translated by Abdullah Yusuf Ali, which concern in context reference meaning of pragmatics analysis. The data of this research was taken from 222 verses that consist of non-person deixis. The technique of collecting data is document analysis that uses pragmatics analysis approach. The technique of analyzing data is by managing, reading the script, classifying the data, describing, and interpreting. Then checklist for instrument was built of Levinson’s theory. The result of this research presents that 1) there are four types of non-person deixis used in surah Al-Baqarah translated by Abdullah Yusuf Ali namely place deixis, time deixis, social deixis, and discourse deixis. 2) There are 452 references of non-person deixis used in surah Al-Baqarah translated by Abdullah Yusuf Ali (the detail in chapter IV of this research). 3) There are context reference meaning in every deictic word in surah Al-Baqarah translated by Abdullah Yusuf Ali that analyzed. So that the readers should have deep understanding about the representation of pragmatics especially the non-person deixis to analyze the context reference meaning in Al-Qur’an English translation.Keywords: Pragmatics, Deixis, Al-Qur’an English Translatio

    A COMPARATIVE ANALYSIS ON ENGLISH TRANSLATION OFSURAH AL-AHZAB BY YUSUF ALI AND PICKTHALL

    No full text
    AYU LESTARI A. A Comparative Analysis On English Translation of Surah al-Ahzab By Yusuf Ali and Pickthall dibimbing oleh Dr. Ayub Khan, M.Si and Drs. Husain Hasyim, M. Hum.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan makna dal alquran terjemahan Bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Abdullah Yusuf Ali dan Marmaduke Pickthall yang hanya terfokus pada surah al-Ahzab atau surah ke 33 dalam alquran.Data dalam penelitian ini diambil dari sumber tertulis yaitu 15 data ayat terpilih yang telah dipilih oleh penulis dalam Surah al-Ahzab yang memiliki makna dan translet yang berbeda. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah analisis teks, mencatat, dan menyeleksi data. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode komparatif.Hasil dari perbandingan dua terjemahan alquran surah al-Ahzab tersebut, terjemahan dari Marmaduke Pickthall lebih mudah dipahami karena hampir semua ayat dia terjemahkan dalam Literal Translation atau Word for Word Translation walaupun tidak sempurna secara keseluruhan. Sedangkan, Abdullah Yusuf Ali, lebih puitis dalam menerjemahkan. Karena beliau menerjemahkan ayat-ayat tersebut tetap mempertahankan idiomatisnya sehingga ada beberapa ayat yang penulis sulit memahami, tetapi karena Abdullah Yusuf Ali menerjemahan secara puitis dan semantic sehingga pembaca juga mudah mengerti.kata kunci : komparative, alqur?an, dan surah al-ahzabx + 57 hlm

    HERMENEUTIKA ABDULLAH YUSUF ALI TERHADAP ISU SOISAL DALAM THE HOLY QUR'AN: TEXT, TRANSLATION AND COMMENTARY

    No full text
    Al-Qur’an relevan sepanjang zaman. Meski demikian, kandungan Al-Qur’an tidak dapat diperoleh tanpa proses pembacaan terhadapnya. Al-Qur’an dapat dimengerti dengan mengartikan Al-Qur’an yang berbahasa Arab ke bahasa lain. Inilah yang disebut terjemah. Salah satu terjemahan Al-Qur’an adalah The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary, karya Abdullah Yusuf Ali yang merupakan terjemahan dan tafsiran Al-Qur’an dengan bahasa Inggris. Karya tersebut menjadi acuan dan karya yang paling luas beredar di kalangan Muslim pada abad kedua puluh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersumber pada data kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini ingin mengungkapkan bagaimana proses kerja hermeneutis yang dilakukan oleh Abdullah Yusuf Ali dalam The Holy Quran dengan metode deskriptif-interpretatif, menliti dan melakukan pembacaan langsung serta mengambil beberapa sampel ayat-ayat isu sosial seputar hubungan muslim dengan non-muslim dan jihād dengan pemilihan ayat berdasarkan ayat ayat populer. Hasil penelitian mengungkapkan praktik hermeneutis Abdullah Yusuf Ali adalah dengan memberi penekanan pada gaya bahasa, sedikit berbeda dengan makna literal agar memperoleh terjemahan dan penjelasan makna batin. Kata kunci: Hermeneutika, Abdullah Yusuf Ali, The Holy Quran, isu sosial

    KONTROVERSI WAFATNYA NABI ISA PERSPEKTIF AL-MARAGI DAN ABDULLAH YUSUF ALI (THE HOLY QUR’AN TEXT, ENGLISH TRANSLATION AND COMMENTARY)

    No full text
    Kisah Nabi Isa termasuk kisah lengkap yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Apalagi mengenai wafatnya Nabi Isa yang masih menarik untuk diperbincangkan dan bahkan sampai saat ini terdapat tanda tanya atau kontroversi yang tidak hanya antar keyakinan, namun dari kalangan umat Islam sendiri terdapat ragam penafsiran terkait ayat-ayat yang menyangkut kewafatan Nabi Isa. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas tentang penafsiran wafatnya Nabi Isa. Metode penelitian dalam riset ini menggunakan diskriptifanalisis yang akan menyajikan data secara deskriptif, dengan pendekatan tafsir Muqaran yaitu mengkomparasikan antar dua hal yang memiliki redaksi berbeda bagi satu kasus yang sama. Dalam artikel ini penulis akan membandingkan dua pandangan mufassir yang berbeda tentang wafatnya Nabi Isa yakni Ahmad Mustafa al-Maragi dengan tafsirnya alMaragi dan Abdullah Yusuf Ali dalam tafsirnya the Holy Qur’an: Text, English Translation and Commentary. Dengan rumusan masalah bagaimana sosio-historis dari Ahmad Mustafa al-Maragi dan Abdullah Yusuf Ali, dan bagaimana kontroversi wafatnya Nabi Isa perspektif al-Maraghi dan Abdullah Yusuf Ali. Adapun hasil riset berdasarkan rumusan masalah di atas adalah Ahmad Mustafa al-Maragi merupakan mufassir era modern yang terkenal dengan masterpiecenya tafsir al-Maragi dan Abdullah Yusuf Ali merupakan sosok cendekiawan muslim dari India yang menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris. Sedangkan hasil komparasi dari kedua mufassir tersebut yakni kontroversi tentang wafatnya Nabi Isa, bahwa Ahmad Mustafa al-Maragi menyebutkan dalam tafsirnya sesungguhnya wafatnya Nabi Isa tidak melalui masa penyaliban berbeda dengan Abdullah Yusuf Ali bahwa Nabi Isa wafat melalui masa penyaliban

    Person deixis used in surah Al A'raf English translation of Qur'an by Yusuf Ali

    Full text link
    In this study, the researcher analyzes person deixis used in English translation of Qur’an on surah Al A’raf by yusuf Ali. The objectives of this study are to identify types of person deixis and to describe the references of person deixis used in English translation of Qur’an on surah Al A’raf by Yusuf Ali. The researcher uses theory of person deixis from Alan Cruse (2000) to analyze the data. This study uses descriptive approach in analyzing the data because the researcher describes and interprets person deixis used in English translation of Qur’an on surah Al A’raf by Yusuf Ali. The result of this research shows that there are five types of person deixis used in English translation of Qur’an on surah Al A’raf by Yusuf Ali such as singular first person deixis, plural first person deixis, second person deixis, singular third person deixis and plural third person deixis. Based on the explanation above, plural third person deixis is the most dominant type of person deixis that is used in the data with 345 items. The researcher finds that Yusuf Ali used second person deixis that used since old English period till now such as singular form (thou, thee, thy, thyself) and plural form (ye, your, yourselves). The researcher explores the referent meaning of person deixis used by Yusuf Ali in English translation on surah Al A’raf. The use of singular first person deixis such as “I, me, my, myself” always refer to first person who is being a speaker including (Allah, iblis, and the apostles). While, plural first person deixis alike “We, we. Our, our” mostly refer to Allah and the people of the apostles. The second person deixis “ye, thee, thou, yourselves, thy” mostly refer to second person the addressee or the hearer including (Allah, angles, iblis, the apostles, and the people of the apostles). Next, singular third person deixis “He, he, Him, him, she, her” refer to (Allah, iblis, the apostles, and she-camel in Shu’ib era). Meanwhile, the word “it, its” concerned with singular third person deixis which refer to things that has been already mentioned in the data. The last, plural third person deixis “they, them, their, themselves” mostly refer to (Angles, Adam and Hawa, evils, the people of apostles). This result varied based on the context of the Qur’an. Therefore, knowing well about person deixis can avoid misunderstanding and misinterpreting about the context especially in the Qur’an

    The Implicit meanings on the English translation of surah Al Qomar by Abdullah Yusuf Ali

