1,721,930 research outputs found

    Peran Yusni Antemas Dalam Dunia Pers di Kalimantan Selatan Tahun 1946-1979

    No full text
    Yusni Antemas fokus dalam bidang pers ketika menjadi wakil pemimpin redaksi di surat kabar Terompet Rakyat pada masa revolusi fisik. Surat kabar ini merupakan media perjuangan dari GERPINDOM. Yusni Antemas dengan berani meyuarakan ketimpangan-ketimpangan atas pemerintahan NICA yang kembali berkuasa di Kalimantan Selatan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama adalah untuk mengetahui riwayat kehidupan Yusni Antemas. Kedua, menjelaskan mengenai keadaan media cetak di Kalimantan Selatan pra kemerdekaan. Ketiga, menjelaskan mengenai bagaimana peran Yusni Antemas dalam dunia pers di Kalimantan Selatan pasca kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pertama, heuristik yang merupakan tahapan pengumpulan data-data sejarah. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dokumen-dokumen tertulis hingga melakukan wawancara dengan saksi sejarah. Kedua, kritik sumber, merupakan tahap pengkajian terhadap keaslian dan kredibilitas sumber-sumber yang telah diperoleh, baik dari segi fisik maupun isi sumber. Ketiga, melakukan interpretasi dengan mencari keterkaitan makna yang berhubungan antara fakta-fakta yang telah diperoleh. Keempat, historiografi yaitu menyajikan hasil penelitian dalam bentuk karya tulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan Yusni Antemas dalam gerakan bawah tanah GERPINDOM serta tulisan-tulisannya dalam media Terompet Rakyat kemudian menjadikannya dikenal sebagai wartawan pejuang. Sejak awal persentuhannya dengan dunia pers, Yusni Antemas aktif menggunakan nama Anggraini Antemas dalam setiap tulisannya. Di masa Revolusi Fisik hingga akhir masa Republik Indonesia Serikat, corak penulisan Yusni Antemas dalam surat kabar masih diliputi dengan paham nasionalisnya yang kuat untuk mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia. Tahun 1949, Yusni Antemas bergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia Kring Banjarmasin serta bergabung dalam harian Kalimantan Berdjuang. Yusni Antemas juga aktif mengirimkan tulisan-tulisannya di beberapa media lokal maupun nasional. Yusni Antemas yang juga aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil masih meneruskan karirnya dalam bidang kewartawanan. Corak penulisan Yusni Antemas dalam setiap surat kabar mengalami sedikit perubahan sejak awal masa Orde Baru. Tulisan-tulisannya menjadi lebih mengutamakan informasi umum yang menghindari polemik. Hingga akhir masa pensiunnya pada tahun 1979, Yusni Antemas masih aktif dalam dunia pers. Kata Kunci: Yusni Antemas, Pers, Kalimantan Selatan

    “Mahdalena Dan Yusni: Sejarah Keluarga Dukun Beranak, Di Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar 1979-2012”

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Mahdalena Dan Yusni: Sejarah Keluarga Dukun Beranak, Di Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar 1979-2012”. Penulisan skripsi ini menjelaskan mengenai sejarah keluarga dukun beranak Mahdalena dan Yusni, pengobatan yang dilakukan Mahdalena dan Yusni, serta perubahan pada keluarga dukun beranak Mahdalena dan Yusni. Sebagaimana penelitian sejarah pada umumnya, penelitian ini juga memakai metode sejarah. Dimulai dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka dan metode sejarah juga digunakan untuk menguji dan menganalisis data-data yang ditemukan. Hasil penelitian mengenai Mahdalena Dan Yusni Sejarah Keluarga Dukun Beranak, merupakan sebuah kajian sejarah keluarga. Melalui kajian ini dijelaskan tentang perjalanan hidup Mahdalena dan Yusni dimulai dari kecil hingga menjadi dukun beranak, serta pewarisan ilmu dukun beranak, pengobatan dan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga Mahdalena dan Yusni sebagai dukun beranak. Mahdalena dan Yusni merupakan generasi ketiga dalam keluarga dukun beranak di Nagari Rambatan. Mahdalena dan Yusni sudah menjalani profesi menjadi dukun beranak di usia remaja, tak hanya ilmu bantu bersalin saja, keluarga dukun beranak Mahdalena dan Yusni juga bisa mengobati beberapa penyakit secara tradisional dengan racikan ramuan yang berasal dari tumbuhan yang dibacakan dengan mantra. Selain pengajaran langsung dari orang tua dan neneknya, Mahdalena dan Yusni juga mengikuti pelatihan dukun beranak terlatih yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Rambatan pada tahun 1979. Dengan adanya pelatihan dukun terlatih ini menjadikan Mahdalena dan Yusni tak hanya mengetahui cara membantu persalinan ibu hamil secara tradisional saja, tetapi juga mengetahui teknik bersalin yang lebih modern menggunakan peralatan yang sesuai dan tentunya higienis. Kata Kunci : Mahdalena, Yusni, Dukun Beranak, Pengobatan Tradisional

