1,721,211 research outputs found
Yusriadi Yusriadi's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Yusriadi Yusriadi's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Yusriadi Yusriadi's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pada Siswa Kelas VIII2 SMP Negeri 24 Makassar
ABSTRAK
Yusriadi, 2014. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pada Siswa Kelas VIII2 SMP Negeri 24 Makassar. Skripsi. International Class Program., Jurusan Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan keterampilan proses. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VIII2 SMP Negeri 24 Makassar dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pemberian lembar evaluasi belajar siswa, aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Teknik analisis data dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Analisis data secara kualitatif akan digunakan teknik kategori nilai hasil belajar. Kategori keterampilan pemecahan masalah matematika diambil dari hasil pengamatan di kelas. Analisis data secara kuantitatif akan mendeskripsikan kategori hasil belajar matematika siswa berdasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Hasil yang diperoleh dari analisis statistik deskriptif adalah: (1) Hasil belajar matematika siswa pada tes awal terdapat 16 orang siswa (45,72%) yang belum tuntas belajar dan 19 orang siswa (54,28%) yang telah tuntas belajar. (2) Hasil belajar matematika siswa pada siklus I terdapat 9 orang siswa (25,71%) yang belum tuntas belajar dan 26 orang siswa (74,29%) yang telah tuntas belajar. (3) Hasil belajar matematika siswa pada siklus II terdapat 5 orang siswa (14,29%) yang belum tuntas belajar dan 30 orang siswa (85,71%) yang telah tuntas belajar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 11,42%. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya keterampilan siswa menjalankan langkah-langkah penyelesaian dengan pendekatan keterampilan proses.
Kata kunci: keterampilan proses, hasil belajar.
ABSTRACT
Yusriadi, 2014. Improving Mathematics Achievement Through Process Skills Approach to Student on Grade VIII2 of Junior High School 24 Makassar. Thesis. International Class Program., Department of Mathematics. Faculty of Mathematics and Natural Sciences. State University of Makassar.
This type of research is Classroom Action Research. This study aims to improving mathematics achievement through process skills approach to student. The study subjects were students on grade VIII2 of junior high school 24 makassar the number of students by 35 people. Data was collected using an evaluation sheet provision of student learning, student activities, and student questionnaire responses. Data analysis techniques using qualitative and quantitative descriptive approach. Qualitative data analysis techniques will be used to learn the results of the value category. Category mathematical problem solving skills drawn from observations in the classroom. Data analysis will quantitatively describe the category of math learning outcomes of students based on minimum completeness criteria (KKM) set by the school. The results of the descriptive statistical analysis are: (1) The results of students' mathematics learning at the beginning of the test there were 16 students (45.72%) that has not been thoroughly studied, and 19 students (54.28%) which has been thoroughly studied. (2) The results of students' mathematics learning in the first cycle, there are 9 students (25.71%) that has not been thoroughly studied, and 26 students (74.29%) which has been thoroughly studied. (3) The results of students' mathematics learning in the second cycle there are 5 students (14.29%) that has not been thoroughly studied, and 30 students (85.71%) which has been thoroughly studied. From these results it can be concluded that an increase in student learning outcomes completeness of 11.42%. It can be seen from the increasing ability of students to carry out the steps to the completion of the process skills approach.
Key word: skill process, achievemen
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Liliriaja Kab. Soppeng.
ABSTRAK
Yusriadi, 2014. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Liliriaja Kab. Soppeng. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Burhanuddin Pabitjara dan Jumadi.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sejarah melalui penerapan pembelajaran Kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Liliriaja Soppeng. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, metode pembelajaran dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran Kooperatif model Teams Games Tornament (TGT) yang dimulai dari tahap presentasi Kelas, tahap pembagian tim,tahap permainan, tahap turnamen dan tahap penghargaan tim. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini meliputi indikator proses dan hasil belajar.
Hasil penelitian pada hasil belajar sejarah siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Liliriaja Soppeng dengan penerapan Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) yang difokuskan pada peningkatan hasil belajar sejarah siswa dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran TGT yang berlangsung melalui lima tahap, yaitu tahap presentasi, tahap pembagian tim, tahap permainan, tahap turnamen, dan tahap penghargaan tim. Selama penelitian ini berlangsung dari siklus pertama dan siklus kedua mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil pembelajarn prapenelitian dimana tingkat pencapaian siswa di bawah 70% jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sejarah melalui pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Liliriaja Soppeng dari kategori kurang pada siklus I menjadi kategori baik pada siklus II dengan peningkatan yang signifikan. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas siswa dan guru di dalam pelaksanaan proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi selama tindakan berlangsung maupun hasil refleksi siswa
Penerapan Metode Pembelajaran Explicit Instruction untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Tema panas dan Perpindahannya Kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 002 Penyasawan.
ABSTRAK
M Yusriadi, (2021) : Penerapan Metode Pembelajaran Explicit Instruction untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Tema panas dan Perpindahannya Kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 002 Penyasawan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui metode pembelajaran explicit instruction di kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 002 Penyasawan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang pendidik dan 13 orang peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan degan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode explicit instruction dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata tes pemahaman konsep peserta didk sebelum tindakan hanya mencapai rata-rata 55,76 dengan ketegori kurang. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I mencapai 71, 92 dengan kategori cukup. Dan meningkat pada siklus II menjadi 85 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode explicit instruction daat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada tema panas dan perpindahannya kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah Penyasawan Kabupaten Kampar.
Kata Kunci : Metode Explicit Instruction, Pemahaman Konse
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYAMarzuki Yusriadi/ Agribisnis/ Universitas Syiah KualaABSTRAKPerkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan dan relatif tahan terhadap krisis sehingga banyak hutan dan perkebunan tanaman lain dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Konversi lahan tanaman kakao menjadi tanaman kelapa sawit yang terjadi di kecamatan kuala mempunyai faktor alasan tersendiri sehingga petani melakukan konversi lahannya menjadi kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat konversi lahan dari setiap faktor yang menjadi alasan petani kakao mengkonversi lahannya menjadi kebun kelapa sawit dan mengetahui faktor alasan yang mendasar penyebab petani kakao mengkonversikan lahannya menjadi kebun kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah motode pendekatan study kasus. data dalam penelitian ini mengunakan data sekunder dan data primer, data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung dilapangan, pencatatan dan wawancara langsung terhadap petani yang telah mengkonversikan lahan kakao menjadi kelapa sawit. Berdasarkan Hasil penelitian Terdapat 4 faktor alasan yang menyebabkan petani melakukan konversi lahan mereka dari tanaman kakao menjadi kelapa sawit yaitu faktor pendapatan, faktor serangan hama dan penyakit, faktor teknis perawantan dan faktor kompleksitas penanganan pasca panen, Dari ke 4 faktor tersebut terdapat 2 faktor alasan penyebab yang paling dominan yaitu Faktor serangan hama dan penyakit serta faktor pendapatan sehingga petani melalukana konvesi lahan kakao menjadi kelapa sawit. Kata Kunci : Konversi Lahan, Peningkatan Pendapatan, Tanaman Kakao, Tanaman Kelapa Sawit
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