    No full text
    ABSTRACT Since the people almost always use language in various forms of communication to fulfill their interaction need, language holds an important part of human life. In the daily communication, however miscommunication may happen when the people communicate each other. It causes the speaker says something which contains an implicit meaning. In order to clarify what the speaker means by her/his utterance, the hearer has to find the interpretation of the utterance. Holy Qur‟an is the central religious text of Islam, which Muslims consider the verbatim word of God. It is mostly written in the hidden meaning which can be interpreted in many sides. Therefore, this study investigates the implicit meaning from the English translation of surah al Qomar by Abdullah Yusuf Ali. The objective of this study is to find out what implicit meanings of the sentences found in the English translation of surah al Qomar by Abdullah Yusuf Ali. This study uses Spearber and Wilson relevance theory which clarifies its analysis on the implicit meaning. The research design of this study is descriptive qualitative since the data are collected and analyzed without using statistic formula. The data are gathered from the English translation of surah al Qomar by Abdullah Yusuf Ali which contains implicit meanings. This study analyzes the data and makes the conclusion based on the relevance theory. The results of this study are that the implicit meanings on the English translation of surah al Qomar by Abdullah Yusuf Ali can be categorized into eight categories. They are telling about the Judgment day and Miracle of Prophet, the People of Noah‟s destruction, the People of „Ad‟s destruction, the People of Thamud‟s destruction, the People of Lut‟s destruction, the People of Pharaoh‟s destruction, the admonition of the Unbeliever, and the replying the sinner and the reward for the godfearing person

    An analysis of lexical relations of words in Surah An - Nisa' translated by Abdullah Yusuf Ali

    Full text link
    Skripsi ini membahas analisis tentang hubungan kata yang ada di dalam Surat An – Nisa terjemahan dari Abdullah Yusuf Ali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe hubungan kata dari Surat An – Nisa’ yang diterjemahkan oleh Abdullah Yusuf Ali dan untuk mengetahui makna – makna yang saling berhubungan. Dengan demikian, kita dapat mengetahui arti atau makna kata yang dimaksud dari surat tersebut dengan jelas. Pada analisis data, teori yang diperlukan adalah sebagai berikut, yang pertama menggunakan teori hubungan kata dari Saeed, John (2016). Teori yang kedua adalah hubungan makna dari Nida, Eugene (1975). Dalam mengerjakan analisis tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Langkah – langkahnya adalah yang pertama mengkoleksi data, yang kedua meringkas data, setelah itu memaparkan data dan yang terakhir adalah verifikasi dan kesimpulan. Setelah melakukan penelitian, penulis menemukan 66 kasus hubungan kata. Semua itu terdiri dari 44 kasus sinonim (66, 66%), 11 kasus antonym (16,66%), 5 kasus meronim (7,57%), 4 kasus hiponim (4,06%), 1 kasus homonym ((1,51%) dan juga 1 kasus polisemi (1,51%). Jadi, penemuan yang paling banyak dari hubungan kata di Surat An – Nisa’ terjemahan dari Abdullah Yusuf Ali adalah sinonim. Dan makna – makna yang berhubungan adalah homonim dan polisemi dan juga hiponim dan meronim

    Dynamic Equivalence in the English Translation of Sura Al-Waqia'h of the Holy Qur'an by Abdullah Yusuf Ali

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Dynamic Equivalence in the English Translation of Sura Al-waqi’ah of The Holy Qur’an by Abdullah Yusuf Ali”, yang merupakan sebuah analisis tentang prinsip ekuivalensi dinamis yang terdapat dalam Q. S Al-Waqi’ah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Abdullah Yusuf Ali, dimana bahasa Arab sebagai bahasa sumber dan bahasa Inggris sebagai bahasa sasarannya. Landasan teori yang digunakan adalah teori Eugene A. Nida (1964) yang menjelaskan tentang prinsip-prinsip ekuivalensi dinamis (Dynamic Equivalence) dan teori Syihabuddin (2002) yang menitikberatkan pada teknik-teknik penerjemahan yang dapat digunakan dalam menerjemahkan kosa kata-kosa kata kebudayaan yang nantinya akan menghasilkan terjemahan yang ekuivalensi dinamis. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan untuk mencari teori-teori yang mendukung dan metode kualitatif untuk menganalisis data. Dari hasil analisis diperoleh bahwa ekuivalensi dinamis yang ditemukan pada terjemahan bahasa Inggris oleh Abdullah Yusuf Ali dalam Q.S Al- Waqi’ah pada umumnya merupakan pergeseran dalam tataran kata dalam bahasa sumber menjadi bentuk frase dalam bahasa target, namun tidak mengubah makna yang terkandung dalam bahasa aslinya, sehingga dihasilkan terjemahan yang bersifat ekuivalensi dinamis. Terjemahan Abdullah Yusuf Ali cenderung menggunakan teknik deskripsi, yaitu dengan menjelaskan satu kata di bahasa sumber dengan beberapa kata (frase) bahkan kalimat di dalam bahasa target dengan maksud agar makna bahasa aslinya dapat tersampaikan pada pembaca. Dengan berpedoman pada tafsir Al-Misbah (2002) penulis menemukan beberapa kata yang mengalami perubahan struktur namun tetap mamiliki kesamaan konsep makna dengan bahasa aslinya.69 HalamanTesis Magiste
    corecore