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA PETERNAKAN YUSNI DI KOTA PARIAMAN

    Full text link
    Penelitian ini mengenai persepsi masyarakat terhadap keberadaan usaha peternakan Yusni di Kota Pariaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap limbah dan manfaat yang dihasilkan oleh usaha peternakan Yusni di Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan penentuan responden dilakukan secara Purposive Sampling dengan populasi 298 dan sampel 44. Analisis data yang digunakan adalah data mengenai persepsi masyarakat terhadap limbah dan manfaat yang dihasilkan oleh usaha peternakan ayam broiler dengan menggunakan analisis statistik kualitatif deskriptif dan menggunakan model pengelompokan, penyederhanaan, serta penyajian seperti tabel distribusi frekuensi dan pengukuran dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan usaha peternakan Yusni di Kota Pariaman berada dalam kategori cukup terganggu dikarenakan bau menyengat dari limbah yang dihasilkan ketika datang angin dan turunnya hujan, sedangkan persepsi masyarakat terhadap manfaat dari keberadaan usaha peternakan Yusni ini berada dalam kategori cukup bermanfaat dikarenakan masyarakat memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk dan adanya lowongan pekerjaan dan bantuan sosial. Kata Kunci : Persepsi masyarakat, Usaha Peternakan, Ayam broile

    Sertifikat yusni FRA 2023

    Full text link
    Sertifika

    Automatic car parking using RFID / Nurul Fatina Yusni

    Full text link
    Nowadays, the numbers of cars are consistently rising and parking space becoming a major issue especially in a mall or building. Because of this problem, the project had been developed. It is an automatic car parking using RFID where users can know how many parking spaces are available for users to park their cars and no need to waste their time to find one. This method was developed using a system that allows users to easily enter the parking lot. The tools needed for this project were Arduino, RFID reader and RFID tag or cards, IR sensors, LCD and servo motor. The project’s aims were to design an automatic car parking using RFID and to measure the parking system performance at parking area. Four testing were conducted in this project such as measure the distance range of the RFID reader and IR sensor. There also had network performance testing which measure the signal power and transfer speed. The results show that RFID card can be detected within 20 mm (2 cm) from the RFID reader. IR sensors detection work best when an object position is about 50 mm (5 cm) or 35˚ from the sensors. The good signal power with the distance of 20 mm (2 cm) for 48dB and for the transfer speed with the least response time of 2.0 seconds for 19.2 kBd and 9.6 kBd. This project will give benefit to car users because they can know how many available parking spaces left. The recommendation for future studies are to test the parking monitoring system using IR sensors with LED that will make it easier for the users to find an available parking slot

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Kajian isu dan masalah pembangunan tanah wakaf di Bandar Melaka / Yusni Jalil

    Full text link
    Tanah sebenarnya merupakan satu elemen penting di dalam pembangunan terutama sekali tanah-tanah di bandar. Dalam pada itu tanah-tanah yang ada di bandar semakin berkurangan disebabkan pembangunan pesat bagalkan cendawan tumbuh selepas hujan. Di dalam konteks ini banyak tanah-tanah diambil untuk dijadikan pembangunan. Pembangunan ke atas tanah-tanah tersebut dilakukan semaksimum yang boleh agar keuntungannya dapat menandingi pasaran tanah di kawasan bandar. Begituiah seterusnya juga dengan tanah-tanah wakaf yang ada di kawasan bandar. Seharusnya tanah-tanah wakaf yang ada di kawasan bandar diambil kesempatan ke atasnya dengan membangunkan pembangunan berbentuk boleh memperkembangkan jumlah harta wakaf yang ada. Tetapi sebaliknya di bandar Melaka, tanah-tanah wakaf yang ada tidak dimajukan seperti mana kegunaan tanah di kawasan bandar. Tanah-tanah wakaf di kawasan bandar adalah berbentuk pembangunan rumah kedat lama yang tidak dibangunkan semula kepada pembangunan berbentuk memberikan pulangan modal yang besar kepada pihak Majlis Agama Islam, di mana boleh dimanfaatkan untuk pembangunan sosio-ekonomi umat Islam sendiri. Tujuan kajian ini dijalankan adalah bagi mengkaji apakah isu masalah yang monghantui pembangunan tanah wakaf di bandar Melaka. Seterusnya mengapa golongan lain yang mendapat manfaat daripada tanah wakaf tersebut

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore